Search Header Logo
PAI & BP Kelas 5 Pelajaran 1, 2, & 3

PAI & BP Kelas 5 Pelajaran 1, 2, & 3

Assessment

Presentation

Religious Studies

5th Grade

Hard

Created by

Nur Fauziah

Used 1+ times

FREE Resource

35 Slides • 0 Questions

1

PAI & BP Kelas 5 Pelajaran 1, 2, & 3

by Nur Afni Fauziah, M.Pd.

2

Rangkuman Materi Pendidikan Agama Islam & BP Kelas 5 Pelajaran 1, 2, & 3

  • 1. Q.S. At-Tin

  1. ​2. Mengenal Allah & Kitab-Nya

  2. 3. ​Cita-citaku Menjadi Anak Salih

media

3

Q.S. At-tin​

4

Surat At-Tin

Artinya :  “Demi buah Tin dan buah Zaitun. Demi gunung Sinai. Dan demi Negeri (Mekah) yang aman ini. Sungguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan, maka mereka akan mendapat pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apa yang menyebabkan mereka mendustakan tentang hari pembalasan setelah adanya keterangan-keterangan itu ? Bukankah Allah hakim yang paling adil.”

media

5

Arti kata-kata (Mufradrat)

media

6

Kandungan surat At-Tin

Surat At-Tin adalah surat ke-95 terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah. nama At-Tin diambil dari kata “At-Tin” yang terdapat pada ayat pertama, yang berarti buah tin. Adapun pokok-pokok isinya :

Ada 3 tempat di mana Allah membangkitkan nabi-nabi utusannya, rasul-rasul yang     terkemuka, mempunyai syariat yang besar :

a.      Tempat yang banyak tumbuh buah tin dan zaitun. Itulah baitul maqdis, di sanalah Allah swt mengutus Isa bin Maryam alaihissalam.

b.      Thursinina, yaitu Gunung Sinai, tempat Allah bercakap-cakap dengan Musa bin Imron.

c.      Negeri yang aman, yaitu Makkah. Barang siapa yang masuk ke sana, terjaminlah keamanannya. Di sanalah diutus rasul muhammad saw sebagai nabi dan rasul terakhir.

Manusia sebagai makhluk yang terbaik rohaniah dan jasmaniah, tetapi mereka akan dijadikan   orang yang amat rendah jika tidak beriman dan beramal saleh.

  1. Allah SWT adalah hakim yang Maha Adil.

7

Sebab Turunnya Surah At Tin

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Al-Aufi yang bersumber pada Ibnu Abbas surah at-Tin turun berkaitan dengan pertanyaan para sahabat tentang balasan amal orang yang sudah pikun. Melalui surah at-Tin Allah swt menegaskan bahwa amal-amal orang yang beriman dan beramal soleh akan senantiasa mengalir pahalanya secara terus menerus meskipun orang tersebut mengalami pikiran yang tidak stabil. Sifat pikun biasanya ditandai dengan sering lupa. Contoh dalam amal ibdah banyak diantara orang pikun tersebut yang sudah tidak ingat lagi waktu shalat, tidak ingat puasa dan ibadah-ibadah lainnya.

8

Mengenal Nama Allah & Kitab-Nya

9

Nama-nama Allah Swt.

Al-Mumit mengandung arti Yang Maha Mematikan. Allah Swt. telah berfirman: "Setiap yang bernyawa pasti mati". Oleh karena itu, kematian tidak dapat dihindari manusia. Kematian bukanlah sesuatu yang ditakuti, akan tetapi kematian adalah tangga menuju kebahagiaan abadi.

​1. Al-Mumit

10

​2. Al-Hayyu

Al -Hayyu (Yang Maha hidup), mengandung arti bahwa Allah Swt. hidup kekal selamanya, dan Yang Memberi Hidup makhluk-Nya. Hidup atau mati ada di dalam kekuasaan Allah Swt. Contoh, berapa banyak orang yang sedang mengalami sakit berat, tapi Allah masih berkehendak memberikan kesempatan untuk hidup. Sebaliknya, sering kita melihat orang tidak sakit, kondisi dalam keadaan sehat wal’afiat, tiba-tiba saja terdengar sudah meninggal dunia. Penyebabnya bermacam-macam, ada yang sakit jantung, terjatuh, tabrakan atau tertabrak, tenggelam, tertembak, dan sebagainya. Berdo’alah kepada Allah Swt.: “Ya Allah Ya Hayyu, wahai Tuhan Yang Maha Hidup, Hidupilah kami dalam keselamatan dan kemanfaatan”.

11

​3. Al-Qayyum

Al-Qayyum (Yang Maha Berdiri/Mandiri), mengandung arti Allah Swt. itu berdiri sendiri untuk selama-lamanya. Allah Swt. memberikan pendidikan kepada manusia supaya hidup tidak selalu bergantung kepada orang lain.

12

​4. Al-Ahad

Al-Ahad (Yang Maha Esa), mengandung arti Allah Swt. itu Esa. Perhatikan al-Qur’an surat al-Ikhlas berikut ini: قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ artinya: “katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa”. Disebut pula dengan “al-Wahid” artinya Yang Maha Tunggal atau Maha Esa, tak ada sekutu bagi-Nya.

13

​Nama-nama Kitab Allah Swt.

Allah telah menurunkan empat kitab suci serta beberapa suhuf yang diberikan kepada nabi dan rasul yang berbeda jaman dan umatnya. Semua kitab suci dan suhuf tersebut diturunkan oleh Allah kepada para nabi dan rasul untuk dijadikan sumber kebenaran dan petunjuk untuk memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Kitab suci tersebut adalah sebagaimana dijelaskan berikut ini.

14

​1. Kitab Taurat

Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa a.s. kurang lebih pada abad 12 SM (sebelum masehi) di daerah Israil dan Mesir. Kitab Taurat menggunakan bahasa Ibrani.

media

15

​2. Kitab Zabur

Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud a.s. Ketika beliau menduduki tahta sebagai raja Bani Israil pada abad 10 SM di tanah Kanaan.

media

16

​3. Kitab Injil

Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isā a.s. pada sekitar abad 1 Masehi di daerah Yerussalem. Dalam bahasa Yunani Injil berarti kabar selamat, pelajaran yang baru atau kabar gembira.

media

17

​4. Al-Qur'an

Kitab al-Qur’an mulai diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. pada abad 6 Masehi di Mekah. Peristiwa turunnya ayat al-Qur’an atau dikenal dengan Nuzulul Quran, terjadi pertama kali ketika Nabi Muhammad menyendiri di Gua Hira, Mekah. Turunnya al-Qur’an menandai awal diangkatnya Muhammad saw. sebagai Rasulullah (utusan Allah Swt.). Usia beliau saat itu genap 40 tahun. Al-Qur’an terdiri dari 114 surat, terbagi dalam 30 juz dan 6236 ayat. Al-Qur’an diwahyukan selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari. Al-Qur’an menyempurnakan seluruh hukum-hukum Allah Swt. yang terdapat dalam kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Ia diturunkan untuk seluruh umat manusia sebagai rahmat bagi semesta alam atau disebut juga Rahmatan lil‘Ālamin.

18

Kitab Allah Swt. Membawa Ajaran Terpuji

Kitab Allah Swt. adalah petunjuk dalam kehidupan. Petunjuk kepada manusia untuk berperilaku. Misalnya berperilaku kepada Allah Swt., berperilaku kepada sesama manusia, berperilaku kepada hewan, tumbuhan, dan alam semesta. Bahkan berperilaku untuk diri sendiri, misalnya selalu bersih, makan-minum dengan teratur, dan tidak boleh menyiksa diri.

media

19

Cita-citaku Menjadi Anak Salih​

20

media

21

Bercita-cita menjadi anak Sālih adalah sikap anak pintar yang terpuji.

Anak Sālih adalah anak baik yang selalu disayang Allah Swt. dan manusia sekitarnya.

Ciri-ciri anak Sālih adalah taat kepada Allah Swt., jujur, hormat dan patuh kepada orangtua dan guru, setia kepada kawan, serta saling menghargai antar sesama. 

Di dalam pergaulan, hendaklah menghargai pendirian, keyakinan, dan pendapat orang lain.

Saleh artinya baik. Anak Saleh berarti anak yang baik. Diantara ciri – ciri anak Saleh adalah taat kepada Allah SWT, jujur, setia kepada orang tua, setia kepada guru, setia kepada kawan dan menghargai sesama.

22

1. Pengertian Jujur

Jujur adalah lawan kata dari bohong. Jujur dapat diartikan apa adanya, sesuai dengan kenyataan dan tidak ditutup–ditutupi.

media

A. Orang Jujur Disayang Allah

23

2.  Macam – macam bentuk kejujuran :

a. Jujur kepada Allah.

Cirinya: Selalu mentaati perinta Allah dimanapun dan kapanpun.

Contoh: Lukman selalu melaksanakan shalat lima waktu meskipun tidak diawasi oleh guru atau orang tua.

media

24

b. Jujur kepada diri sendiriJujur kepada diri sendiri lebih sulit dibandingkan jujur kepada orang lain.  Namun apabila kita yakin Allah maha Melihat dan Maha Mengetahui maka jujur pada diri sendiri akan lebih muda.

Contoh: Tidak mencontek pada saat ulangan

media

25

c. Jujur kepada orang lainDiantaranya jujur terhadap orang tua dan guru.

Contoh: Seorang anak berjanji pada temannya untuk mengantar buku ke rumah. Sesuai janji dia datang dan tepat waktu. Sang teman pun menyambut dengan senang hati

media

26

3. Keuntungan orang yang jujur adalah:

a. Dipercaya teman  atau orang lain

b. Banyak teman dan disukai orang lain

c. Hatinya selalu merasa tenang

d. Rajin  dan semangat dalam berusaha

e. Mendapat berkah dan kasih sayang Allah

media

27

B. Hormat dan Patuh kepada Orang Tua dan Guru

1. Hormat dan Patuh pada Orang Tua

Ibu dan ayah adalah orang tua kita. Mereka berdua sangat berjasa mengasuh dan memelihara kita. Oleh karenanya kita harus patuh dan hormat kepada orang tua yang merupakan perintah Allah. Berbuat baik terhadap dua orang tua hukumnya wajib. Dalam Q.S. al–Isra’ ayat 23 – 24

۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا ٢٣

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ ٢٤

28

media

29

1) Ibu mengandung dengan penuh susah payah, kemudian melahirkan dengan mempertaruhkan nyawanya

2) Ibu menyusui selama dua tahun dengan penuh kasih sayang, dan terjaga malam hari karena memenuhi kebutuhan anaknya

3) Ayah dan ibu bekerja keras untuk memenuhi keperluan keluarga

4) Ibu dan ayah memelihara kita sampai kita siap mandiri

5) Ayah dan ibu memberi bekal pendidikan

6) Ayah dan ibu memberikan kasih sayang dengan ikhlas tanpa meminta bantuan

a. Beberapa jasa besar orang tua terhadap anaknya sebagai berikut :

30

1) Selalu berbuat baik kepada mereka

2) Selalu hormat dan menghargai mereka

3) Mengikuti dan melaksanakan nasihat mereka

4) Meninggalkan hal–hal yang mereka larang

5) Selalu membuat hati mereka senang

6) Berangkat ke sekolah harus pamit minta izin dan mencium tangan mereka

7) Mendoakan mereka

b. Hal–hal yang harus kita lakukan untuk dua orang tua adalah :

31

2. Hormat dan Patuh kepada Guru

Pengganti orang tua kita ketika di sekolah adalah guru. Pekerjaan guru sungguh amat berat. Kita bisa membaca, menghitung, berolahraga dan mempunyai berbagai ilmu pengetahuan serta keterampilan atas bimbingan guru. Guru juga mengajarkan kita beribadah dan membaca al–Qur’an, berbahasa yang baik, bergaul, mengenal lingkungan alam sosial dan sebagainya.

media

32

Berikut adalah contoh cara menghormati dan mematuhi guru :

1. Mengucapkan salam

2. Mendengarkan saat guru menerangkan

3. Bersikap lemah lembut

media

33

C. Indahnya Saling Menghargai

Manusia adalah mahluk sosial, karenanya manusia saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya.Sikap saling menghargai antara  lain sebagai berikut:

1. Menghargai pendirian orang lain.

Setiap orang memiliki prinsip dan pendirian yang berbeda. Demikian juga di dalam agama Islam terdapat sedikit perbedaan. Misalnya dalam ibadah salat subuh. Ada yang melakukan doa qunut dan ada yang tidak melakukannya. Hal ini dikarenakan masing–masing meyakini apa yang meraka pahami.

34

2. Menghargai keyakinan orang lain.

Kaum muslimin memberikan kebebasan dan tidak boleh mengganggu orang lain dalam menjalankan ibadahnya bukan dalam keyakinannya. Toleransi ini dijelaskan dalam surat al–Kafirun ayat 1 -6. Sebaliknya agama lain pun tidak boleh mengganggu orang Islam yang beribadah. Kita harus menghormatinya agar kita bisa hidup berdampingan dengan rukun.

3. Menghargai pendapat orang lainMenghargai pendapat  orang lain sering kita jumpa ketika musyawarah. Dalam musyawarah kita dihadapkan pada berbagai pendapat dari orang lain. Untuk itu kita harus bisa menghargai pendapat orang lain dan tidak boleh menang sendiri. Dengan begitu suasana akan menjadi kondusif dan tujuan musyawarah dapat dicapai.

35

Selamat Belajar!​

media

PAI & BP Kelas 5 Pelajaran 1, 2, & 3

by Nur Afni Fauziah, M.Pd.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 35

SLIDE