Search Header Logo
Budaya Positif

Budaya Positif

Assessment

Presentation

Education

Professional Development

Practice Problem

Hard

Created by

Nila Putri

Used 2+ times

FREE Resource

14 Slides • 0 Questions

1

media
media

Budaya Positif

Oleh:

Nila Putri

CGP Angkatan 6

SD Negeri Bintaos Tepus Gunungkidul

2

media

Budaya Positif

Keyakinan

Kelas

BUDAYA
POSITIF

Disiplin Positif

dan Nilai
Kebajikan
Universal

Motivasi,

Hukuman dan
penghargaan,

dan restitusi

Kebutuhan Dasar

Manusia dan

Dunia Berkualitas

LIma Posisi

Kontrol

Segitiga
Restitusi

3

media

1
DISIPLIN POSITIF
2
TEORI KONTROL
3
TEORI MOTIVASI

Disiplin merupakan cara

mengontrol dan menguasai
diri untuk memilih tindakan
yang mengacu pada nilai-

nilai yang kita hargai
mencapai suatu tujuan

mulia.

Teori Kontrol menyatakan

bahwa semua perilaku
memiliki tujuan, bahkan
terhadap perilaku yang
tidak disukai. Perilaku
seseorang hanya dapat
dikendalikan oleh dirinya

sendiri.

Motivasi merupakan

bentuk dorongan untuk

melakukan sesuatu dalam
mencapai tujuan. Motivasi

perilaku manusia, yaitu

untuk menghindari
ketidaknyamanan,

mendapatkan imbalan atau

penghargaan dari orang
lain, dan menjadi orang
yang mereka inginkan.

4

media

4
HUKUMAN DAN
PENGHARGAAN

5
POSISI KONTROL
GURU

Hukuman bersifat tiba-
tiba, tanpa rencana, dan
hanya satu arah tanpa

melalui suatu kesepakatan.

Hukuman cenderung

menyakitkan.

Penghargaan merupakan
suatu benda atau peristiwa

yang diinginkan, dibuat
dengan persyaratan yang

berdampak memiliki

ketergantungan sehingga
tidak memiliki motivasi

dari dalam.

Lima posisi kontrol yang
diterapkan seorang guru,

adalah penghukum,

pembuat rasa bersalah,
teman, pemantau dan

manajer.

5

media

5
POSISI KONTROL
GURU

Lima posisi kontrol yang
diterapkan seorang guru,

adalah penghukum,

pembuat rasa bersalah,
teman, pemantau dan

manajer.

PENGHUKUM

Patuhi aturan saya, atau awas!”
“Kamu selalu saja salah!”
“Selalu, pasti selalu yang terakhir selesai”
Guru seperti ini senantiasa percaya hanya ada satu cara
agar pembelajaran bisa berhasil, yaitu cara dia.

Kemungkinan murid marah dan mendendam atau
bersifat agresif. Bisa jadi sesudah kembali duduk, murid
tersebut akan mencoret-coret bukunya atau meja
tulisnya. Lebih buruk lagi, sepulang sekolah, murid
melihat motor atau mobil bapak/ibu guru dan akan
menggores kendaraan tersebut dengan paku.

6

media

5
POSISI KONTROL
GURU

Lima posisi kontrol yang
diterapkan seorang guru,

adalah penghukum,

pembuat rasa bersalah,
teman, pemantau dan

manajer.

PEMBUAT RASA BERSALAH

“Ibu sangat kecewa sekali dengan kamu”
“Berapa kali Bapak harus memberitahu kamu ya?”
“Gimana coba, kalau orang tua kamu tahu kamu berbuat
begini?”
Di posisi ini murid akan memiliki penilaian diri yang
buruk tentang diri mereka, murid merasa tidak berharga,
dan telah mengecewakan orang-orang disayanginya.

Murid

akan

merasa

bersalah.

Bersalah

telah

mengecewakan ibu atau bapak gurunya. Murid akan
merasa menjadi orang yang gagal dan tidak sanggup
membahagiakan orang lain. Murid tertekan seperti inilah
yang tiba-tiba bisa meletus amarahnya, dan bisa
menyakiti diri sendiri atau orang lain.

7

media

5
POSISI KONTROL
GURU

Lima posisi kontrol yang
diterapkan seorang guru,

adalah penghukum,

pembuat rasa bersalah,
teman, pemantau dan

manajer.

TEMAN

“Ayo bantulah, demi bapak ya?”
“Ayo ingat tidak bantuan Bapak selama ini?”
“Ya sudah kali ini tidak apa-apa. Nanti Ibu bantu
bereskan”.

Murid akan merasa senang dan akrab dengan guru. Ini
termasuk dampak yang positif, hanya saja di sisi negatif
murid menjadi tergantung pada guru tersebut. Bila ada
masalah, dia merasa bisa mengandalkan guru tersebut
untuk membantunya. Akibat lain dari posisi teman, Adi
hanya akan berbuat sesuatu bila yang menyuruh adalah
guru tersebut, dan belum tentu berlaku yang sama
dengan guru atau orang lain.

8

media

5
POSISI KONTROL
GURU

Lima posisi kontrol yang
diterapkan seorang guru,

adalah penghukum,

pembuat rasa bersalah,
teman, pemantau dan

manajer.

PEMANTAU

“Peraturannya apa?”
“Apa yang telah kamu lakukan?”
“Sanksi atau konsekuensinya apa?”

Murid memahami konsekuensi yang harus dijalankan
karena telah melanggar salah satu peraturan sekolah.
Guru tidak menunjukkan suatu emosi yang berlebihan,
menjadi marah atau membuat merasa berbuat salah.
Murid tetap dibuat tidak nyaman yaitu dengan harus
tinggal kelas pada waktu jam istirahat dan mengerjakan
tugas. Guru tetap harus memantau murid pada saat
mengerjakan tugas di jam istirahat karena murid tidak
bisa ditinggal seorang diri.

9

media

5
POSISI KONTROL
GURU

Lima posisi kontrol yang
diterapkan seorang guru,

adalah penghukum,

pembuat rasa bersalah,
teman, pemantau dan

manajer.

MANAJER

“Jika kamu meyakininya, apakah kamu bersedia
memperbaikinya?”
“Jika kamu memperbaiki ini, hal ini menunjukkan apa
tentang dirimu?”
“Apa rencana kamu untuk memperbaiki hal ini?”

Tugas seorang manajer bukan untuk mengatur perilaku
seseorang.

Kita

membimbing

murid

untuk

dapat

mengatur

dirinya.

Seorang

manajer

bukannya

memisahkan

murid

dari

kelompoknya,

tapi

mengembalikan murid tersebut ke kelompoknya dengan
lebih baik dan kuat.

10

media

7
KEYAKINAN
KELAS

8
SEGITIGA
RESTITUSI

Nilai-nilai kebajikan yang
diyakini oleh kelas untuk
menumbuhkan motivasi

intrinsik dan budaya

positif di kelas.

Segitiga Restitusi

adalah suatu proses
dialog yoleh guru atau

orang tua, untuk

menghasilkan murid

yang mandiri dan

bertanggung jawab.

Tahapan dalam segitiga

restitusi yaitu

menstabilkan identitas,
validasi tindakan yang
salah, dan menanyakan

keyakinan.

6
KEBUTUHAN
DASAR MANUSIA

Lima kebutuhan dasar

manusia yaitu kebutuhan

untuk bertahan hidup
(survival), kebutuhan

merasa diterima (love and

belonging), kebutuhan

akan kebebasan (freedom),

kebutuhan akan
kesenangan (fun),
kebutuhan akan

penguasaan (power).

11

media
media
media

12

media

https://youtu.be/P6ZOs_k5-aI

Bersikap positif.
Senantiasa menjadi diri terbaik.
Menghormati orang lain.
Bertanggung jawab terhadap
setiap tugas.
Bermanfaat bagi diri sendiri dan
orang lain

Kesepakatan Kelas 6

13

media

14

media
media

Terima Kasih

media
media

Budaya Positif

Oleh:

Nila Putri

CGP Angkatan 6

SD Negeri Bintaos Tepus Gunungkidul

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 14

SLIDE