

Pertemuan 2 Sesi 4 Kelas 6
Presentation
•
Religious Studies
•
6th Grade
•
Easy
Rukaman Rukaman
Used 1+ times
FREE Resource
8 Slides • 4 Questions
1
Pertemuan 2 Sesi 3 Kelas 6

2
Upaya Kausala dan Pranidhana-Paramita
3
Renungan Dhammapada
Seandainya seseorang bertemu orang bijaksana yang mau menunjukkan dan memberitahukan kesalahan-kesalahannya, seperti orang menunjukan harta karun, hendaklah ia bergaul dengan orang bijaksana itu. Sungguh baik dan tidak tercela bergaul dengan orang yang bijaksana.
4
Kisah Bhikkhu Radha
Radha adalah seorang brahmana miskin yang tinggal di vihara. Ia hanya melakukan sedikit pelayanan untuk para bhikkhu. Atas pelayanannya ia memperoleh makanan, pakaian dan kebutuhan lainnya. Tidak ada seorang pun yang mendorongnya menjadi seorang bhikkhu, meskipun ia mempunyai keinginan yang besar untuk menjadi bhikkhu.
Suatu hari, ketika hari menjelang pagi. Sang Buddha mengamati dunia dengan kemampuan batinnya yang luar biasa. Dilihat-Nya brahmana tua itu mempunyai kesempatan untuk mencapai tingkat kesucian arahat.
Paginya, Sang Buddha pergi menemui rahmin tua itu dan mengetahui bahwa para bhikkhu di vihara tersebut tidak menginginkan rahmin tua itu bergabung dalam pasamuan bhikkhu.
Sang Buddha mengundang para bhikkhu dan bertanya, “Apakah ada di antara para bhikkhu di sini yang mengingat hal baik yang pernah dilakukan oleh orang tua ini?”
Atas pertanyaan ini Yang Ariya Sariputta menjawab “Bhante, saya mengingat satu peristiwa ketika orang tua itu memberikan sesendok nasi kepada saya”. “Jika demikian”, Sang Buddha berkata: “Tidakkah seharusnya kamu menolong dermawan itu untuk membebaskannya dari penderitaan hidup?”
Yang Ariya Sariputta setuju untuk menjadikan orang tua itu sebagai seorang bhikkhu dan kemudian menerima sebagaimana mestinya. Yang Ariya Sariputta membimbing bhikkhu tua itu dan bhikkhu tua itu mengikutinya dengan sungguh-sungguh. Dalam waktu beberapa hari, bhikkhu tua itu telah mencapai tingkat kesucian Arahat.
Ketika Sang Buddha datang untuk menemui para bhikkhu, mereka melaporkan bagaimana tekunnya bhikkhu tua itu mengikuti imbingan Yang Ariya Sariputta. Kepada mereka, Sang Buddha menjawab bahwa para bhikkhu seharusnya mudah dibimbing seperti Radha dan tidak marah ketika mendapat celaan atas kesalahan atau kegagalannya.
5
Open Ended
Apa yang terjadi dari cerita tersebut?
Tuliskan pendapatmu!
6
A. Upaya Kausala Paramita
Upaya Kausala Paramita, adalah usaha seorang Bodhisatva, dalam kedudukannya sebagai seorang guru (pembimbing Dharma), dengan kemampuan atau kebijaksanaaan dalam pemilihan atau cara bijaksana untuk mengubah orang lain atau membantu mereka (Suwarto; 1995; 282).
7
Kisah Kanamata
Kanamata adalah umat awam berbakti, murid Sang Buddha. Anaknya yang bernama Kana telah menikah dengan seorang pemuda dari desa lain. Suatu ketika Kana menjenguk ibunya untuk beberapa waktu, suaminya mengirim pesan agar ia segera pulang ke rumah. Ibunya berkata kepadanya untuk menunggu beberapa hari sebab ia ingin membuatkan daging manis (dendeng) untuk suami Kana. Esoknya Kanamata membuat sejumlah dendeng, tetapi ketika empat bhikkhu berpindapatta di rumahnya, ia
mendanakan sejumlah daging kepada mereka. Empat bhikkhu tersebut berkata kepada bhikkhu lainnya tentang persembahan dana makanan dari rumah Kanamata, mereka juga melakukan pindapatta di rumah Kanamata. Kanamata sebagai pengikut dan murid Sang Buddha mempersembahkan dendengnya kepada para bhikkhu yang datang satu persatu. Pada akhirnya tidak ada yang tersisa untuk Kana dan ia tidak dapat pulang ke rumahnya pada hari itu.
Hal yang sama terjadi pada dua hari berikutnya, ibunya membuat sejumlah dendeng, para bhikkhu datang berpindapatta di rumahnya, ia mempersembahkan dendengnya kepada para bhikkhu, sehingga tidak ada tersisa untuk dibawa pulang anaknya, dan anaknya tidak dapat pulang ke rumahnya.
Pada hari ketiga, suaminya mengirimkan pesan untuknya. Pesan yang merupakan suatu peringatan keras, jika ia tidak pulang ke rumah esok hari, maka suaminya akan menikah dengan wanita lain.
Tetapi pada esok harinya, Kana tetap tidak dapat pulang ke rumahnya, sebab ibunya mempersembahkan semua dendengnya untuk para bhikkhu. Peringatan keras tadi menjadi kenyataan, suami Kana menikah dengan wanita lain. Kana menjadi tidak senang terhadap para bhikkhu. Ia beranggapan bahwa mereka yang menjadi gara-gara suaminya menikah lagi. Seringkali ia mencaci maki para bhikkhu, sehingga para bhikkhu akhirnya menjauh dari rumah Kanamata.
Mendengar perihal Kana, Sang Buddha pergi ke rumah Kanamata. Di sana Kanamata mempersembahkan sejumlah bubur nasi. Setelah menyantap persembahan itu, Sang Buddha menemui Kana dan bertanya kepadanya, “Apakah para bhikkhu menerima apa yang diberikan, atau yang tidak diberikan kepada mereka?” Kana menjawab bahwa para bhikkhu menerima apa yang diberikan kepada mereka, dan menambahkan bahwa “Mereka tidak bersalah, saya yang salah.” Jadi ia mengakui kesalahannya dan kemudian
memberi hormat kepada Sang Buddha.
Sang Buddha kemudian memberikan khotbah. setelah mendengarkan khotbah itu,
Kana mencapai tingkat kesucian sotapatti.
Pada perjalanan pulang ke vihara, Sang Buddha bertemu dengan Raja Pasenadi dari
Kosala. Beliau mengatakan perihal Kana dan sikapnya yang tidak baik terhadap para bhikkhu. Raja Pasenadi berkata kepada Sang Buddha agar dapat mengajarkan kebenaran
(Dhamma) kepadanya. Sang Buddha menjawab “Ya, saya telah mengajarkan Dhamma kepadanya, dan saya juga telah membuat ia menjadi kaya dalam kehidupan mendatang.”
Kemudian Raja Pasenadi berjanji kepada Sang Buddha untuk membuatnya kaya dalam kehidupan sekarang. Raja mengirimkan orang-orangnya untuk menjemput Kana dengan tandu. Ketika Kana tiba di istana, raja mengumumkan kepada para menterinya “Siapa yang dapat memberi kesenangan hidup kepada anakku Kana, silahkan merawatnya.” Salah seorang menteri dengan sukarela mengadopsi Kana sebagai anaknya, memberinya kekayaan dan berkata kepadanya, “Kamu boleh memberikan dana sebanyak yang kamu suka.” Setiap hari Kana memberikan persembahan dana kepada para bhikkhu di empat pintu kota.
Ketika berkata tentang Kana dan kemurahan hatinya dalam memberikan dana, Sang Buddha bersabda, “Para bhikkhu pikiran Kana sebelumnya diselimuti kabut dan lumpur,
sekarang telah menjadi jernih dan tenang oleh kata-kata-Ku.
8
Open Ended
Temukan hal-hal penting menurut pendapatmu dan tuliskan!
9
B. Pranidhana Paramita
Pranidhana Paramita merupakan kesempurnaan melatih keteguhan atau cita-cita. Bodhisatva bertujuan pada satu tujuan yakni mencapai kebuddhaan, selain upaya pencapaian penerangan juga kemajuan dalam keselamatan dari semua makhluk.
10
Perhatikan gambar disamping !
11
Open Ended
Apa manfaat dan maksud dari hal tersebut (gambar slide sebelumnya)?
12
Open Ended
Sebutkan perilaku atau sikap yang lainnya (Selain pada gambar slide sebelumnya), tetapi mirip dengan peristiwa di atas, yakni untuk keselamatan semua makluk atau upaya dalam mencapai cita-cita luhur dalam agama Buddha!
Pertemuan 2 Sesi 3 Kelas 6

Show answer
Auto Play
Slide 1 / 12
SLIDE
Similar Resources on Wayground
7 questions
Kepemimpinan Sahabat Rasulullah saw.
Presentation
•
6th Grade
6 questions
Islamic studies
Presentation
•
6th Grade
6 questions
Solat Jumaat
Presentation
•
4th Grade
8 questions
Akhlak Terpuji - Akidah Akhlak
Presentation
•
6th Grade
10 questions
Pelajaran 5 : Berkomunikasi dengan Tuhan ( Kelas 6 )
Presentation
•
6th Grade
10 questions
Presentasi Alam Surga dalam Agama Buddha
Presentation
•
6th Grade
7 questions
PERKEMBANGAN ISLAM SELEPAS PEMBUKAAN KOTA MEKAH
Presentation
•
6th Grade
7 questions
KELAS 6 PELAJARAN 5 KETELADANAN RASULULLAH DAN SAHABA
Presentation
•
6th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Grade 3 Simulation Assessment 1
Quiz
•
3rd Grade
22 questions
HCS Grade 4 Simulation Assessment_1 2526sy
Quiz
•
4th Grade
16 questions
Grade 3 Simulation Assessment 2
Quiz
•
3rd Grade
19 questions
HCS Grade 5 Simulation Assessment_1 2526sy
Quiz
•
5th Grade
17 questions
HCS Grade 4 Simulation Assessment_2 2526sy
Quiz
•
4th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
24 questions
HCS Grade 5 Simulation Assessment_2 2526sy
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
Discover more resources for Religious Studies
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Figurative Language Review
Quiz
•
6th Grade
36 questions
6th Grade Math STAAR Review
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
6th Grade
22 questions
6TH GRADE MATH STAAR REVIEW
Quiz
•
6th Grade
14 questions
Context Clues
Quiz
•
4th - 6th Grade
21 questions
6th Grade Math CAASPP Practice
Quiz
•
6th Grade
23 questions
6th Grade Math Review
Quiz
•
6th Grade