Search Header Logo
ORGANISASI SEKOLAH

ORGANISASI SEKOLAH

Assessment

Presentation

Education

University

Hard

Created by

IMAS MASRIAH

FREE Resource

24 Slides • 0 Questions

1

ORGANISASI SEKOLAH

by IMAS MASRIAH

media

2

​​Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa mampu:

1. Menjelaskan pengertian organisasi sekolah

2. Menguraikan bentuk organisasi sekolah

3. Menentukan struktur organisasi sekolah

4. Menyusun wewenang dan tanggung jawab organisasi sekolah

5. Menganalisis faktor penyusunan organisasi sekolah

6. Melakukan perincian tugas organisasi sekolah

3

  • Organisasi secara umum dapat diartikan memberi struktur atau susunan yakni dalam penyusunan/ penempatan orang-orang dalam suatu kelompok kerja sama, dengan maksud menempatkan hubungan antara orang-orang dalam kewajibankewajiban, hak-hak dan tanggung jawab masing-masing.

  • Penentuan struktur, hubungan tugas dan tanggung jawab itu dimaksudkan agar tersusun suatu pola kegiatan untuk menuju ke arah tercapainya tujuan bersama.

  • Organisasi sekolah yang baik menghendaki agar tugas-tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan penyelenggaraan sekolah untuk mencapai tujuannya dibagi secara merata dengan baik sesuai dengan kemampuan dan wewenang yang telah ditentukan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan sesudah semestinya mempunyai organisasi yang baik agar tujuan pendidikan formal ini tercapai sepenuhnya. Kita mengetahui unsur personal di dalam lingkungan sekolah adalah, kepala sekolah, guru, karyawan, dan murid. Di samping itu sekolah sebagai lembaga pendidikan formal ada di bawah instansi atasan baik itu kantor dinas atau kantor wilayah departemen yang bersangkutan.

  • Di negara kita, kepala sekolah adalah jabatan tertinggi di sekolah itu, sehingga ia berperan sebagai pemimpin sekolah dan dalam struktur organisasi sekolah ia didudukkan pada tempat paling atas. Melalui struktur organisasi yang ada tersebut orang akan mengetahui apa tugas dan wewenang kepala sekolah, apa tugas guru, apa tugas karyawan sekolah (yang biasa dikenal sebagai pengawai tata usaha).

4

Di suatu sekolah dibentuk satuan tugas (unit kerja) tertentu seperti bagian UKS (Usaha Kesehatan Sekolah), bagian perpustakaan, bagian kepramukaan, dan lain-lain sehingga keadaan ini tentunya akan memperlancar jalannya "roda" pendidikan di sekolah tersebut. Dengan organisasi yang baik dapat dihindari tindakan kepala sekolah yang menunjukkan kekuasaan yang berlebihan (otoriter). Suasana kerja dapat lebih berjiwa demokratis karena timbulnya partisipasi aktif dari semua pihak yang bertanggung jawab. Partisipasi aktif yang mendidik (pedagogis) dapat digiatkan melalui kegairahan murid sendiri yang bergerak dengan wadah OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Oleh karena itu di dalam memikirkan pembentukan organisasi sekolah, maka fungsi dan peranan OSIS tidak boleh dilupakan.

5

1. Pengertian Organisasi Sekolah

​Organisasi secara umum dapat diartikan memberi struktur atau susunan yakni dalam penyusunan penempatan orang-orang dalam suatu kelompok kerja sama, dengan maksud menempatkan hubungan antara orang-orang dalam kewajibankewajiban, hak-hak dan tanggung jawab masing-masing. Dalam suatu susunan atau struktur organisasi dapat dilihat bidang, tugas dan fungsi masing-masing kesatuan serta hubungan vertikal horizontal antara kesatuan-kestuan tersebut.

​Mulyani A. Nurhadi membedakan jadi dua yaitu

1. Organisasi makro; dan

2. Organisasi mikro.

6

Organisasi sekolah adalah sistem yang bergerak dan berperan dalam merumuskan tujuan pendewasaan manusia sebagai mahluk sosial agar mampu berinteraksi dengan lingkungan. Dengan begitu disana kita bisa belajar bagaimana cara menyikapi diri kita ketika berhadapan dengan suatu masalah sehingga kita bisa menyelesaikannya. Dengan pendewasaan maka kita dapat menyikapi masalah kita dengan baik dan kita juga mampu berinteraksi sebagai mana peran kita didalam suatu lingkungan.

1) Organization is the form of every human association for the attainment of comon purpose (James D. Oony); (Organisasi adalah bentuk setiap perkumpulan manusia untuk mencapai tujuan bersama); dan

2) An organization as a system of cooperative activities of two or more persons (Chester I. Barnard). (Suatu organisasi sebagai suatu sistem kegiatan kerjasama dua orang atau lebih)

Kesimpulan :

Oorganisasi adalah sebuah bentuk atau sistem yang terdiri dari sekelompok manusia yang berkerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh sebab itu sekolah dikatakan sebagai sebuah organisasi karena sekolah didirikan untuk mencapai tujuan bersama khususnya di bidang pendidikan.

7

​2. Bentuk Organisasi Sekolah

a. Organisasi Lini (Line Organization)

b. Organisasi Staf (Staff Organization)

c. Bentuk Gabungan (Line and Staff Organization)

d. Organisasi Fungsional (Fungsional Organization)

media

8

​3. Struktur Organisasi Sekolah

a. Struktur Sentralisasi

b. Struktur Desentralisasi

media

9

4. Wewenang dan Tanggung Jawab Organisasi Sekolah

  • T. Hani Handoko membagi wewenang dalam dua sumber, yaitu teori formal ( pandangan klasik ) dan teori penerimaan.

  • Wewenang formal merupakan wewenang pemberian atau pelimpahan dari orang lain. Wewenang ini berasal dari tingkat masyarakat yang sangat tinggi dan secara hukum diturunkan dari tingkat ke tingkat.

  • Berdasarkan teori penerimaan ( acceptance theory of authority ) wewenang timbul hanya bila hal diterima oleh kelompok atau individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan dan ini tidak tergantung pada penerima ( reciver ).

10

  • Chester Bamard mengatakan bahwa seseorang bersedia menerima komunikasi yang bersifat kewenangan bila memenuhi;

a) Memahami komunikasi tersebut;

b) Tidak menyimpang dari tujuan organisasi; dan

c) Mampu secara mental dan phisik untuk mengikutinya.

  • Agar wewenang yang dimiliki oleh seseorang dapat di taati oleh bawahan maka diperlukan adanya kekuasaan ( power ) yaitu kemampuan melakukan hak tersebut, dengan cara mempengaruhi individu, kelompok, keputusan.

  • Menurut jenisnya kekuasaan dibagi menjadi dua yaitu; a) Kekuasaan posisi ( position power ) yang didapat dari wewenang formal, besarnya ini tergantung pada besarnya pendelegasian orang yang menduduki posisi tersebut; dan b) Kekuasaan pribadi ( personal power ) berasal dari para pengikut dan didasarkan pada seberapa besar para pengikut mengagumi, respek dan merasa terikat pada pimpinan.

11

​Macam-macam kekuasaan :

a. Kekuasaan balas jasa (reward power) berupa uang, suaka, perkembangan karier dan sebagainya yang diberikan untuk melaksanakan perintah atau persyaratan lainnya.

b. Kekuasaan paksaan (Coercive power) berasal dari apa yang dirasakan oleh seseorang bahwa hukuman (dipecat, ditegur, dan sebagainya) akan diterima bila tidak melakukan perintah.

c. Kekuasaan sah (legitimate power) Berkembang dari nilai-nilai intern karena seseorang tersebut telah diangkat sebagai pemimpinnya.

d. Kekuasaan pengendalian informasi (control of information power) berasal dari pengetahuan yang tidak dipercaya orang lain, ini dilakukan dengan pemberian atau penahanan informasi yang dibutuhkan.

e. Kekuasaan panutan (referent power) didasarkan atas identifikasi orang dengan pimpinan dan menjadikannya sebagai panutan.

f. Kekuasaan ahli (expert power) yaitu keahlian atau ilmu pengetahuan seseorang dalam bidangnya.

12

​Tanggungjawab

Tanggung jawab dan akuntabilitas tanggung jawab (responsibility) yaitu kewajiban untuk melakukan sesuatu yang timbul bila seorang bawahan menerima wewenang dari atasannya. Akuntability yaitu permintaan pertanggung jawaban atas pemenuhan tanggung jawab yang dilimpahkan kepadanya. Yang penting untuk diperhatikan bahwa wewenang yang diberikan harus sama dengan besarnya tanggung jawab yang akan diberikan dan diberikan kebebasan dalam menentukan keputusan-keputusan yang akan diambil. Pengaruh ( influence ) yaitu transaksi dimana seseorang dibujuk oleh orang lain untuk melaksanakan suatu kegiatan sesuai dengan harapan orang yang mempengaruhi. Pengaruh dapat timbul karena status jabatan, kekuasaan dan menghukum, pemilikan informasi lengkap juga penguasaan saluran komunikasi yang lebih baik.

13

​a. Wewenang dan tanggung jawab kepala sekolah :

1) Menjaga terlaksananya dan ketercapaian program kerja sekolah

2) Menjabarkan, melaksanakan dan mengembangkan Pembelajaran Kurikulum/Program

3) Mengembangkan SDM

4) Melakukan pengawasan dan supervisi tenaga pendidik dan kependidikan

5) Melakukan hubungan kerjasama dengan pihak luar

6) Merencanakan, mengelola dan mempertanggung jawabkan keuangan

7) Mengangkat dan menetapkan personal struktur organisasi

8) Menetapkan Program Kerja Sekolah Universitas Pamulang Program Studi S1 PPKn

9) Mengesahkan perubahan kebijakan mutu organisasi

10) Melegalisasi dokumen organisasi

11) Memutuskan mutasi siswa

12) Mengusulkan promosi dan mutasi pendidik dan tenaga kependidikan

13) Menerbitkan dokumen yang dikeluarkan sekolah

14) Memberi pembinaan warga sekolah

15) Memberi penghargaan dan sanksi

16) Memberi penilaian kinerja pendidik dan tenaga kependidikan

14

b. Komite sekolah

Wewenang dan Tangung jawab, antara lain:

1) Memberikan masukan terhadap kebijakan mutu pendidikan

2) Mengawasi kebijakan sekolah.

c. Kepala Tata usaha, Wewenang dan tanggung jawab tata usaha, antara lain :

1) Menyusun dan melaksanakan program tata usaha sekolah.

2) Menyusun dan melaksanakan kegiatan keuangan sekolah.

3) Mengurus administrasi kepegawaian.

4) Mengurus administrasi kesiswaan.

5) Menyusun administrasi perlengkapan sekolah.

6) Menyusun dan menyajikan data statistik sekolah.

7) Menyusun administrasi lainnya.

8) Melaporkan semua tugas dan tanggung jawabnya kepada kepala sekolah secara berkala.

15

d. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum

Wewenang dan tanggung jawab, antara lain:

1) Menyusun program kerja bidang Kurikulum/Program

2) Mengkoordinasikan pelaksanaan dan pengembangan Kurikulum/Program

3) Memantau pelaksanaan Pembelajaran

4) Menyelenggarakan rapat koordinasi Kurikulum

5) Mengkoordinasikan pengelolaan perpustakaan

6) Mengkoordinasikan pelaksanaan evaluasi pembelajaran

7) Menyusun kalender pendidikan dan jadwal pembelajaran

8) Melaporkan hasil pelaksanaan Pembelajaran

9) Mengusulkan tugas mengajar pada masing-masing guru

10) Menghitung dan melaporkan jam mengajar guru

11) Merencanakan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan

12) Memeriksa, menyetujui rencana pembelajaran tiap program Pembelajaran

13) Memverifikasi Kurikulum

14) Merencanakan dan melaksanakan bimbingan belajar dan try out kelas 3

16

e. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan

Wewenang dan tanggung jawab, antara lain:

1) Mengkoordinasikan PSB ( Penerimaan Siswa Baru ) Universitas Pamulang Program Studi S1 PPKn 

2) Mengkoordinasikan pelaksanaan Masa Orientasi peserta didik (MOS)

3) Mengkoordinasikan pemilihan kepengurusan dan diklat OSIS

4) Mengkoordinasikan penjaringan dan pendistribusian semua bentuk beasiswa

5) Mengkoordinasikan pelaksanaan 4 K (ketertiban, kedisiplinan, keamanan, dan kekeluargaan)

6) Membina program kegiatan OSIS

7) Memeriksa dan menyetujui rencana kerja pengurus Osis

8) Melakukan tindakan terhadap siswa terkait pelanggaran tata tertib siswa

9) Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan lomba

10) Mengkoordinasikan ekstrakurikuler

11) Mengkoordinasikan peringatan hari-hari besar

17

f. Ketua program keahlian

Wewenang dan tanggung jawab, antara lain:

1) Mengkoordinasikan tugas guru dalam pembelajaran

2) Mengkoordinasikan pengembangan bahan ajar

3) Memetakan kebutuhan sumber daya untuk pembelajaran

4) Memetakan dunia industri yang relevan

5) Mengkoordinasikan program praktik kerja industri

6) Melaksanakan ujian produktif

7) Menginventarisasi fasilitas pembelajaran program keahlian

8) Melaporkan ketercapaian program kerja

9) Melakukan langkah-langkah efisien dan efektif guna kelancaran pembelajaran di program keahlian

10) Memberi masukan penilaian kinerja pendidik 1

1) Memberi sanksi kepada siswa yang melanggar tata tertib

12) Mengusulkan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan

13) Mengusulkan kebutuhan bahan dan peralatan pembelajaran 14) Mengusulkan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan program keahlian

18

g. Guru Wewenang dan tanggung jawab, antara lain:

1) Mengetahui tugas pokoknya sendiri yaitu memberikan pelajaran sesuai dengan bidang studi

2) Mengevaluasi hasil pekerjaannya

3) Mewakili kepala sekolah dan orang tua siswa di kelas

4) Mengetahui tugas-tugas yang diberikan kepada siswa dan memeriksa hasil tugas itu untuk dinilai

5) Memperhatikan kelakuan dan kerajinan siswa sebagai bahan laporan kepada kepala sekolah, wali kelas, dan guru BP

6) Memecahkan masalah-masalah pelajaran yang dihadapi siswa untuk memberikan bimbingan pelajaran kepada siswa yang cerdas, siswa yang kurang cerdas, dan siswa yang membandel Universitas Pamulang Program Studi S1 PPKn

7) Memperhatikan hasil ulangan EBTA, EBTANAS, n mengisi daftar nilai siswa

8) Melaporkan kepada kepala sekolah tentang hasil kerjanya

19

h. Siswa

Wewenang dan tanggung jawab, antara lain:

1) Menuntut ilmu sebaik-baiknya

2) Mempertanggung jawabkan hasil pembelajarannya

3) Mematuhi peraturan yang sudah di tetapkan oleh pihak sekolah

20

5. Faktor Penyusunan Organisasi Sekolah

a. Tingkat Sekolah

b. Jenis Sekolah

c. Besar Kecilnya Sekolah

d. Letak dan Lingkungan Sekolah

21

6. Rincian Tugas Organisasi Sekolah

a. Kepala Sekolah, berperan dalam dan bertugas sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM).

1) Kepala Sekolah Sebagai Edukator

2) Kepala Sekolah Sebagai Manajer

3) Kepala Sekolah Sebagai Administrator

4) Kepala Sekolah Sebagai Supervisor

5) Kepala Sekolah Sebagai Leader

6) Kepala Sekolah Sebagai Inovator

7) Kepala Sekolah Sebagai Motivator

8) Kepala Sekolah Sebagai Pejabat Formal

22

a. Komite Sekolah, berperan dalam membina dan menghimpun potensi warga sekolah dalam rangka mendukung penyelenggaraan sekolah yang berkualitas.

b. Kepala Urusan Tata Usaha, berperan dalam menyusun program tata usaha sekolah, mengurus administrasi ketenagaan dan siswa, membina dan pengembangan karier pegawai tata usaha sekolah, menyusun administrasi perlengkapan sekolah, menyusun dan penyajian data/statistik sekolah, membuat laporan kegiatan tata usaha.

c. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, berperan dalam menyusun program pengajaran, pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran, jadwal ulangan/evaluasi, kriteria kenaikan/ketidaknaikan/kelulusan, mengarahkan pembuatan satpel, membina lomba akademis, dan MGMP.

23

​d. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, berperan dalam menyusun program pembinaan OSIS, melaksanakan pembimbingan dan pengarahan kegiatan OSIS, pemilihan siswa teladan/penerima beasiswa, mutasi siswa, program ekstra kurikuler, membuat laporan kegiatan kesiswaan secara berkala.

e. Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana, berperan dalam menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasarana, mengkoordinasikan pendayagunaan sarana dan prasarana, pengelola pembiayaan alat-alat pengajaran, dan menyusun laporan pelaksanaan urusan sarana dan prasarana secara berkala.

f. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, berperan dalam mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan orang tua/wali siswa, membina hubungan antar sekolah, komite sekolah, lembaga dan instansi terkait, dan membuat laporan pelaksanaan hubungan masyarakat secara berkala.

24

​g. Koordinator BP, berperan dalam mengatasi kesulitan belajar siswa/ siswi, mengatasi kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik yang dilakukan siswa/ siswi pada asaat proses belajar mengajar berlangsung, mengatasi kesulitan yang berhubungan dengan : kesehatan jasmani, kelanjutan studi, perencanaan dan pemilihan jenis pekerjaan setelah mereka tamat, dan masalah sosial emosional sekolah yang bersumber dari sikap murid yang bersangkutan terhadap dirinya sendiri, keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan yang lebih luas.

h. Dewan guru, berperan dalam mendidik, membimbing dan mengarahkan siswa dan siswi melalui proses belajar mengajar di sekolah serta berperan dalam pembentukan kepribadian setiap siswa dan siswi.

ORGANISASI SEKOLAH

by IMAS MASRIAH

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 24

SLIDE