Search Header Logo
PAI kelas XII BAB 2

PAI kelas XII BAB 2

Assessment

Presentation

Religious Studies

12th Grade

Medium

Created by

ahmad kastalani

Used 13+ times

FREE Resource

10 Slides • 7 Questions

1

PAI kelas XII BAB 2

MEYAKINI QADHA DAN QADAR MELAHIRKAN SEMANGAT KERJA

Slide image

2

PENGERTIAN QADA DAN QADAR

Para ulama berbeda pandangan dalam memberikan arti kata Qadar' dan Qadar, sebagian ulama mengartikan sama, dan sebagian ulama yang lain memberikan arti yang berbeda.

Pandangan yang membedakan antara Qada' dan Qadar, mendefiniskan Qadar dengan “ilmu Allah Swt. tentang apa yang akan terjadi pada makhluk di masa mendatang.

” Sedangkan Qada' adalah “segala sesuatu yang Allah Swt. wujudkan (adakan atau berlakukan) sesuai dengan ilmu dan kehendaknya.”

Sebagian ulama yang lain justru menerapkan definisi di atas secara terbalik, yakni definisi Qada' dan Qadar ditukar.

Pendapat yang menyamakan Qada' dan Qadar memberikan definisi: ”Aturan baku yang diberlakukan oleh Allah Swt. terhadap alam ini, undangundang yang bersifat umum, dan hukum-hukum yang mengikat sebab dan akibat”.

Pengertian itu diilhami oleh beberapa ayatal-Qur'an, seperti firman Allah Swt.:

Artinya:

“Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya”. (Q.S. ar-Ra’d/13:8)

3


Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa Qa«±' menurut bahasa berarti “menentukan atau memutuskan”, sedangkan menurut istilah artinya “segala ketentuan Allah Swt. sejak zaman azali”.

Adapun pengertian Qadar menurut bahasa adalah “memberi kadar, aturan, atau ketentuan”.

Sedangkan menurut istilah berarti ”ketetapan Allah Swt. terhadap seluruh makhluk-Nya tentang segala sesuatu”. Firman Allah Swt.: (Q.S. al-Furqan/25:2)

Artinya:

“Yang kepunyaan-Nya lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan(Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya”.

4

Iman kepada Qada' dan Qadar artinya percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah Swt. telah menentukan segala sesuatu bagi makhluk-Nya.

Menurut Yasin, iman kepada Qada' dan Qadar adalah “mengimani adanya ilmu Allah Swt. yang qadīm dan mengimani adanya kehendak Allah Swt. yang berlaku serta kekuasaan-Nya yang menyeluruh”.

Setiap muslim wajib mengimani Qa«±' dan Qadar Allah Swt., yang baik ataupun yang buruk.

Firman Allah Swt.:

“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (Q.S. al-Hajj/22:70)

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”. (Q.S. al-Hadīd/57:22)

5

KEWAJIBAN BERIMAN KEPADA QADA DAN QADAR

Diriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah saw. didatangi oleh seorang laki-laki yang berpakaian serba putih, dan rambutnya sangat hitam.

Lelaki itu bertanya tentang Islam, Iman dan Ihsan.

Tentang keimanan, Rasulullah menjawab yang artinya: “Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaikatmalaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman pula kepada Qadar (takdir) yang baik ataupun yang buruk”.(H.R. Muslim).

Lelaki itu adalah Malaikat Jibril yang sengaja datang untuk memberikan pelajaran agama kepada umat Nabi Muhammad saw.

Jawaban Rasulullah yang dibenarkan oleh Malaikat Jibril itu berisi rukun iman. Salah satu dari

rukun iman itu adalah iman kepada Qada' dan Qadar.

6


Dengan demikian, mempercayai Qada' dan Qadar merupakan kewajiban. Kita harus yakin dengan sepenuh hati bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri kita, baik yang menyenangkan maupun yang tidak adalah atas kehendak atau takdir Allah Swt.

Sebagai orang beriman, kita harus rela menerima segala ketentuan Allah Swt. atas diri kita. Di dalam sebuah hadis qudsi Allah Swt. berfirman yang artinya:

”Siapa yang tidak rida dengan Qada'-Ku dan Qadar-Ku dan tidak sabar terhadap bencana-Ku yang aku timpakan atasnya, maka hendaklah mencari Tuhan selain Aku”. (H.R.at-Tabrani)

Takdir Allah Swt. merupakan iradah (kehendak) Allah Swt.. Oleh sebab itu, takdir tidak selalu sesuai dengan keinginan kita.

Tatkala takdir sesuai dengan keinginan kita, hendaklah kita bersyukur karena hal itu merupakan nikmat yang diberikan Allah Swt. kepada kita.

Ketika takdir yang kita alami tidak menyenangkan atau merupakan musibah, maka hendaklah kita

terima dengan sabar dan ikhlas.

Kita harus yakin, bahwa di balik musibah itu ada hikmah yang terkadang kita belum mengetahuinya. Allah Swt. Maha Mengetahui atas apa yang diperbuat-Nya.

7

Macam-macam takdir

a. Takdir Mua’llaq

Takdir Mua’llaq adalah takdir yang erat kaitannya dengan ikhtiar manusia. Misalnya, seorang siswa bercita-cita ingin menjadi insinyur pertanian. Untuk mencapai cita-citanya itu ia belajar dengan tekun.

Akhirnya apa yang ia cita-citakan menjadi kenyataan. Ia menjadi insinyur pertanian. Dalam hal ini Allah Swt. berfirman:

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka

sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu

kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada

pelindung bagi mereka selain Dia”. (Q.S ar-Ra’d/13:11)

8


b. Takdir Mubram

Takdir Mubram adalah takdir yang terjadi pada diri manusia dan tidak dapat diusahakan atau tidak dapat ditawar-tawar lagi oleh manusia. Misalnya, ada orang yang dilahirkan dengan mata sipit, atau dilahirkan dengan kulit hitam sedangkan ibu dan bapak kulit putih, dan sebagainya.

9

Hikmah beriman kepada qada dan qadah adalah sebagai berikut:

1. Semakin meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam ini tidak lepas dari sunnatullah;


2. Semakin termotivasi untuk senantiasa berikhtiar atau berusaha lebih giat lagi dalam mengejar cita-citanya.


3. Meningkatkan keyakinan akan pentingnya peran doa bagi keberhasilan sebuah usaha;


4. Meningkatkan optimisme dalam menatap masa depan dengan ikhitar yang sungguhsungguh;


5. Meningk atkan kekebalan jiwa dalam menghadapi segala rintangan dalam usaha sehingga tidak berputus asa ketika mengalami kegagalan;


6. Menyadarkan manusia bahwa dalam kehidupan ini dibatasi oleh peraturan-peraturan Allah Swt., yang tujuannya untuk kebaikan manusia itu sendiri

10


SILAHKAN JAWAB PERTANYAAN BERIKUT DENGAN MEMILIH JAWABAN YANG PALING TEPAT

11

Multiple Choice

manfaat mengimani atau percaya kepada Qada dan Qadar adalah..

1

hidup sengsara

2

hati gelisah

3

sikap menjadi pesimis

4

menumbuhkan sifat optimis

12

Multiple Choice

Takdir Allah yang masih bisa diubah dengan usaha atau ikhtiar yaitu takdir..

1

qada

2

qadar

3

takdir mubram

4

takdir muallaq

13

Multiple Choice

takdir terbagi menjadi dua yaitu..

1

muallaq dan mubram

2

mubram dan takdir baik

3

takdir baik dan takdir tidak baik

4

takdir hidup dan takdir mati

14

Multiple Choice

Iman kepada takdir berarti....

1

Percaya bahwa segala apa yang terjadi akan di pertanggungjawabkan di kemudian hari.

2

Percaya bahwa segala apa yang terjadi pada diri manusia , merupakan kehendaknya sendiri.

3

Percaya bahwa segala apa yang terjadi di alam semesta ini, terjadi dengan sendirinya.

4

Percaya bahwa segala apa yang terjadi di alam semesta ini, merupakan kehendak dan ketentuan Allah Swt.

5

Semua jawaban benar.

15

Multiple Choice

Beriman kepada qada dan qadar merupakan kewajiban umat Islam, karena sebagai perwujudan dari rukun Iman yang ke enam. Dengan beriman kepada qada dan qadar, sesungguhnya dapat membersihkan hati manusia dari sifat….

1

Rakus dan tamak

2

Berlebih-lebihan

3

Boros

4

Hemat

5

Sabar

16

Multiple Choice

Dalam keyakinan agama Islam, setiap orang wajib hukumnya untuk berusaha atau ikhtiar. Adapun keberhasilan yang akan diraihnya adalah….

1

Tergantung mereka sendiri

2

Tergantung usahanya

3

Tergantung kita sendiri

4

Yang terbaik

5

Terserah Allah SWT

17

Multiple Choice

Dalam kehidupan sehari-harinya sebagai seorang pelajar, Muhammad Fadhil merupakan seorang pelajar yang rajin belajar dan berdoa, dengan harapan ketika melaksanakan ujian nanti ia akan berhasil. hal ini berkaitan dengan takdir….

1

Mubram

2

Muallaq

3

Qadar

4

Qada

5

Allah

PAI kelas XII BAB 2

MEYAKINI QADHA DAN QADAR MELAHIRKAN SEMANGAT KERJA

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 17

SLIDE