Search Header Logo
Kls 6 Pertemuan 2 sesi 5

Kls 6 Pertemuan 2 sesi 5

Assessment

Presentation

Religious Studies

6th Grade

Easy

Created by

Rukaman Rukaman

Used 2+ times

FREE Resource

17 Slides • 2 Questions

1

Kls 6 Pertemuan 2 sesi 5

Slide image

2

Namo Sanghyang Adi Buddhaya

Namo Buddhaya

3

Namaskara Gatha

Arahaṁ sammā sambuddho bhagavā. Buddhaṁ bhagavantaṁ abhivādemi.


Sang Bhagava, Yang Mahasuci, Yang telah mencapai Penerangan Sempurna. Aku bersujud di hadapan Sang Buddha, Sang Bhagava.


The Most Blessed Bhagava Who Has Achieved Perfect Enlightenment, I bow to the Buddha, the Blessed One


Svākkhāto bhagavatā dhammo. Dhammaṁ namassāmi.


Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Sang Bhagawa.

Aku bersujud di hadapan Dhamma.


Dhamma has been perfectly spoken by Bhagava, I bow to the Dhamma


Supaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho. Saṅghaṁ namāmi


Sanggha Siswa Sang Bhagawa telah bertindak sempurna.

Aku bersujud di hadapan Sanggha.


Sangha Bhagava Students have acted perfectly, I bow to the Sangha

4

Duduk Hening

Ayo kita melakukan duduk hening kurang lebih 5 sampai dengan 10 menit.

Mari kita duduk hening

Duduklah dengan santai, amati diri kita, atur pernapasan dan lakukan hal berikut.

“Napas masuk ....... semoga semua makhluk berbahagia”

“Napas keluar ........ semoga semua makhluk berbahagia”

“Napas masuk ....... tercapailah cita-citaku”

“Napas keluar ........ tercapailah cita-citaku”

5

Bala dan Jhãna Paramita

Sesi 5

6

Syair Dhammapada Kodha Vagga; 223


Kalahkan kemarahan dengan cinta kasih

dan kalahkan kejahatan dengan kebajikan.

Kalahkan kekikiran dengan kemurahan hati,

dan kalahkan kebohongan dengan kejujuran.

7

Kisah Bhikkhu Dhammika

Dhammika tinggal di Savatthi bersama istrinya. Suatu hari, ia berkata kepada istrinya yang sedang hamil bahwa ia berkeinginan untuk menjadi seorang bhikkhu. Istrinya memohon kepadanya untuk menunggu sampai kelahiran anak mereka. Ketika anak tersebut lahir, ia kembali meminta kepada istrinya untuk memperbolehkannya pergi. Sekali lagi istrinya memohon kepadanya untuk menunggu sampai anak tersebut dapat berjalan.


Kemudian Dhammika berkata kepada dirinya sendiri, “Tidak ada gunanya bagiku meminta persetujuan dari istriku untuk menjadi bhikkhu, saya harus berjuang untuk kebebasanku sendiri!” Setelah membuat keputusan teguh, ia meninggalkan rumahnya untuk menjadi seorang bhikkhu. Sang Buddha memberikan objek meditasi kepadanya, dan ia mempraktikkan meditasi dengan sungguh-sungguh dan rajin, tak lama kemudian ia menjadi seorang arahat.


Beberapa tahun setelah itu, beliau menengok rumahnya dengan maksud untuk mengajarkan Dhamma kepada istri dan anaknya. Anaknya menjadi bhikkhu dan kemudian mencapai tingkat kesucian arahat. Sang istri kemudian berkata, “Sekarang suami dan anakku telah meninggalkan rumah, saya lebih baik pergi juga.” Dengan dasar pertimbangan kata-kata tersebut, ia juga meninggalkan rumah dan menjadi bhikkhuni, dan akhirnya mencapai tingkat kesucian arahat juga.


Dalam pertemuan para bhikkhu, Sang Buddha mengatakan bagaimana Dhammika menjadi seorang bhikkhu dan mencapai tingkat kesucian arahat, bagaimana Dhammika berupaya membuat anak dan istrinya menjadi arahat juga. Kepada mereka Sang Buddha

bersabda, “Para bhikkhu, orang bijaksana tidak menginginkan kekayaan dan kemakmuran yang diperoleh dengan cara tidak benar. Apakah hal itu dilakukan demi dirinya sendiri atau demi orang lain. Ia hanya bekerja untuk tujuan membebaskan dirinya dari roda tumimbal lahir (samsara) dengan cara memahami Dhamma dan hidup sesuai dengan Dhamma.”

8

Open Ended

Tuliskan makna yang terdapat dalam cerita Kisah Bhikkhu Dhammika

9

A. Bala Paramita

Kesempurnaan mengenai kekuatan atau kemampuan. Bala merupakan kekuatankekuatan Bodhisattva yang ditunjukkan dengan meningkatkan kemauan, pemikiran, kebijaksanaan, praktik, kesabaran, dan pengetahuannya.

10

B. Jhãna Paramita

Kesempurnaan mengenai Pengetahuan. Hampir sama dengan Prajna, tetapi Jhana lebih mengacu pada pengetahuan intelektual, sedangkan Prajna mengacu pada intuisi, atau pengetahuan yang didapat dari pengalaman.

11

Dasa Paramita, dapat pula dijabarkan dalam uraian sebagai berikut!

  • Dana: beramal, bermurah hati atau berderma. Dana ini dibagi menjadi empat yaitu; Amisedana: dana yang diberikan dalam bentuk materi. Dhammadana; beramal kebajikan dengan melaksanakan dan memberikan penerangan dhamma. Dhammadesana merupakan amal kebajikan atau dana yang tertinggi dan paling besar jasa dan pahalanya. Buddha bersabda “Sabbadanam Dhammadanam Jinati” yang berarti pengorbanan dan amal kebajikan yang tertinggi adalah persembahan kebenaran dhamma. Atidana yaitu mengorbankan untuk mencapai cita-cita yang luhur, demi kepentingan umat manusia, contohnya usaha Pangeran Siddharta. Mahatidana yaitu amal kebajikan berupa pengorbanan jiwa dan raga untuk mencapai cita-cita luhur, contohnya donor darah

  • Sila: berupa kemoralan, hidup dengan melaksanakan sila, hidup bersusila, melakukan

    perbuatan, ucapan dan mata pencaharian benar

  • Nekkhama: Menghindari diri dari nafsu indera. Sebagai umat Buddha sedapat mungkin mengendalikan indria kita. Mengendalikan mata, mengendalikan telinga dan sebagainaya.

  • Panna: kebijaksanaan, mengetahui sebab dan akibat, mengerti keadaan dan sesuatu berdasarkan kebenaran. Melihat proses kehidupan ini dengan bijak, misalnya melihat keadaan diri kita atau orang lain yang menderita tanpa menyalahkan siapapun.

  • Viriya: berusahan dengan sekuat tenaga, tidak takut akan rintangan. Rintangan adalah sebagai cambuk untuk maju. Semangat adalah modal untuk menjalani hidup ini, bekerja keras.

  •  Khanti adalah kesabaran. Sabar dalam menghadapi segala sesuatu. Mampu mengendalikan pikiran, sehingga kita bebas dari kekotoran batin.

  • Sacca adalah kebenaran, benar dalam perbuatan, perkataan dan pikiran.

12

Dasa Paramita lanjutan

  •  Adhitthana adalah tekad yang mantap, memutuskan sesuatu dengan tepat, dan berbuat sesuatu selesai pada waktunya. Tidak menunda-nunda pekerjaan.

  • Metta adalah cinta kasih tanpa keinginan memiliki, cinta kasih yang ditujukan kepada semua makhluk tanpa membedakan bangsa, ras, agama dan sebagainya (cinta kasih yang universal)

  • Upekkha adalah batin yang tak tergoyahkan, batin yang terarah pada kebenaran Dhamma. Titik keseimbangan, tidak terpengaruh pada hal yang positif maupun yang negatif.

13

Open Ended

Sebutkan contoh-contoh dari perilaku atau perbuatan yang mengandung arti atau makna pelaksanaan dari tiap Paramita dari Dasa Paramita tersebut!

14

Rangkuman

15

Dasa Paramita (mahayana)

  • 1. Dana-Paramita = kesempurnaan berdana.

  • 2. Sila-Paramita = kesempurnaan di dalam melatih diri (menjalankan peraturan).

  • 3. Kshanti-Paramita = kesempurnaan melatih kesabaran dan rendah diri.

  • 4. Virya-Paramita = kesempurnaan melatih keuletan atau pengabdian.

  • 5. Dhyana-Paramita = kesempurnaan melatih ketengan pikiran.

  • 6. Prajna-Paramita = kesempurnaan di dalam melatih kebijaksanaan.

  • 7. Upaya-Paramita = kesempurnaan dalam kemahiran pada pemilihan atau

    penyesuaian dalam arti pengganti atau pertolongan.

16

Dasa Paramita (Mahayana) lanjutan

  • 8. Pranidhana-Paramita = kesempurnaan melatih keteguhan atau cita-cita.

  • 9. Bala-Paramita = kesempurnaan melatih kekuataan (tenaga).

  • 10. Jhãna -Paramita = kesempurnaan dalam pengetahuan





17

Dasa Paramita (Theravada) adalah sebagai berikut!

  • 1. Dana: beramal, bermurah hati atau berderma.

  • 2. Sila: berupa kemoralan, hidup dengan melaksanakan sila.

  • 3. Nekkhama: Menghindari diri dari nafsu indera.

  • 4. Panna: kebijaksanaan, mengetahui sebab dan akibat, mengerti keadaan dan

    sesuatu berdasarkan kebenaran.

  • 5. Viriya: berusahan dengan sekuat tenaga, tidak takut akan rintangan.



18

Dasa Paramita (Theravada) lanjutan

  • 6. Khanti adalah kesabaran.

  • 7. Sacca adalah kebenaran, benar dalam perbuatan, perkataan dan pikiran.

  • 8. Adhitthana adalah tekad yang mantap, memutuskan sesuatu dengan tepat, dan

    berbuat sesuatu selesai pada waktunya.

  • 9. Metta adalah cinta kasih tanpa keinginan memiliki, (cinta kasih yang universal)

  • 10. Upekkha adalah batin yang tak tergoyahkan, batin yang terarah pada kebenaran Dhamma. Titik keseimbangan, tidak terpengaruh pada hal yang positif maupun yang negatif.

19

Doa Penutup Belajar

Terpujilah Tuhan Yang Maha Esa, Terpujilah Triratna 


Terima kasih kepada semua orang yang telah membantuku belajar pada hari ini. Semoga mereka diberkati kesehatan dan kesejahteraan. Semoga ilmu yang kupelajari berguna bagi diriku dan orang lain. Semoga semua makhluk hidup berbahagia.


Sadhu sadhu sadhu.

Kls 6 Pertemuan 2 sesi 5

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 19

SLIDE

Discover more resources for Religious Studies