Search Header Logo
Konsep dan Kebijakan Perdagangan Internasional

Konsep dan Kebijakan Perdagangan Internasional

Assessment

Presentation

Social Studies

11th Grade

Hard

Created by

Kintan Virgia

Used 1+ times

FREE Resource

16 Slides • 0 Questions

1

Konsep dan Kebijakan Perdagangan Internasional

Materi Kelas 11 SMA

Oleh : Kintan Virgia 7101418116

Slide image

2

Definisi Perdagangan Internasional


Slide image

3

Definisi Perdagangan Internasional

1) Huala Azof

Perdagangan Internasional yaitu sebuah proses tukar menukar yang berdasar atas kehendak dari masing-masing negara sukarela


2) M. Rafiqul Islam

Perdagangan Internasional ialah sesuatu hal yang menekankan keterkaitan erat antara perdagangan internasional dan hubungan keuangan


3) Schmitthoff

Perdagangan Internasional yaitu sekumpulan aturan yang mengatur hubungan-hubungan komersial yang sifatnya perdata. Aturan-aturan hukum tersebut mengatur transaksi-transaksi yang berbeda negara.


4

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional


Slide image

5



Faktor Pendorong Perdagangan Internasional :

1. Keanekaragaman Kondisi Produksi

Keanekaragaman kondisi produksi merujuk kepada potensi faktor-faktor produksi yang dimiliki suatu negara. Contohnya Indonesia, memiliki potensi besar dalam memproduksi barang-barang hasil pertanian.


2) Penghematan Biaya Produksi/Spesialisasi

Perdagangan internasional memungkinkan suatu negara memproduksi barang dalam jumlah besar, sehingga menghasilkan increasing returns to scale atau biaya produksi rata-rata yang semakin menurun ketika jumlah barang yang diproduksi semakin besar.


3) Perbedaan Selera

Walau kondisi produksi di semua negara adalah sama, namun setiap negara mungkin akan melakukan perdagangan jika selera mereka berbeda.  



6

Manfaat Perdagangan Internasional


Slide image

7

1) Efisiensi

Melalui perdagangan internasional, setiap negara tidak perlu memproduksi semua kebutuhannya, tetapi cukup hanya memproduksi apa yang bisa diproduksinya dengan cara yang paling efisien dibandingkan dengan negara-negara lain. Dengan demikian, akan tercipta efisiensi dalam pengalokasian sumber daya ekonomi dunia.


Slide image

8

2) Perluasan Konsumsi dan Produksi

Perdagangan internasional juga memungkinkan konsumsi yang lebih luas bagi penduduk suatu negara

Slide image

9

3) Sumber Penerimaan Negara

Dalam perdagangan internasional juga bisa menjadi sumber pemasukan kas negara dari pajak-pajak ekspor dan impor.

Slide image

10

4) Meningkatkan Produktifitas

Negara-negara yang berspesialisasi dalam memproduksi barang tertentu akan berusaha meningkatkan produktivitasnya. Dengan demikian mereka akan tetap unggul dari negara lain dalam memproduksi barang tersebut.


Slide image

11

Kebijakan Perdagangan Internasional


Slide image

12

1) Perdagangan Bebas

Perdagangan bebas adalah keadaan ketika pertukaran barang/jasa antarnegara berlangsung dengan sedikit ataupun tanpa rintangan. Menurut aliran fisiokratis dan aliran liberal (klasik), liberalisasi perdagangan dapat memacu kinerja ekspor dan pertumbuhan ekonomi


Slide image

13

2) Perdagangan Proteksionis

Dalam kenyataannya, terdapat beberapa alat kebijakan perdagangan proteksionis yang digunakan oleh hampir semua negara. Beberapa diantaranya adalah tarif atau bea masuk, kuota, subsidi, dan larangan impor.


Slide image

14

Tarif atau Bea Masuk

Tarif atau bea masuk adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan baik barang impor maupun ekspor. Kebijakan ini bertujuan untuk membatasi kebebasan perdagangan dengan alasan perlindungan bagi industri-industri yang baru tumbuh.

Jenis-jenis tarif yang umum berlaku adalah sebagai berikut:

Bea ekspor, dibebankan terhadap barang yang dikirim ke negara lain.

Bea impor, dibebankan terhadap barang-barang yang didatangkan dari luar negeri.

Bea transito, dibebankan terhadap barang yang melalui wilayah suatu negara dengan ketentuan barang tersebut mempunyai tujuan akhir ke negara lain.


Slide image

15


2) Kuota

Kuota adalah batas maksimum jumlah barang tertentu yang bisa diimpor dalam periode tertentu, biasanya satu tahun. Dalam konteks impor, kuota yang dimaksud adalah jumlah total suatu barang yang bisa diimpor dalam satu periode tertentu. Kuota impor ini sudah diprediksikan sebelumnya, sehingga seharusnya tidak mengganggu industri dalam negeri. Meskipun demikian, jika suatu negara sedang memberlakukan perdagangan bebas, maka kebijakan kuota tidak bisa dipakai lagi karena bisa menghambat proses perdagangan internasionalnya. 


3) Subsidi

Subsidi terhadap biaya produksi barang domestik akan menurunkan harga, sehingga produksi domestik dapat bersaing dengan barang impor dan akan mendorong konsumen membelinya. Subsidi adalah kebijakan pemerintah untuk memberikan perlindungan atau bantuan kepada industri dalam negeri dalam bentuk keringanan pajak, pengembalian pajak, fasilitas kredit, subsidi harga, dan lain-lain,

16

4) Larangan Impor

Karena alasan-alasan tertentu, baik yang bersifat ekonomi maupun politik, suatu negara tidak menghendaki impor barang tertentu. Kebijakan larangan impor dilakukan jika suatu negara diharuskan untuk menghemat devisanya. Selain itu, barang-barang yang dianggap berbahaya juga akan dikenakan kebijakan larangan impor


Slide image

Konsep dan Kebijakan Perdagangan Internasional

Materi Kelas 11 SMA

Oleh : Kintan Virgia 7101418116

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 16

SLIDE