Search Header Logo
Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot

Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot

Assessment

Presentation

World Languages

10th Grade

Hard

Created by

HARLIAWAN HARLIAWAN

FREE Resource

15 Slides • 0 Questions

1

Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot

By HARLIAWAN HARLIAWAN

2

Tujuan Pembelajaran

Peserta Didik mampu menulis teks anekdot dengan memerhatikan struktur, dan kebahasaan baik lisan maupun tulis.

By HARLIAWAN HARLIAWAN

3

Menganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdot

Siswa mampu mengidentifikasi apa pengertian teks anekdot dan perbedaannya dengan humor. Secara sederhana, teks anekdot biasanya bersumber dari kejadian nyata, atau dapat juga dari kisah-kisah bualan dan punya tujuan mengkritik.

By HARLIAWAN HARLIAWAN

4

Ciri-ciri Teks Anekdot

  1. Teks anekdot bersifat humor atau lelucon, artinya teks anekdot berisikan kisah-kisah lucu atau bualan;

  2. Bersifat menggelitik, artinya teks anekdot akan membuat pembacanya merasa terhibur dengan kelucuan yang ada dalam teks;

  3. Bersifat menyindir;

  4. Bisa jadi mengenai orang penting;

  5. Memiliki tujuan tertentu;

  6. Kisah cerita yang disajikan hampir menyerupai dongeng;

  7. Menceritakan tentang karakter hewan dan manusia sering terhubung secara umum dan realistis.

By HARLIAWAN HARLIAWAN

5

Tujuan Teks Anekdot

Teks anekdot memiliki tujuan yang ditujukan untuk pembaca dalam setiap cerita yang ditulis. Tujuan-tujuan tersebut merupakan latar belakang bagi pengarang atau penulis untuk menulis sebuah teks anekdot. Beberapa tujuan dari penulisan teks anekdot, yaitu:

  1. Untuk membangkitkan tawa bagi pembacanya.

  2. Sebagai sarana penghibur.

  3. Sebagai sarana pengkritik.

By HARLIAWAN HARLIAWAN

6

Berdasarkan penjelasan di atas, Maka tidak bisa sembarang cerita lucu dianggap sebagai teks anekdot. Coba perhatikan teks anekdot berikut ini ya!

Menolong tanpa Pamrih

Di tengah senja, seorang pejabat korup memancing di sungai. Saking asyiknya memancing, si pejabat tidak sadar air sungainya meluap. Banjir!

Si pejabat hanyut dan tidak sadarkan diri. Begitu bangun, dia sudah berada di rumah warga. Betapa beruntungnya dia karena ada orang yang menyelamatkannya. Merasa utang budi, si pejabat ingin berterima kasih kepada warga yang telah menolongnya.

By HARLIAWAN HARLIAWAN

7

“Kamu tahu tidak saya siapa?” tanya pejabat ke laki-laki di sana.

“Tidak. Tetapi, wajah Bapak sepertinya tidak asing.” Si laki-laki berusaha mengingat. “Memangnya Bapak siapa?”

“Aku ini pejabat negara.”

Si laki-laki akhirnya ingat. Orang ini pernah ia tonton di salah satu acara televisi.

“Karena sudah menolongku, kamu boleh minta apa saja. Katakan saja keinginanmu.”

“Benar, pak pejabat?”

Si pejabat mengangguk. “Ya, ya, ya. Pasti akan kupenuhi.”

“Kalau begitu, tolong Bapak jangan bilang ke siapapun bahwa saya yang menolong Bapak!”

By HARLIAWAN HARLIAWAN

8

Dalam menganalisis sebuah teks anekdot, kita punya beberapa pisau analisis.

  • struktur teks.

  • unsur kebahasaan teks.

  • isi teks anekdot.

By HARLIAWAN HARLIAWAN

9

Struktur Teks Anekdot

Pada struktur teks anekdot, ada 5 hal yang bisa dianalisis:

1) Abstrak: Pendahuluan/bagian pembuka.

2) Orientasi: Awal suatu kejadian (saat cerita mulai bergulir).

3) Krisis: Puncak cerita. Biasanya berisi konflik/masalah yang terjadi kepada karakter.

4) Reaksi: Hal yang dilakukan karakter setelah mengalami krisis.

5) Koda: Bagian penutup yang berisi amanat/kritik.

By HARLIAWAN HARLIAWAN

10

Abstrak

Di tengah senja, seorang pejabat korup memancing di sungai. Saking asyiknya memancing, si pejabat tidak sadar air sungainya meluap. Banjir!

By HARLIAWAN HARLIAWAN

11

Orientasi

Si pejabat hanyut dan tidak sadarkan diri. Begitu bangun, dia sudah berada di rumah warga. Betapa beruntungnya dia karena ada orang yang menyelamatkannya. Merasa utang budi, si pejabat ingin berterima kasih kepada warga yang telah menolongnya.

By HARLIAWAN HARLIAWAN

12

Krisis

“Kamu tahu tidak saya siapa?” tanya pejabat ke laki-laki di sana.

“Tidak. Tetapi, wajah Bapak sepertinya tidak asing.” Si laki-laki berusaha mengingat. “Memangnya Bapak siapa?”

“Aku ini pejabat negara.”

Si laki-laki akhirnya ingat. Orang ini pernah ia tonton di salah satu acara televisi.

By HARLIAWAN HARLIAWAN

13

Reaksi

“Karena sudah menolongku, kamu boleh minta apa saja. Katakan saja keinginanmu.”

“Benar, pak pejabat?”

Si pejabat mengangguk. “Ya, ya, ya. Pasti akan kupenuhi.”

By HARLIAWAN HARLIAWAN

14

Koda

“Kalau begitu, tolong Bapak jangan bilang ke siapapun bahwa saya yang menolong Bapak!”

By HARLIAWAN HARLIAWAN

15

Terima Kasih

By HARLIAWAN HARLIAWAN

Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot

By HARLIAWAN HARLIAWAN

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 15

SLIDE