
PEMBAHASAN PPPK PART 3
Presentation
•
Physical Ed
•
12th Grade
•
Hard
Kartono Guru Ke_Po
Used 16+ times
FREE Resource
15 Slides • 0 Questions
1
PEMBAHASAN PPPK PART 3
by Kartono putra
2
1. PEMBHASAN NOMOR 1 (D)
Evaluasi hasil belajar dalam pendidikan dilaksanaan atas dasar prinsip-prinsip yang digunakan sebagai rambu-rambu atau pedoman yang perlu dipegangi dalam melaksanakan kegiatan evaluasi hasil belajar. Untuk itu, dalam pelaksanaan evaluasi harus memperhatikan prinsip-prinsip berikut:
1) Objektif, berarti penilaian berbasis pada standar dan tidak dipengaruhi faktor subjektivitas penilai. Objektivitas dapat mempengaruhi penilaian pada saat pelaksanaan. Penskoran, dan pengambilan keputusan hasil belajar siswa, hallo effect, carry over effect, serta mechanic effect dapat menjadi penyebab tingginya unsur subjektivitas hasil penskoran dan penilaian.
2) Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan
3) Holistik dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik.
3
4) Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya.
5) Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak.
6) Valid, berarti penilaian harus mampu mengukur kompetensi hasil belajar sesuai dengan indikator yang sudah ditetapkan sehingga penilaian tersebut tepat sasaran
7) Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
8) Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.
9) Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.
4
2. PEMBAHASAN MOMOR 2 (D)
Kehadiran TIK sebagai media pembelajaran banyak membantu guru dalam berbagai hal
1) Meningkat interaksi. Dalam hal ini keberadaan media merupakan medium antara pesan dengan siswa, antara guru dangan siswanya. Dengan demikian kehadiran media akan meningkatkan kualitas interaksi antarsiswa, guru dan siswa, siswa dan pesan
2) Pembelajaran menjadi lebih menarik. Dengan media pembelajaran dapat membangkitkan keingintahuan siswa, merangsang siswa untuk berekasi terhadap penjelasan guru. Siswa bisa menjadi lebih aktif.
3) Pengelolaan pembelajaran lebih efektif dan efisien. Dengan adanya media pembelajaran, guru dapat terbantu untuk tidak perlu banyak menulis atau mengilustrasikan di papan tulis. Ilustrasi dan tulisan dengan cepat diambil alih oleh peran komputer.
5
4) Meningkatkan kualitas pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran secara benar, tidak hanya membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien tetapi juga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh.
5) Proses pembelajaran dapat dilaksanakan di mana pun dan kapan pun. Program audio, video, komputer (offline dan online) adalah media pembelajaran yang dapat digunakan di mana saja dan kapan saja sesuai dengan kondisi dan situasi guru dan siswa.
6) Menimbulkan sikap positif siswa terhadap proses pembelajaran. Penggunaan media yang dirancang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa dapat menimbulkan sikap positif siswa terhadap proses pembelajaran. Hal ini terjadi, karena media dapat menyajikan pesan dengan konkret disertai dengan contohcontoh yang dapat meyakinkan siswa akan kebenaran suatu ilmu peengetahuan yang dipelajari
Salah satu kelemahan pembelajaran berbasis TIK adalah guru tidak leluasa melakukan pengawasan penilaian saat proses pembelajaran terutama penilaian sikap
6
3. PEMBAHASAN NOMOR 3 (B)
Pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) merupakan sebuah model pembelajaran yang menyajikan berbagai permasalahan nyata dalam kehidupan sehari hari peserta didik (bersifat kontekstual) sehingga merangsang peserta didik untuk belajar.
Problem Based Learning (PBL) menantang peserta didik untuk “belajar bagaimana belajar”, bekerja secara berkelompok untuk mencari solusi dari permasalahan dunia nyata. Masalah yang diberikan ini digunakan untuk mengikat peserta didik pada rasa ingin tahu pada pembelajaran yang dimaksud. Masalah diberikan kepada peserta didik, sebelum peserta didik mempelajari konsep atau materi yang berkenaan dengan masalah yang harus dipecahkan.
A. perkembangbiakan hewan discovery learning
B. penerapan sila-sila dalam pancasila problem based learning
C. pola lantai pada tarian daerah discovery learning
D. membuat peta pikiran project based learning
E. rangkaian listrik project based learning
7
4. PEMBAHASAN NOMOR 4 (E)
Strategi role play (bermain peran) cocok digunakan pada materi yang terdapat tokoh/ objek yang bisa diperankan peserta didik. Tujuan dari penerapan strategi role play adalah:
1) Memberikan pengalaman kongkrit dari apa yang telah dipelajari;
2) Mengilustrasikan prinsip-prinsip dari materi pembelajaran;
3) Menumbuhkan kepekaan terhadap masalah-masalah hubungan sosial;
4) Menyiapkan/ menyediakan dasar-dasar diskusi yang kongkret;
5) Menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa/ peserta didik;
6) Menyediakan sarana untuk mengekspresikan perasaan yang tersembunyi di balik suatu keinginan.
Materi proklamasi kemerdekaan cocok menggunakan strategi role play dimana terdapat peserta didik yang berperan sebagai Soekarno, Moh. Hatta, dan lain-lain.
8
5.PEMBHASAN NOMOR 5 (E)
Membuat teks pidato cocok menggunakan strategi instruksi pembelajaran tutorial. Tutorial merupakan metode pembelajaran yang melibatkan siswa bekerjasama dengan orang lain yang lebih ahli, atau perangkat lunak komputer tercetak khusus yang menyajikan konten/isi, mengajukan pertanyaan atau masalah, meminta tanggapan peserta, menganalisis tanggapan, memberikan umpan balik yang sesuai, dan memberikan latihan sampai pelajar menunjukkan tingkat kemandirian yang telah ditentukan. Siswa belajar melalui latihan dengan pemberian umpan balik setelah setiap bagian kecil selesai dilakukan. Integrasi dari bentuk metode ini dengan teknologi adalah pengaturan tutorial termasuk instruktur untuk pelajar, pelajar untuk pelajar, komputer untuk pelajar, cetak untuk pelajar.
9
6. PEMBAHASAN NOMOR 6 (D)
Kurikulum 2013 menerapkan penilaian autentik untuk menilai kemajuan belajar peserta didik yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan, teknik dan instrumen yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
1) Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap:
a. Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati.
b. Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri.
c. Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarpeserta didik.
10
d. Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.
e. Wawancara merupakan komunikasi antara dua orang, melibatkan pendidik yang ingin memperoleh informasi dari peserta didik dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan tujuan tertentu.
2) Teknik dan instrumen penilaian kompetensi keterampilan, pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.
a. Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi.
b. Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan.
c. Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Penilaian portopolio dapat diakukan bersama-sama oleh guru dan peserta didik, melalui suatu diskusi untuk membahas hasil kerja peserta didik dalam mata pelajaran tertentu.
11
3) Teknik dan instrumen penilaian kompetensi pengetahuan, pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan.
a. Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian.
b. Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan.
c. Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.
Pada materi reklame, peserta didik membuat reklame sebagai capaian kompetensi ketrampilan. Tugas membuat reklame tersebut merupakan penilaian portofolio.
12
7.PEMBAHASAN NOMOR 7 (B)
Media pembelajaran yang cocok untuk peserta didik SD kelas awal adalah yang menimbulkan ketertarikan peserta didik untuk mempelajari materi yang disampaikan. Materi metamorfosis pada hewan merupakan materi yang menyajikan suatu proses, maka pemilihan media yang tepat yakni berupa video metamorfosis hewan seperti kupu-kupu, nyamuk, dan katak.
13
8.PEMBAHASAN NOMOR 8 (B)
Dalam mempersiapkan pembelajaran, pendidik perlu memahami karakteristik dari media pembelajaran agar dapat menyesuaikan dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, dan materi yang akan diajarkan. Hal ini merupakan bagian dari kemampuan dasar yang perlu dimiliki oleh seorang pendidik dalam memilih media pembelajaran agar target dan tujuan pembelajaran dapat dicapai.
14
9.PEMBAHASAN NOMOR 9 (D)
Dalam penulisan soal HOTS, dibutuhkan penguasaan materi ajar, keterampilan dalam menulis soal (kontruksi soal), penyusunan kisi-kisi soal yang sesuai. dan kreativitas guru dalam memilih stimulus soal sesuai dengan situasi dan kondisi daerah di sekitar satuan pendidikan.
15
10.PEMBAHASAN NOMOR 10 (E)
Soal-soal yang sangat sukar memiliki kemungkinan tindak lanjut:
Butir soal tersebut didrop (dikeluarkan) dan tidak digunakan lagi dalam tes- tes hasil belajar yang akan datang.
Diteliti ulang, dianalisis sehingga dapat diketahui faktor-faktor yang menyebabkan butir soal tersebut terlalu sukar untuk dijawab oleh testee. Kemudian setelah dilakukan perbaikan kembali, butir-butir soal tersebut dapat digunakan kembali dalam tes hasil belajar yang akan datang.
Butir soal yang sangat sukar dapat diambil manfaatnya yaitu dapat digunakan pada tujuan penyelenggaraan tes yang sifatnya sangat ketat.
Digunakan sebagai soal dalam program pengayaan
PEMBAHASAN PPPK PART 3
by Kartono putra
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 15
SLIDE
Similar Resources on Wayground
9 questions
Integral Tentu
Presentation
•
12th Grade
13 questions
Respon Dunia Internasional Terhadap Kemerdekaan Indonesia
Presentation
•
12th Grade
13 questions
Participle Clauses
Presentation
•
11th - 12th Grade
11 questions
12 OKTOBER 2020 SENI BUDAYA
Presentation
•
12th Grade
11 questions
SAINS TINGKATAN 3 BAB 4 KEREAKTIFAN LOGAM
Presentation
•
12th Grade
12 questions
Tajuk 7 Reka bentuk Perindustrian PSv tingkatan 2
Presentation
•
12th Grade
10 questions
MODUUL 2 PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Presentation
•
12th Grade
14 questions
Sepakbola
Presentation
•
12th Grade
Popular Resources on Wayground
10 questions
5.P.1.3 Distance/Time Graphs
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Fire Drill
Quiz
•
2nd - 5th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Hargrett House Quiz: Community & Service
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
4th Grade