Search Header Logo
Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik 2

Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik 2

Assessment

Presentation

Science

11th Grade

Hard

Created by

Naufal Akmal

FREE Resource

17 Slides • 0 Questions

1

Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik 2

By Naufal Akmal

2

Sinkronisasi antar generator

Jika generator ​dibebani melebihi kapasitasnya akan mengakibatkab generator tersebut tidak bekerja atau bahkan akan mengalami kerusakan. Untuk mengatasi kebutuhan listrik yang meningkat dapat diatasi dengan menggabungkan dua sumber listrik atau lebih dengan menjalankan generator lain kemudian di pararel dengan generator utama pada suatu jaringan yang sama

Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik

3

cara membuat pararel generator

Syarat utama pararel generator:

  1. Nilai efektif tegangan (V) antar generator harus sama dengan tegangan utama​.

  2. Frekuensi antar fasa harus sama​

  3. Sudut fasa (​θ) antar generator harus sama.

  4. ​Urutan fasa kedua generator harus sama.

Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik

4

Hal-hal yang harus dipastikan sebelum melakukan sinkronisasi generator dengan busbar:

  1. PMT (circuit breaker) dalam keadaan terbuka

  2. PMT sistem eksitasi generator dalam keadan terbuka

  3. Mesin berputar pada putaran nominal dan governor pada posisi minimum

  4. Semua dalam kondisi normal dan siap di sinkronisasikan

  5. Sistem jaringan telah bertegangan dan pemisah pada bus sudah masuk​

Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik

5

PRoses sinkronisasi generator

  1. Naikan putaran generator dengan kontrol governor hingga putarannya sama dengan kecepatn frekuensi sistem.

  2. Periksa sistem eksitasi, kemudian masukan pemutus tenaga penguat medan (field breaker)

  3. Naikan arus eksitasi, periksa tegangan generator,

  4. Masukan switch synchroscope ke posisi manual.

  5. Atur eksitasi agr tegangan generator sama dengan tegangan sistem (jaringan)

Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik

Sinkronisasi manual

6

PRoses sinkronisasi generator

  1. Pada saat jarum synchroscope mendekati titik nol, tekan tombol pemutus tenaga generator sehingga CB masuk pada saat jarum menuju titik nol. Generator telah sinkron.

  2. Matikan peralatan sikronisasi dan selektro switch​​.

Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik

Sinkronisasi manual

7

PRoses sinkronisasi generator

​dapat dilakukan secara otomatis pada synchronizyng panel. dan hanya dapat dilakukan dengan alat yang dapat secara otomatis memonitor perbedaan fasa, tegngan, frekuensi dan urutan fasa. Apabila semua kondisi telah tercapai, alat memberika sinyal bahwa sakelar untuk pararel generator dapat dimasukkan

Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik

Sinkronisasi otomatis

media

8

prosedur proses sinkronisasi pararel otomatis

  1. Pastikan bahwa breaker dari generator yang akan dipararel dalam keadaan terbuka.

  2. Pastikan AVR dalam posisi Auto.

  3. Start prime mover sampai pada spesifikasi putaran tanpa beban.

  4. gunakan governor control untuk mengeset frekuensi incoming (masukan) generator lebih tinggi 1/10 dari frekuensi sistem.

  5. Gunakan AVR untuk mengeset tegangan incoming generator sama atau lebih tinggi dari sistem

  6. Gunakan synchroscope pada incoming generator dan set frekuensi incoming generator berputar perlahan di daerah "fast" mendekati "0".

Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik

9

prosedur proses sinkronisasi pararel otomatis

  1. Tutup breaker incoming saat 1 sampai 2 derajt pada synchroscope sebelum posisi "0".

  2. Matikan synchroscope

  3. Dengan governor control, buat perpindahan barang ke incoming generator secara perlahan.​

Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik

10

sinkronisasi genset dan pln

​Perangkat Panel ATS - AMF ini secara prinsipnya apabila aliran listrik dari PLN putus maka panel ATS langsung memindahkan aliran ke genset dan AMF akan langsung pula menghidupkan genset secara otomatis dan mengalirkan aliran listrik dan sebaliknya juga apabila listrik PLN hidup makan secara otomatis pula panel AMF akan mematikan generator Set dan ATS akan memindahkan aliran dari PLN langsung.

Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik

sinkronisasi genset dan pln menggunakan rangkaian ats/amf genset otomatis

11

Rangkaian kontrol panel ats-amf

​ATS adalah singkatan dari Automatic Transfer Switch, sedangkan kepanjangan AMF adalah Automatic Main Failure.

​Sesuai namanya, AMF berfungsi untuk menyalakan genset secara otomatis apabila listrik PLN (main electric source) padam. Untuk menjalankan fungsi ini, Panel AMF memerlukan input listrik PLN (untuk dipantau aktif atau padam), juga data-data mesin (untuk mengetahui apakah genset berhasil dinyalakan). Output AMF adalah sinyal ke genset untuk menyalakan dan mematikannya.

Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik

12

Rangkaian kontrol panel ats-amf

​Pada genset-genset baru dengan sistem kontrol digital, kebanyakan modul kontrol mereka sudah menyediakan fungsi AMF ini, sehingga tidak perlu menambahkan lagi fungsi AMF pada panel secara manual.

Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik

13

Rangkaian kontrol panel ats-amf

jika AMF bekerja, genset sudah menyala dan siap menerima beban, tetapi masih belum terhubung sama sekali ke beban. Untuk menyambungkan genset ke jaringan secara otomatis, itulah fungsi ATS. ATS juga perlu mendeteksi listrik PLN, sehingga jika PLN sudah menyala, ATS akan mengoperkan (switch) beban dari genset ke PLN secara otomatis pula.

Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik

14

Rangkaian kontrol panel ats-amf

Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik

media

​Dari gambar di atas Alat dan Bahan yang dibutuhkan adalah:

2 buah kontaktor

1 buah timer

1 buah On Delay anda bisa menggunakan timer untuk mengganti on delay

15

Rangkaian kontrol panel ats-amf

Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik

Cara kerja rangkaian kontrol tersebut adalah:

​Contactor K1 berguna untuk pertukaran dari sumber tegangan PLN ke sumber tegangan genset.

Ketika Listrik dari PLN sedang dalam posisi Hidup (ON) contactor K1 akan mendapatkan suplai tegangan dari Line tegangan PLN, coil yang terdapat di dalam contactor K1 akan dialiri arus listrik sehingga inti besi di dalam coil tersebut menjadi medan magnet yang akan membuat contact K1 NO (Normally Open) menjadi tertutup sedangkan sebaliknya jika contact yang NC (Normally Close) menjadi terbuka.

Contact NC dari contactor K1 akan terbuka sehingga sambungan ke genset menjadi terbuka.

Hal ini akan membuat sambungan dari genset ke beban atau sumber utama tersambung ke sumber tegangan dari PLN.

16

Rangkaian kontrol panel ats-amf

Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik

Ketika sumber tegangan dari PLN dalam keadaan OFF, contactor K1 tidak mendapat suplai tegangan dari PLN sehingga contact dari contactor bekerja dalam keadaan normal. Contact NC dari contactor K1 pada ACCU Genset akan memberi suplai tegangan untuk menghidupkan / menstarter genset selama beberapa detik sesuai settingan pada timer on delay begitu genset menyala dan mensuplai daya ke On Delay Timer yang telah disetting waktunya misalnya selama 5 detik. Setelah 5 detik berjalan.

Suplai tegangan dari accu ke starter genset akan terputus.

Timer T2 akan bekerja untuk menghidupkan contactor K2 penggunaan timer T2 adalah untuk penundaan penyambungan genset ke beban (menunggu mesin stabil / panas).

Besarnya waktu timer dapat anda setting sesuai kebutuhan.

17

Rangkaian kontrol panel ats-amf

Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik

setelah Contactor K2 bekerja, maka contactor K2 akan menyuplai daya dari genset ke sumber beban. Sehingga sumber beban berasal dari Genset.

Setelah dipasang sesuai dengan Gambar rangkaian ATS / AMF Genset otomatis dapat anda lihat pada gambar rangkaian starter genset terintegrasi dengan rangkaian ATS / AMF Genset Otomatis

Namun jika anda memiliki genset yang tidak mempunyai starter motor seperti genset dengan daya 3500VA ke bawah, anda bisa memodifikasi gensetnya dengan menambahkan starter motor, aki, relay dan sekering.

Sinkronisasi Sistem Tenaga Listrik 2

By Naufal Akmal

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 17

SLIDE