
Slide Merdeka Belajar
Presentation
•
Education
•
1st - 5th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Ariswara Ariswara
Used 1+ times
FREE Resource
11 Slides • 0 Questions
1
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
MERDEKA BELAJAR
AKSI NYATA
ARISWARA, S.Pd.
SDN 1 SUKAPURA KEC. SUKARAJA KAB. TASIKMALAYA
Tujuan Pembelajaran
1.
Pemahaman gagasan dan prinsip pendidikan berdasarkan pemikiran Ki Hajar Dewantara
2.
Pemahaman untuk memfasilitasi murid agar tumbuh sesuai dengan kodratnya.
3.
Penerapan pembelajaran yang memerdekakan murid
2
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Modul 1 Mengenali dan Memahami Diri Sebagai Pendidik
•Mengenali Diri dan Perannya sebagai pendidik
Kita sebagai pendidik perlu terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri serta beradaptasi dengan
berbagai teknologi sesuai dengan perkembangan zaman, agar kita sebagai pendidik bisa
menghantarkan murid-murid untuk berdaya dan menjadi manusia merdeka. Menurut Ki Hajar
Dewantara “manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya bersandar pada kekuatan sendiri baik
lahir maupun batin, tidak tergantung pada orang lain”.
•Apa Peran Saya Sebagai Guru
Murid kita saat ini adalah generasi digital native, fasih berselancar di internet, sebagai guru perlu
menyelaraskan peran sebagai pendidik yang relevan dengan konteks murid dan zaman. Saat ini
guru merancang, memfasilitasi proses belajar mengajar, menuntun siswa untuk menemukan siapa
diri mereka serta kita hadir secara utuh dan menghantarkan mereka menuju cita-citanya.
•Ingin menjadi Guru seperti Apa Saya
Menjadi guru yang selalu menginspirasi untuk muridnya untuk terus belajar sampai akhir hayat.
3
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Modul 2 Mendidik dan Mengajar
•Mendidik menyeluruh
Pengajaran adalah suatu cara menyampaikan ilmu/manfaat bagi hidup anak-anak secara lahir
maupun batin. Pengajaran salah satu bagian dari pendidikan, mengajar salah satu bagian dari
“mendidik”. Menurut Ki Hajar Dewantara “Pendidikan sebagai Tuntunan yaitu tuntunan dalam hidup
tumbuhnya murid”. Maka mendidik adalah menuntun segala kodrat yang ada pada murid, agar
mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Menurut Ki Hajar
Dewantara Anak-anak tumbuh berdasarkan kekuatan kodratnya yang unik, tidak mungkin pendidik
mengubah padi menjadi jagung atau sebaliknya.
4
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Lanjutan Modul 2 Mendidik dan Mengajar
•Pendidikan Selama satu Abad
Metode pengajaran pada masa kolonial belanda yang menggunakan sistem perintah dan sanksi
tanpa sadar menjadi warisan cara guru mendidik murid. Misalnya masih ditemukan kasus kekerasan
pada murid di sekolah, murid mendapat hukuman atau sanksi, ketika mereka belum atau tidak
mengerjakan perintah dari guru.
Contoh lain adalah sistem penilaian atau penghargaan yang terlalu berorientasi pada kecakapan
kognitif, sedangkan kecakapan lain seperti sosial emosional terabaikan. Tidak jarang murid yang
tidak mampu dalam kecakapan kognitif dianggap gagal dalam belajar.
Untuk itu Ki Hajar Dewantara memperkenalkan Sistem Among :
Ing Ngarsa Sung Tuladha : Seorang guru haruslah memberikan contoh yang baik
Ing Madya Mangun Karsa : Seorang guru haruslah memberikan semangat pada murid
Tut Wuri Handayani : seorang guru haruslah memberikan dorongan/menjadikan murid mandiri.
5
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Lanjutan Modul 2 Mendidik dan Mengajar
•Menjadi Manusia (secara) Utuh
Manusia memiliki dua kebutuhan dasar yaitu kebutuhan lahir dan batin. Agar manusia mengetahui
kebutuhan lahir dan batinnya sendiri, kita sebagai pendidik dapat membantu murid untuk memenuhi
kebutuhan lahir dan batin agar mencapai keseimbangan dalam menjalani kehidupan. Maka
Pendidikan atau Tuntunan seyogyanya mampu memberikan “didikanlahir” dan didikan batin”.
Menurut Ki Hajar Dewantara “Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan yang
hidup dalam masyarakat, dan daya upaya untuk memajukan perkembangan budi pekerti, pikiran,
dan jasmani.”
Pengembangan budi pekerti dapat berupa Pikiran (OlahCipta), Budi Pekerti (OlahRasa), Kemauan
(OlahKarsa), Jasmani (OlahRaga).
6
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Modul 3 Mendampingi Murid dengan Utuh dan Menyeluruh
•Kodrat Murid (Kodrat keadaan, Kodrat alam, Kodrat zaman)
Menurut Ki Hajar Dewantara “Segala perubahan yang terjadi pada murid dihubungkan dengan
kodrat keadaan, baik alam dan zaman.
Kodrat alam berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan dimana mereka berada. Guru dapat
membantu murid dengan memberikan pembelajaran kontekstual.
Kodrat zaman adalah bagian dasar pendidikan murid yang berhubungan dengan isi dan irama. Guru
dapat membantu murid dengan memberikan pembelajaran berbasis teknologi yang berkembang
saat ini.
•Asas Trikon Menurut Ki Hajar Dewantara
Kontinyu : kemajuan kebudayaan merupakan keharusan lanjutan langsung dari kebudayaan itu
sendiri.
Konvergen : kebudayaan menuju arah kebudayaan dunia (kemanusiaan)
Konsentris : kebudayaan harus mempunyai karakteristik dan sifat kepribadian sendiri sebagai
pusatnya dalam lingkungan kebudayaan dunia (kemanusiaan)
7
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Modul 4 Mendidik dan Melatih Kecerdasan Budi Pekerti
•Menumbuhkan Budi Pekerti
Budi pekerti (watak) merupakan hasil dari bersatunya gerak pikiran, perasaan, dan kehendak atau
kemauan, sehingga menimbulkan suatu tenaga. Budi pekerti juga dapat dimaknai sebagai perpaduan
antara Cipta (kognitif) dan Rasa (Afektif) sehingga menghasilkan Karsa (Psikomotorik).
Dalam mendidik murid tidak boleh mengacu pada kecerdasaan kognitif saja,
Menurut Ki Hajar Dewantara “bahwa Keluarga merupakan tempat utama yang paling baik dalam
melatih karakter anak atau murid”. Keluarga sebagai laboratorium awal dan utama melatih
kecerdasan budi pekerti anak agar siap menjalani hidup di masyarakat.
Kita sebagai pendidik, di sekolah ikut turut serta berperan membantu murid untuk menemukan
kecerdasan budi pekerti dengan tuntunan dan teladan yang sesuai dengan kebutuhan murid.
8
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Modul 5 Pendidikan yang Mengantarkan Keselamatan dan
Kebahagiaan
•Mengantarkan Murid Selamat dan Bahagia
Perspektif pendidik tidak selalu sama dengan perspektif murid dalam proses pembelajaran. Ketika
pendidik merasa bahwa materi yang disampaikan telah berhasil belum tentu murid sudah mengerti
tentang materi tersebut dan bisa sebaliknya. Selain itu pendidik tidak hanya memberikan pengetahuan
dan informasi saja, tetapi pendidik harus memberikan pemahaman tentang fungsi dan kegunaan
materi pelajaran dalam kehidupan murid. Serta pendidik sebaiknya mengenal dan memahami
kekuatan kodrat anak bahwa setiap murid dapat mengekspresikan dan membuat pemahamannya
sendiri dengan cara yang berbeda. Dalam menilai pemahaman murid, pendidik sebaiknya tidak hanya
menggunakan satu jenis alat pengukuran. Tetapi dapat menggunakan alat pengukuran lainnya yang
melibatkan murid untuk merefleksikan pemahaman dari pengalaman belajarnya, evaluasi diri.
Fungsi pendidikan untuk mengantarkan murid agar siap hidup dan memberikan kepercayaan kepada
murid bahwa di masa depan mereka akan mampu mengisi zamannya, demi mencapai keselamatan
dan kebahagiaan.
9
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Lanjutan Modul 5 Pendidikan yang Mengantarkan
Keselamatan dan Kebahagiaan
•Menciptakan Lingkungan Pembelajaran Terbaik Murid
Agar lingkungan pembelajaran murid memberikan dampak dan berkontribusi terhadap
tumbuh kembang murid perlu adanya kerjasama dan kolaborasi antara keluarga,
sekolah, dan masyarakat (Trisentrapendidikan).
Keluarga merupakan sistem kecil dimana anak tinggal dan mendapatkan pendidikan
pertama dan yang terpenting dalam hidupnya.
Sekolah merupakan wadah yang memfasilitasi pengembangan intelektual murid serta
menuntun murid menemukan wawasan ilmu pengetahuan yang lebih luas.
Masyarakat merupakan wadah yang memfasilitasi murid untuk mengaktualisasikan
dirinya dan mengembangkan watak.
10
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
TERIMAKASIH
SALAM BAPAK IBU GURU HEBAT
11
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
MERDEKA BELAJAR
AKSI NYATA
ARISWARA, S.Pd.
SDN 1 SUKAPURA KEC. SUKARAJA KAB. TASIKMALAYA
Tujuan Pembelajaran
1.
Pemahaman gagasan dan prinsip pendidikan berdasarkan pemikiran Ki Hajar Dewantara
2.
Pemahaman untuk memfasilitasi murid agar tumbuh sesuai dengan kodratnya.
3.
Penerapan pembelajaran yang memerdekakan murid
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 11
SLIDE
Similar Resources on Wayground
11 questions
Zat Benda
Presentation
•
1st - 5th Grade
7 questions
Fonik dan Huruf b
Presentation
•
KG
7 questions
Nilai-nilai Pancasila
Presentation
•
1st - 5th Grade
9 questions
PPKN
Presentation
•
1st - 5th Grade
9 questions
Ciri-ciri Makhluk Hidup
Presentation
•
1st - 5th Grade
10 questions
Materi Bencana Alam
Presentation
•
1st - 5th Grade
6 questions
Agama Islam
Presentation
•
1st - 5th Grade
6 questions
Berolahraga
Presentation
•
1st - 5th Grade
Popular Resources on Wayground
16 questions
Grade 3 Simulation Assessment 2
Quiz
•
3rd Grade
19 questions
HCS Grade 5 Simulation Assessment_1 2526sy
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Cinco de Mayo Trivia Questions
Interactive video
•
3rd - 5th Grade
17 questions
HCS Grade 4 Simulation Assessment_2 2526sy
Quiz
•
4th Grade
24 questions
HCS Grade 5 Simulation Assessment_2 2526sy
Quiz
•
5th Grade
13 questions
Cinco de mayo
Interactive video
•
6th - 8th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
30 questions
GVMS House Trivia 2026
Quiz
•
6th - 8th Grade
Discover more resources for Education
52 questions
FAST Reading Lesson
Presentation
•
3rd Grade
16 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Adjectives
Quiz
•
3rd Grade
16 questions
4th Grade Test Prep - From Jeopardy Game
Quiz
•
4th Grade
12 questions
3rd Grade Editing and Revising Practice Quiz
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Homophones
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
5th Grade Grammar Practice
Presentation
•
5th Grade