Search Header Logo
Keontetikan dan Kemukjizatan Al-Qur'an

Keontetikan dan Kemukjizatan Al-Qur'an

Assessment

Presentation

Religious Studies

10th Grade

Hard

Created by

Abdur Rozak

Used 3+ times

FREE Resource

12 Slides • 0 Questions

1

Keontetikan dan Kemukjizatan Al-Qur'an

by Abdur Rozak

2

Al-Quran Al-Karim memperkenalkan dirinya dengan berbagai ciri dan sifat. Salah satu di antaranya adalah bahwa ia merupakan kitab yang keotentikannya dijamin oleh Allah, dan

ia adalah kitab yang selalu dipelihara. Inna nahnu

nazzalna al-dzikra wa inna lahu lahafizhun (Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Quran dan Kamilah Pemelihara-pemelihara-Nya) (QS 15:9).

3

Dapatkah kepercayaan itu didukung oleh bukti-bukti lain? Dan, Dapatkah bukti-bukti itu meyakinkan manusia, termasuk mereka yang tidak percaya akan jaminan Allah di atas?

Tanpa ragu kita mengiyakan pertanyaan di atas, karena seperti yang ditulis oleh 'Abdul-Halim Mahmud, Syaikh Al-Azhar:

"Para orientalis yang dari saat ke saat berusaha menunjukkan kelemahan Al-Quran, tidak mendapatkan celah untuk

meragukan keotentikannya."

4

Bukti-bukti dari Al-Quran Sendiri

Dr. Mustafa Mahmud, mengutip pendapat Rasyad Khalifah, mengemukakan bahwa Al-Quran sendiri terdapat bukti-bukti sekaligus jaminan akan keotentikannya.

Huruf-huruf hija'iyah yang terdapat pada awal beberapa surah dalam Al-Quran adalah jaminan keutuhan Al-Quran sebagaimana diterima oleh Rasulullah saw. Tidak berlebih atau berkurang satu huruf pun dari kata-kata yang digunakan oleh Al-Quran.

5

Bukti-bukti dari Al-Quran Sendiri

Kesemuanya habis terbagi 19, sesuai dengan jumlah huruf-huruf B(i)sm Ali(a)h Al-R(a)hm(a)n Al-R(a)him. (Huruf a dan i dalam kurung tidak tertulis dalam aksara bahasa Arab).

  • Huruf (qaf) yang merupakan awal dari surah ke-50, terulang sebanyak 57 kali atau 3 X 19.

  • ​Huruf-huruf kaf, ha', ya', 'ayn, shad, dalam surah Maryam, ditemukan sebanyak 798 kali atau 42 X 19

  • Huruf (nun) yang memulai surah Al-Qalam, ditemukan

    sebanyak 133 atau 7 X 19.

6

Bukti-bukti dari Al-Quran Sendiri

  • ​Kedua, huruf (ya') dan (sin) pada surah Yasin masing-masing ditemukan sebanyak 285 atau 15 X 19.

  • ​Kedua huruf (tha') dan (ha') pada surah Thaha masing-masing berulang sebanyak 342 kali, sama dengan 19 X 18

  • ​Huruf-huruf (ha') dan (mim) yang terdapat pada keseluruhan surah kedua huruf ini, ha' mim, kesemuanya merupakan perkalian dari 114 x 19 masing berjumlah 2.166

7

Bukti-bukti Kesejarahan

  1. ​Sejarah menginformasikan bahwa setiap ada ayat yang turun, Nabi saw. lalu memanggil sahabat-sahabat yang dikenal pandai menulis, untuk menuliskan ayat-ayat yang baru saja diterimanya, sambil menyampaikan tempat dan urutan setiap ayat dalam surahnya. Ayat-ayat tersebut mereka tulis dalam pelepah kurma, batu, kulit-kulit atau tulang-tulang binatang

  2. Kepingan naskah tulisan yang diperintahkan oleh Rasul itu, baru dihimpun dalam bentuk "kitab" pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar

8

Bukti-bukti dari Al-Quran Sendiri

  • ​Kedua, huruf (ya') dan (sin) pada surah Yasin masing-masing ditemukan sebanyak 285 atau 15 X 19.

  • ​Kedua huruf (tha') dan (ha') pada surah Thaha masing-masing berulang sebanyak 342 kali, sama dengan 19 X 18

  • ​Huruf-huruf (ha') dan (mim) yang terdapat pada keseluruhan surah kedua huruf ini, ha' mim, kesemuanya merupakan perkalian dari 114 x 19 masing berjumlah 2.166

9

​Faktor pendukung Bukti Kesejarahan

(1) Masyarakat Arab, yang hidup pada masa turunnya Al-Quran, masyarakat yang tidak mengenal baca tulis. Karena itu, satu- satunya andalan mereka adalah hafalan. Dalam hal hafalan,

orang Arab --sampai kini-- dikenal sangat kuat.

(2) Masyarakat Arab sangat membanggakan kesusastraan; mereka bahkan melakukan perlombaan dalam bidang ini di Ukasa.

(3) Al-Quran mencapai tingkat tertinggi dari segi keindahan bahasanya dan sangat mengagumkan bukan saja bagi orang-orang mukmin, tetapi juga orang non muslim. Berbagai riwayat menyatakan tokoh kaum musyrik seringkali secara sembunyi-sembunyi berupaya mendengarkan ayat-ayat Al-Quran yang dibaca oleh kaum Muslim.

10

​Faktor pendukung Bukti Kesejarahan

(4)​​Ayat-ayat Al-Quran turun berdialog dengan mereka, mengomentari keadaan dan peristiwa-peristiwa yang mereka alami, bahkan menjawab pertanyaan-pertanyaan

mereka. Disamping itu, ayat-ayat Al-Quran turun sedikit demi sedikit. Hal itu lebih mempermudah pencernaan maknanya dan proses penghafalannya.

(5) Dalam Al-Quran, adanya petunjuk yang mendorong para sahabatnya untuk selalu bersikap teliti dan hati-hati dalam menyampaikan berita --lebih-lebih kalau berita tersebut merupakan Firman Allah atau sabda Rasul-Nya

11

Penulisan Mushaf

Tim Zaid bin Tsabit tidak menerima satu naskah kecuali yang memenuhi dua syarat:

Pertama, harus sesuai dengan hafalan para sahabat lain.

Kedua, tulisan tersebut benar-benar adalah yang ditulis atas perintah dan di hadapan Nabi saw.

Pada syarat kedua tersebut, diharuskan adanya dua orang saksi mata.

Sejarah mencatat bahwa Zaid menemukan kesulitan karena beliau dan sekian banyak sahabat menghafal ayat aqad ja'akum Rasul min anfusikum 'aziz 'alayh ma'anittun harish 'alaykum bi almu'minina Ra'uf al-rahim (QS 9:128). Tetapi, naskah tersebut ditemukan juga di tangan seorang sahabat bernama Abi Khuzaimah Al-Anshari.

Demikianlah, terlihat betapa Zaid menggabungkan antara hafalan dan naskah yang ditulis dalam rangka memelihara keotentikan Al-Quran. Dengan demikian, dapat dibuktikan dari tata kerja dan data-data sejarah bahwa Al-Quran yang kita baca sekarang ini adalah otentik dan tidak berbeda sedikit pun dengan apa yang diterima dan dibaca oleh Rasulullah

saw., lima belas abad yang lalu.

12

Pendapat Rasyad Khalifah

Penemu rahasia angka 19, mendapat kesulitan ketika menemukan bahwa kata yang menghimpun Bismillahirrahmanirrahim, kesemuanya habis terbagi 19, kecuali Al-Rahim. Kata Ism terulang sebanyak 19 kali, Allah sebanyak 2.698 kali = 142 X 19, Al-Rahman sebanyak 57 kali = 3 X 19, dan Al-Rahim sebanyak 115 kali. Sebenarnya, kejanggalan yang ditemukannya akan sirna, jika ia menyadari bahwa kata rahim pada ayat Al-Tawbah di atas, bukannya menunjuk kepada sifat Tuhan, tetapi sifat Nabi Muhammad saw. dinyatakan bahwa kata rahim dalam Al-Quran yang menunjuk sifat Allah jumlahnya 114 dan merupakan perkalian dari 6 X 19.

Keontetikan dan Kemukjizatan Al-Qur'an

by Abdur Rozak

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 12

SLIDE