Search Header Logo
Novel

Novel

Assessment

Presentation

World Languages

12th Grade

Easy

Created by

Natanael Natanael

Used 106+ times

FREE Resource

0 Slides • 20 Questions

1

Multiple Choice

Cermati kutipan novel berikut!

(1)Belum habis katanya, ia sudah menyimpang mendekati kembang setahun itu.

(2) sambil menunjuk membelai-belai bunga yang segar-segar itu, ia berkata,

“Bagaimana engkau tersesat di tengah rimba- rimba ini? Siapakah yang menanammu di sini?” (3) Yusuf datang mendekat pula, “Tentulah ada orang membawa kembang setahun kemari, terjatuh atau dibuangkannya di sini setangkai yang sudah tua.” (4) “Bagus benar, bagus benar,” ujar Maria, tiada memperdulikan kata Yusuf, belum puas rupanya mengucapkan kekagumannya melihat kembang itu. (5) “Kalau kita di Jakarta, tentu saya cabut sekaliannya akan ditanam di rumah.” (6) Tidak usah engkau cabut, ambil saja kembang yang tua. Cukuplah ditanami!” (“Layar Terkembang” karya STA)

Kalimat yang menyatakan latar tempat dalam kutipan tersebut terdapat pada nomor…

1

(1)

2

(2)

3

(3)

4

(4)

5

(5)

2

Multiple Choice

Cermati teks berikut!

(1) Kehidupan di Lhok Nga mulai bergerak remang. (2) Cahaya matahari menyemburat dari balik bukit yang memagari kota. (3) Orang-orang sudah dari tadi kembali dari meunasah (beribadah). (4) Orang-orang mulai beranjak mengukir hari. (5) Yang berdagang pergi ke pasar, membuka toko-toko. (6) Yang bekerja di kantoran mandi, bersiap diri. (7) Yang sekolah menyiapkan buku-buku dan peralatan lainnya. (Hafalan Surat Delisa, Tere Liye)

Kalimat bermajas dalam paragraf tersebut terdapat pada kalimat bernomor...

1

(2) dan (3)

2

(3) dan (4)

3

(2) dan (4)

4

(6) dan (7)

5

(2) dan (7)

3

Multiple Choice

Cermati kutipan berikut!

Sekali aku menemukan cara licik untuk memperoleh kembali perhatian ronggeng Dukuh Paruk itu. Sebuah pepaya kucuri dari ladang orang. Pada saat yang baik, ketika Srintil seorang diri di pancuran, buah curian itu kuberikan kepadanya. Tak kukira aku akan memperoleh ucapan terima kasih yang menyakitkan, “Sesungguhnya aku menginginkan jeruk keprok,” kata Srintil dingin, “Tetapi buah papaya pun tak mengapa.”


Aku diam karena kecewa dan sedikit malu. Namun aku mendapat akal untuk menolong keadaan. Pikiran itu mendadak muncul setelah kulihat gigi Srintil telah berubah. (Ronggeng Dukuh Paruk, Ahmad Tohari)


Bukti yang menunjukkan watak tokoh Srintil seorang yang tinggi hati adalah….

1

paragraf pertama kalimat ketiga

2

paragraf pertama kalimat kedua

3

paragraf pertama kalimat keempat

4

kalimat pertama paragraf kedua

5

kalimat kedua paragraf ketiga

4

Multiple Choice

Cermati kutipan novel berikut!

Dari lantai dua ini, kalian bisa melihat pekerja konstruksi bakal town square dua ratus meter di sisi kiri gerai foto kopian tadi. Beberapa remaja berkumpul ramai di sana. Para pekerja yang memakai helm tak peduli dengan hujan. Mereka sedang mengejar target peresmian enam bulan lagi. Bersaing dengan dua pusat perbelanjaan lainnya yang serempak dibangun. Kota ini maju sekali meskipun itu harus dibayar dengan berbagai ketidaknyamanan.

Keterkaitan isi novel tersebut dengan kehidupan masyarakat saat ini adalah...

1

Kemajuan kota terkadang harus dibayar dengan berbagai ketidaknyamanan.

2

Para pekerja kontruksi harus siap bekerja di mana pun dan kapan pun.

3

Para pekerja kontruksi tetap bekerja meskipun kondisi hujan.

4

Adanya persaingan antara toko dengan pusat perbelanjaan.

5

Para remaja sering berkumpul di toko cuci cetak foto.

5

Multiple Choice

Cermati kutipan novel berikut!

Pak Balia selalu tampil prima karena ia mencintai profesinya, menyenangi ilmu, dan lebih dari itu, amat menghargai murid-muridnya. Setiap representasi dirinya ia perhitungkan dengan teliti sebab ia juga paham di depan kelas ia adalah center of universe dan karena yang diajarkan adalah sastra, muara segala keindahan. (Sang Pemimpi. Andrea Hirata)


Amanat penggalan novel tersebut adalah . . .

1

Jadilah guru sastra karena selalu menyenangkan.

2

Jadilah guru yang profesional dan dapat menghargai orang lain.

3

Tampilah dengan prima dan penuh gaya jika akan mengajar.

4

Hargai diri sendiri aar dapat menghargai orang lain.

5

Mengajarlah dengan sepenuh hati agar disukai oleh murid.

6

Multiple Select

Pilihlah sebanyak-banyaknya unsur intrinsik yang digunakan di dalam novel...

1

Gaya Bahasa

2

Sifat

3

Penokohan

4

Majas

5

Latar

7

Multiple Choice

Cermati kutipan novel berikut!

Namun, aku memiliki filosofi baru bahwa berbuat yang terbaik pada titik di mana aku berdiri itulah sesungguhnya sikap yang realistis. Maka sekarang aku adalah orang yang paling optimis. Jika ku ibaratkan semangat manusia sebuah kurva, sebuah grafik, maka sikap optimis akan membawa kurva itu terus menanjak. Sebaliknya aku semakin terpatri dengn cita-cita agung kami ingin sekolah ke Prancis, menginjakan kaki di almamater suci Sorbonne, menjelajahi Eropa sampai ke Amerika. Tak pernah sedik pun terpikir untuk mengompromikan cita-cita itu. (Sang Pemimpi. Andera Hirata)


Amanat penggalan novel tersebut adalah . . . .

1

Bersemangatlah agar hidup memiliki makna.

2

Bersikaplah optimis untuk dapat meraih cita-cita.

3

Belajarlah sampai ke negeri seberang agar pandai.

4

Jangan malas belajar jika ingin menjadi terkenal.

5

Yakinlah pada diri sendiri agar mudah dalam belajar.

8

Multiple Choice

Cermati kutipan novel berikut dengan baik!

Wiraatmaja menggelengkan kepalanya. "Anak-anak berlainan dengan kita: apa yang kita katakan baik, katanya tidak baik." "Bukan begitu Bapak!" kata Tuti pula menyambung kata ayahnya. "Bukan mereka sengaja hendak bertentangan dengan orang tua. Yang bertentangan itu hanyalah pendapat tentang bahagia, tentang arti hidup kita sebagai manusia. Emang berkata bahwa bahagia itu ialah pekerjaan kemudian hari, pendeknya hidup yang senang.

Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan tersebut adalah...

1

Orang pertama sebagai pelaku pertama

2

Orang ketiga serba tahu

3

Orang pertama sebagai pengamat

4

Orang ketiga terarah

5

Orang ketiga bukan tokoh utama

9

Multiple Choice

ermati kutipan berikut!

Pak Kepala Kanwil berkata dengan pelan dan pasti, namun cukup menusuk perasaan Setyani. Sosok pemimpin yang tegas dan kaku menurut Setyani itu, berulang kali mengucapkan kata-kata mutiara yang menyebalkan. Hati Setyani berletupan. “Ya, Bapak tidak mengalami sih, coba kalau istri Bapak yang harus memilih ultimatum itu. Bagaimana sikap Bapak? Bagaimana perasaan Bapak? Memang benar sebagai seorang pemimpin Bapak bersikap tegas. Tetapi, apakah tidak ada pertimbangan lain yang bersifat lebih manusiawi. Mengapa Bapak tidak menelusuri, mengapa suamimu pindah? Apa alasan pindah tugas? Bapak hanya menyapu rata. Bapak hanya menyapu bersih, mengambil permukaannya saja, tanpa mengikutsertakan perasaan. Yang ini telah dilupakan Bapak. Bukankah Bapak juga sebagai kepala rumah tangga yang dalam kesehariannya juga dikelilingi oleh anak dan istri yang setia? Di kantor memang Bapak pemimpin yang wibawa dan tegas. Tetapi, apakah salah jika dalam mengambil keputusan dan mengeluarkan dogma, Bapak mengikutsertakan sisi lain sebagai pertimbangan, yaitu nurani dan kemanusiaan misalnya. Semua permasalahan toh ada solusinya. (Sebuah Ultimatum, Susi Purwani)


Pesan moral yang terkandung dalam penggalan novel tersebut adalah . . .

1

Pemimpin yang baik mengambil keputusan secara tegas dan mempertimbangkan kemanusiaan.

2

Sikap tegas dan wibawa pemimpin kepada bawahannya tanpa pilih kasih atau adil.

3

Kesulitan seseorang dalam mengambil keputusan yang terbaik karena mempertimbangkan keadilan.

4

Kepedulian pemimpin terhadap masalah tugas dan keluarga yang kedua hal tersebut sama beratnya.

5

Risiko seorang pegawai dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai anak buah.

10

Multiple Choice

Cermatilah paragraf berikut!

Malam terasa dingin. Rasa dingin membuatku takut. Lolongan anjing yang terus menerus menyurutkan keberanianku untuk bangun. Perlahan-lahan kuselimuti tubbuhku dengan sarung, lalu kucoba berlindung di balik bantal. Terasa tegak hangat tubuhku.

Perbaikan kalimat yang tidak padu yang bercetak miring pada paragraf tersebut adalah...

1

Angin malam berhembus ke arahku.

2

Angin membuatku kedinginan.

3

Hembusan angin malam itu begitu kencang.

4

Semilir angin membangunkan bulu kudukku.

5

Hembusan angin dari luar pintu terasa dingin.

11

Multiple Choice

Tegar, seorang pemuda sukses dengan tingkat kemapanan luar biasa, bertanggung jawab, jujur, tampan, tubuh atletis, tak kurang suatu apa pun, namun belum menikah hingga usianya sudah 35 tahun. Tegar pernah patah hati, menyaksikan pujaan hatinya, Rosie (yang telah dia cinta selama 20 tahun) dilamar oleh sahabatnya sendiri yang baru dikenalkannya pada Rosie dua bulan yang lalu. Rosie amat sangat menyukai sunset, tak pernah sekalipun wajahnya berpaling saat 47 detik sunset berlangsung, kecuali saat Nathan melamarnya di atas puncak Gunung Rinjani. Rosie memandang wajah Nathan. Tegar tak kuasa lebih lama lagi menyaksikan hal menyakitkan tersebut dan langsung memutuskan untuk menghilang dari kehidupan mereka berdua. (Sunset Bersama Rosie, Tere Liye)

Karakter tokoh Tegar dalam kutipan novel tersebut dapat diketahui melalui ...

1

Dialog antartokoh

2

Tanggapan tokoh lain

3

Pikiran tokoh

4

Tindakan tokoh

5

Penjelasan langsung

12

Multiple Choice

Cermati paragraf berikut!

Mereka terkejut melihat harimau ... melepaskan Pak Balam dari cengkeramannya. Harimau itu menghilang ke dalam hutan yang sangat gelap tengah malam itu. Dengan cepat mereka berlari dan menuju ke tempat Pak Balam terbaring. Dalam cahaya samar-samar dari potongan kayu yang menyala, mereka melihat betapa kaki kiri Pak Balam lukanya ..., betisnya terkena gigitan harimau, daging dan otot betisnya koyak hingga terlihat tulang yang putih, dan darah yang mengalir...

Frasa berikut yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah...

1

sangat besar, besar benar, teramat banyak

2

sangat besar, amat parah, amat banyak

3

cukup besar, sakit sekali, bagaikan air

4

agak besar, dalam sekali, tak tertahankan

5

tinggi besar, paling besar, seperti air

13

Multiple Choice

Cermati kutipan berikut!

Novel “Sunset Bersama Rosie” karya Tere Liye menceritakan tentang persahabatan sekaligus kisah cinta segitiga. Tokoh Tegar diceritakan harus patah hati melihat sahabat sekaligus gadis Rosie yang dicintainya dilamar oleh teman nya sendiri bernama Nathan. Namun setelah mereka menikah, bencana datang yaitu Nathan harus kehilangan nyawanya karena peristiwa Bom Bali. Setelah kejadian tersebut Rosie menjadi depresi dan anak-anaknya sangat sedih, Tegar tidak kuasa melihat keluarga Rosie. Ia pun menolong nya sampai keadaan putih, sampai dia harus membatalkan pernikannya dengan Sekar. Berjalannya waktu keluarga Rosie pulih seperti dahulu kala. Takdir menyatukan Tegar dan Rosie untuk bersatu.


Amanat yang dapat kita ambil dalam kutipan novel diatas ...

1

Menolong siapa pun untuk mendapat keuntungan

2

Kasihanilah mereka yang kita cintai

3

Bersenanglah karena dibalik musibah seseorang, terdapat peluang untuk kita

4

Tolonglah teman yang tertimpa musibah, walaupun itu berupa hal yang sangat kecil

5

Berbuat jujurlah atas perasaan yang kita punya

14

Open Ended

Temukan penggunaan kata tindakan pada kutipan novel berikut!

Sebagai penjaga surau, Kakek tidak mendapat apa-apa. Ia hidup dari sedekah yang dipungutnya sekali se-Jumat. Sekali enam bulan ia mendapat seperempat dari hasil pemungutan ikan mas dari kolam itu. Dan sekali setahun orang-orang mengantarkan fitrah Id kepadanya. Tapi sebagai garin ia tak begitu dikenal. Ia lebih dikenal sebagai pengasah pisau. Karena ia begitu mahir dengan pekerjaannya itu. Orang-orang suka minta tolong kepadanya, sedang ia tak pernah minta imbalan apa-apa. Orang-orang perempuan yang minta tolong mengasahkan pisau atau gunting, memberinya sambal sebagai imbalan. Orang laki-laki yang minta tolong, memberinya imbalan rokok, kadang-kadang uang. Tapi yang paling sering diterimanya ialah ucapan terima kasih dan sedikit senyum.

15

Multiple Choice

Cermati kutipan berikut!

Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi dan bersikap seperti orang gila.


Suasana yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ...

1

Gundah

2

Sedih

3

Tegang

4

Khusyuk

5

Hening

16

Open Ended

Pesan yang terdapat di dalam kutipan novel berikut ialah...

Haji Saleh yang menjadi pemimpin dan juru bicara tampil ke depan. Dan dengan suara yang menggeletar dan berirama rendah, ia memulai pidatonya: ‘O, Tuhan kami yang Mahabesar. Kami yang menghadap-Mu ini adalah umat-Mu yang paling taat beribadat, yang paling taat menyembah-Mu. Kamilah orang-orang yang selalu menyebut nama-Mu, memuji-muji kebesaran-Mu, mempropagandakan keadilan-Mu, dan lain-lainnya. Kitab-Mu kami hafal di luar kepala kami. Tak sesat sedikit pun kami membacanya. Akan tetapi, Tuhanku yang Mahakuasa setelah kami Engkau panggil kemari, Engkau memasukkan kami ke neraka. Maka sebelum terjadi hal-hal yang tak diingini, maka di sini, atas nama orang-orang yang cinta pada-Mu, kami menuntut agar hukuman yang Kaujatuhkan kepada kami ke surga sebagaimana yang Engkau janjikan dalam Kitab-Mu.’

17

Multiple Choice

Cermati kutipan berikut!

Jam kerja gue selesai pukul 11 malam. Pada saat itu gue baru bisa ngeliat handphone kembali setelah seharian di-silent. Dan hari itu, gue menemukan 15 missed call dari Trisna.


Radit : “Gila, 15 miskol? Ada gempa bumi? Pesawat jatuh? Dorce operasi kelamin lagi?

Trisna : “Lo dimana sekarang?” (Koala Kumal, Raditya Dika)

Kutipan novel diatas dibuka dengan ...

1

Mendeskripsikan suasana

2

Mendeskripsikan orang

3

Mendeskripsikan tempat

4

Mendeskripsikan waktu

5

Mendeskripsikan objek

18

Open Ended

Sebutkan latar (tempat, waktu, suasana) yang tergambar dalam kutipan novel tersebut...

Tengah hari ini, kota Cairo seakan membara. Matahari berpijar di tengah petala langit. Seumpama lidah api yang menjulur dan menjilat-jilat bumi. Tanah dan pasir menguapkan batu neraka. Hembusan angin sahara disertai debu yang bergulung-gulung menambah panas udara semakin tinggi dari detik ke detik. Penduduknya, banyak yang berlindung dalam flat yang ada dalam apartemen-apartemen berbentuk kubus dengan pintu jendela dan tirai tertutup rapat.

19

Multiple Choice

Cermati kutipan novel berikut!

(1) Gak lama kemudian gue dan Trisna berangkat ke bioskop.

(2)Trisna memang tergila-gila sama Harry Potter semua blognya penuh dengan tulisan Harry Potter.

(3)Di buku hariannya di SMA di kolom cita-cita Trisna menulis pengen ketemu Harry Potterku untuk menyihirku menjadi gadisnya yang cantik.

(Koala Kumal, Raditya Dika)

Konjungsi temporal terdapat dalam kalimat nomor ...

1

1

2

2

3

3

4

1 dan 2

5

2 dan 3

20

Open Ended

Bagaimana proses Anda menulis sebuah novel? Jelaskan!

Cermati kutipan novel berikut!

(1)Belum habis katanya, ia sudah menyimpang mendekati kembang setahun itu.

(2) sambil menunjuk membelai-belai bunga yang segar-segar itu, ia berkata,

“Bagaimana engkau tersesat di tengah rimba- rimba ini? Siapakah yang menanammu di sini?” (3) Yusuf datang mendekat pula, “Tentulah ada orang membawa kembang setahun kemari, terjatuh atau dibuangkannya di sini setangkai yang sudah tua.” (4) “Bagus benar, bagus benar,” ujar Maria, tiada memperdulikan kata Yusuf, belum puas rupanya mengucapkan kekagumannya melihat kembang itu. (5) “Kalau kita di Jakarta, tentu saya cabut sekaliannya akan ditanam di rumah.” (6) Tidak usah engkau cabut, ambil saja kembang yang tua. Cukuplah ditanami!” (“Layar Terkembang” karya STA)

Kalimat yang menyatakan latar tempat dalam kutipan tersebut terdapat pada nomor…

1

(1)

2

(2)

3

(3)

4

(4)

5

(5)

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 20

MULTIPLE CHOICE