Search Header Logo
GEOMETRI PELEDAKAN PADA TAMBANG TERBUKA

GEOMETRI PELEDAKAN PADA TAMBANG TERBUKA

Assessment

Presentation

Education, Specialty, Special Education

11th - 12th Grade

Hard

Created by

Gani Afri

FREE Resource

8 Slides • 0 Questions

1

GEOMETRI PELEDAKAN PADA TAMBANG TERBUKA

Slide image

2

UNTUK MENGHITUNG GEOMETRI PELEDAKAN KALI INI, MENGGUNAKAN TEORI DARI ANDERSON

Burden (B) merupakan jarak dari muatan tegak lurus terhadap free

face terdekat dan arah dimana pelemparan akan terjadi

B = (De x H) : 0,11

Dimana :

De = Diameter lubang bor ( mm )

H = Kedalam lubang ( m )

3

Spacing ( S )

Spacing adalah jarak antara lubang-lubang bor dirangkai dalam

satu baris (row) dan diukur sejajar terhadap pit wall, biasanya spacing tergantung pada burden, kedalaman lubang bor, letak primer, dan delay. Besarnya spacing dapat digunakan persamaan sebagai berikut :

S = 1,25 x B

Besarnya spacing ratio ( Ks ) menurut waktu delay yang dipergunakan adalah sebagai berikut :

- Long interval delay Ks = 1

- Short periode Ks = 1 – 2

- Normal Ks = 1,25 – 1,8

4


  • Apabila lubang-lubang bor dalam satu baris (row)

    diledakan secara sequence delay maka Ks =1, maka S = B

  • Apabila lubang-lubang bor dalam satu baris (row) diledakan secara simultan (serentak), maka Ks = 2, jadi S = 2B

  • Apabila dalam banyak baris (multiple row) lubanglubang

    bor dalam satu baris diledakan secara sequence delay dan lubang-lubang bor dalam arah lateral dari baris yang berlainan di ledakan secara simultan maka pemborannya harus dibuat squard arregement.

  • Apabila dalam multiple row lubang-lubang bor dalam satu baris yang satu dengan yang lainnya di delay, maka harus digunakan staggered pattern.

5

Sub drilling ( J )

Sub drilling adalah bagian dari lubang tembak di bawah permukaan jenjang (bench). Penggunaan sub drilling adalah dimaksudkan agar batuan terbongkar secara full face sebagaimana

yang diterapkan. Apabila batuan tidak terbongkar secara full face akan mengakibatkan lantai yang tidak rata atau adanya tonjolan-tonjolan yang akan menyulitkan kegiatan pemuatan dan pengangkutan. Dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:

J = Kj x B

Dimana :

J = Sub Drilling ( m )

Kj = Sub Drilling Ratio ( 0,2 - 0,4 ), digunakan 0,2

B = Burden ( m )

6

Tinggi Jenjang ( L )

Secara Spesifik tinggi jenjang maksimum sangat dipengaruhi

oleh peraltan bor dan alat muat yang tersedia. Ketinggian jenjang

disesuaikan dengan kemampuan alat bor dan diameter lubang. Lebih

tepatnya, jenjang yang lebih rendah dipakai diameter kecil demikian

pula sebaliknya. Dapat dihitung sacara matematis sebagai berikut:

L = H – J

Dimana :

L = Tinggi Jenjang ( m )

H = Kedalamam Lubang Ledak ( m )

J = Sub Drill ( m )

7

Stemming ( T )

Stemming disebut juga “Collar”. Sangat menentukan stressbalance dalam lubang ledak. Fingsi lainnya adalah mengurung gas yang timbul serta mengurung air blast. Dapat dihitung menggunakan persamaan :


T = Kt X B

Dimana :

T = Stemming ( m )

Kt = Stamming Ratio ( 0,7 - 1 ), digunakan 0,75

B = Burden ( m )

8

Powder Colomb ( Pc )

Powder colomb merupakan bagian dari lubang bor yang akan terisi oleh bahan peledak, merupakan selisih dari kedalaman lunag ledak dengan stamming. Powder colomb menentukan banyaknya pemakaian bahan peledak yang dipakai dalam sebuah lubang bor. Pesamaannya sebagai berikut :


Pc = H - T

Dimana :

Pc = Powder Colomb( m )

H = Kedalaman Lubang Ledak (m)

T = Stamming ( m )

GEOMETRI PELEDAKAN PADA TAMBANG TERBUKA

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 8

SLIDE