Search Header Logo
BAB 2. KEANEKARAGAMAN HAYATI

BAB 2. KEANEKARAGAMAN HAYATI

Assessment

Presentation

Biology

10th Grade

Medium

Created by

Novia Astuti

Used 6+ times

FREE Resource

14 Slides • 3 Questions

1

BAB 2. KEANEKARAGAMAN HAYATI (BIODIVERSITAS)

merupakan keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah.

Slide image

2

Tingkat Keanekaragaman Hayati

A. Keanekaragaman Tingkat Gen merupakan variasi yang terdapat dalam satu spesies baik dalam satu populasi ataupun di antara banyak populasi atau variasi gen yang terjadi dalam suatu jenis atau spesies makhluk hidup.

Slide image

3

2. KEANEKARAGAMAN HAYATI TINGKAT JENIS

  • Yaitu: variasi antarspesies di dalam ekosistem.Variasi antarspesies, misalnya dalam satu genus, famili atau tingkatan taksonomi lebih tinggi lainnya mudah diamati dari pada variasi dalam satu spesies.  

  • Contoh: dalam satu genus Panthera yaitu Harimau (Panthera tigris) dan macam tutul (Panthera pardus). Kedua jenis tersebut memiliki ukuran, bentuk tubuh, warna bulu, tipe loreng dan lingkungan hidup yang berbeda.   keluarga kacang –kacangan, ada kacang kapri (Pisum sativum L.),  kacang kedelai ( Glycine max (L.) Merr .) , kacang tanah (Arachis hypogeae L.)

Slide image

4

3. KEANEKARAGAMAN HAYATI TINGKAT EKOSISTEM

  • Yaitu : merupakan variasi beragam Ekosistem di lapisan Biosfer.Variasi terjadi karena komponen biotik dan kondisi abiotik setiap ekosistem berbeda. Misalnya: Posisi Geografi dan Iklim berpengaruh terhadap Biodiversitas pada suatu daerah. 

  • Contoh :Hutan Hujan Tropis, hutan Gurun, Ekosistem Laut.

Slide image

5

Sebaran Makluk hidup

a)    Zoogeografi

       1876, ilmuwan inggris Alfred Russel Wallace membagi persebaran hewan :

1)   Zona Oriental: Asia (pulau yang dekat, seperti India, Srilanka, Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Kepulauan Formosa dan Filiphina)Contoh: harimau, gajah, orangutan, badak bercula satu dan dua, antilop dan tapir. Zona ini mempunyai barier berupa samudra atau gurun pasir.

2)    Zona Paleartik ( Eurasia, Himalaya, Persia, Afganistan, Afrika, Inggris dan Jepang)

yang memiliki perbedaan dan perubahan suhu dan curah hujan dan keanekaraman yang tinggi.

Contoh: landak, bison, kucing kutub, beruang dan menjangan.

3)   Zona Ethiopia ( Afrika di sebelah Selatan Sahara, Madagaskar dan Arab

.Contoh Jerapah, Zebra, Unta, Badak Afrika, Primata seperti Lemur, Gorila dan Simpanse.

4)    Zona Neartik ( Amerika Utara greenland). Kondisi fisik lingkungan bersalju, hutan gugur, padang rumput atau hutan konifer. Hewan yang hidup di zona ini ada kesamaan dengan wilayah Paleartik, contohnya : Kalkun, Salamander, bison, dan Caribou.

5)    Zona Neotropik ( meksiko selatan hingga Amerika tengah dan Amerika selatan)

.Kondisi lingkungan sebagian besar beriklim tropis dan sebagian beriklim subtropis.

contoh: Armadilo, Giant anteaater dan Ungulata (Hewan berkuku) menjangan, babi, antilop dan kuda.

6)   Zona Autralasia ( Autralia, Selandia Baru, Papua, Maluku dan pulau di  sekitarnya).

Kondisi iklim tropis dan subtropis. contoh : kangguru, koala, burung kasuari dan cendrawasih.

b)   Fitogeografi

Persebaran tumbuhan : dipengaruhi oleh iklim, seperti temperatur, kelembapan, curah hujan, dan intensitas cahaya.Selain itu, persebaran tumbuhan dipengaruhi pula oleh kondisi tanah dan letak geografisnya.



6

 Faktor yang memengaruhi sebaran makhluk hidup

a)    Faktor Geografi

organisme akan terhambat persebarannya karena terhalang faktor geografis seperti laut atau gunung, yang menyulitkan organisme untuk berpindah karena tidak bisa melampaui halangan tersebut.

b)   Faktor Reproduksi

menyebabkan tidak terjadinya perkawinan interspesies. Hal ini dapat terajdi karena:

   1). Faktor Prezigotik yaitu hambatan saat dan sebelum perkawinan atau fertilisasi. Contoh : pohon Platanus occidentalis di timur amerika dan Platanus orientalis di timur laut tengah. Kedua spesies ini sebenarnya dapat disilangkan dan menghasilkan hibrid  yang fertil, namun karena keduanya hidup di dua tempat yang berjauhan, maka fertilisasi kedua spesies tersebut tidak mungkin terjadi.

2)   Faktor Post Zigotik yaitu hambatan setelah terjadi fertilisasi atau saat perkembangan menuju dewasa. Contoh : beberapa spesies katak dalam genus Rana bisa hidup pada habitat yang sama dan kadang terjadi fertilisasi. Akan tetapi, keturunan yang dihasilkan umumnya tidak berkembang kemudian mengalami kematian.

C)    Faktor Endemisme

       menyebabkan kekhasan suatu organisme yang dipengaruhi oleh kekhasan habitatnya sehingga organisme tersebut hanya terdapat pada habitat tertentu saja.

7

Multiple Choice

Terdapatnya karakteristik atau cirri khusus pada tiap-tiap individu mengakibatkan terjadinya …

1

Beragamnya individu makhluk hidup

2

Jumlah makhluk hidup semakin bertambah

3

Jumlah makhluk hidup konstan

4

Berkurangnya jumlah makhluk hidup

5

Tiap individu menjadi semakin menyerupai satu dengan lainnya

8

  Keanekaragaman Hayati Indonesia

  • 1.    Persebaran Fauna (Hewan) di Indonesia

     Berdasarkan letak Geografisnya, wilayah Indonesia dilewati oleh dua garis khayal yaitu Garis Wallace dan Garis Weber. Terbagi 3 bagian ( Indonesia wilayah barat, peralihan, timur).



Slide image

9

A. Daerah sebelah barat garis Wallace ( Wilayah oriental / Asiatic)

 sebelah barat Garis Wallace meliputi Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan


  • Ciri-ciri : hewan menyusui yang berukuran besar, berbagai macam Kera dan Ikan Air Tawar. Burung yang berkicau tetapi tidak berwarna

Slide image

10

2. Daerah Peralihan (wilayah Wallacea)

  • daerah di antara dua garis Wallace dan Weber ( Sulawesi, Nusa Tenggara). semakin ke timur jumlah fauna Oriental semakin berkurang. dan semakin ke barat fauna Australian semakin berkurang.

  •  Misal: Burung Hantu (Otus migicus beccarii), Bajing (Callosciurus nigrevitatus) dan Babi (Artamus leucorynchus) , Anoa (Anoa depressicornis), Maleo (Macrocephalon maleo).

Slide image

11

3. Daerah sebelah Timur Garis Wallace ( Tipe Australias)

  • Wilayah Indonesia timur ( Papua, MAluku dan sekitarnya), Ciri : berbagai jenis burung dengan warna bulu yang mencolok tetapi tidak berkicau, Reptil yang kecil dan mamalia kecil berkantun g.

  • Misalnya: Kasuari (Casuarius casuarius), Cenderawasih, Kakaktua (Cacatua galerita), Nuri (Tanygnathus sumatranus)dan Parkit. Jenis fauna lainnya yaitu Komodo (Varanus komodoensis), Babi Rusa (Babyrousa babyrussa)dan Kuskus (Phalanger spp.).

Slide image

12

Multiple Choice

Garis Weber dan Garis Wallace membagi Indonesia menjadi 3 wilayah antara lain….

1

peralihan, australian, neotropis

2

indonesia bagian timur, tengah dan bara

3

peralihan, neotropis, dan oriental

4

Australia, peralihan, asiatik

5

peralihan, tropis, dan subtropics

13

B. Persebaran  Flora Indonesia termasuk flora Malesiana yang meliputi Malaysia, Filipina, Indonesia dan Papua Nugini ( 2 macam bioma: hutan hujan trofis dan savana)

a.   Hutan Hujan Tropis

  1). ditemukannya Liana.(Talas- Talasan, Pandan merambat, Palem dan Rotan).

  2). herba besar seperti Jahe, Pisang dan Marantaceae.

3). Epifit tidak berakar di tanah tetapi menempel pada tumbuhan lain terutama pohon.( Paku-Pakuan dan Anggrek)

    4). tumbuhan yang tidak sehingga hidupnya bersifat saprofit dan parasit. Contohnya : Rafflesia Arnoldi.

 b. Hutan Musim

1). palem terdapat di hutan ini, sedangkan jenis Liana, Paku, dan anggrek tidak ditemukan.

   2.)Persebaran hutan musim membentuk kelompok hutan kecil diantara tipe vegetasi lainnya. Contoh Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.

3). menghasilkan Kayu, Minyak dan Makanan seperti Pohon Jati (Tectona grandis L.f), Cendana (Saltanum album), Kayu Putih (Melaleuca leucadendra), Kemiri (Aleurites moluccanus) dan Asam Jawa (Tamarindus indica).

c.  Savana

     di daerah kering di Indonesia, umumnya digunakan sebagai tempat berburu dan menggembala.Jenis tumbuhan yang mendominasi adalah Rumput- Rumputan dan Herba, sedangkan pohon jarang ditemukan.Umumnya tumbuhan yang banyak ditemukan adalah tumbuhan Xerofit.

14

Manfaat Keanekaragaman Hayati di Indonesia

1.    Bahan Pangan

      Sumber makanan dari berbagai jenis tumbuhan dan hewan

a.    sebagai makanan pokok.

     Misalnya: Padi (Oryza sativa),Jagung (Zea mays),Gandum (Triticum), Sagu (Metroxylon sagu Rottb.), Ubi Jalar (Ipomoea batatas (L.) Lam.), Singkong (Manihot esculenta Crantz) dan Talas (Colocasia esculenta (L.)Schott).

b.    sebagai lauk pauk.

     Misalnya: Ikan, Ayam (Gallus gallus domesticus), Sapi (Bos taurus), Kambing (Capra aegagrus hircus) dan Udang (Caridea).

c.    sebagai sayuran.

     Seperti: Bayam (Amaranthus), Kangkung (Ipomoea aquatica), Sawi (Brassica rapa var. Parachinensis), Kubis (Brassica oleracea var. Capitata), Tomat (Solanum lycopersicum), Buncis (Phaseolus vulgaris), Wortel (Daucus carota)dan Jagung (Zea mays).

d.   sebagai buah- buahan.

     Misalnya: Mangga (Mangifera Indica), Apel (Malus domestica Borkh), Rambutan (Nephelium lappaceum), Durian (Durio), Kelengkeng (Dimocarpus longan) dan Anggur(Vitis vinifera).

15


2.    Bahan Sandang

        Misal: Kapas, Ulat Sutra, kulit hewan seperti sapi atau kambing

3.    Bahan Bangunan dan Alat- Alat Rumah Tangga

        Contoh: Jati, Mahoni, Sonokeling, Bangkirai, Sengon, Kruing, Ulin, Kelapa dan Bambu.

4.    Budi daya

        Berbagai hewan dan tumbuhan dikembangkan manusia sebagai sumber pendapatan. Misal: Ayam Petelur, Pedaging, Sapi Perah, ikanan air tawar

5.    Sumber Plasma Nutfah

       Plasma Nutfah ( Sumber gen) merupakan substansi atau sumber sifat keturunan makhluk hidup yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan jenis unggul baru.Plasma Nutfah berguna untuk merakit varietas unggul pada suatu spesies. Misalnya: spesies tahan terhadap suatu penyakit atau memiliki produktivitas tinggi.

6.    Keilmuwan

        sebagai sumber keilmuwan.

7.    Bahan Obat- Obatan

       contoh :Kencur (Kaempferia galanga), Jahe (Zingiber officinale),Temulawak (Curcuma zanthorrhiza), Adas, Sirih, Mengkudu (Morinda citrifolia), Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) 

8.    Keindahan

         Contoh : tanaman hias seperti Anggrek dan mawar. Burung Beo (Gracula religiosa)  keindahan suaranya dan burung merak serta Burung Cendrawasih (Paradisaeidae)dinikmati keindahan warna bulunya.


16

Multiple Choice

Keanekaragaman flora di indonesia cenderung tinggi didalam

1

hutan hujan tropis

2

savana

3

taiga

4

hutan semusim

5

padang rumput

17

Ancaman dan Pelestarian Keanekaragaman HAyati

1. Ancaman kepunahan disebabkan oleh :

a.    Perubahan Habitat

b.    Perubahan Iklim

c.    Eksploitasi berlebihan

d.   Kompetisi oleh spesies eksotik

e.    Pencemaran

2.    Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati (KH)

  a.    Pelestarian secara In Situ

        adalah pelesatarian KH yang dilakukan di tempat hidup aslinya (habitatnya). dilakukan pada makhluk hidup yang memerlukan habitat khusus atau makhluk hidup yang dapat menyebabkan bahaya pada kehidupan makhluk hidup lainnya jika dipindahkan ke tempat lain. Contoh :Taman Nasional dan Cagar Alam.

b.    Pelestarian secara Ex- Situ

adalah pelestarian KH dengan cara dikeluarkan dari habitatnya dan dipelihara di tempat lain. cara-cara sebagai berikut: 1).  Kebun koleksi, 2)   Kebun plasma nutfah, 3)   Kebun raya, 4)   Kebun binatang

3. Ada 3 langkah Usaha Pelestarian yakni sebagai berikut :

a)    Perlindungan Sistem Penyangga Kehidupan

     adalah suatu sistem perlindungan yang terdiri dari proses yang berkait satu dengan lainnya dan saling mempengaruhi dan jika terputus  akan mempengaruhi kehidupan.

b)   Perlindungan Keanekaragaman  Jenis Tumbuhan Dan Satwa Beserta Ekosistemnya.

c)    Pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.


BAB 2. KEANEKARAGAMAN HAYATI (BIODIVERSITAS)

merupakan keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah.

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 17

SLIDE