Search Header Logo
Pelajaran 2 Sesi 2 Kelas 6 PAB

Pelajaran 2 Sesi 2 Kelas 6 PAB

Assessment

Presentation

Religious Studies

6th Grade

Easy

Created by

Rukaman Rukaman

Used 1+ times

FREE Resource

11 Slides • 3 Questions

1

Pelajaran 2 Sesi 2 Kelas 6 PAB

Slide image

2

Pertemuan 2

Ksanti dan Virya Paramita

3

Namaskara Gatha

Arahaṁ  sammā sambuddho bhagavā. Buddhaṁ  bhagavantaṁ  abhivādemi.


Sang Bhagava, Yang Mahasuci, Yang telah mencapai Penerangan Sempurna. Aku bersujud di hadapan Sang Buddha, Sang Bhagava.


The Most Blessed Bhagava Who Has Achieved Perfect Enlightenment, I bow to the Buddha, the Blessed One


Svākkhāto bhagavatā  dhammo. Dhammaṁ  namassāmi.


Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Sang Bhagawa.

Aku bersujud di hadapan Dhamma.


Dhamma has been perfectly spoken by Bhagava, I bow to the Dhamma


Supaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho. Saṅghaṁ  namāmi


Sanggha Siswa Sang Bhagawa telah bertindak sempurna.

Aku bersujud di hadapan Sanggha.


Sangha Bhagava Students have acted perfectly, I bow to the Sangha






4

Duduk Hening

Ayo kita melakukan duduk hening kurang lebih 5 sampai dengan 10 menit.

Mari kita duduk hening

Duduklah dengan santai, amati diri kita, atur pernapasan dan lakukan hal berikut.

“Napas masuk ....... semoga semua makhluk berbahagia”

“Napas keluar ........ semoga semua makhluk berbahagia”

“Napas masuk ....... tercapailah cita-citaku”

“Napas keluar ........ tercapailah cita-citaku”

5

Renungan

Dhammapada, syair 197


Sungguh bahagia jika kita hidup tanpa membenci

di antara orang-orang yang membenci;

di antara orang-orang yang membenci,

kita hidup tanpa benci.


Sekarang ayo kita simak materi berikut ini!

6

Penyesalan dari ketidaksabaran

Setiap hari minggu, siswa-siswa beragama Buddha, selalu rajin datang ke Vihara. Mereka aktif belajar Dhamma bersama di Vihara, dengan seorang guru pendidikan agama Buddha. Pada hari Minggu itu, salah satu dari siswa beragama Buddha dengan nama Surya, sedang berulang tahun, Ia anak yang rajin, cerdas, dan pandai, dalam lingkungannya. Dihari ulang tahunnya, ia mengharapkan akan dirayakan bersama teman-temannya di sekolah Minggu tersebut, tetapi apa yang terjadi pada hari itu, ternyata ia, hanya menemukan kegiatan ibadah dan pelajaran rutin Sekolah Minggu. Akhirnya Surya marah, menangis dan berlari keluar, ia tidak mengikuti kegiatan SekolahMinggu. Kemudian Ibu gurunya menghampiri, dan memeluknya, diikuti teman-temanSekolah Minggunya, sembari mereka semua berucap selamat ulang tahun, dan mohon maaf, karena mereka sebenarnya ingin membuat kejutan agar Surya lebih terkesan.

7

Open Ended

Nah, dari cerita singkat tersebut apa yang dapat kamu simpulkan?

Sikap apa yang seharusnya dilakukan Surya?

8

A. Ksanti Paramita

Ksanti merupakan suatu perbuatan luhur tentang kesabaran. Ksanti Paramita mencakup tiga pengertian, yaitu, kesabaran, ketabahan, dan ketulusan hati.

9

Contoh Penyesalan dari Ketidaksabaran

Siswa SD klas 6, telah dijadwalkan untuk mengikuti kegiatan Latihan Ujian Akhir Sekolah, Andi, Bram, dan Maitri, adalah siswa di SD tersebut, ia anak yang cerdas, dan penuh semangat, ketiganya selalu bersaing untuk menjadi terbaik di kelasnya. Suatu hari dalam pelaksanaan ujian, tidak seperti biasanya Andi merasa mampu mengerjakan dengan lebih cepat, sehingga dengan tanpa hati-hati, ia mengerjakan seluruh soal, dengan tanpa ketelitiannya, ia hanya ingin dikatakan kalau mampu mengerjakan dengan cepat. Ia dapat menyelesaikan dan dapat meninggalkan kelas lebih dahulu dibanding teman-temannya, dirinya merasa tidak tertandingi di antara teman-temannya. Sebaliknya Bram dan Maitri, ia mengerjakan penuh dengan ketelitian, sabar dan tetap tekun, sampai mereka yakin, bahwa pekerjaanya sudah sesuai dengan yang diharapkan. Di saat pengumuman tiba, ternyata nilai yang dihasilkan Andi, sangat jauh dari harapan, apalagi dibandingkan dengan nilai Bram dan Maitri. Sungguh kaget Andi, ia menyesal, karena, tidak menggunakan kemampuannya dengan baik, ia meninggalkan kesabarannya dalam mengerjakan soal, hanya berburu ingin dikatakan cepat, tetapi tidak sabar, sehingga kurang teliti. Atas pengalamannya ini Andi, mulai mengubah diri, untuk lebih sabar dalam segala hal, agar tidak menyesal di kemudian hari.

10

B. Virya Paramita

Anita, Candha dan Subha, adalah tiga anak siswi kelas enam pada sekolah dasar. Mereka anak yang periang. Ketiganya memiliki prestasi yang cukup membanggakan. Suatu hari mereka berdiskusi, tentang cita-cita mereka. Anita ingin menjadi guru, Chanda ingin menjadi dokter, sedangkan Subha ingin menjadi rohaniwan agama Buddha. Mereka saling bertanya, tentang bagaimana mereka dapat mencapai cita-cita mereka. Mereka tahu bahwa Buddha telah mengajarkan kepada umat Buddha untuk rajin, tekun, tidak putus asa, tidak mudah menyerah dan selalu memiliki semangat dalam mencapai cita-citanya. Akhirnya mereka sepakat, untuk rajin, ulet, tekun, tidak mudah menyerah dan memiliki semangat untuk mencapai cita-cita

mereka.


11

Semangat (Virya)

Tahukah kamu bahwa semangat, merupakan bagian yang tidak terpisahkan bagi Bodhisatva dalam mencapai keBuddhaanya? Semangat yang dapat berarti Virya. Virya Paramita merupakan perbuatan luhur berupa keuletan, ketabahan dan semangat.

Terdapat dua macam Virya, yaitu:

  1. Sannaha-virya, yang dapat diartikan memakai perisai dalam arti mempersiapkan diri atau memperkuat iman terhadap berbagai godaan.
  2. Prayoga-virya, yang dapat diartikan dengan ketekunan dan kesungguhan dalam pelaksanaan ajaran Sang Buddha
Slide image

12

Open Ended

Sikap yang bagaimanakah yang perlu kita lakukan agar dapat mencapai cita-cita?

13

Open Ended

Tuliskan cita-citamu dan jelaskan langkah-langkah apa yang anda persiapkan agar dapat tercapai cita-citamu tersebut !

14

Namo Buddhaya

Terimakasih

Pelajaran 2 Sesi 2 Kelas 6 PAB

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 14

SLIDE