Search Header Logo
Ragam Hias

Ragam Hias

Assessment

Presentation

Arts

7th Grade

Easy

Created by

Pembelajaran Daring

Used 4+ times

FREE Resource

18 Slides • 3 Questions

1

Ragam Hias

Oleh : WATI, S.Pd.

Slide image

2

Slide image

3

Slide image

4

Slide image

5

TUJUAN PEMBELAJARAN

  • Setelah mengamati beberapa ragam hias dari berbagai daerah Ananda dapat menganalisis konsep ragam hias.

  • Setelah mengamati beberapa ragam hias dari berbagai daerah Ananda dapat menyimpulkan ciri-ciri ragam hias dengan tepat.

6

A. Menganalisis Konsep Ragam Hias

Ragam hias adalah salah satu hasil karya seni rupa yang sengaja dibuat dengan tujuan untuk menghias suatu produk sehingga produk tersebut menjadi lebih indah dan bermakna.

Ragam hias Nusantara merupakan ragam hias yang diterapkan pada benda-benda budaya yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara dan diwariskan dari generasi ke generasi. Ragam hias ini memiliki ciri kedaerahan yang dengan keanekaragamannya sebagai ungkapan bermacam suku bangsa yang ada di negeri ini, dari beberapa ragam hias di Nusantara ada beberapa yang memiliki ukuran pola yang sama.

7


Beberapa daerah di Indonesia seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Madura, dan Papua memiliki pola ragam hias menggunakan pola yang teratur. Pada pola ragam hias yang tidak teratur, ragam hias dibuat lebih ekspresif dan dinamis. Selain itu ragam hias juga bisa menjadi ciri khas yang menjadi identitas suatu daerah mislnya ragam hias Cendrawasih dari Papua, ragam hias Singo Barong dari Bali dan masih banyak lagi ragam hias yang lainnya. Selain untuk memenuhi unsur keidahan dan ciri khas suatu daerah ragam hias juga memiliki makna simbolik misalnya ragam hias Ulam Sari Emas dari Bali memiliki makna simbolik yakni kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat nelayan yang hidup di pinggiran pantai.

8

Menggambar ragam hias bagi sebagian masyarakat Indonesia bertujuan untuk penghormatan kepada roh nenek moyang. Gambar ragam hias dapat dibuat dengan cara disederhanakan atau dilebih-lebihkan. Gambar ragam hias dapat dijumpai pada pinggiran rumah adat daerah, kain batik, songket atau benda-benda rumah tangga lainnya. Warna yang digunakan biasanya memiliki ciri khas dan memiliki makna simbolik.

9

Pemilihan warna untuk ragam hias tradisional kebanyakan warna yang dipilih adalah warna merah, putih, hitam, kuning. Keempat warna ini dapat dilihat pada pewarnaan ukir di Toraja di Sulawesi Selatan, patung Asmat di Papua, dan tenun Sumba di Nusa Tenggara Timur. Warna merah sebagai simbol api menunjukkan keberanian dan semangat, warna putih lambang kesucian, warna hitam warna tanah dan besi sebagai simbol kesentausaan dan keabadian, kuning sebagai simbol keluhuran, kemuliaan, dan kegairahan.

10

B. Merumuskan Ciri-ciri Ragam Hias

Ragam hias yang berada di daerah-daerah berkembang sesuai dengan adat istiadat serta kondisi lingkungan masyarakatnya. Masing-masing daerah memiliki ciri-ciri dan keunikan yang berbeda.

Berikut ini ragam hias lain yang berasal dari daerah Nusantara. Ragam hiasnya beraneka ragam. Dengan bentuk-bentuk yang berbeda-beda pula. Semuanya menarik dan kreatif. Ada yang gagasannya berasal dari bentuk-bentuk flora. Ada juga yang berbentuk fauna. Bahkan berbentuk manusia, geometris, dan abstrak.

11

Ragam Hias Papua

Ragam hias Papua yang diaplikasikan pada batik mempunyai ciri khas, memilih warna-warna yang cerah dan pola hias yang asimetris. Motif yang dipilih biasanya manusia dan hewan. Makna simbolik yang terkandung pada beberapa motif Papua sebagai berikut.

Slide image

12


  • Motif Cendrawasih Menggambarkan kekayaan,keindahan dan keanggunan alamdan fauna Papua

  • Motif Asmat menggambarkan keunikan dan tradisi patung ukir kayu dari masyarakat Papua

  • Motif Komoro menggambarkan kreativitas, semangat, keberanian penduduk asli Papua

  • Motif Tifa Honai menggambarkan filosofi rumah khas masyarakat Papua yang penuh kebahagiaan.

  • Motif Prada menggambarkan kekayaan alam Papua, utamanya tambang emasnya yang melimpah di Gunung Grasberg

Slide image

13

Ragam Hias Bali

  • Motif Batik Buketan berupa tanaman bunga yang tersusun sepanjang kain dengan hiasan tambahan kupu-kupu, burung Hong, Bangau dan juga sulur-suluran yang menambah keindahan.

  • Motif Merak abyorhokokai, menggambarkan keindahan burung Merak sebagai poros corak utama pada kain dan dihiasi kelopak menyerupai bunga Sakura.

  • Motif Ulamsari Mas, menggambarkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat yang hidup di pesisir pantai.

Slide image

14

  • Motif Singa Barong menggambarkan seekor binatang yang tidak nyata yang ditemukan dalam kehidupan nyata. Keajaiban wujud singa tersebut dapat dilihat dari berbagai unsur yang merupakan penggabungan singa dan macan kata barong banyak terdapat pada kesenian di Jawa maupun di Bali, dimana seekor binatang yang tidak nyata ditemukan dalam realitas kehidupan.

  • Motif Penari Bali, menggambarkan makna seorang penari yang sedang memperagakan gerakan tari khas Bali.

  •  Motif Pisan, maknanya adalah harapan, doa dan keselamatan. Biasanya diberikan kepada kekasih yang hendak pergi jauh harapannya agar kembali dengan selamat.

15

Ragam Hias Kalimantan

  • Motif Kembang Munduk/menggambarkan keterikatan hubungan manusia dengan lingkungan, hubungan saling melindungi dan memberi.

  • Motif Kembang Mengalir, menggambarkan dukungan dari lingkungan atau solidaritas keluarga akan melancarkan kehidupan masa depan/pertunangan.

  • Motif Dayak latar Gringsing, mempunyai makna akulturasi kebudayaan yang berbeda yakni Dayak dan Jawa, bahwa dengan perbedaan itu tidak untuk saling bermusuhan tetapi saling melengkapi

Slide image

16

Ragam Hias Yogyakarta

  • Motif Ceplok Grompol, melambangkan harapan orang tua akan semua hal baik berkumpul seperti kebahagiaan, rejeki, hidup rukun, dan kesejahteraan untuk mempelai berdua.

Slide image

17


  • Motif Kawung melambangkan empat arah mata angina atau sumber tenaga yang berporos pada kekuatan yakni timur, matahari terbit sumber kehidupan, utara gunung lambang tempat tinggal para dewa, barat matahari terbenam lambang turunnya keberuntungan, selatan Zenit puncak segalanya. Kawung juga berarti kesederhanaan raja, kesejahteraan dan keadilan.

  • Motif Parang disebut juga batik keris, motif ini merupakan motif paling kuat dibanding motif lainnya. Motif ini berupa garis garis tegas disusun secara diagonal paralel. Parang diartikan sebagai ombak lautan sebagai sumber tenaga alam, dalam hal ini yang dimaksud adalah raja. Komposisi kemiringan pada motif ini melambangkan kewibawaan, kekuasaan, kebesaran serta gerak cepat pemakainya.

18

KUIS

Jawablah soal berikut secara cepat dan jelas!

19

Open Ended

Sebutkan dua contoh ragam hias dari Bali, jelaskan makna filosofis dari masing-masing ragam hias tersebut!

20

Open Ended

Jelaskan makna dari warna putih, hitam, kuning, merah yang biasa digunakan untuk memberikan warna pada ragam hias tradisional!

21

Open Ended

Jelaskan ciri-ciri ragam hias Kalimantan!

Ragam Hias

Oleh : WATI, S.Pd.

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 21

SLIDE