

untitled
Presentation
•
Education
•
2nd Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Noble Teacher
FREE Resource
92 Slides • 22 Questions
1
APBN APBD KLS XI EKONOMI
Nesia, S.Pd.
SMAN 1 Kabanjahe
2
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi pelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat:
. Menjelaskan pengertian , fungsi dan tujuan APBN dan sumber-sumber penerimaan negara
· Menjelaskan jenis-jenis belanja Negara dan mekanisme penyusunan APBN
· Menjelaskan pengaruh APBN terhadap perekonomian
· Menjelaskan pengertian dan fungsi dan tujuan APBD
· Menjelaskan sumber-sumber penerimaan daerah dan jenis-jenis belanja daerah
· Menjelaskan mekanisme penyusunan APBD dan pengaruh APBD terhadap perekonomian
· Menganalisis secara kritis informasi dan data yang diperoleh serta membuat pola hubungan dan kesimpulan tentang APBN dan APBD
. Menyajikan hasil analisis fungsi dan peran APBN dan APBD dalam pembangunan ekonomi melalui media lisan dan tulisan
3
Materi Pelajaran
Pada pertemuan ini, materi yang akan peserta didik pelajari yaitu:
. pengertian, fungsi dan tujuan APBN dan sumber-sumber penerimaan negara
· jenis-jenis belanja Negara dan mekanisme penyusunan APBN
· pengaruh APBN terhadap perekonomian
· pengertian dan fungsi dan tujuan APBD
· sumber-sumber penerimaan daerah dan jenis-jenis belanja daerah
· mekanisme penyusunan APBD dan pengaruh APBD terhadap perekonomian
· hubungan dan kesimpulan tentang APBN dan APBD
. fungsi dan peran APBN dan APBD dalam pembangunan ekonomi melalui media lisan dan tulisan
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
Kuis APBN APBD
Pilihlah jawaban yang paling benar diantara pilihan jawaban yang diberikan.
Silahkan bekerja.
23
Multiple Choice
APBD digunakan sebaga alat untuk menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta untuk mengetahui arah kebijakan fiskal pemerintah yang disebut dengan....
Alat motivasi
Alat kebijakan fiskal
Alat politik
Alat koordinasi
Alat penilaian kinerja
24
Multiple Choice
Yang termasuk dalam fungsi perencanaan APBD adalah....
Menghindari adanya overspending, underspanding dan salah sasaran
Mendistribusikan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan publik
Menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja daerah
Menentukan indikator kinerja dan tingkat pencapaian strategi
25
Multiple Choice
Landasan hukum dari penyusunan APBD tercantum dalam undang-undang....
UU No.32 Tahun 2004 dan No.33 Tahun 2004
UU No.17 Tahun 2003 dan No.33 Tahun 2004
UU No.23 Tahun 2004 dan No.33 Tahun 2004
UU No.23 Tahun 2004 dan No.32 Tahun 2004
UU No.32 Tahun 2004 dan No.17 Tahun 2003
26
Multiple Choice
Tahap awal penyusunan APBN adalah....
Pengajuan RAPBN kepada DPR
Tahap pengawasan pelaksanaan APBN
Tahap perkiraan pendapatan dan pengeluaran
Tahap pembahasan antara menteri keuangan dan DPR
Tahap membuat laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN
27
Multiple Choice
Pihak yang bertugas untuk membuat laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN dan melaporkannya dalam bentuk RUU PAN adalah....
Presiden
BPK
Menteri Keuangan
DPR
DPRD
28
Multiple Choice
Penyusunan APBN didasarkan pada peraturan....
UUD 1945 pasal 23 ayat 2
UUD 1945 pasal 23 ayat 1
UU No.17 tahun 2002
UU No. 33 tahun 2003
UU No. 32 tahun 2004
29
Multiple Choice
Dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi, yang terdiri atas dana bagi hasil, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus disebut....
Dana Alokasi Khusus (DAK)
Dana Alokasi Umum (DAU)
Dana tranfer daerah
Dana hibah
Dana perimbangan
30
Multiple Choice
Semua penerimaan Pemerintah Pusat yang diterima dalam bentuk penerimaan dari sumber daya alam, bagian laba atas BUMN dan pendapatan BLU disebut....
Penerimaan Hibah
Penerimaan perpajakan
Penerimaan bukan pajak
Pendapatan pajak dalam negeri
Pendapatan pajak perdagangan Internasional
31
Multiple Choice
APBN berfungsi sebagai pedoman agar pendapatan dan pengeluaran keuangan negara teratur sesuai dengan yang telah ditetapkan. fungsi tersebut adalah....
Fungsi distribusi
Fungsi alokasi
Fungsi stabilisasi
Fungsi perencanaan
Fungsi pengawasan
32
Multiple Choice
APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh DPR. Pengertian tersebut berdasarkan....
UU RI No.14 Tahun 2015
UU RI No.14 Tahun 2016
UU RI No.15 Tahun 2015
UU RI No.15 Tahun 2016
UU RI No.14 Tahun 2014
33
PERTEMUAN 2 APBN
By Samuel Hera
34
Struktur Dasar APBN
Pendapatan Negara dan Hibah
Belanja Negara
Keseimbangan Primer
Surplus/Defisit Anggaran
Pembiayaan
35
Keseimbangan Primer
total penerimaan dikurangi belanja di luar pembayaran bunga utang
Agar posisi utang dapat terjaga dalam keseimbangan jangka panjang, maka nilai keseimbangan primer ini harus dijaga setidaknya mendekati nol. Jika nilai keseimbangan primer ini positif, maka posisi utang akan berkurang seiring waktu, namun sebaliknya, jika nilainya negatif maka dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan nilai utang secara signifikan, sehingga dapat membahayakan perekonomian negara.
36
Agar posisi utang dapat terjaga dalam keseimbangan jangka panjang, maka nilai keseimbangan primer ini harus dijaga setidaknya mendekati nol. Jika nilai keseimbangan primer ini positif, maka posisi utang akan berkurang seiring waktu, namun sebaliknya, jika nilainya negatif maka dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan nilai utang secara signifikan, sehingga dapat membahayakan perekonomian negara.
37
Surplus/Defisit Anggaran
Jika dalam APBN, besaran Pendapatan Negara dan Hibah lebih besar dari besaran Belanja Negara, maka APBN dikatakan mengalami surplus, namun jika sebaliknya maka APBN dikatakan mengalami defisit.
APBN Indonesia dalam beberapa tahun terakhir selalu mengalami defisit. Salah satu penyebabnya adalah Indonesia ingin menetapkan tingkat pertumbuhan ekonomi tertentu, sehingga sisi belanja perlu dalam level yang cukup tinggi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut. Namun, di sisi lain, penerimaan negara belum mampu mengimbangi besaran kebutuhan belanja tersebut.
38
Pembiayaan
Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya.
Pembiayaan ini muncul apabila besaran alokasi belanja melebihi besaran target pendapatan dan hibah atau terjadi defisit, agar besaran belanja yang sudah ditetapkan dalam APBN dapat dilaksanakan dengan baik. Kebijakan pemerintah untuk pembiayaan ini diutamakan berasal dari non utang dan utang dalam negeri dan juga menjaga net outflow (jumlah penarikan pinjaman lebih kecil dibandingkan dengan pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri dan penerusan pinjaman).
39
Asumsi Dasar Ekonomi Makro (ADEM)
Asumsi dasar ekonomi makro adalah indikator utama ekonomi makro yang digunakan sebagai acuan dalam menyusun postur APBN.
Subject | Subject
Some text here about the topic of discussion
Pertumbuhan Ekonomi
Tingkat Inflasi
Nilai Tukar/Kurs
Tingkat Suku Bunga
Harga Minyak Dunia
Lifting Minyak
40
41
TAHAP PENYUSUNAN APBN
Some text here about the topic of discussion
42
Tahap Penyusunan APBN
43
44
PERTEMUAN 2 APBN
By Samuel Hera
45
Struktur Dasar APBN
Pendapatan Negara dan Hibah
Belanja Negara
Keseimbangan Primer
Surplus/Defisit Anggaran
Pembiayaan
46
Keseimbangan Primer
total penerimaan dikurangi belanja di luar pembayaran bunga utang
Agar posisi utang dapat terjaga dalam keseimbangan jangka panjang, maka nilai keseimbangan primer ini harus dijaga setidaknya mendekati nol. Jika nilai keseimbangan primer ini positif, maka posisi utang akan berkurang seiring waktu, namun sebaliknya, jika nilainya negatif maka dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan nilai utang secara signifikan, sehingga dapat membahayakan perekonomian negara.
47
Agar posisi utang dapat terjaga dalam keseimbangan jangka panjang, maka nilai keseimbangan primer ini harus dijaga setidaknya mendekati nol. Jika nilai keseimbangan primer ini positif, maka posisi utang akan berkurang seiring waktu, namun sebaliknya, jika nilainya negatif maka dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan nilai utang secara signifikan, sehingga dapat membahayakan perekonomian negara.
48
Surplus/Defisit Anggaran
Jika dalam APBN, besaran Pendapatan Negara dan Hibah lebih besar dari besaran Belanja Negara, maka APBN dikatakan mengalami surplus, namun jika sebaliknya maka APBN dikatakan mengalami defisit.
APBN Indonesia dalam beberapa tahun terakhir selalu mengalami defisit. Salah satu penyebabnya adalah Indonesia ingin menetapkan tingkat pertumbuhan ekonomi tertentu, sehingga sisi belanja perlu dalam level yang cukup tinggi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut. Namun, di sisi lain, penerimaan negara belum mampu mengimbangi besaran kebutuhan belanja tersebut.
49
Pembiayaan
Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya.
Pembiayaan ini muncul apabila besaran alokasi belanja melebihi besaran target pendapatan dan hibah atau terjadi defisit, agar besaran belanja yang sudah ditetapkan dalam APBN dapat dilaksanakan dengan baik. Kebijakan pemerintah untuk pembiayaan ini diutamakan berasal dari non utang dan utang dalam negeri dan juga menjaga net outflow (jumlah penarikan pinjaman lebih kecil dibandingkan dengan pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri dan penerusan pinjaman).
50
Asumsi Dasar Ekonomi Makro (ADEM)
Asumsi dasar ekonomi makro adalah indikator utama ekonomi makro yang digunakan sebagai acuan dalam menyusun postur APBN.
Subject | Subject
Some text here about the topic of discussion
Pertumbuhan Ekonomi
Tingkat Inflasi
Nilai Tukar/Kurs
Tingkat Suku Bunga
Harga Minyak Dunia
Lifting Minyak
51
52
TAHAP PENYUSUNAN APBN
Some text here about the topic of discussion
53
Tahap Penyusunan APBN
54
55
PERTEMUAN 2 APBN
By Samuel Hera
56
Struktur Dasar APBN
Pendapatan Negara dan Hibah
Belanja Negara
Keseimbangan Primer
Surplus/Defisit Anggaran
Pembiayaan
57
Keseimbangan Primer
total penerimaan dikurangi belanja di luar pembayaran bunga utang
Agar posisi utang dapat terjaga dalam keseimbangan jangka panjang, maka nilai keseimbangan primer ini harus dijaga setidaknya mendekati nol. Jika nilai keseimbangan primer ini positif, maka posisi utang akan berkurang seiring waktu, namun sebaliknya, jika nilainya negatif maka dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan nilai utang secara signifikan, sehingga dapat membahayakan perekonomian negara.
58
Agar posisi utang dapat terjaga dalam keseimbangan jangka panjang, maka nilai keseimbangan primer ini harus dijaga setidaknya mendekati nol. Jika nilai keseimbangan primer ini positif, maka posisi utang akan berkurang seiring waktu, namun sebaliknya, jika nilainya negatif maka dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan nilai utang secara signifikan, sehingga dapat membahayakan perekonomian negara.
59
Surplus/Defisit Anggaran
Jika dalam APBN, besaran Pendapatan Negara dan Hibah lebih besar dari besaran Belanja Negara, maka APBN dikatakan mengalami surplus, namun jika sebaliknya maka APBN dikatakan mengalami defisit.
APBN Indonesia dalam beberapa tahun terakhir selalu mengalami defisit. Salah satu penyebabnya adalah Indonesia ingin menetapkan tingkat pertumbuhan ekonomi tertentu, sehingga sisi belanja perlu dalam level yang cukup tinggi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut. Namun, di sisi lain, penerimaan negara belum mampu mengimbangi besaran kebutuhan belanja tersebut.
60
Pembiayaan
Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya.
Pembiayaan ini muncul apabila besaran alokasi belanja melebihi besaran target pendapatan dan hibah atau terjadi defisit, agar besaran belanja yang sudah ditetapkan dalam APBN dapat dilaksanakan dengan baik. Kebijakan pemerintah untuk pembiayaan ini diutamakan berasal dari non utang dan utang dalam negeri dan juga menjaga net outflow (jumlah penarikan pinjaman lebih kecil dibandingkan dengan pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri dan penerusan pinjaman).
61
Asumsi Dasar Ekonomi Makro (ADEM)
Asumsi dasar ekonomi makro adalah indikator utama ekonomi makro yang digunakan sebagai acuan dalam menyusun postur APBN.
Subject | Subject
Some text here about the topic of discussion
Pertumbuhan Ekonomi
Tingkat Inflasi
Nilai Tukar/Kurs
Tingkat Suku Bunga
Harga Minyak Dunia
Lifting Minyak
62
63
TAHAP PENYUSUNAN APBN
Some text here about the topic of discussion
64
Tahap Penyusunan APBN
65
66
PERTEMUAN 2 APBN
By Samuel Hera
67
Struktur Dasar APBN
Pendapatan Negara dan Hibah
Belanja Negara
Keseimbangan Primer
Surplus/Defisit Anggaran
Pembiayaan
68
Keseimbangan Primer
total penerimaan dikurangi belanja di luar pembayaran bunga utang
Agar posisi utang dapat terjaga dalam keseimbangan jangka panjang, maka nilai keseimbangan primer ini harus dijaga setidaknya mendekati nol. Jika nilai keseimbangan primer ini positif, maka posisi utang akan berkurang seiring waktu, namun sebaliknya, jika nilainya negatif maka dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan nilai utang secara signifikan, sehingga dapat membahayakan perekonomian negara.
69
Agar posisi utang dapat terjaga dalam keseimbangan jangka panjang, maka nilai keseimbangan primer ini harus dijaga setidaknya mendekati nol. Jika nilai keseimbangan primer ini positif, maka posisi utang akan berkurang seiring waktu, namun sebaliknya, jika nilainya negatif maka dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan nilai utang secara signifikan, sehingga dapat membahayakan perekonomian negara.
70
Surplus/Defisit Anggaran
Jika dalam APBN, besaran Pendapatan Negara dan Hibah lebih besar dari besaran Belanja Negara, maka APBN dikatakan mengalami surplus, namun jika sebaliknya maka APBN dikatakan mengalami defisit.
APBN Indonesia dalam beberapa tahun terakhir selalu mengalami defisit. Salah satu penyebabnya adalah Indonesia ingin menetapkan tingkat pertumbuhan ekonomi tertentu, sehingga sisi belanja perlu dalam level yang cukup tinggi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut. Namun, di sisi lain, penerimaan negara belum mampu mengimbangi besaran kebutuhan belanja tersebut.
71
Pembiayaan
Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya.
Pembiayaan ini muncul apabila besaran alokasi belanja melebihi besaran target pendapatan dan hibah atau terjadi defisit, agar besaran belanja yang sudah ditetapkan dalam APBN dapat dilaksanakan dengan baik. Kebijakan pemerintah untuk pembiayaan ini diutamakan berasal dari non utang dan utang dalam negeri dan juga menjaga net outflow (jumlah penarikan pinjaman lebih kecil dibandingkan dengan pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri dan penerusan pinjaman).
72
Asumsi Dasar Ekonomi Makro (ADEM)
Asumsi dasar ekonomi makro adalah indikator utama ekonomi makro yang digunakan sebagai acuan dalam menyusun postur APBN.
Subject | Subject
Some text here about the topic of discussion
Pertumbuhan Ekonomi
Tingkat Inflasi
Nilai Tukar/Kurs
Tingkat Suku Bunga
Harga Minyak Dunia
Lifting Minyak
73
74
TAHAP PENYUSUNAN APBN
Some text here about the topic of discussion
75
Tahap Penyusunan APBN
76
77
PERTEMUAN 2 APBN
By Samuel Hera
78
Struktur Dasar APBN
Pendapatan Negara dan Hibah
Belanja Negara
Keseimbangan Primer
Surplus/Defisit Anggaran
Pembiayaan
79
Keseimbangan Primer
total penerimaan dikurangi belanja di luar pembayaran bunga utang
Agar posisi utang dapat terjaga dalam keseimbangan jangka panjang, maka nilai keseimbangan primer ini harus dijaga setidaknya mendekati nol. Jika nilai keseimbangan primer ini positif, maka posisi utang akan berkurang seiring waktu, namun sebaliknya, jika nilainya negatif maka dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan nilai utang secara signifikan, sehingga dapat membahayakan perekonomian negara.
80
Agar posisi utang dapat terjaga dalam keseimbangan jangka panjang, maka nilai keseimbangan primer ini harus dijaga setidaknya mendekati nol. Jika nilai keseimbangan primer ini positif, maka posisi utang akan berkurang seiring waktu, namun sebaliknya, jika nilainya negatif maka dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan nilai utang secara signifikan, sehingga dapat membahayakan perekonomian negara.
81
Surplus/Defisit Anggaran
Jika dalam APBN, besaran Pendapatan Negara dan Hibah lebih besar dari besaran Belanja Negara, maka APBN dikatakan mengalami surplus, namun jika sebaliknya maka APBN dikatakan mengalami defisit.
APBN Indonesia dalam beberapa tahun terakhir selalu mengalami defisit. Salah satu penyebabnya adalah Indonesia ingin menetapkan tingkat pertumbuhan ekonomi tertentu, sehingga sisi belanja perlu dalam level yang cukup tinggi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut. Namun, di sisi lain, penerimaan negara belum mampu mengimbangi besaran kebutuhan belanja tersebut.
82
Pembiayaan
Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya.
Pembiayaan ini muncul apabila besaran alokasi belanja melebihi besaran target pendapatan dan hibah atau terjadi defisit, agar besaran belanja yang sudah ditetapkan dalam APBN dapat dilaksanakan dengan baik. Kebijakan pemerintah untuk pembiayaan ini diutamakan berasal dari non utang dan utang dalam negeri dan juga menjaga net outflow (jumlah penarikan pinjaman lebih kecil dibandingkan dengan pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri dan penerusan pinjaman).
83
Asumsi Dasar Ekonomi Makro (ADEM)
Asumsi dasar ekonomi makro adalah indikator utama ekonomi makro yang digunakan sebagai acuan dalam menyusun postur APBN.
Subject | Subject
Some text here about the topic of discussion
Pertumbuhan Ekonomi
Tingkat Inflasi
Nilai Tukar/Kurs
Tingkat Suku Bunga
Harga Minyak Dunia
Lifting Minyak
84
85
TAHAP PENYUSUNAN APBN
Some text here about the topic of discussion
86
Tahap Penyusunan APBN
87
88
PERTEMUAN 2 APBN
By Samuel Hera
89
Struktur Dasar APBN
Pendapatan Negara dan Hibah
Belanja Negara
Keseimbangan Primer
Surplus/Defisit Anggaran
Pembiayaan
90
Keseimbangan Primer
total penerimaan dikurangi belanja di luar pembayaran bunga utang
Agar posisi utang dapat terjaga dalam keseimbangan jangka panjang, maka nilai keseimbangan primer ini harus dijaga setidaknya mendekati nol. Jika nilai keseimbangan primer ini positif, maka posisi utang akan berkurang seiring waktu, namun sebaliknya, jika nilainya negatif maka dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan nilai utang secara signifikan, sehingga dapat membahayakan perekonomian negara.
91
Agar posisi utang dapat terjaga dalam keseimbangan jangka panjang, maka nilai keseimbangan primer ini harus dijaga setidaknya mendekati nol. Jika nilai keseimbangan primer ini positif, maka posisi utang akan berkurang seiring waktu, namun sebaliknya, jika nilainya negatif maka dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan nilai utang secara signifikan, sehingga dapat membahayakan perekonomian negara.
92
Surplus/Defisit Anggaran
Jika dalam APBN, besaran Pendapatan Negara dan Hibah lebih besar dari besaran Belanja Negara, maka APBN dikatakan mengalami surplus, namun jika sebaliknya maka APBN dikatakan mengalami defisit.
APBN Indonesia dalam beberapa tahun terakhir selalu mengalami defisit. Salah satu penyebabnya adalah Indonesia ingin menetapkan tingkat pertumbuhan ekonomi tertentu, sehingga sisi belanja perlu dalam level yang cukup tinggi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut. Namun, di sisi lain, penerimaan negara belum mampu mengimbangi besaran kebutuhan belanja tersebut.
93
Pembiayaan
Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya.
Pembiayaan ini muncul apabila besaran alokasi belanja melebihi besaran target pendapatan dan hibah atau terjadi defisit, agar besaran belanja yang sudah ditetapkan dalam APBN dapat dilaksanakan dengan baik. Kebijakan pemerintah untuk pembiayaan ini diutamakan berasal dari non utang dan utang dalam negeri dan juga menjaga net outflow (jumlah penarikan pinjaman lebih kecil dibandingkan dengan pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri dan penerusan pinjaman).
94
Asumsi Dasar Ekonomi Makro (ADEM)
Asumsi dasar ekonomi makro adalah indikator utama ekonomi makro yang digunakan sebagai acuan dalam menyusun postur APBN.
Subject | Subject
Some text here about the topic of discussion
Pertumbuhan Ekonomi
Tingkat Inflasi
Nilai Tukar/Kurs
Tingkat Suku Bunga
Harga Minyak Dunia
Lifting Minyak
95
96
TAHAP PENYUSUNAN APBN
Some text here about the topic of discussion
97
Tahap Penyusunan APBN
98
99
100
101
102
Multiple Choice
APBN merupakan instrumen untuk mengendalikan perekonomian saat terjadinya inflasi atau
deflasi. Hal ini menggambarkan fungsi APBN,yaitu..
alokasi
stabilisasi
distribusi
realokasi
otorisasi
103
Multiple Choice
Pada penyusunan APBN,pemerintah menetapkan belanja negara lebih sedikit dari pada penerimaan negara. Dengan demikian,penyusunan APBN tersebut menerapkan kebijakan anggaran....
defisit
surplus
berimbang
defisit dinamis
seimbang dinamis
104
Multiple Choice
Komponen berikut yang termasuk sumber-sumber penerimaan negara adalah..
Retribusi dan cukai
DAU dan laba BUMN
DAK dan pendapatan migas
DAK dan pajak kendaraan bermotor
Pajak pertambahan nilai dan bea masuk
105
Multiple Choice
APBN digunakan untuk mengurangi jumlah
pengangguran dan pemborosan sumber daya
serta meningkatkan efisiensi perekonomian
nasional. Berdasarkan pernyataan tersebut APBN
memiliki fungsi .
Perencanaan
Stabilisasi
distribusi
otorisasi
alokasi
106
Multiple Choice
Dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus merupakan anggaran yang dimasukkan sumber penerimaan daerah dalam pos
retribusi daerah
pinjaman daerah
dana perimbangan
pendapatan asli daerah
keuntungan dari BUMD
107
Multiple Choice
APBD di daerah Jawa Barat mengalami defisit. Untuk
menutup defisit APBD, tindakan yang dilakukan
pemerintah daerah yaitu ....
mengalokasikan dana alokasi khusus
mengalokasikan dana alokasi umum
menerbitkan surat utang negara
mencari pinjaman daerah
mengalokasikan dana bagi hasil
108
Multiple Choice
Pemerintah suatu daerah memberikan bantuan
mesin kepada industri kecil agar barang yang diproduksi dijual dengan harga terjangkau. Bantuan
tersebut akan dimasukkan dalam belanja ...
tidak terduga
bagihasil
subsidi
modal
hibah
109
Multiple Choice
Dalam mekanisme penyusunan APBD, apabila
RAPBD yang diajukan pemerintah daerah ditolak
DPRD, tindakan yang dilakukan pemerintah
daerah adalah....
merevisi RAPBD kemudian mengajukannya kepada DPR
mengajukan hasil revisi RAPBD kepada presiden
merevisi kemudian mengajukan kembali pada DPRD
mengajukan RAPBD kepada kepala daerah
membuat RAPBD terbaru yang berbeda
110
Multiple Choice
Berikut ini yang termasuk penerimaan pemerintah daerah adalah ....
Pajak tontonan, PPN, dan pajak kendaraan bermotor
Pajak tontonan, PPN, dan PPh
Pajak tontonan, pajak kendaraan bermotor, dan pajak reklame
PPn, pajak kendaraan bermotor, dan PPh
PPN, PPh, dan Pajak reklame
111
Multiple Choice
APBN dinyatakan surplus apabila ….
jumlah pendapatan negara dalam satu tahun tidak menentu
jumlah pendapatan negara dapat menutup semua belanja negara yang direncanakan
jumlah pendapatan negara lebih kecil daripada pengeluaran negara
jumlah pendapatan negara lebih besar daripada pengeluaran negara
jumlah pendapatan negara tidak dapat menutup semua keperluan negara
112
Multiple Choice
Di bawah ini merupakan dana perimbangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, yaitu
dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus
dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dana hibah
dana alokasi khusus, dana alokasi umum, dan anggaran surplus
dana subsidi, dana alokasi khusus, dan dana bagi hasil
dana hibah, dana bagi hasil, dan dana alokasi umum
113
Multiple Choice
114
Salam Sehat Salam Juara
Terima Kasih sudah belajar dengan baik
APBN APBD KLS XI EKONOMI
Nesia, S.Pd.
SMAN 1 Kabanjahe
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 114
SLIDE
Similar Resources on Wayground
101 questions
Tugas 3 - Presentasi Kearsipan
Lesson
•
1st Grade
98 questions
Geografi T2 Bab 7 : Kepelbagaian Iklim dan Pengaruhnya
Lesson
•
2nd Grade
113 questions
ORGAN PEREDARAN DARAH MANUSIA
Lesson
•
6th Grade
100 questions
Uji petik 2022
Lesson
•
1st Grade
93 questions
ICT Semester 1 P4 PTS and PAS
Lesson
•
4th Grade
116 questions
Klasifikasi Makhluk Hidup
Lesson
•
7th Grade
88 questions
LATIHAN ULANGAN TEMA 9
Lesson
•
4th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Probability Practice
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Probability on Number LIne
Quiz
•
4th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Appropriate Chromebook Usage
Lesson
•
7th Grade
10 questions
Greek Bases tele and phon
Quiz
•
6th - 8th Grade