Search Header Logo
SKI-Sunan Muria

SKI-Sunan Muria

Assessment

Presentation

History, Religious Studies, Other

6th Grade - University

Hard

Created by

nur faizah

Used 11+ times

FREE Resource

12 Slides • 0 Questions

1

SKI Kelas 6 Sunan Muria

MI Al AHMAD KRIAN

Slide image

2

BIOGRAFI SUNAN MURIA

Nama asli dari Sunan Muria adalah Raden Prawoto. Namun, beliau juga sering dipanggil dengan ebberapa nama lainnya, seperti Raden Umar Said maupun Raden Umar Syahid.

Slide image

3

SILSILAH SUNAN MURIA

Sunan Muria merupakan putra Usman Haji atau Sunan Mandalika bin Ali Al-Murtadlo diperkirakan lahir tahun 1450-an M. Ayahnya merupakan saudara kandung Sunan Ampel dari ayahnya Syekh Ibrahim Asmaraqandi. Ibunya bernama Dewi Sarifah. Silsilah Sunan Muria bersambung sampai Rasulullah Saw. melalui jalur kakeknya Ibrahim Asmaraqandi.

Slide image

4

Guru beliau ...

Sunan Muria mempelajari pengetahuan agama dan metode dakwah dari gurunya, Sunan Kalijaga. Ia pernah juga berguru kepada Sunan Ngerang ( Ki Ageng Ngerang) bersama-sama Sunan Kudus , dan Adipati Pathak.

5

KISAH PERNIKAHAN SUNAN MURIA

Saat Raden Umar Said sudah menjadi dewasa, beliau dinikahkan dengan Dewi Sujinah yang mana adalah putri dari Sunan Ngudung. Ayah dari Dewi Sujinah tersebut merupakan salah satu dari putra Sultan Mesir yang melakukan hijrah ke Pulau Jawa. Sunan Ngudung ini merupakan ayah dari Sunan Kudus. Pernikahan dari Sunan Muria dengan Dewi Sujinah memiliki putra yang diberi nama Pangeran Santri atau sering dipanggil dengan Sunan Ngadilangu. 


Selain dari Dewi Sujinah, Sunan Muria juga menikah lagi dengan Dewi Roroyono, seorang putri dari Sunan Ngerang yang dikenal sebagai ulama Juwana yang sakti. 

6

asal mula Julukan Sunan Muria

Saat sudah dewasa, Sunan Muria memutuskan untuk berdakwah. Untuk berdakwah, beliau memutuskan untuk pergi ke daerah yang pelosok dan jauh dari hiruk pikuk kota. Tempat tinggal beliau pada saat itu adalah di puncak Gunung Muria, tepatnya di desa Colo.

Berkat tempat berdakwahnya tersebut, akhirnya Raden Umar Said mendapatkan julukan Sunan Muria. Di Gunung Muria, beliau tidak hanya mengajarkan ilmu agama Islam, melainkan juga keterampilan dalam bertani, melaut, dan juga berdagang. Itulah mengapa Sunan Muria sangat mudah dalam mendekati kaum nelayan, petani, dan juga pedagang.

7

Metode Dakwah Sunan Muria

  • METODE TOPO NGELI

  • METODE AKULTURASI BUDAYA

  • METODE MENJADI CONTOH TELADAN YANG BAIK BAGI MASYARAKAT

  • METODE GAMELAN DAN WAYANG

  • METODE MENCIPTAKAN BEBERAPA TEMBANG JAWA

8

METODE TOPO NGELI

Topo ini adalah membaurkan diri dengan berbagai aktivitas yang ada di dalam masyarakat. Berkat metode ini, beliau menjadi lebih mudah dalam menyampaikan pesan penting ajaran agama Islam dan menghimbau masyarakat untuk selalu berperilaku baik.

9

METODE AKULTURASI BUDAYA

Untuk membuat warga setempat mau mendengarkan Islam dan menerima agama Islam adalah dengan melakukan metode akulturasi budaya. Beliau tidak mengharamkan seluruh adat yang biasa dilakukan masyarakat tersebut.

Kebiasaan yang diperbolehkan untuk tetap dilakukan adalah peringatan kematian anggota keluarga setiap tiga hari atau hari-hari tertentu. Biasanya adalah hari peringatan kematian sampai dengan seribu hari. Apabila Anda ketahui, hampir sebagian besar adat ini juga masih dilakukan oleh umat Islam sampai dengan hari ini dan oleh masyarakat lainnya.

Namun, kebiasaan yang diganti adalah biasanya mereka akan membakar kemenyan pada saat prosesi adat 3 sampai dengan 1000 harian dan ini diganti dengan sholawat dan do’a ahli kubur.

10

METODE MENJADI CONTOH TELADAN YANG BAIK BAGI MASYARAKAT

Sudah menjadi kebiasaan orang desa untuk saling peduli satu sama lain. Hal ini membuat Sunan Muria memiliki kepribadian yang juga lebih peka dan toleran terhadap berbagai macam masalah. Tidak jarang ada banyak masalah rumit yang muncul di tengah masyarakat. Hal tersebut, membuat Sunan Muria terketuk untuk turut menolong dan memberikan solusi dari permasalahan tersebut.

11

METODE GAMELAN DAN WAYANG

Metode dakwah berikutnya yang juga populer adalah menggunakan kesenian alat musik tradisional gamelan dan juga wayang. Kedua kesenian tersebut mampu membuat Sunan Muria menyampaikan dakwah secara menyenangkan dan menghibur banyak masyarakat. Penyampaian ini juga dirasa lebih efisien dalam mengajak warga untuk mendengarkan ceramah.

Beberapa lakon dalam wayang juga diubah karakternya, sehingga bisa membawa berbagai pesan-pesan Islami. Beberapa karakter yang mengalami perubahan dalam hal karakter adalah Dewa Ruci, Petruk, Jimat Kalimasada, Mustakaweni, Semar, dan masih banyak lagi.

12

METODE MENCIPTAKAN BEBERAPA TEMBANG JAWA

Sunan Muria mengamati bahwa dakwah dengan mempertahankan kebudayaan setempat akan mempermudah penyampaian dari dakwah itu sendiri. Akhirnya, Sunan Muria memutuskan untuk menciptakan beberapa tembang Jawa yang berisikan ajaran Islam. Tembangnya yang paling dikenal saat itu adalah Macapat.

SKI Kelas 6 Sunan Muria

MI Al AHMAD KRIAN

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 12

SLIDE