Search Header Logo
BAB 4. KEGIATAN 3: MENGANALISIS ISI DAN KEBAHASAAN NOVEL

BAB 4. KEGIATAN 3: MENGANALISIS ISI DAN KEBAHASAAN NOVEL

Assessment

Presentation

World Languages

9th - 12th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

Nurma Kasih

Used 4+ times

FREE Resource

32 Slides • 11 Questions

1

media

MENGANALISIS ISI, STRUKTUR, DAN

KAIDAH NOVEL

XII-SEMESTER

GENAP

2

media
media

3

media

ANALISIS ISI

DAN KEBAHASAAN

NOVEL

Unsur-Unsur Pembangun Novel

Unsur Kebahasaan Novel

4

media

Unsur
Intrinsik

Unsur

Ekstrinsik

5

media
media

Unsur
Intrinsik

Tema

Latar

Tokoh dan
Penokohan
Alur/Plot

Sudut

Pandang

Amanat

6

Open Ended

Perhatikan kutipan novel berikut!

Namun dia tetap memiliki keinginan itu; menjadi guru dan mengajar anak-anak di kampungnya agar tidak hanya sekadar bis baca-tulis Alquran seperti selama ini didapatkannya dari guru mengaji di surau ketika malam setelah shalat Maghrib. Dia ingin menjadi guru agar anak-anak di kampung ini bisa sekolah yang tinggi.

Sebutkan sudut pandang pada kutipan novel di atas!

7

Open Ended

Cermatilah penggalan novel di bawah ini!

 Seseorang jika sedang dimabuk cinta,  ia tidak akan pernah tersadar penuh dari kesadaran dunia nyatanya. Bahkan, ia tidak akan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku.” Tapi sebaliknya, ia akan berkata,”Aku berada di dalam hati Tuhan.”  Cinta...oh, cinta. Bahkan seorang anak perempuan pun dapat menolak permintaan ibunya sendiri hanya demi cinta....,cinta. Wanita itu mendiamkan Hegma dan tidak lagi memberikan komentar apapun tentang apa yang dia inginkan untuk pernikahannya. Ia tak dapat lagi berkata. Tidak, semenjak jemari putrinya membisukan bibirnya

                                                                    (Bumi Makkah, Vanny Chrisma W.

Simpulan isi tersirat yang terkandung dalam penggalan novel di atas adalah....

8

Open Ended

Cermatilah teks penggalan cerita berikut!

Karirku sebagai pegawai pemerintahan lancar-lancar saja. Kenaikan pangkat berjalan mulus. Untuk mengumpulkan angka kredit tak perlu susah-susah buat karya tulis, penelitian, ikut seminar, dan semacamnya. Cukup pinjam sebanyak-banyaknya dari teman, nama ditutup dan diganti namaku, difotokopi, beres! Jika ada seminar, bila berminat, aku cukup titip uang pendaftaran, identitas diri, serta foto. Ditanggung dapat sertifikat asli. Selanjutnya tinggal “minta tolong” pada bagian penghitungan point angka kredit. Asal tahu sama tahu dijamin beres.

( Airmata Anakku, M.Shoim Anwar)

Sebutkan keterkaitan isi cerita di atas dengan kehidupan sehari-hari !

9

Open Ended

Baca penggalan novel berikut!

Agaknya selama turun-temurun keluarga laki-laki cemara angin itu tak mampu terangkat dari endemik kemiskinan komunitas Melayu yang menjadi nelayan. Tahun ini beliau menginginkan perubahan dan ia memutuskan anak laki-laki tertuanya, Lintang tak akan menjadi seperti dirinya. Lintang akan duduk di samping pria kecil berambut ikal yaitu aku, dan dia akan sekolah di sini lalu pulang pergi setiap hari naik sepeda.

Sebutkan amanat yang disampaikan pada novel tersebut!

10

Open Ended

Cermati penggalan novel tersebut!

Pagi itu, waktu aku masih kecil, aku duduk di bangku panjang di depan sebuah kelas. Sebatang pohon filicium tua yang rindang meneduhiku. Ayahku duduk di sampingku memeluk pundakku dengan kedua lengannya dan tersenyum mengangguk-angguk pada setiap orang tua dan anak-anaknya yang duduk berderat-derat di abngku panjang lain di depan kami.

Tuliskan setting tempat dan suasana penggalan novel di atas!

11

Open Ended

Cermati kutipan teks cerita berikut!

”Pak, pohon pepaya di pekaranganku telah dirobohkan dengan tak semena-mena. Tidaklah sepatutnya hal itu kulaporkan?”

”Itu benar, tapi jangan melebih-lebihkan. Ingat, yang harus diutamakan ialah kerukunan kampung. Soal kecil yang dibesar-besarkan bisa mengakibatkan kericuhan dalam kampung.

Setiap soal mesti diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh main seruduk. Masih ingatkah kau pada peristiwa Dullah dan Bidin tempo hari? Hanya karena soal dua kilo beras, seorang kehilangan nyawa dan yang lain meringkuk di penjara.”

(Gerhana, Muhammad Ali)

 

 

 

Tuliskan nilai moral dalam penggalan cerita sesuai ilustrasi di atas!

12

Open Ended

Pak Daru seorang Sarjana Komputer, sehari-harinya jarang berbicara, tetapi beliau pandai bergaul dengan siapa saja. Dia pun seorang yang tidak sombong dengan kepintarannya. Bahkan sering merendah bila berbicara.

Tuliskan peribahasa yang tepat untuk menggambarkan watak tokoh sesuai ilustrasidi atas!

13

Open Ended

Bacalah penggalan novel berikut secara saksama!

Jam satu malam cuaca gelap gulita dan murung, hujan turun selembut embun namun cukup membasahkan. Hati-hati, Kasim memimpin anak buahnya menuruni tebing yang curam dan mengendong bayi pada panggulnya sebelah kiri. Dari bahu kanannya bergantung sebuah sten. Hanya samar-samar matanya yang terlatih melihat orang yang berjalan di depannya.

Sebutkan struiktur novel yang terdapat penggalan di atas!

14

Open Ended

Cermati kutipan teks novel berikut!

“Mama… maafkan Dora.”

“Anakku sadarilah bahwa kepribadian seseorang jauh lebih berharga di bandingkan kemolekan wajah. Kamu tidak prlu rendah diri, sebaliknya berusahalah menjadi pribadi yang menyenangkan. Meskipun tidak disanjung, tidak di puja-puja, kamu pasti mendapat kawan jika tidak menutup diri. Mama sendiri amat menyesal karena terlambat menyadari hal itu.”  (Sumber: Aku dan Mama, Dhenok Kristianti )

 

Tuliskan amanat yang terkandung dalam penggalan novel tersebut!

15

Open Ended

Bacalah kutipan novel berikut!

"Apabila kuberikan apa-apa kepadamu, tak hendak kau makan, sebagai takut dan tak percaya engkau kepada rumah ini dan isinya; padahal di sinilah ..., dan di sinilah pula orang-orang tua kita tinggal telah lebih dari 80 tahun dan di sini pula ayah bunda kita berpulang ke rahmatullah. Bagaimana boleh sampai hatimu sedemikian itu, tiadalah dapat kupikirka," kata putri Rubiah, seraya menyapu air matanya, yang berlinang-linang di pipinya.

Tuliskan ungkapan yang tepat untuk melengkapi kutipan novel tersebut

16

Open Ended

Gila!” teriaknya sambil meludah ke lantai. “Orang cuma cari nafkah sudah dinobatkan jadi pahlawan. Itu yang namanya keblinger. Ya salah kamu sendiri! Gua tidak kepingin jadi pahlawan kok dipahlawan-pahlawankan. Gua tidak pingin jadi panutan kok disubyo-subyo. Gua manusia biasa seperti kalian juga yang pingin lari ke sana ke mari, bisa malas-malasan, bisa menuntut, menyalahkan orang lain, bahkan berkhianat dan bikin kesalahan seperti orang lain. Seperti kalian semua! Persis seperti kalian, gua juga ingin memaki-maki tukang tempe lain yang tidak setia menjaga gawangnya sebagai tukang tempe! Tidak! kalian urus perasaan kalian sendiri. Gua sih sekarang mau melewatkan sisa usia tua dengan melihat-lihat dunia! Siapa tahu bisa bikin novel atau sinetron! Terserah bagaimana yang muda-muda!” (Dikutip dari cerpen Tempe, karya Putu Wijaya)

Sebutkan kebiasaan orang Indonesia yang diangkat dalam teks cerita di atas!

17

media

Struktur
Novel
orientasi

komplikasi

evaluasi

resolusi

koda

18

media

Biografi/Latar

belaknag
Pengarang

Situasi dan

Kondisi

masyarakat

Nilai-Nilai

yang diangkat

19

media
media

KAIDAH

KEBAHASAAN TEKS

NOVEL

20

media
media

Kebahasaan

Novel
Kata

Keterangan

Kata Ganti

Kata Kerja

Gaya
Bahasa

Idiom

21

media
media

Kata

Keterangan?

Kata keterangan atau Adverbia

merupakan kelas kata yang

menunjukkan keterangan di kata
lain, seperti kata kerja (verba),

kata sifat (adjektiva), kata

bilangan dan tidak bisa

menjelaskan kata benda (nomina)

pada kalimat.

22

media
media

Pengertian kata

keterangan waktu adalah

kata penanda waktu

yang menerangkan kata

kerja atau kata sifat.

Kamu sebaiknya
jangan sekali-kali

lewat jalan itu

sendirian saat malam

hari

Dia terlihat sangat
antusias setiap kali

membicarakan

sepakbola.

Matahari

terbenam di
senja hari.

23

media
media

Kata Ganti?

kata yang dipergunakan
sebagai pengganti subjek
atau objek yang berupa
benda ataupun orang.

24

media
media
media

CONTOH

25

media

KATA KERJA/VERBA

Kata kerja atau juga

disebut dengan verba

adalah salah satu dari kelas

kata yang memberikan

pemaknaan yang

menyatakan suatu hal yang

diperbuat oleh subyek

kepada obyek.

Teks novel banyak menggunakan
kata kerja yang menggambarkan

suatu tindakan (kata kerja material).

CONTOH:

a. Di depan Ratu Biksuni Gayatri

yang berdiri, Sri

Gitarja duduk bersimpuh.

b. Ketika para Ibu

Ratu menangis yang menulari siapa
pun untuk menangis, Dyah Wiyat

sama sekali tidak menitikkan

air mata.

26

media
media

MACAM GAYA BAHASA

27

media
media

Gaya Bahasa Perbandingan

Gaya Bahasa Perulangan

Gaya Bahasa Pertautan

Gaya Bahasa Pertentangan

Gaya Bahasa Penegasan

28

media

GAYA BAHASA PERBANDINGAN

Personifikasi, adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menggantikan fungsi benda mati
yang dapat bersikap seperti manusia.

Contohnya: Angin malam telah melarang aku ke luar.

Metafora, adalah gaya bahasa yang digunakan sebagai kiasan yang secara eksplisit
mewakili suatu maksud lain berdasarkan persamaan atau perbandingan.

Contoh majas metafora: Usahanya bangkrut karena memiliki utang dengan lintah darat.

Eufemisme, adalah gaya bahasa di mana kata-kata yang dianggap kurang baik diganti
dengan padanan kata yang lebih halus.

Contohnya, Karena terjerat kasus korupsi, ia harus dihadapkan di meja hijau.

Metonimia, adalah gaya bahasa yang menyandingkan istilah sesuatu untuk merujuk pada
benda yang umum.

Contohnya: Bila haus, minumlah Aqua. Kata Aqua di sini dikenal sebagai sebuah brand air
mineral yang sudah cukup terkenal.

29

media

Simile, adalah gaya bahasa yang menyandingkan suatu aktivitas dengan

suatu ungkapan.

Contoh gaya bahasa ini seperti, anak kecil itu menangis bagaikan anak

ayam kehilangan induknya.

Alegori, adalah gaya bahasa yang menyandingkan suatu objek dengan

kata kiasan.

Contohnya, mencari wanita yang sempurna seperti mencari jarum dalam

tumpukan jerami.

Sinekdok, adalah majas yang terbagi menjadi dua yaitu sinekdok pars

pro toto dan sinekdok totem pro parte.
Pars pro Toto: Hingga bel berbunyi, batang hidung Reni belum juga

kelihatan.

Totem pro Parte: Indonesia berhasil menjuarai All England hingga

delapan kali berturut-turut.

30

media
media

Simbolik, adalah gaya bahasa dengan ungkapan yang

membandingkan antara manusia dengan sikap
makhluk hidup lainnya.

Contohnya seperti, perempuan itu memang jinak-jinak

merpati.

Asosiasi, adalah gaya bahasa yang membandingkan

dua objek berbeda, namun disamakan dengan
menambahkan kata sambung bagaikan, bak, atau
seperti.

Contohnya, wajah ayah dan anak itu bagaikan pinang

dibelah dua.

Hiperbola, adalah gaya bahasa yang mengungkapkan

sesuatu secara berlebihan, bahkan terkesan tidak
masuk akal.

Contohnya, pria itu memiliki semangat yang keras

seperti baja, tentu ia akan menjadi orang sukses.

31

media

GAYA BAHASA PERTENTANGAN

Paradoks, merupakan suatu gaya bahasa yang membandingkan situasi sebenarnya
dengan situasi kebalikannya.
Contoh majas ini seperti, di tengah keramaian itu aku merasa kesepian.
Antitesis, merupakan gaya bahasa yang memadukan pasangan kata di mana memiliki
arti yang saling bertentangan.
Contohnya, Orang akan menilai baik buruk diri kita dari sikap kita kepada mereka.
Kontradiksi interminus, merupakan gaya bahasa yang menyangkal pernyataan yang
disebutkan sebelumnya. Biasanya majas ini disertai dengan konjungsi misalnya hanya saja
atau kecuali.
Contoh gaya bahasa ini seperti, Semua masyarakat semakin sejahtera, kecuali mereka
yang berada di perbatasan.
Litotes, merupakan suatu ungkapan seperti merendahkan diri meskipun pada kenyataan
sebenarnya justru sebaliknya.
Contohnya seperti, silakan mampir ke gubuk kami yang sederhana ini. Kata rumah di sini
disebut sebagai gubuk.

32

media
media

GAYA BAHASA SINDIRAN

Sinisme, adalah gaya bahasa di mana seseorang memberikan
sindiran secara langsung kepada orang lain.

Contohnya, Kotor sekali kamarmu sampai debu debu bertebaran di
mana-mana.

Sarkasme, adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir
orang lain dengan konotasi yang kasar.

Contohnya, dasar tidak becus! Kalau tidak bisa kerja, kamu hanya
akan jadi sampah masyarakat.

Ironi, adalah gaya bahasa yang menggunakan kata kiasan dengan
makna berlawanan dengan fakta sebenarnya.

Contohnya, rapi sekali ruanganmu, sampai aku kesulitan untuk duduk
di sini.

33

media

GAYA BAHASA PENEGASAN

Repetisi, adalah gaya bahasa yang mengulang kata-kata dalam suatu
kalimat.

Contohnya seperti, pria itu pencopetnya, dia pelakunya, dia yang mengambil
dompet saya.

Retorik, merupakan gaya bahasa dalam bentuk kalimat tanya tetapi
sebenarnya tidak perlu dijawab. Majas ini biasanya dipakai untuk penegasan
sekaligus sindiran.

Contohnya, kalau kamu sholat subuh setiap kapan saja?

Pleonasme, merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata dengan
makna sama, tapi diulang-ulang terkesan tidak efektif tapi disengaja untuk
menegaskan sesuatu.

Contohnya, Kita harus maju ke depan agar bisa menjelaskan pada teman
sekelas. Kata maju sudah pasti ke depan.

34

media
media

Klimaks, adalah gaya bahasa yang menjelaskan lebih dari dua hal

secara berurutan di mana tingkatannya semakin lama semakin
tinggi.

Contohnya, pada saat itu semua orang, mulai dari bayi, anak-

anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia pergi mengungsi
akibat gempa.

Antiklimaks, adalah gaya bahasa yang menjelaskan lebih dari

tingkatan tertinggi ke tingkatan terendah.

Contohnya seperti, setiap hari Senin, mulai kepala sekolah, guru,

staff dan siswa rutin melaksanakan upacara bendera.

Pararelisme, adalah gaya bahasa yang mengulang-ulang sebuah

kata untuk menegaskan makna kata tersebut dalam beberapa
definisi yang berbeda. Biasanya jenis majas ini digunakan pasa
sebuah puisi.

Contoh majas ini seperti, sayang itu sabar. sayang itu lemah

lembut. sayang itu memaafkan..

Tautologi, merupakan gaya bahasa yang mengulang kata yang

bersinonim untuk menegaskan suatu kondisi atau maksud
tertentu.

Contoh gaya bahasa ini seperti, sia adalah gadis yang penuh

dengan kasih, sayang, dan cinta.

35

media
media

IDIOM

percakapan sehari-hari untuk mengungkapkan

suatu maksud dengan tujuan agar

penyampaiannya menjadi lebih menarik atau

lebih sopan

36

media
media

IDIOM BERDASAR UNSUR PEMBENTUK

Idiom penuh, adalah ungkapan yang maknanya tidak
tergambar dari unsur-unsur pembentuknya.

Contoh: tangan kanan yang mempunyai makna orang
kepercayaan, atau buah hati yang mempunyai makna
kesayangan.

Idiom sebagian, adalah ungkapan yang maknanya masih
tergambar dari salah satu unsur pemebntuknya.

Contoh: kabar burung yang mempunyai
makna kabar/berita yang belum pasti kebenarannya.

37

media
media

Idiom

Berdasar
Pemilihan

Kata

Pembentuk

Bagian
tubuh

Bagian
tumbuhan

indera

warna

Nama

binatang

Nama

bilangan

38

media

Idiom

Contoh

Makna

Bagian tubuh

Tinggi hati

Sombong

Panjang tangan

Suka mencuri

Bagian tumbuhan

Daun muda

Muda dan segar

Naik daun

Populer

Indera

Gelap Mata

Kalap, emosi

Kepala dingin

Sabar

Warna

Darah biru

Bangsawan

Meja hijau

Pengadilan

Benda alam

Mental baja

Kuat

Bintang lapangan

Pemain terbaik

Nama binatang

Kambing hitam

Orang yang disalahkan

Tikus kantor

Koruptor

Bilangan

Diam seribu bahasa

Tidak berkata apapun

Berbadan dua

Hamil

Contoh

39

media
media

KONJUNGSI

kata penghubung yang

berfungsi

menghubungkan

antarkata, antarfrasa,

antarklausa, dan

antarkalimat.

40

media

1. Konjungsi Korelatif
Konjungsi korelatif digunakan untuk menghubungkan dua kata, frasa,
klausa yang memiliki status konjungsi setara.

Contoh konjungsi korelatif:
Baik sekarang maupun nanti
Bukan hanya di rumah melainkan di mana saja
Tidak hanya enak tetapi juga sehat

2. Konjungsi Subordinatif
Konjungsi subordinatif menghubungkan dua kata, frasa, klausa, yang
memiliki status konjungsi bertingkat.

Contoh konjungsi subordinatif:
Pengandaian: andaikan, sekiranya, seandainya
Syarat: jika, kalau, asalkan, bila

MACAM KONJUNGSI

41

media
media

LANGKAH-LANGKAH MENGANALISIS ISI NOVEL

1. Membaca novel secara menyeluruh

2. Memahami unsur intrinsik terhadap berbagai

unsur novel

3. Memahami unsur ekstrinsik novel

4. Memahami kaidah kebahasaan novel

5. Menginterpretasi dengan membuat simpulan

42

media
media
media

43

media
media

LATIHAN

SOAL-SOAL

NOVEL

media

MENGANALISIS ISI, STRUKTUR, DAN

KAIDAH NOVEL

XII-SEMESTER

GENAP

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 43

SLIDE