Search Header Logo
Pendekatan Kardinal dan Ordinal-Teori Perilaku Konsumen

Pendekatan Kardinal dan Ordinal-Teori Perilaku Konsumen

Assessment

Presentation

Education

10th Grade

Hard

Created by

Grace Melisa

Used 8+ times

FREE Resource

11 Slides • 0 Questions

1

Pendekatan teori utilitas pada perilaku konsumen

media
  • Pendekatan Kardinal

  • Pendekatan Ordinal​

2

perilaku konsumen dg pendekatan kardinal

Asumsi yang berlaku

Nilai guna dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif dan alat ukurnya adalah uang.

Uang dapat digunakan sebagai alat ukur apabila uang dipandang sebagai subjek.

Contoh:

Semakin tinggi tingkat kepuasan seseorang dalam mengkonsumsi suatu barang artinya barang tersebut mempunyai nilai guna yang sangat tinggi bagi kehidupannya, maka semakin besar pula kesediaan konsumen tersebut untuk mengorbankan uangnya, sebaliknya semakin rendah nilai guna barang tersebut akan semakin kecil pula kesediaan konsumen mengorbankan uangnya.

3

​konsep utilitas

  1. Total Utility : jumlah keseluruhan kepuasan (utilitas) yg diperoleh konsumen dalam mengkonsumsi sejumlah barang tertentu.

  2. Marginal Utility : pertambahan nilai guna (kepuasan) yg diperoleh sebagai akibat dari pertambahan satu unit barang yang dikonsumsi.​

4

​konsep utilitas

Hukum "The Law of Diminishing Marginal Utility" - Hukum Gossen I

artinya semakin banyak suatu barang yg dikonsumsi pertambahan nilai guna(kepuasan) yg diperoleh dari setiap pertambahan 1 unit barang yg dikonsumsi akan menurun.

5

​kurva TU dan mu

media

6

KESEIMBANGAN KONSUMEN DENGAN PENDEKATAN KARDINAL

​Hukum Gossen II
"Konsumen akan melakukan konsumsi sedemikian rupa sehingga nilai guna marginal setiap barang dan jasa yang dikonsumsi akan sama."

MUx = MUy = MUz

Px Py​ Pz

7

perilaku konsumen dg pendekatan ordinal

Pendekatan ini mempunyai asumsi:

Rationality 

konsumen diasumsikan rasional artinya ia memaksimalkan utility dengan pendapatan pada harga pasar tertentu.

Dan konsumen dianggap mempunyai pengetahuan sempurna mengenai informasi pasar 

Utility adalah bersifat ordinal

artinya konsumen cukup memberikan rangking atau peringkat kombinasi mana saja yang ia sukai. Dengan demikian, konsumen tidak perlu memberikan utilility atau satuan kepuasan terhadap barang yang dikonsumsi.

Menganut hukum Diminishing Marginal Rate of Substitution

artinya bila konsumen menaikkan konsumsi barang yang satu akan menyebabkan penurunan konsumsi barang yang lain dan dapat digambarkan dengan kurva indeferen.

8

kurva indeferen

adalah kurva yang menghubungkan titik-titik berbagai kombinasi antara 2 barang yang dapat memberikan kepuasan yang sama bagi seorang konsumen. Cirinya adalah:

  • turun dari kiri atas ke kanan bawah, hal ini disebabkan adanya faktor substitusi antara dua barang yang dikonsumsi

  • kurva indeferen tidak berpotongan antara satu sama lain

  • cembung terh​adap titik origin.

media

9

budget line (garis anggaran)

  • Adalah suatu garis anggaran pengeluaran yg memperlihatkan hubungan berbagai titik kombinasi dari dua macam barang yg dikonsumsi dengan batas anggaran tertentu yg sama.

  • Konsumen hanya mampu membeli sejumlah barang yang terletak pada atau sebelah kiri garis anggaran.

10

media
  1. Garis AD merupakan garis anggaran untuk membeli dua barang konsumsi 1 dan 2.

  2. Titik A menunjukkan semua dana digunakan untuk membeli barang 1, sedangkan titik D menunjukkan semua dana untuk membeli barang 2

kurva budget line

11

keseimbangan konsumen pendekatan ordinal

Secara ordinal seorang konsumen dikatakan dalam equilibrium apabila

keinginan konsumen sama persis dengan kemampuan konsumen

Keinginan konsumen dinyatakan dengan Indifference Curve (IC)

dan Kemampuan konsumen dinyatakan dengan Budget Line (BL)

Secara teori keseimbangan konsumen terjadi ketika BL bersinggungan dengan IC.

Pendekatan teori utilitas pada perilaku konsumen

media
  • Pendekatan Kardinal

  • Pendekatan Ordinal​

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 11

SLIDE