WorksheetsIKM 3
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Ny. Violen, usia 45 tahun tinggal bersama putri kandungnya dan satu orang cucu serta ibunya. Suami pertamanya sudah meninggal beberapa tahun lalu dan ia memutuskan untuk menikah kembali. Tipe keluarga yang sesuai dengan kasus adalah
Extended family
Nuclear family
Composite family
Blended family
Single parent family
Tn. Doni, 67 tahun, datang ke klinik dengan keluhan susah buang air besar. Riwayat penyakit meliputi diabetes dan hipertensi. Pasien memiliki seorang istri berusia 60 tahun, dibantu seorang pembantu rumah tangga. Dua anak pasien telah menikah dan tinggal tidak jauh dari orang tuanya. Dokter ingin mempertimbangkan keadaan keluarga dalam memberi pengobatan, melihat dinamika dan fungsi keluarga dalam memberi kasih sayang, kemitraan, kebersamaan. Alat identifikasi masalah keluarga yang paling tepat adalah
Family APGAR
Family circle
Family lifeline
Family life cycle
Family genogram
Tn. Tom, usia 45 tahun, teratur kontrol hipertensi di klinik. Pasien mendapat edukasi penggunaan obat secara benar, anjuran olahraga, pola makan, dan tidak merokok untuk mencegah komplikasi kardiovaskular. Anjuran dokter tersebut sesuai dengan prinsip kedokteran keluarga
Berkesinambungan
Holistik
Komprehensif
Terpadu
Koordinatif
dr. Budiman, dokter Puskesmas B, akan merujuk pasien anemia berat untuk transfusi. Sebelum merujuk, dokter menanyakan kepercayaan pasien dan keluarga terkait transfusi darah. Prinsip kedokteran keluarga yang diterapkan adalah
Komprehensif
Holistik
Kolaboratif
Berkesinambungan
Koordinatif
dr. Maya baru selesai internship dan bekerja di Puskesmas. dr. Maya mendapat pujian dari kepala puskesmas karena praktiknya tidak hanya fokus pada penyakit pasien, tetapi juga pada masalah mental dan sosial. Fungsi yang dilakukan sebagai kepala puskesmas adalah
Manager
Care provider
Community leader
Decision maker
Communicator
dr. Iena sebagai kepala Puskesmas A khawatir akan outbreak DBD di wilayah kerjanya. Ia menggerakkan program pencegahan melalui pemberdayaan masyarakat (kerja bakti, jumantik, pemberian abate). Fungsi yang dilakukan sebagai kepala puskesmas adalah
Manager
Care provider
Community leader
Decision maker
Communicator
Ny. Anggi, usia 30 tahun, datang ke dokter gigi karena keluhan ulkus di wajah. Setelah mengonsumsi obat 1 minggu, ia kembali dan berdiskusi dengan dokter mengenai pilihan obat antara merek dan generik, lalu bersama-sama memutuskan menggunakan obat generik. Tipe hubungan dokter-pasien tersebut adalah
Default
Paternalistik
Konsumeristik
Mutualisme
Parasitisme
dr. Robert adalah seorang dokter di perusahaan dengan 800 pekerja. Pemeriksaan medical check-up tahunan menunjukkan 50% pekerja mengalami hipertensi dan 40% perokok. dr. Robert memberikan edukasi mengenai bahaya merokok dan hubungannya dengan penyakit. Tindakan pencegahan yang dilakukan dr. Robert adalah
Health promotion
Specific protection
Early diagnosis and prompt treatment
Disability limitation
Rehabilitation
Angka prevalensi dan morbiditas penyakit menular yang dapat dicegah imunisasi masih tinggi. Puskesmas A aktif melakukan kegiatan imunisasi wajib untuk anak. Kegiatan puskesmas tersebut termasuk dalam
Early case detection
Rehabilitation
Prompt treatment
Disability limitation
Specific protection
Ny. Inka, usia 43 tahun, mengalami fraktur femur dan telah operasi. Saat ini ia menjalani fisioterapi agar bisa berjalan seperti dulu. Tingkatan pencegahan yang dilakukan adalah
Health promotion
Specific protection
Early diagnosis dan prompt treatment
Disability limitation
Rehabilitation
Sebuah puskesmas melakukan skrining penyakit kanker serviks pada perempuan yang memenuhi kriteria: perempuan berusia di atas 40 tahun, memiliki riwayat keluarga kanker, dan bersedia ikut serta. Metode skrining dilakukan dengan teknik monogram. Jenis skrining yang sesuai kondisi tersebut adalah
Active case finding
Selective screening
Single disease screening
Multiphase screening
Passive case finding
dr. Brendan mengadakan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya penimbangan dan pengukuran panjang balita rutin di posyandu untuk meningkatkan jumlah orang tua yang hadir. dr. Brendan mengundang ketua RT setempat. Tujuan mengundang ketua RT adalah
Sasaran primer
Sasaran tersier
Sasaran sekunder
Perwakilan aparat pemerintah
Penanggung jawab masyarakat
dr. Merlendez menyusun program promosi gizi untuk target nasional hingga daerah pelosok. Media promosi yang cocok untuk kasus ini agar dapat didengar dan dilihat banyak orang adalah
Radio
Media elektronik
Media luar ruang
Media cetak
Papan iklan billboard
Di wilayah cakupan Puskesmas A terjadi kasus difteri di desa D. Dinas kesehatan memerintahkan memutus rantai penularan. Tindakan selanjutnya yang tepat oleh kepala puskesmas adalah
Backlog fighting
Catch up campaign
Sub pekan imunisasi nasional
Crash program
ORI
Di Kabupaten Bandar diumumkan peningkatan angka difteri secara mendadak. Dinas kesehatan memerintahkan program imunisasi untuk mencegah terjadinya KLB. Program imunisasi yang dimaksud adalah
Backlog fighting
Catch up campaign
Sub pekan imunisasi nasional
Crash program
ORI
Diumumkan di wilayah A bahwa banyak warga mendadak muntah-muntah dan penyebabnya bakteri baru yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Jumlah kasus terus meningkat; 30% warga terserang penyakit ini. Kondisi epidemiologi yang terjadi pada kasus di atas adalah
Sporadik
Pandemik
Endemik
Epidemi
Epidemiologi
Di suatu desa terjadi peningkatan kejadian kasus Hepatitis A, dari 7 kasus menjadi 20 kasus. Peningkatan terkait makanan yang terkontaminasi. Termasuk penyebaran apakah kasus di atas?
Endemi
Pandemi
Epidemi
Outbreak
Sporadik
dr. Kevin sedang internship di Papua. Angka kejadian malaria di wilayah tersebut tidak pernah mencapai angka 0 sepanjang tahun. Kondisi epidemiologi yang terjadi pada kasus di atas adalah
Endemi
Pandemi
Sporadik
Epidemi
Epidemiologi
Suatu puskesmas melaporkan peningkatan kasus Hepatitis A empat kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya, dengan kasus terbanyak pada remaja 14–17 tahun akibat konsumsi telur setengah matang yang terkontaminasi. Istilah yang tepat untuk kejadian tersebut adalah
KLB
Outbreak
Epidemi
Endemi
Pandemi
Data DBD provinsi menunjukkan Januari–Maret 2021 terdapat 914 kasus, sedangkan Oktober–Desember 2020 ditemukan 202 kasus. Dibandingkan periode sama tahun lalu (1.202 kasus), jumlah tersebut lebih rendah. Tercatat 16 kematian akibat DBD. Kesimpulan yang paling tepat untuk menentukan intervensi adalah
Kasus DBD mengalami lonjakan dibanding bulan sebelumnya
Dalam dua bulan terjadi lonjakan kasus secara bermakna
Kasus DBD meningkat berdasarkan tren
Kasus kematian akibat DBD yang tinggi
Kejadian kasus DBD bervariasi di setiap daerah
Di sebuah desa terpencil terdapat 1.000 penduduk. Saat ini terdapat 100 orang dengan disentri, dan dua minggu kemudian bertambah 150 orang lagi. Berapa angka secondary attack rate?
100/1000
50/1000
50/900
150/1000
150/900
Dalam studi di suatu desa ditemukan jumlah ibu melahirkan 180 dalam satu periode. Terdapat 10 bayi meninggal di bawah usia 28 hari dan 20 bayi meninggal pada usia 2 bulan; lima anak meninggal usia 2 tahun karena kejang demam. Berapakah angka kematian bayi pada daerah tersebut?
10/180 × 1000
30/180 × 1000
35/180 × 1000
35/200 × 1000
20/200 × 1000
Di Kecamatan A tahun 2018 terdapat 10.000 ibu yang melahirkan. Tercatat 10 ibu meninggal saat melahirkan, 2 karena kehamilan ektopik, 3 karena abortus, 3 karena eklampsia, serta 10 ibu meninggal karena diare dan penyakit lain setelah satu bulan melahirkan. Berapa angka kematian ibu?
2
2,8
200
280
310
Survei untuk mendeteksi penyakit tuberkulosis dilakukan di Kecamatan B dengan jumlah penduduk 150.000. Ditemukan 15 penderita TB paru (12 lama, 3 baru). Di Kecamatan A tercatat 100 kasus TB aktif dan 8 orang meninggal akibat TB. Berapakah nilai Case Fatality Rate TB pada data tersebut?
(3/15)×100%
(8/15)×100%
(15/100)×100%
(12/100)×100%
(8/100)×100%
Populasi wilayah sebuah kota 200.000 orang. Periode 1 Januari–30 Juni tercatat 28 kasus baru TB, sedangkan kasus TB aktif sampai 30 Juni adalah 264 kasus. Berapa jumlah insidensi kasus tuberkulosis aktif untuk periode 6 bulan tersebut?
130/100.000 populasi
26/100.000 populasi
28/100.000 populasi
26/1.000.000 populasi
14/100.000 populasi
dr. Connor Rhodes, kepala puskesmas, ingin melakukan kegiatan catch up immunization karena terjadi peningkatan kasus dan adanya rumor vaksin menyebabkan autisme. Fungsi manajemen kesehatan yang dilakukan dokter ini adalah
Planning
Organizing
Actuating
Evaluating
Controlling
Puskesmas sebagai pelayanan kesehatan strata primer disediakan pemerintah untuk pelayanan perorangan dan masyarakat. Jika kecamatan memiliki luas wilayah 244,8 km² dan jumlah penduduk 58.779 jiwa, berapakah jumlah Puskesmas Kecamatan sesuai standar?
1 Puskesmas
2 Puskesmas
3 Puskesmas
4 Puskesmas
5 Puskesmas
dr. Daekim, dokter Puskesmas Kecamatan A, mengembangkan program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) tipe 2. Alat ukur epidemiologi angka kejadian yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan program adalah
Prevalensi
Insidensi
Angka morbiditas
Angka mortalitas
Tidak ada yang bisa digunakan
Sebelas siswa SD dibawa ke puskesmas dengan keluhan mual, muntah, sakit perut, dan badan terasa lemah setelah makan di kantin sekolah. Setelah penatalaksanaan gawat darurat, langkah administratif yang paling tepat dilakukan puskesmas adalah
Pengambilan sampel makanan
Penyuluhan kesehatan
Menetapkan situasi KLB
Mengisi form laporan W2
Identifikasi etiologi tanpa sampel
Kepala puskesmas wilayah A mengetahui surveillance kasus malaria sepanjang tahun dan menduga kenaikan kasus. Laporan mengenai data tersebut diperoleh dari lembar
Lembar W1
Lembar W2
Lembar B1
Lembar B2
Lembar B3
Ny. Nadia datang ke Puskesmas dengan sesak napas, demam, dan batuk kering 3 hari. Dokter mencurigai COVID‑19 dan khawatir KLB, sehingga melaporkan ke dinas kesehatan terkait. Formulir laporan yang digunakan adalah
LB 1
LB 2
W 1
W 2
LB 3
dr. Hilman melaporkan peningkatan kasus keracunan pangan di wilayahnya hingga 13 orang. Dinkes kabupaten mengirimkan ahli toksikologi, sanitarian, dan ahli epidemiologi untuk penyidikan. Upaya rujukan yang terdapat pada kasus tersebut adalah
Rujukan sarana
Rujukan operasional
Rujukan pengetahuan
Rujukan tenaga
Rujukan instansi
Petugas penanggulangan penyakit infeksi menerima laporan diare di suatu desa. Setelah penyelidikan awal, sampel air dikirim ke laboratorium rujukan untuk diteliti. Jenis rujukan yang paling tepat adalah
Rujukan ilmu pengetahuan
Rujukan kasus
Rujukan tenaga ahli
Rujukan sarana
Rujukan operasional
Ny. Daniel, 55 tahun, datang ke IGD dengan keluhan luka pada kaki sejak 1 bulan lalu yang membesar dan mengganggu. Pasien DM tidak terkontrol. Dokter IGD mendiagnosis diabetic foot lalu melimpahkan kasus ke dokter spesialis penyakit dalam dan spesialis bedah. Jenis rujukan pada kasus adalah
Rujukan horizontal
Rujukan interval
Rujukan split
Rujukan collateral
Rujukan cross
Ny. Nelson, pasien DM dengan hiperlipidemia terkontrol, diminta kontrol ke dokter spesialis setiap minggu. Keluarga pasien membawa salinan resep dan surat berisi hasil pengelolaan serta anjuran kirim ulang jika ditemukan gejala tertentu. Termasuk dalam jenis rujukan apakah pasien ini?
Split referral
Collateral referral
Cross referral
Interval referral
Horizontal
Ny. Krysta, 50 tahun, datang ke IGD dengan luka kaki membesar yang semula kecil akibat kawat. Pasien DM tidak terkontrol. Dokter IGD melimpahkan kasus ke spesialis penyakit dalam dan kemudian ke spesialis bedah. Jenis rujukan pada kasus adalah
Split referral
Collateral referral
Interval referral
Cross referral
Horizontal referral
Ny. Catlin, 32 tahun, datang ke IGD RS tipe B dengan penurunan kesadaran 1 jam. Kemudian pasien dirujuk ke RS tipe C untuk CT scan karena alat CT RS tersebut sedang diperbaiki dan pemeriksaan perlu segera dilakukan untuk mendiagnosis perdarahan intrakranial. Jenis rujukan yang dilakukan adalah
Rujukan kasus
Rujukan horizontal
Rujukan vertikal
Rujukan sarana
Rujukan operasional
Tn. Julio, 65 tahun, dibawa ke RS dengan keluhan kelemahan pada tungkai dan lengan kanan sejak 2 jam. Setelah ditangani IGD, keluarga diberitahu bahwa pasien harus dirujuk ke RS tersebut hanya ada spesialis penyakit dalam, obgyn, anak, dan bedah. Berdasarkan Permenkes 56/2014, RS tersebut termasuk
RS tipe A
RS tipe B
RS tipe C
RS tipe D
RS khusus
Di Posyandu Desa A terdapat 1.000 bayi. Bayi yang memiliki KMS 650, yang dibawa ke posyandu 400, dan yang mengalami peningkatan berat badan 250. Berapakah nilai keberhasilan program posyandu?
650/1000
400/1000
250/1000
250/400
250/650
Posyandu di Desa B memiliki 10 kader, data cakupan gizi buruk 60%, imunisasi 80%, program dana 40%, dan memiliki program tambahan lain. Disebut apakah posyandu tersebut?
Posyandu pratama
Posyandu mandiri
Posyandu madya
Posyandu purnama
Posyandu paripurna
dr. Hardin melakukan survei jentik nyamuk di rumah-rumah wilayah Puskesmas A. Dari 1.000 rumah yang disurvei, diambil sampel air 2.000 container. Ditemukan 100 rumah positif jentik pada 250 container. Berapa House Index yang didapatkan?
10%
12,5%
20%
25%
30%
dr. Jake memberikan penyuluhan tentang rumah sehat termasuk jamban sehat. Seorang warga menanyakan jarak ideal antara jamban dengan sumber air. Berapakah jarak ideal?
6 m
7 m
9 m
4,8 m
10 m
dr. Johan ingin melakukan promosi PHBS di rumah tangga. Manakah dari pilihan berikut yang tidak termasuk dalam PHBS di rumah tangga?
Memberi bayi ASI eksklusif
Merokok di dalam rumah
Makan buah dan sayur setiap hari
Menggunakan air bersih
Melakukan aktivitas fisik setiap hari
Tn. Gino, 26 tahun, peserta BPJS yang bekerja wiraswasta di bidang furniture dan menanggung istri serta dua anaknya. Tipe BPJS Kesehatan yang paling tepat diterima adalah
BPJS PBI
BPJS PBI, Non‑PPU
BPJS Non‑PBI, PPU
BPJS bukan pekerja
BPJS Non‑PBI, Non‑PPU
Tn. Leigh, 40 tahun, dibawa ke IGD setelah kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan fraktur pada tibia. Apa asuransi yang digunakan untuk menanggung pembiayaan rumah sakit pada pasien tersebut?
Asuransi swasta
BPJS Kesehatan
BPJS ketenagakerjaan
Jasa Raharja
BPJS Kesehatan dan Jasa Raharja
Tn. Mufli, 32 tahun, dibawa ke RS akibat kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan keterangan saksi, pasien menabrak mobil di jalur berlawanan dengan sengaja karena ingin bunuh diri. Pasien merupakan peserta aktif BPJS Kesehatan mandiri kelas 1. Bagaimana mekanisme pembayaran di IGD?
Pembayaran dilakukan oleh Jasa Raharja
Pembayaran dilakukan oleh BPJS Kesehatan
Pembayaran harus dilakukan secara out of pocket
Pembayaran dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan
Pembayaran dibagi rata oleh Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan
Tn. Darel, 32 tahun, mengalami kecelakaan tunggal saat mengemudi sambil bermain ponsel. Tidak ada korban lain. Biaya perawatan rumah sakit sebesar Rp8.000.000. Siapakah yang menanggung biaya pengobatan pada kasus ini?
Ditanggung penuh oleh Jasa Raharja
Ditanggung oleh BPJS Kesehatan sesuai hak kepesertaan karena tidak ditanggung Jasa Raharja
Ditanggung sendiri (out of pocket)
Ditanggung oleh asuransi swasta
Ditanggung bersama Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan
Tn. Jack berusia 50 tahun dibawa keluarga ke RS dengan keluhan sesak napas. Dokter mendiagnosis pasien mengalami serangan asma akut dan menyarankan untuk dirawat. Namun saat akan dirawat pasien baru mengetahui bahwa IGD RS tidak bekerja sama dengan BPJS sehingga keluarga pasien meminta untuk dirujuk. Hal yang seharusnya dilakukan pihak RS adalah
Meminta pembayaran dengan dana pribadi karena telah dilakukan tindakan pada pasien
Merujuk pasien ke RS yang bekerja sama dengan BPJS apabila kondisi kegawatdaruratan sudah teratasi dan menarik biaya untuk jasa dokter
Meminta keluarga pasien mengurus BPJS setempat agar dapat mencairkan dana untuk pembayaran di RS tersebut
Merujuk pasien ke RS yang bekerja sama dengan BPJS apabila kondisi kegawatdaruratan sudah teratasi dan tidak menarik biaya apa pun
Menelpon polisi apabila keluarga tidak mau membayar
Tn. Dion, usia 42 tahun, dibawa oleh keluarganya ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada hebat yang menjalar hingga ke tangan. Setelah konsultasi dokter spesialis jantung, pasien segera dikirim ke cathlab untuk dilakukan primary PCI. Keluarga memilih menggunakan BPJS. Metode pembayaran yang digunakan adalah
Kapitasi
INA CBG
Fee for service
Non kapitasi
Reimbursement
Tn. Edgar, usia 27 tahun, datang ke praktik dokter spesialis mata dengan keluhan pandangan buram sejak 1 bulan dan didiagnosis miopia, disarankan menggunakan kacamata. Pasien merupakan karyawan perusahaan; semua biaya dibayar terlebih dahulu oleh pasien dan nantinya diganti oleh perusahaan. Mekanisme pembayaran pelayanan kesehatan pada kasus di atas adalah
Kapitasi
INA CBGs
Out of pocket
Reimbursement
Risk pooling
