Search Header Logo
Atletik Lempar

Atletik Lempar

Assessment

Presentation

Physical Ed

10th - 12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Pandapotan Manurung

Used 125+ times

FREE Resource

31 Slides • 13 Questions

1

Atletik Lempar

Slide image

2

Pendahuluan

Atletik Cabang LemparAtletik berasal dari bahasa Yunani "athlon" yang berarti "kontes". Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat.

3

Macam-macam atletik cabang lempar adalah

Lempar cakram, Lempar lembing, Tolak peluru, dan Lontar martil

4

Lempar Cakram

Lempar cakram adalah salah satu cabang olahraga atletik. Cakram yang dilempar berukuran garis tengah 220 mm dan berat 2 kg untuk laki-laki, 1 kg untuk perempuan. Lempar cakram diperlombakan sejak Olimpiade I tahun 1896 di Athena, Yunani.

Slide image

5

Gerakan Lempar Cakram

(1) Berdiri dengan kedua kaki dibuka lebar, (2) Pegang cakram dengan tangan kanan, (3) Ayunkan cakram ke depan lalu ke belakang, (4) Pada saat cakram di belakang, putar badan dan ayunkan cakram ke samping-depan-atas (membentuk sudut 40 derajat), (5) Lepaskan cakram pada saat berada di depan muka, (6) Bantu lemparan dengan kaki kanan agar tercipta suatu tolakan kuat pada tanah sehingga badan melonjak ke depan-atas, (7) Langkahkan kaki kanan ke depan untuk menumpu, sedangkan kaki kiri diangkat rileks untuk menjaga keseimbangan badan. 

6

Atletik

Lapangan Lempar Cakram

Slide image

7

Fill in the Blank

Pada saat cakram di belakang, putar badan dan ayunkan cakram ke samping-depan-atas membentuk sudut ...

8

Fill in the Blank

Cakram yang dilempar berukuran garis tengah ... dan berat .... untuk laki-laki

9

Fill in the Blank

Pada saat cakram di belakang, putar badan dan ayunkan cakram ke samping-depan-atas membentuk sudut ...

10

Lempar Lembing

Olahraga lempar lembing merupakan olahraga atletik berjenis lintasan dan lapangan. Pada olahraga ini, atlet lempar lembing harus berlari pada lintasan untuk ancang-ancang. Kemudian, atlet melemparkan lembing pada wilayah atau lapangan yang ukurannya sudah ditentukan.

Pada olahraga lempar lembing, gaya atau style yang digunakan saat melempar lembing sudah ditentukan.Atlet tidak boleh menggunakan gaya lain.

Slide image

11


Lembing yang digunakan berukuran panjang 2,6 – 2,7 m untuk putra dan 2,2 -2,3 m untuk putri. Berat lembing yang digunakan 800 gram untuk putra dan 600 gram untuk putri. Selain itu, lembing dilengkapi dengan pegangan sepanjang 20 cm dan ujung tajam dari metal.

Pada olahraga lempar lembing, panjang dan berat lembing yang digunakan berbeda, untuk putra panjangnya 2,6 sampai 2,7 meter dengan berat 800 gram. Sedangkan untuk putri panjang lembing adalah 2,2 sampai 2,3 meter dan beratnya 600 gram.


Slide image

12

Cara memegang lembing

Ada dua macam cara dalam memegang lembing, yaitu:


Cara Finlandia: antara kedua jari tengah dan ibu jari diletakkan pada bagian belakang balutan lembing, sedangkan jari telunjuk diletakkan sewajarnya.


Cara Amerika: antara kedua jari telunjuk dan ibu jari diletakkan pada bagian belakang balutan lembing.

13

Cara membawa lembing ada 3 cara

(1) Tangan sebelah kanan ditekuk, kemudian lembing dipegang hingga sejajar dengan telinga. Sementara mata lembing diarahkan ke depan agak serong ke arah bawah.

(2) Tangan sebelah kanan ditekuk, kemudian lembing dipegang hingga sejajar dengan telinga, tetapi mata lembing diarahkan ke depan dengan serong ke atas.

(3) Lembing dibawa oleh tangan kanan yang diletakkan di belakang badan dengan mata lembing diarahkan ke depan serong atas.

14

Gaya melempar lembing

Dalam melempar lembing, terdapat dua gaya yang digunakan, antara lain:


(1) Gaya silang atau dikenal dengan istilah cross step

(2) Gaya berjingkat atau hop step

15

Sikap berdiri ketika melempar lembing

Sebelum lembing dilemparkan, posisi siku harus diletakkan sedekat mungkin dengan lembing. Kemudian lembing dipegang lurus tepat di belakang kepala. Usahakan tangan lebih tinggi dari bahu dan lembing diposisikan sejajar dengan lengan. Jarak kedua kaki sekitar enam puluh centimeter dan ujung kaki menghadap ke arah lemparan.


Sementara itu punggung berada agak ke belakang. Gerakan melempar didahului dengan memutar ke depan dari panggul kanan, kemudian dilanjutkan dengan bahu mengikuti ke arah depan. Setelah itu, diikuti gerakan melempar dengan menjaga posisi siku agar tetap dekat dengan lembing.


16

Atletik

Lapangan Lempar Lembing

Slide image

17

Fill in the Blank

Ketiklah 2 cara memegang lembing

18

Fill in the Blank

kedua jari tengah dan ibu jari diletakkan pada bagian belakang balutan lembing, sedangkan jari telunjuk diletakkan sewajarnya adalah teknik memegang lembing dengan cara

19

Fill in the Blank

Ada berapa cara memegang lembing

20

Fill in the Blank

Ketiklah 2 cara melempar lembing

21

Tolak peluru

Salah satu cabang olahraga atletik. Atlet tolak peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin.


Berat peluru:

Untuk senior putra = 7.257 kg

Untuk senior putri = 4 kg

Untuk Junior putra = 5 kg

Untuk Junior putri = 3 kg

Slide image

22

Teknik memegang peluru ada 3

(1) Jari-jari direnggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk dan berada di samping peluru, sedang ibu jari dalam sikap sewajarnya. Untuk orang yang berjari kuat dan panjang.


(2) Jari-jari agak rapat, ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru. Biasa dipakai oleh para juara.


(3) Seperti cara di atas, hanya saja sikap jari-jari lebih direnggangkan lagi, sedangkan letak jari kelingking berada di belakang peluru. Cocok untuk orang yang tangannya pendek dan jari-jarinya kecil.


23

Teknik Meletakkan Peluru Pada Bahu 

Peluru dipegang dengan salah satu cara di atas, letakkan peluru pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.


24

Teknik Menolak Peluru Pengenalan Peluru 

Peluru dipegang dengan tangan kanan dan diletakkan di bahu dengan cara yang benar. Peluru dipegang dengan dua tangan dengan sikap berdiri tidak membungkuk, kemudian kedua tangan yang memegang peluru diayunkan ke arah belakang dan peluru digelindingkan ke depan

25

Sikap awal akan menolak peluru

Mengatur posisi kaki, kaki kanan ditempatkan di muka batas belakang lingkaran, kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar badan segaris dengan arah lemparan. Bersamaan dengan ayunan kaki kiri, kaki kanan menolak ke arah lemparan dan mendarat di tengah lingkaran. Sewaktu kaki kaki kanan mendarat, badan dalam keadaan makin condong ke samping kanan. Bahu kanan lebih rendah dari bahu kiri. Lengan kiri masih pada sikap semula.


26

Cara menolakkan peluru

Dari sikap penolakan peluru, tanpa berhenti harus segera diikuti dengan gerakan menolak peluru. Jalannya dorongan atau tolakan pada peluru harus lurus satu garis. Sudut lemparan kurang dari 40⁰.


27

Sikap akhir setelah menolak peluru 

Sesudah menolak peluru, membuat gerak lompatan untuk menukar kaki kanan ke depan. Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan, kaki kiri ditarik ke belakang demikian pula dengan lengan kiri untuk memelihara keseimbangan.


28

Hal yang perlu diperhatikan dalam teknik tolak peluru

Ketentuan diskualifikasi/kegagalan peserta tolak peluru :

- Menyentuh balok batas sebelah atas

- Menyentuh tanah di luar lingkaran

- Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah

- Dipanggil selama 3 menit belum menolak

- Peluru ditaruh di belakang kepala

- Peluru jatuh di luar sektor lingkaran

- Menginjak garis lingkar lapangan

- Keluar lewat depan garis lingkar

- Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang

- Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan


29

Beberapa hal yang disarankan :

- Bawalah tungkai kiri merendah

- Dapatkan keseimbangan gerak dari kedua tungkai, dengan tungkai kiri memimpin di belakang

- Menjaga agar bagian atas badan tetap rileks ketika bagian bawah bergerak

- Hasilkan rangkaian gerak yang cepat dan jauh pada tungkai kanan

- Putar kaki kanan ke arah dalam sewaktu melakukan luncuran

- Pertahankan pinggul kiri dan bahu menghadap ke belakang selama mungkin

- Bawalah tangan kiri dalam sebuah posisi mendekati badan

- Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai kiri


30

Beberapa hal yang harus dihindari :

- Tidak memiliki keseimbangan dalam sikap permulaan

- Melakukan lompatan ketika meluncur dengan kanan

- Mengangkat badan tinggi ketika melakukan luncuran

- Tidak cukup jauh menarik kaki kanan di bawah badan

- Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang

- Menggerakkan tungkai kiri terlalu banyak ke samping

- Terlalu awal membuka badan

- Mendarat dengan badan menghadap ke samping atau ke depan


31

Peralatan

Alat yang digunakan :

- Rol meter

- Bendera kecil

- Kapur / tali rafia ,

- Peluru :

     a. Untuk senior putra = 7.257 kg

     b. Untuk senior putri = 4 kg

     c. Untuk yunior putra = 5 kg

     d. Untuk yunior putri = 3 kg


32

Atletik

Lapangan Tolak Peluru

Slide image

33

Fill in the Blank

Berapakah berat peluru yang digunakan oleh senior putra

34

Fill in the Blank

Ada 3 teknik memegang peluru yang cocok dengan karaketistik manusia, tuliskan 3 karakter kecocokan

35

Fill in the Blank

Jalannya dorongan atau tolakan pada peluru harus lurus satu garis. Sudut lemparan kurang dari

36

Lontar Martil

Lontar Martil merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang sering diperlombakan pada even-even olahraga baik ditingkat nasional maupun internasional. Ada beberapa Teknik Dasar Lontar Martil yang harus dikuasai oleh seorang pelempar diantaranya Posisi awalan dan ayunan, putaran dan transisi, fase akhir, dan lemparan.

Slide image

37

Awalan dan Ayunan

Teknik yang pertama adalah diawali memegang martil pada tuas dengan menggunakan tangan kiri kemudian ditutup dengan tangan kanan. Posisi kedua ibu jari saling menyilang. Kepala martil boleh ditempatkan di atas tanah sebelah kanan atau dibelakang si pelempar kemudian pelempar dapat mengayunkan martil sebagai ayunan permulaan. Titik terendah dari ayunan permulaan adalah hanya ketika martil melewati bagian kanan dari kaki kanan. 


38

Putaran dan Transisi

Saat martil mencapai titik terendah, pelempar mulai berputar dengan tumit tungkai kiri menjadi poros sampai menghadap ke arah depan dari lingkaran dan kemudian dilanjutkan dengan memutarnya kembali di atas telapak kaki bagian depan sampai kembali ke arah semula. Tubuh bagian bawah membawa tubuh bagian atas bergerak ke depan, dengan tangan kiri menutup dada, dan selama tungkai bergerak, martil pun terus bergerak. Kaki kanan meninggal kan tanah ketika kaki kiri selesai dengan gerakan tumitnya, berat badan dipindahkan ke tangkai kiri dan seterusnya.


39

Fase Akhir

Sebelum putaran berakhir atau sebelum martil mencapai titik terendah, pelempar mulai menarik martilnya dan mempercepat putaran martil saat bergerak ke arah bawah dan mencoba untuk mempercepat gerakan kedua tungkai dalam upaya mempercepat gerakan kedua tungkai dalam upaya mempercepat putaran tubuh bagian bawah.


40

Lemparan

Lemparan dilakukan dengan meluruskan kedua tungkai dengan kuat, badan lebih dibusungkan lagi dengan kepala direbahkan ke arah belakang atau dengan posisi tengadah. Ketika martil telah ditempatkan pada dudut trayektorinya, pelempar harus melihat ke arah lemparan, kemudian mengangkat kedua lengan di akhir gerakannya dan pandangan kedua matanya mengikuti jalannya martil sebelum mengganti posisi kedua tangannya.


41

Atletik

Lapangan Lontar Martil

Slide image

42

Fill in the Blank

Teknik Dasar Lontar Martil yang harus dikuasai oleh seorang pelempar adalah

43

Fill in the Blank

Teknik yang pertama adalah diawali memegang martil pada tuas dengan menggunakan tangan kiri kemudian ditutup dengan tangan kanan. Bagaimana posisi kedua ibu jari

44

Fill in the Blank

Pada fase putaran dan transisi saat martil mencapai titik terendah, apa yang dilakukan soerang pelempar

Atletik Lempar

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 44

SLIDE