Search Header Logo
Memahami dan Mencipta Cerita Narasi

Memahami dan Mencipta Cerita Narasi

Assessment

Presentation

Education

7th Grade

Hard

Created by

Maulitha Erinawati. M.Pd, MCE

Used 2+ times

FREE Resource

12 Slides • 0 Questions

1

Memahami dan Mencipta Cerita Narasi

MAULITHA ERINAWATI

SMPN 1 TAROGONG KALER

Slide image

2

Cerita fantasi merupakan salah satu genre cerita yang sangat penting untuk melatih kreativitas. Berfantasi secara aktif bisa mengasah kreativitas. Ada 2 jenis Fantasi, yaitu:

  • Fantasi Aktif adalah fantasi yang dikendalikan oleh pikiran dan kemauan. Contohnya adalah Seorang perancang, pelukis, dan penulis.

  • Fantasi Pasif adalah fantasi yang tidak dikendalikan, jadi seolah-olah orang yang berfantasi hanya pasif sebagai wadah tanggapan-tanggapan. Contohnya adalah melamun.

3

A. Mengidentifikasi Unsur Cerita Fantasi

  • Mengidentifikasi karakteristik unsur pembangun cerita fantasi

  • Identifikasi tokoh

  • Identifikasi rangkaian peristiwa

  • Identifikasi sumber cerita

  • Latar cerita

  • Keajaiban dalam cerita

4

Ciri Umum Teks Narasi

  • Narasi merupakan cerita fiksi yang berisi perkembangan kejadian/peristiwa.

  • Alur adalah rangkaian peristiwa yang dalam cerita tersebut.

  • Rangkaian peristiwa dalam cerita digerakkan dengan hukum sebab-akibat.

  • Cerita berkembang dari tahap pengenalan (apa, siapa, dan di mana kejadian terjadi), timbulnya pertentangan, dan penyelesaian/akhir cerita. Rangkaian cerita ini disebut alur.

  • Tema dapat dirumuskan dari rangkaian peristiwa pada alur cerita.

  • Narasi memiliki tema atau ide dasar cerita yang menjadi pusat pengembangan cerita.

  • Tokoh dan watak tokoh merupakan unsur cerita yang mengalami rangkaian peristiwa. Amanat merupakan unsur cerita yang menjadi pesan pengarang melalui ceritanya. Amanat berkaitan dengan nilai nilai kehidupan yang dapat disimpulkan dari isi cerita.

5

Ciri Umum Cerita fantasi Sebagai Teks Narasi

  • Adanya keajaiban/keanehan/kemisteriusan: Cerita mengungkapkan hal hal supranatural/ kemisteriusan, keghaiban yang tidak ditemui dalam dunia nyata. Tokoh dan latar diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata.

  • Ide cerita terbuka terhadap daya khayal penulis: Ide berupa irisan dunia nyata dan dunia khayalan yang diciptakan oleh pengarang. Ide cerita biasanya bersifat sederhana tapi memiliki makna yang sangat dalam. Tema cerita fantasi adalah majic, supernatural atau futuristik.

  • Menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan waktu): Alur dan latar cerita fantasi memiliki kekhasan. Rangkaian peristiwa cerita fantasi menggunakan berbagai latar yang menerobos dimensi ruang dan waktu.

  • Tokoh unik (memiliki kesaktian): Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik yang tidak ada dalam kehidupan sehari hari. Tokoh memiliki kesaktian kesaktian tertentu. Tokoh dapat ada pada seting waktu dan tempat yang berbeda zaman (bisa waktu lampau atau waktu yang akan datang/ futuristik).

  • Bersifat fiksi: Cerita fantasi bersifat fiktif (bukan kejadian nyata). Cerita fantasi bisa diilhami oleh latar nyata atau objek nyata dalam kehidupan tetapi diberi fantasi.

  • Bahasa: Penggunaan sinonim dengan emosi yang kuat dan variasi kata cukup menonjol. Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan (bukan bahasa formal).

6

Jenis Jenis Cerita Fantasi

  • Cerita Fantasi Total: Pada cerita kategori ini semua yang terdapat pada cerita semua tidak terjadi dalam dunia nyata.

  • Cerita Fantasi Irisan: Cerita fantasi yang mengungkapkan fantasi tetapi masih menggunakan nama nama dalam kehidupan nyata, menggunakan nama tempat yang ada dalam dunia nyata, atau peristiwa pernah terjadi pada dunia nyata.

  • Cerita Fantasi Sezaman dan Lintas Waktu: Latar sezaman berarti latar yang digunakan satu masa. Sedangkan untuk lintas waktu adalah berarti cerita fantasi menggunakan dua latar waktu yang berbeda.

Slide image

7

B. Menceritakan Kembali Isi Cerita Fantasi yang Dibaca/Didengar

  • Menentukan tokoh, latar, dan urutan peristiwa: tokoh, latar, dan urutan peristiwa cerita fantasi.

  • Menentukan unsur instrinsik cerita: nama tokoh, watak tokoh, alur cerita, pesan dan moral.

  • Menceritakan isi cerita fantasi dengan bahasa yang sederhana.

Slide image

8

C. Menelaah Struktur dan Bahasa Cerita Fantasi

Menelaah Struktur Cerita FantasI

  • Struktur pada cerita dapat memudahkan pembaca untuk mengidentifikasi dan menganalisis cerita tersebut. Terbagi menjadi 3 – 4 struktur di cerita fantasi. Diantaranya ialah orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda.

  • Orientasi: Pengenalan tokoh, latar, watak tokoh, dan konflik. Orientasi biasanya terletak di depan cerita sehingga akan memberikan sedikit gambaran mengenai cerita yang akan diangkat nantinya.

    Komplikasi: Berisi hubungan sebab akibat sehingga muncul masalah hingga masalah itu memuncak. 

  • Komplikasi: Berisi hubungan sebab akibat sehingga muncul masalah hingga masalah itu memuncak. 

  • Resolusi: Berisi penyelesaian masalah dari konflik yang terjadi (masalah mulai mereda).

9

Ragam Alur Cerita

Garis besar rangkaian peristiwa merupakan sebuah cerita atau rangkaian jalinan (alur/plot)

  • BagianAwal. Sering juga disebut bagian pengenalan (orientasi). Fungsinya adalah mengantarkan cerita. Bagian ini wajib ada, pasalnya di bagian inilah cerita mulai diperkenalkan kepada pembaca. 

  • Bagian TengahMerupakan rangkaian kejadian/peristiwa hingga ke bagian klimaks atau inti cerita. Saat masalah utama diceritakan, bagian ini diawali dengan rangkaian kejadian yang menuju ke puncak masalah. Bagian tengah adalah bagian pada cerita yang paling seru dan menarik. 

  • Bagian AkhirBagian ini menjawab masalah utama, tentu saja dijawab dalam bentuk rangkaian peristiwa/kejadian juga. Bagian terakhir adalah kesimpulan dan penutup cerita. Bagian akhir biasanya bukan benar benar akhir dari cerita.


Slide image

10

Ciri kebahasaan pada Cerita Fantasi

  • Penggunaan kata ganti orang pertama ataupun orang kedua dan nama orang sebagai sudut pandang penceritaan (aku, mereka, dia, Erza, Doni)

  • Penggunaan kata yang mencerap panca indra untuk deskripsi latar (tempat, waktu, suasana) Contoh: Tiga rumah bergaya kerucut menyambut mataku. Emas dan berlian bertaburan di dinding rumah itu.

Slide image

11

D. Menyajikan Cerita Fantasi

  • Menemukan Ide Penulisan: Menemukan ide dengan mengamati objek nyata lalu diberi imajinasi.

  • Penggalian Ide Cerita Fantasi dari Membaca: Ide cerita fantasi juga dapat diperoleh  melalui membaca buku pengetahuan/buku ilmiah tentang ruang angkasa, hewan   langka, biografi tokoh dan seterusnya.

  • Membuat Rangkaian Peristiwa: Dari ide yang sudah kamu temukan, buatlah  rangkaian peristiwa sehingga tercipta cerita fantasi yang unik.

  • Mengembangkan Cerita Fantasi: Setelah rangkaian peristiwa sudah terbentuk, selanjutnya kembangkanlah watak tokoh, latar, dialog antar tokoh, dan lain sebagainya.

12

Terima Kasih

Memahami dan Mencipta Cerita Narasi

MAULITHA ERINAWATI

SMPN 1 TAROGONG KALER

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 12

SLIDE