Search Header Logo
Sejarah Indonesia kelas 12

Sejarah Indonesia kelas 12

Assessment

Presentation

Other

12th Grade

Hard

Created by

Syahrial Syah

Used 13+ times

FREE Resource

9 Slides • 0 Questions

1

Sejarah Indonesia kelas 12

By Syahrial Syah

​Dari Indonesia Untuk Perdamaian Dunia

2

Konfrensi Asia Afrika (KAA)

Sebab atau latar belakang konferensi Asia Afrika adalah adanya kekuatan besar yang mendominasi dunia setelah Perang Dunia II, kekuatan besar yang dimaksud yaitu Blok Barat dan Blok Timur. Negara dari Blok Barat dipimpin oleh Amerika Serikat, mereka mendirikan NATO (North Atlantic Treaty Organization), anggotanya terdiri dari 12 negara, meliputi AS, Perancis, Inggris, Portugal, Norwegia, Italia, Belgia, Luksemburg, Kanada, Belanda, Denmark dan Islandia. 

Sementara negara dari Blok Timur membuat aliansi militer bernama Pakta Warsawa, didirikan pada tahun 1955. Diketuai oleh Uni Soviet (sekarang Rusia), anggotanya terdiri dari 7 negara, antara lain : Polandia, Hongaria, Rumania, Bulgaria, Jerman Timur, dan Cekoslovakia. Kedua aliansi ini saling memperebutkan pengaruh besar di dunia, baik dibidang politik dan Militer. Periode ini disebut dengan Perang Dingin, akibatnya ada negara-negara yang terpecah, seperti Vietnam, Korea dan Jerman, sehingga menjadi dua wilayah yang saling bermusuhan.

Some text here about the topic of discussion

3

beberapa faktor lain diselenggarakannya KKA (Konferensi Asia Afrika), meliputi :

  • Dua Benua yaitu Asia dan Afrika mempunyai kesamaan hubungan keturunan, sejarah dan agama.

  • Letak kedua benua saling berbatasan dan memiliki geografis sama.

  • Ketiga memiliki persamaan senasib, yaitu korban dari penjajahan bangsa barat (Eropa) yang sangat merugikan baik ekonomi dan sosial (kesengsaraan dan kemelaratan).

  • Sama-sama baru merdeka, sehingga menghadapi masalah yang sama dalam hal pembangunan infrastruktur, kemajuan ekonomi, pendidikan, kebudayaan dan sosial.

4

​Dasasila Bandung

1. Menghormati hak-hak asasi manusia dan menghormati tujuan-tujuan dan prinsipprinsip dalam Piagam PBB.

2. Menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah semua negara.

3. Mengakui persamaan derajat semua ras serta persamaan derajat semua negara besar dan kecil.

4. Tidak campur tangan di dalam urusan dalam negeri negara lain.

5. Menghormati hak setiap negara untuk mempertahankan dirinya sendiri atau secara kolektif, sesuai dengan Piagam PBB.

6. a. Tidak menggunakan pengaturan-pengaturan pertahanan kolektif untuk kepentingan khusus negara besar mana pun. b. Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain mana pun.

7. Tidak melakukan tindakan atau ancaman agresi atau menggunakan kekuatan

terhadap keutuhan wilayah atau kemerdekaan politik negara mana pun.

8. Menyelesaikan semua perselisihan internasional dengan cara-cara damai, seperti melalui perundingan, konsiliasi, arbitrasi, atau penyelesaian hukum, ataupun cara-cara damai lainnya yang menjadi pilihan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan Piagam PBB.

9. Meningkatkan kepentingan dan kerja sama bersama.

10. Menjunjung tinggi keadilan dan kewajiban-kewajiban internasional.

5

​Berakan Non Blok (GNB)

​Salah satu latar belakang munculnya Gerakan Non Blok adalah akibat persaingan antara

Blok Barat (Amerika Serikat dengan sekutunya) dan Blok Timur (Uni Soviet/Rusia dengan

sekutunya). Persaingan kedua blok tersebut bahkan sempat memicu terjadinya beberapa

konfl ik terutama di Asia, seperti Perang Korea, dan Perang Vietnam. Ketegangan dunia

semakin meningkat akibat persaingan antara Blok Barat dan Blok Timur yang mencapai

puncaknya pada krisis Teluk Babi di Kuba, yang hampir saja memicu Perang Dunia III.

6

​Tujuan GNB

Secara ringkas, tujuan GNB adalah mengawasi kedaulatan negara-negara netral (anggota GNB) serta menentang seluruh kejahatan internasional.

Bentuk-bentuk kejahatan internasional yang ditentang Gerakan Non-Blok adalah imperialisme, neo-kolonialisme, kolonialisme, apartheid, rasisme, agresi militer, dan dominasi satu kubu di politik dunia. Lalu, perang dingin yang terjadi saat itu antara dua kubu juga menjadi alasan GNB untuk memiliki tujuan sebagai blok yang dapat mengakhiri perang tersebut.​

7

Peran Indonesia dalam Gerakan Non Blok

​Berikut ini beberapa poin tentang peran Indonesia dalam Gerakan Non Blok.

1. Menjadi pelopor GNB Soekarno, selaku presiden pertama Indonesia, bersama empat pemimpin dunia lainnya menjadi pelopor berdirinya Gerakan Non-Blok. Presiden Soekarno juga memelopori penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika yang punya peran penting dalam pendirian GNB.

2. Menjadi tuan rumah pertemuan Peran Indonesia bisa dilihat dari pelaksanaan KAA yang dilaksanakan pada 1955 di Bandung, Jawa Barat. Kala itu, negara-negara yang tidak memihak dua blok yang ada akhirnya menyatakan keinginan untuk bersikap netral. Ada 29 kepala negara Asia-Afrika yang baru merderka hadir dalam forum KAA 1955. Indonesia pun pernah menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok (GNB) ke-X yang diadakan di Jakarta, pada tanggal 1-6 September 1992.

8

​3. Menjadi Pemimpin GNB Selain menjadi tuan rumah KTT GNB ke-10, pada tahun 1992, Presiden Indonesia kedua, Soeharto, juga ditunjuk menjadi Ketua Gerakan Non-Blok.

4. Memiliki prinsip yang sama dengan GNB Indonesia yang telah merdeka menentang keras kejahatan internasional, terlebih lagi jika dilakukan dengan cara kemiliteran.

Perdamaian yang dijunjung serta politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia ternyata sejalan dengan prinsip GNB.

9

Sejarah Indonesia kelas 12

By Syahrial Syah

​Dari Indonesia Untuk Perdamaian Dunia

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 9

SLIDE