Search Header Logo
MITIGASI BENCANA GEMPA

MITIGASI BENCANA GEMPA

Assessment

Presentation

Other

10th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Deni Ariyanto, S. Pd

FREE Resource

93 Slides • 0 Questions

1

media

2

media

3

media

MODUL AJAR A.1

MAKHLUK HIDUP DAN LINGKUNGANNYA

A.INFORMASI UMUM

IDENTITAS

Nama Penyusun

Desy Aryana, M.Pd

Institusi

SMK Negeri 7 Kota Bekasi

Tahun Disusun

2021

Jenjang Sekolah

Sekolah Menengah Kejuruan

Fase / Kelas

E / X

Alokasi Waktu

1350 Menit

Jumlah Pertemuan

30 JP (5 x 6 JP @45 menit)

Kata Kunci

Mitigasi Bencana Gempa Bumi

Kode Perangkat

D

Jumlah Peserta Didik

36 Peserta Didik

Moda

Tatap Muka (Luring)

Pendekatan

Pendekatan Saintifik

Model Pembelajaran

Project Based Learning

Profil Pelajar Pancasila

Beriman, Bertakwa
kepada Tuhan yang
Maha Esa dan
Berakhlak Mulia

Peserta didik senantiasa ingat kepada Allah di setiap
kegiatan/tindakan dan menjaga akhlaknya agar
senantiasa mulia.

Bergotong Royong

Peserta didik dalam melaksanakan praktik observasi
mitigasi bencana gempa bumi dalam kehidupan
sehari-hari

bekerja

dalam

kelompok

sehingga

pekerjaan

tersebut

dilakukan

secara

bergotong

royong.

Kreatif

Peserta didik menuangkan ide atau gagasan ketika
merencanakan mitigasi bencana gempa bumi dalam
kehidupan sehari-hari.

Bernalar Kritis

Peserta didik melakukan langkah-langkah praktik
secara benar dan mampu melakukan tindakan yang
tepat dan cepat apabila ada yang salah dalam proses
pelaksanaan praktik.

Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase E, peserta didik diharapkan dapat memahami dan

membuat teks informasi, mendeskripsikan kejadian dan fenomena,

melaporkan percobaan, menyajikan dan mengevaluasi data, memberikan

penjelasan, dan menyajikan opini atau klaim sesuai dengan lingkup

bidang keahliannya. Mereka juga dapat memahami serta membuat teks

MODUL AJAR MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI

4

media

5

media

multimedia seperti bagan, grafik, diagram, gambar, peta, animasi, dan

media visual. Peserta didik menggunakan struktur bahasa untuk

menghubungkan informasi dan ide, memberikan deskripsi dan penjelasan,

merumuskan hipotesis, dan mengkonstruksi argumen yang didasarkan

pada bukti-bukti sehingga dapat mengekspresikan posisinya.

Peserta didik memahami ke tujuh aspek Ilmu Pengetahuan Alam dan

Sosial yang terdiri dari makhluk hidup dan lingkungannya; zat dan

perubahannya; energi dan perubahannya; bumi dan antariksa; keruangan

dan konektivitas antar ruang dan waktu; interaksi, komunikasi,

sosialisasi, institusi sosial dan dinamika sosial; serta perilaku ekonomi

dan kesejahteraan sesuai dengan karakteristik bidang keahliannya.

B.KOMPONEN INTI

Tujuan Pembelajaran

Fase CP

E

Elemen

1.Menjelaskan Fenomena Secara Ilmiah.
2.Mendesain dan Mengevaluasi Penyelidikan Ilmiah,
3.Menerjemahkan Data dan Bukti-bukti Secara

Ilmiah.

Tujuan Pembelajaran

1.Peserta didik dapat menjelaskan struktur bumi

secara

menyeluruh

menggunakan

kata-kata

sendiri.

2.Peserta

didik

dapat

menjelaskan

penyebab-

penyebab gempa bumi menggunakan kata-kata
sendiri.

3.Peserta didik dapat menjelaskan mitigasi bencana

gempa bumi menggunakan kata-kata sendiri.

4.Peserta

didik

dapat

melakukan

penyelidikan

ilmiah terkait penyebab-penyebab gempa bumi
menggunakan observasi sendiri.

5.Peserta didik dapat mendesain upaya preventif

bencana gempa bumi di pemukiman penduduk
dalam

kehidupan

sehari-hari

menggunakan

kemampuan sendiri.

6.Peserta didik dapat menginterpretasikan data hasil

penyelidikan ilmiah terkait penyebab-penyebab
gempa bumi ke dalam tabel, grafik atau bentuk
lainnya menggunakan kreativitas sendiri.

6

media

7

media

7.Peserta didik dapat mengkomunikasikan hasil

penyelidikan ilmiah terkait penyebab-penyebab
gempa bumi di pemukiman menggunakan kata-
kata sendiri.

Kompetensi

Peserta didik mengetahui mitigasi bencana gempa
bumi dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman
Bermakna

Setelah kegiatan pembelajaran, diharapkan peserta
didik

mempunyai

keterampilan

untuk

mempresentasikan mitigasi bencana gempa bumi
dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan Pemantik

1.Pernahkan Kamu mendengar kata mitigasi bencana

?

2.Apa yang Kamu ketahui mengenai mitigasi bencana

gempa bumi ?

Persiapan
Pembelajaram

1.Guru membuat Bahan Ajar.
2.Guru membuat Lembar Kerja Peserta Didik.
3. Guru membuat Asesmen.

Variasi

Mitigasi bencana gempa bumi struktural dan mitigasi
bencana gempa bumi non struktural

Sarana dan Prasarana

Media

Komputer/Laptop/HP, LCD dan Projector.

Alat

Alat Tulis dan Alat Praktik Lembar Kerja Peserta
Didik.

Bahan Belajar

Modul Ajar dan Bahan Praktik Lembar Kerja Peserta
Didik.

Lingkungan Belajar
yang dimodifikasi
Pembelajaran langsung di pemukiman masyarakat.

Sarana dan Prasarana
Alternatif

Komputer/Laptop/HP dan Aplikasi Pembelajaran
Daring.

Perkiraan Biaya

Rp. 200.000.

Karakteristik Peserta Didik

Peserta Didik Reguler

Peserta Didik Kelas X

Peserta Didik dengan
Kesulitan Belajar

Peserta Didik Kelas X dengan Remedial

Peserta Didik dengan
Pencapaian Tinggi

Peserta Didik Kelas X dengan Pengayaan

Peserta Didik dengan
Ketunaan

Peserta Didik Kelas X dengan bantuan khusus

Materi Ajar

Struktur Bumi
Hukum-Hukum Gravitasi
Konsep Fisika Modern
Gempa Bumi

8

media

9

media

LAMPIRAN-LAMPIRAN

A.Struktur Bumi

1.Tata Surya

Sumber : https://cdnwpedutorenews.gramedia.net/wp-content/uploads/2021/05/06121804/susunan-

sistem-tata-surya-810x338.jpg

Tata Surya merupakan kumpulan benda langit yang terdiri atas

sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh

gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang

sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173

satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor,

asteroid, komet) dan lainnya. Tata Surya terbagi menjadi :

1.Matahari,

2.Empat planet bagian dalam,

3.Sabuk asteroid,

4.Empat planet bagian luar, dan

5.Di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar.

Semua objek ini berputar di sekitar matahari karena adanya gaya

tarik gravitasi. Tata surya sebagai sistem antariksa yang saling terikat

1.BAHAN BACAAN GURU DAN

PESERTA DIDIK

10

media

11

media

gravitasi

dimana

terdapat matahari dan benda-benda langit yang

mengitarinya secara langsung maupun tidak langsung. Dari sekian banyak

benda langit yang mengitari matahari secara langsung, terdapat benda

langit yang paling besar yang dinamakan dengan planet. Bulan merupakan

benda langit yang mengitari matahari secara tidak langsung, bulan

merupakan satelit alami planet yang mengitari planet.

Terdapat delapan planet besar yang mengitari matahari dengan lebih

dari 160 buah bulan yang sudah diketahui, 5 atau lebih planet katai (dwarf

planet), serta jutaan asteroid dan komet. Secara bersama-sama, semua

benda langit tersebut membentuk tata surya yang menempati ruang

angkasa dengan diameter 15 triliun kilometer. Bagian yang terdekat dengan

matahari adalah bagian sistem yang berbentuk piringan dimana seluruh

planet berada pada bagian ini. Pada daerah yang lainnya yang jauh dari

matahari, terdapat awan Oort, yakni daerah berbentuk bola yang menjadi

tempat kedudukan komet.

2. Definisi Terbentuknya Tata Surya Menurut Ahli

a.Teori Planetesimal oleh Ahli Geologi Thomas C. Chamberlin

(1843-1928) dan Astronom Forest R. Moulton (1872-1952)

Menurut hasil penelitian para ahli tata surya terbentuk karena

adanya benda langit lain yang lewat cukup dekat dengan matahari pada

saat awal pembentukan matahari. Akibat dari kedekatan benda langit

tersebut

dengan

matahari

mengakibatkan

adanya

tonjolan

pada

permukaan matahari. Dengan adanya bantuan bintang yang dekat

dengan matahari akan memberikan efek gravitasi sehingga terbentuknya

dua lengan spiral yang memanjang pada matahari.

Setelah itu sebagian besar materi akan tertarik kembali, dan

sebagian benda langit lainnya akan tetap di orbit akan mendingin dan

memadat dan akan menjadi benda-benda berukuran kecil yangdisebut

dengan planetisimal dan beberapa benda planet lainnya yang berukuran

besar disebut dengan proto planet. Dan objek-objek tersebut akan

bertabrakan dari waktu ke waktu dan akan membentuk bulan dan planet

dan sisa dari materi lainnya menjadi komet dan asteroid.

12

media

13

media

b.Teori Awan Debu oleh Carl Von Weizsaeker (1940) dan Gerard

Kuiper (1950)

Menurut hasil penelitian para ahli ini tata surya terbentuk dari

gumpalan gas dan debu kemudian gumpalan awan mengalami

penyumbatan dan pada proses penyumbatan tersebut partikel-partikel

debu akan tertarik masuk ke bagian pusat awan membentuk gumpalan

bola dan kemudian mulai terikat yang akan membentuk cakram yang

tebal di bagian tengah dan bagian tepi nya yang tipis.

Lalu partikel-partikel di bagian tengah cakram akan saling

menekan dan kemudian menimbulkan panas dan berpijar , dan bagian

inilah yang akan menjadi matahari. Sementara itu bagian yang luar akan

berputar sangat cepat sehingga akan terpecah-pecah membentuk

gumpalan yang lebih kecil dan gumpalan kecil ini akan terikat dan

kemudian membeku yang akan menjadi planet-planet.

c.Teori Nebule (Teori Kabut) oleh Immanuel Kant (1749-1827)

dan Piere Simon de Laplace (1796)

Menurut hasil penelitian para ahli ini tata surya melalui proses

yaitu matahari dan planet berasal dari kabut yang berpijar yang terikat di

dalam jagat raya. Karena berupa kabut yang berbentuk bulat seperti bola

yang besar dan jika semakin bola itu mengecil akan semakin cepat

putarannya.

Lalu akibatnya bentuk bola tersebut mendekat pada kutubnya lalu

melebar di bagian equatornya sehingga bagian massa dari kabut gas

menjauh dari gumpalan intinya dan akan membentuk gelang-gelang pada

sekeliling bagian utama kabut kemudian gelang-gelang tersebut akan

membentuk gumpalan yang akan menjadi planet-planet dan satelit.

Sedangkan bagian tengah yang masih berpijar akan selalu membentuk

gas pijar yang disebut dengan matahari.

14

media

15

media

3. Anggota Sistem Tata Surya

Sebagian besar astronom yakin bahwa seluruh anggota tata surya

dari matahari hingga asteroid yang paling kecil, terbentuk dari awan gas dan

debu yang sangat besar dan berputar yang dinamakan nebula matahari.

Proses ini diawali sekitar 5 miliar tahun yang lalu saat matahari mulai

terbentuk. Planet-planet dan objek-objek lain terbentuk dari bahan-bahan

yang tidak membentuk matahari. Sekitar 500 juta tahun kemudian, ketika

pembentukan tata surya hampir selesai, hanya 0,002% nebula matahari awal

yang tertinggal, selebihnya terlempar ke angkasa luar.

Sistem tata surya memiliki banyak benda-benda langit yang

mengelilingi tata surya, bagian-bagian dari langit itu berjalan sesuai dengan

strukturnya yang secara teratur yang saling melengkapi satu sama lain agar

tidak menimbulkan kerusakan pada anggota-anggota planet lain. Berikut ini

adalah anggota sistem tata surya:

a.Matahari

Matahari merupakan anggota penting dalam tata surya yang

merupakan komponen utama dalam tata surya. Matahari juga disebut

sebagai induk di dalam tata surya . Matahari memiliki ukuran sebesar

332.830 massa bumi. Dengan memiliki ukuran massa yang besar ini

menimbulkan kepadatan inti yang besar agar bisa mendukung

kesinambungan fusi nuklir dan menimbulkan sejumlah energi yang

dahsyat. Kemudian energi ini dipancarkan ke luar angkasa radiasi

elektromagnetik dan termasuk spektrum magnetik. Matahari juga

memiliki lapis lapisan-lapisan yaitu :

Bagian Inti Bagian inti adalah lapisan paling dalam pada matahari

yang memiliki suhu 14 juta kelvin, dan inti core ini merupakan

tempat terjadinya reaksi nuklir yang akan menghasilkan energi yang

sangat besar.

Fotosfer adalah lapisan yang masih memiliki energi panas yang

dahsyat yang suhunya sekitar 6000 kelvin yang memiliki ketebalan

sekitar 300 km. Dan fotosfer merupakan bagian matahari yang dapat

16

media

17

media

dilihat, namun kita tidak bisa selalu menatap matahari secara

langsung karena dapat menimbulkan kerusakan mata.

Kromosfer adalah lapisan bagian atmosfer matahari yang memiliki

suhu 4.500 kelvin dan memiliki ketebalan 2.000 kilometer.

Korona adalah lapisan luar matahari yang tidak terlalu memberikan

energi panas karena korona memiliki suhu 1 juta kelvin serta

memiliki

ketebalan

700.000

km.

Energi

panas

yang

selalu

dipancarkan matahari memungkinkan adanya kehidupan di bumi.

Dan tanpa pemantulan cahaya matahari. Jadi kita tidak bisa melihat

anggota-anggota lain dari tata surya hanya yang tampak saja seperti

bintang, meteor dan komet.

b. Planet -Planet

Selain matahari ada juga anggota benda-benda langit lainnya yaitu

planet-planet. Planet adalah anggota benda-benda langit yang memiliki

beberapa variasi dengan bentuk dan ukuran tertentu pada planet.

Planet terbagi menjadi 7 yaitu merkurius, venus, bumi, mars, jupiter,

saturnus, uranus, neptunus yang memiliki variasi dengan bentuk

ukuran tertentu pada setiap planet.

Planet dalam adalah planet yang orbitnya dekat dengan Matahari,

yaitu merkurius, venus, bumi dan mars.Sedangkan, planet luar adalah

planet yang orbitnya jauh dari matahari yaitu jupiter, saturnus, Uranus

dan neptunus.

Menurut International Astronomical Union (2006), sebuah benda

langit dapat dikatakan planet apabila memenuhi persyaratan, sebagai

berikut:

1.Harus mengorbit sebuah bintang (kalau di tata surya kita adalah

Matahari);

2.Harus cukup besar untuk memiliki gaya gravitasi agar tetap bisa

berada di lintasan;

3.Harus cukup besar agar gravitasinya dapat menyingkirkan benda lain

yang berada di sekitar lintasannya.

18

media

19

media

Berikut adalah penjelasan dari delapan planet-planet tersebut :

1.Merkurius

Planet Merkurius merupakan planet yang terdekat dengan

matahari yang memiliki jarak sekitar 58 juta kilometer dari matahari.

Planet merkurius ini tidak dapat dilihat hanya dengan kasat mata.

Merkurius biasa bisa di lihat ketika disaat waktu fajar dan waktu

senja. Merkurius adalah planet yang terkecil diantara planet yang

lainnya.

Merkurius hanya memiliki 4.862 km, pada permukaan

merkurius memberikan energi yang panas dan kering. Merkurius

akan bergerak mengelilingi matahari 1 kali putaran membutuhkan

waktu 88 hari dan akan berotasi dengan periode rotasi 59 hari

karena merkurius tidak memiliki satelit. Merkurius melakukan

gravitasi pada permukaan bumi sekitar sepertiga gravitasi.

2.Venus

Planet selanjutnya adalah Venus. Kamu pernah dengar

‘bintang kejora’? Itu merupakan salah satu julukan dari planet

Venus. Planet ini biasa terlihat dari Bumi pada sore hari lho, guys.

Terlihat seperti bintang, tapi tidak kerlap-kerlip.

Namun, atmosfer planet Venus ini beracun, diisi dengan

karbon dioksida dan diselimuti awan tebal berwarna kuning yang

mengandung

asam

sulfat.

Awan

tersebut

membuat

panas

terperangkap di dalamnya, hal inilah yang menyebabkan efek rumah

kaca berlebih. Itulah mengapa meskipun Merkurius merupakan

planet terdekat dengan Matahari, namun Venus yang memiliki suhu

paling panas di antara planet lainnya. Ciri-ciri dari planet Venust:

1.Dijuluki sebagai ‘bintang fajar’, ‘bintang sore’, dan ‘bintang kejora’;

2.Planet kedua di tata surya, setelah Merkurius. Planet terpanas di

tata surya dengan suhu 900°F (465°C).

20

media

21

media

3.Arah rotasinya berbeda dari planet lain (berlawanan); Memiliki

jarak lebih dari 67 juta mil (108 juta km) dari Matahari;

Planet yang berwarna putih kekuningan; Memiliki atmosfer

yang tebal dan sebagian besar terdiri dari asam sulfat dan karbon

dioksida. Satu hari di Venus sama dengan 243 hari di Bumi. Hal ini

karena rotasi Venus yang berputar terbalik dari planet lainnya.

Sehingga, Matahari terbit di Venus bukan di timur, melainkan dari

arah barat. Sedangkan terbenam di arah timur.

3. Bumi

Bumi adalah salah satu planet yang tidak memiliki ukuran

terbesar, karena yang kita tempati adalah bumi sehingga kita

menganggap bumi adalah planet terbesar dengan adanya jumlah

penduduk yang tak terhitung.

Pada bumi ini ada atmosfer yang melindungi dan campuran

bahan kimia organik yang tepat untuk melindungi pada lapisan

matahari. Sehingga planet ini merupakan satu-satunya planet dalam

anggota tata surya yang dapat mendukung adanya kehidupan dan

bumi termasuk planet ketiga dalam urutan sistem tata surya.

Bumi adalah planet yang paling dinamis yang dapat mendaur

ulang diri nya sendiri dengan suhu dan tekanan permukaan bumi

memungkinkan adanya air dan bisa dijadikan dalam bentuk cair,

padat atau gas. Bumi memiliki diameter sekitar 12.700 km dan akan

berevolusi 365,25 hari serta rotasi nya dalam waktu 24 jam. Dan

bumi hanya memiliki satu satelit yaitu bulan.

4.Mars

Mars dijuluki sebagai ‘planet merah’, Mars merupakan planet

di urutan keempat dalam tata surya. Mars memiliki atmosfer yang

sangat tipis, dingin, berdebu, padang pasir atau gurun. Planet Mars

juga terkenal dengan gunung berapinya yang besar dan lembah yang

dalam. Bahkan planet ini merupakan yang paling sering terjadi badai

angin dibandingkan dengan planet lainnya. Ini dia ciri-ciri planet

Mars diantaranya dijuluki sebagai planet merah.

22

media

23

media

Memiliki permukaan yang berwarna kemerah-merahan,

karena berasal dari oksida besi, Komposisi atmosfernya diantaranya

karbon dioksida, nitrogen, argon, oksigen, dan uap air. Jarak antara

planet Mars dengan Matahari sekitar 228 juta km (142 juta mil).

Planet Mars memiliki dua satelit, yaitu Phobos dan Deimos. Mars

tidak memiliki cincin. Suhu planet Mars antara -113 sampai 0°C.

5.Jupiter

Jupiter adalah planet kelima dalam urutan anggota tata surya

. Jupiter merupakan planet yang terbesar diantara planet yang

lainnya. Jupiter memiliki garis tengah pada permukaannya sekitar

142.860 km dan mempunyai volume sekitar 1.300 kali dari volume

bumi.

Dengan letak jupiter lebih jauh dari planet yang lainnya,

namun jupiter mudah dilihat dengan kasat mata karena ukurannya

yang sangat besar dan memantulkan lebih dari 70% cahaya matahari

yang diterimanya. Jupiter memiliki gas yang berwarna merah yang

akan berputar mengelilingi tengah-tengah planet jupiter yang akan

membentuk

ikat

pinggang

merah

raksasa

yang

kemudian

menghasilkan badai besar di permukaan jupiter. Untuk rotasi nya

jupiter melewati masa rotasi selama 9,8 jam yang sekitar 2,5 kali

lebih cepat dibandingkan dengan bumi serta dengan revolusi nya

sekitar 12 tahun.

6.Saturnus

Saturnus adalah planet yang ke enam dalam urutan anggota

tata surya. Saturnus merupakan planet yang tercantik diantara

planet lainnya karena saturnus memiliki cincin yang mengelilingi

planet karena ukuran cincinnya lebih besar dibandingkan dengan

planet yang lainnya. Karena pada saturnus terdapat banyak cincin-

cincin kecil yang berjumlah sampai ratusan. Cincin-cincin kecil yang

ada di planet saturnus ini tersusun dari gas beku dan butiran-

butiran debu yang menurut para peneliti merupakan peninggalan

dari satelit yang lebih dulu yang sudah hancur karena benturan

dengan planet-planet yang lainnya.

24

media

25

media

7.Uranus

Uranus adalah planet yang ke tujuh dalam urutan anggota tata

surya. Pada planet uranus ini sangat berbeda dengan planet lainnya

karena salah satu kutub dari planet uranus ini menghadap ke

matahari dan berotasi pada sumbu yang sebidang dengan bidang

edarnya yang mengelilingi matahari.

Uranus sebagai planet yang pertama kali ditemukan dengan

menggunakan teleskop. Meskipun planet ini berada pada urutan

ketujuh di dalam tata surya, namun Uranus adalah planet yang

paling dingin di antara planet lainnya. Planet ini memiliki ukuran 4

kali Bumi. Berikut ciri-ciri dari planet Uranus diantaranya Planet

dengan suhu terendah, yaitu -224°C.

Memiliki satelit sebanyak 27 buah. Diameter planetnya sebesar

50.724 km. Berwarna biru muda. Memiliki cincin redup vertikal.

Berputar pada poros sejajar orbitnya. Atmosfernya terdiri dari

metana, inti padat metana beku. Jarak Uranus ke Matahari sejauh

1,8 miliar mil (2,9 miliar km. Uranus membutuhkan 17 jam Bumi

untuk berotasi pada porosnya, dan membutuhkan 84 tahun Bumi

untuk mengorbit Matahari.

8.Neptunus

Neptunus adalah planet yang ke delapan dalam urutan

anggota tata surya. Neptunus adalah planet yang memiliki angin yang

badai sehingga disebut dengan planet yang paling berangin dalam

tata surya. Sehingga bisa saja ada badai yang sangat besar yang

timbulnya dari planet ini.

Planet ini memiliki ukuran jarak dari matahari yaitu sebesar 4-

500 jt km. Untuk massa 16 jam. revolusi pada planet ini

membutuhkan waktu selama 165 tahun serta yang dibutuhkan

untuk rotasinya adalah 16 jam . Planet neptunus ini memiliki

kesamaan dengan uranus memiliki atmosfer yang terdiri dari helium

dan hidrogen serta memiliki gas metana yang sama dengan planet

26

media

27

media

neptunus. Pada planet neptunus ini juga berbeda dengan lainnya,

planet ini tidak memiliki batasan-batasan antara lapisan-lapisannya.

Sumber : https://tirto.id/rangkuman-planet-dalam-sistem-tata-

surya-merkurius-hingga-pluto-gewY

c.Asteroid

Asteroid, disebut juga planet minor atau planetoid, adalah benda

berukuran

lebih

kecil

daripada planet,

tetapi

lebih

besar

daripada meteoroid,

umumnya

terdapat

di bagian

dalam Tata

Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda

dengan komet dari penampakan visualnya.

Komet menampakkan koma ("ekor")

sementara

asteroid

tidak.

Istilah ini secara historis ditujukan untuk semua objek astronomis yang

mengelilingi matahari dan

setelah

diobservasi

tidak

memiliki

karakteristik komet aktif.

Ada jutaan asteroid, yang menurut pemikiran banyak orang adalah

sisa-sisa

kehancuran planetisimal,

material

di

dalam solar

nebula matahari muda yang tidak pernah tumbuh besar untuk

menjadi planet.[1] Mayoritas asteroid yang telah diketahui mengorbit

pada sabuk asteroid di antara orbit Mars dan Jupiter atau berbagi orbit

28

media

29

media

dengan Jupiter (Asteroid Troya Jupiter). Tetapi, terdapat keluarga orbit

lainnya dengan populasi signifikan, termasuk asteroid dekat-Bumi.

Asteroid individual diklasifikasikan berdasarkan karakteristik spektrum

emisi mereka, dengan mayoritas terbagi menjadi tiga kelompok utama:

tipe-C, tipe-M, dan tipe-S. Kelompok ini diberi nama dan umumnya

diidentifikasi dari komposisi karbon, logam, dan silikat.

Hanya satu asteroid, yang memiliki permukaan relatif reflektif,

secara normal dapat dilihat dengan mata telanjang dan ini hanya pada

langit yang sangat gelap dan posisinya memungkinkan. Asteroid-asteroid

kecil yang melintas dekat dengan bumi jarang dapat dilihat dengan mata

telanjang dalam waktu yang singkat. Hingga April 2016, Pusat Planet

Minor memiliki data lebih dari 1,3 juta objek di dalam dan luar Tata

Surya, 750.000 di antaranya telah memiliki informasi yang cukup untuk

penamaan bernomor.

Sumber : https://www.kompas.com/tag/asteroid-adalah

d.Komet

Komet adalah

benda langit yang

mengelilingi

matahari

dengan garis edar berbentuk lonjong, parabolis, atau hiperbolis. Istilah

"komet" berasal dari bahasa Yunani, kometes yang berarti "rambut

panjang". Istilah lainnya adalah bintang berekor yang tidak tepat karena

komet

sama

sekali

bukan bintang. Orang

Jawa

menyebutnya

sebagai lintang kemukus karena memiliki ekor mirip 'kukus' atau

berdebu. Di samping itu, ekornya juga mirip buah kemukus yang

dikeringkan.

30

media

31

media

Komet

terbentuk

dari es dan

debu. Komet

terdiri

dari

kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari

Matahari. Ketika

mendekati

Matahari,

sebagian bahan penyusun

komet menguap membentuk

kepala

gas

dan ekor. Komet

juga

mengelilingi

Matahari,

sehingga

termasuk

dalam

sistem tata

surya. Komet merupakan gas pijar dengan garis edar yang berbeda-

beda. Panjang ekor komet dapat mencapai jutaan km. Beberapa komet

menempuh jarak lebih jauh di luar angkasa daripada planet. Beberapa

komet

membutuhkan ribuan

tahun untuk

menyelesaikan

satu

kali mengorbit Matahari.

Komet dapat dilihat ketika masih jauh dari matahari, bagian yang

pertama kali dilihat adalah inti komet. Komet merupakan benda angkasa

yang mirip asteroid, tetapi hampir seluruhnya terbentuk dari gas (karbon

dioksida, metana, air) dan debu yang membeku.

Komet sering juga disebut dengan bintang berekor. Komet

memiliki orbit atau lintasan yang berbentuk elips, lebih lonjong dan

panjang daripada orbit planet. Komet merupakan benda angkasa seperti

lapisan batu yang terlihat mempunyai cahaya dikarenakan adanya

gesekan-gesekan atom-atom di udara.Bagian-bagian komet terdiri

dari inti, koma, awan hidrogen, dan ekor. Bagian-bagian komet adalah

sebagai berikut.

Inti, merupakan bahan yang sangat padat, diameternya mencapai

beberapa kilometer, dan terbentuk dari penguapan bahan-bahan

es penyusun komet, yang kemudian berubah menjadi gas.

Koma, merupakan daerah kabut atau daerah yang mirip tabir di

sekeliling inti.

Lapisan

hidrogen,

yaitu lapisan yang menyelubungi koma,

tidak

tampak oleh mata manusia. Diameter awan hidrogen sekitar 20 juta

kilometer.

Ekor, yaitu gas bercahaya yang terjadi ketika komet lewat di dekat

Matahari.

Semua komet beredar di tata surya dalam orbit elips (bulat telur).

Komet yang tercatat memiliki periode orbit terpendek adalah komet

Encke (3,3 tahun), sedangkan komet yang memiliki periode panjang,

32

media

33

media

memerlukan waktu hingga ribuan tahun untuk satu kali mengorbit

Matahari. Beberapa komet yang diamati menunjukkan bahwa komet itu

hanya sekali muncul dalam orbit parabolik atau hiperbolik yang

membawanya

mendekati

Matahari

hanya

dalam

sekali

seumur

hidupnya, menimbulkan suatu kemungkinan bahwa komet tersebut

mungkin berasal dari luar tata surya, tetapi kurangnya data membuat

dugaan ini sulit untuk dibuktikan.

Hampir seluruh komet yang kita kenali mendekati Matahari

dalam jarak antara 0,005 hingga 2,5 SA (satuan astronomi) pada

perihelion. Apabila perihelion komet lebih jauh dari 2,5 SA, komet

biasanya

tidak

dapat

diamati.

Banyak

di antara

komet

memiliki aphelion di sekitar orbit planet luar. Sekelompok komet yang

terdiri

dari

sekitar

75 komet

diketahui

sebagai

“keluarga

dekat” Jupiter dan memiliki aphelion di sekitar orbit planet tersebut.

Beberapa di antaranya merupakan kelompok komet yang mengorbit

secara bersama-sama. Komet jenis ini biasanya merupakan sisa-sisa

dari sebuah komet raksasa yang kemudian pecah dikarenakan

pengaruh gravitasi dari Matahari atau sebuah planet.

Para ilmuwan telah memindai sekitar 900 orbit komet. Beberapa

di

antaranya

memiliki

orbit

di

antara

garis

edar

planet Venus dan Mars dan

memerlukan

beberapa

tahun

untuk

berevolusi. Sementara yang lainnya, memiliki orbit yang eksentris, yaitu

berbentuk lonjong dan memerlukan waktu berabad-abad untuk

melakukan revolusi. Komet sering diklasifikasikan menurut panjang

periode orbit mereka: semakin lama periode lebih panjang elips.

Berdasarkan bentuk dan panjang lintasannya, komet dapat

diklasifikasikan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

Komet berekor panjang, yaitu komet dengan garis lintasannya

sangat jauh melalui daerah-daerah yang sangat dingin di angkasa

sehingga berkesempatan menyerap gas-gas daerah yang dilaluinya.

Ketika mendekati Matahari, komet tersebut melepaskan gas sehingga

membentuk koma dan ekor yang sangat panjang. Contohnya,

komet Kohoutek yang melintas dekat Matahari setiap 75.000 tahun

sekali dan komet Halley setiap 76 tahun sekali.

34

media

35

media

Komet berekor pendek, yaitu komet dengan garis lintasannya

sangat pendek sehingga kurang memiliki kesempatan untuk

menyerap gas di daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati Matahari,

komet tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit sehingga hanya

membentuk koma dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tidak

berekor. Contohnya komet Encke yang melintas mendekati Matahari

setiap 3,3 tahun sekali.

Komet biasanya dinamakan sesuai penemunya. Pengecualian

memang

ada.

contohnya Komet

Halley.

Komet

ini dinamakan

berdasarkan nama Edmond Halley (1656–1742), untuk menghargai

orang yang pertama kali menghitung orbitnya. Nama tiga orang pertama

yang melaporkan menemukan komet baru secara serentak dapat

diambil sekaligus untuk nama komet tersebut. Karena perburuan komet

adalah aktivitas internasional, maka sering kali kita menemukan komet

dengan nama yang susah disebut seperti komet periode pendek (5,3

tahun) bernama Komet Honda-Mrkos-Pajdusakova. Berikut adalah

beberapa nama komet :

Komet

Arend-Roland dan Komet

Maikos yang

muncul

pada

tahun 1957.

Komet Ikeya-Seki, ditemukan pada bulan September 1965 oleh dua

astronom Jepang, yaitu Ikeya dan T. Seki.

Komet

Shoemaker-Levy 9

yang

hancur

pada

tahun 1994 (menghantam Jupiter.

Komet Hyakutake yang muncul pada tahun 1996.

Komet Hale-Bopp yang muncul pada tahun 1997 dan lainnya.

Komet Halley terakhir muncul pada tahun 1986 dan muncul setiap

76 tahun.

Komet Encke komet ini merupakan salah satu dengan orbit

terpendek yaitu 3 tahun sekali.

Komet

Brooks Ditemukan Juli 1911 penemunya

William

Robert

Brooks dan nama belakangnya dijadikan nama komet ini.

Komet Lulin Ditemukan pada 11 Juli 2007.

Komet Hartley Komet ini tampak setiap 6 tahun sekali.

36

media

37

media

Komet Kopff namanya berasal dari nama penemunya yaitu August

Kopff . Diperkirakan tampak setiap 6 tahun sekali.

Komet Bode ditemukan oleh Johann Elert Bode.

Komet Holmes ditemukan oleh Edwin Holmes.

Sumber: https://tekno.tempo.co/read/1477567/komet-diameter-hingga-370-

kilometer-sedang-dekati-matahari-ini-datanya

2. Rotasi dan Revolusi Bumi

Revolusi

Bumi adalah

gerakan bumi mengitari

Matahari,

yang

berlangsung selama periode 1 tahun penuh sampai kembali ke titik

awalnya. Rotasi Bumi adalah gerakan bumi berputar pada porosnya, dari

arah barat ke timur, dan memerlukan periode waktu selama kurang lebih 24

jam.

Rotasi Bumi merujuk pada gerakan berputar planet Bumi pada

sumbunya. Bumi berputar ke arah timur, atau jika dilihat dari utara,

melawan arah jarum jam. Akibat pergerakan pada sumbunya, setiap daerah

di Bumi mengalami siang dan malam, walaupun dengan panjang siang dan

malam yang bisa berbeda-beda.

Pergantian siang dan malam terjadi karena Bumi berputar pada

poros nya. Rotasi tersebut menyebabkan perubahan serta perbedaan

waktu. Bersumber dari situs NASA, perbedaan rotasi dan revolusi ada pada

pergerakan bendanya. Rotasi adalah perputaran suatu benda pada poros nya.

38

media

39

media

Sebuah planet berputar pada sumbu atau poros imajiner dan tiap

planet membutuhkan waktu yang berbeda untuk menyelesaikan satu

rotasi. Sedangkan revolusi adalah gerak suatu benda yang berputar

mengelilingi benda lainnya. Sama seperti rotasi, tiap planet membutuhkan

waktu yang berbeda untuk berputar mengelilingi matahari secara sempurna.

Bumi berputar sangat cepat sehingga makhluk yang mendiaminya

tidak merasakan perputaran Bumi. Bumi membutuhkan waktu selama 24

jam

setiap

harinya

untuk

menyelesaikan

rotasi

terhadap

matahari. Sedangkan untuk masa revolusinya, bumi membutuhkan waktu

selama 365 hari atau satu tahun penuh untuk mengitari matahari.

Sumbu atau poros rotasi bumi tidak tegak lurus sempurna tetapi

sumbu imajiner tersebut miring sebesar 23,5 derajat. Saat berevolusi bumi

akan mengelilingi matahari dalam sebuah orbit yang berbentuk elips. Saat

berevolusi, bumi juga sekaligus berputar pada porosnya. Pergerakan rotasi

dan revolusi yang terjadi pada bumi berakibat pada perubahan waktu hingga

musim dan hari.

Revolusi pada bumi menyebabkan perubahan musim di setiap

negara. Perubahan ini juga disebabkan oleh pergerakan rotasi yang terjadi

saat bumi bergerak mengelilingi matahari.Pergerakan bumi pada poros nya

atau rotasi bumi, bersumber dari Toppr, menyebabkan pergantian antara

siang dan malam. Karena rotasi bumi tidak tegak lurus sempurna, terkadang

hari terasa lebih panjang atau lebih pendek.Perbedaan waktu di beberapa

wilayah juga merupakan akibat dari rotasi pada bumi. Inilah sebabnya di

sebagian negara seperti Indonesia memiliki zona waktu yang berbeda di

beberapa wilayah., Rotasi pada bumi juga menyebabkan arah pergerakan

angin tertuju ke beberapa arah tertentu. Karena arah angin terpengaruh

rotasi bumi, hal ini juga berdampak pada pasang surut air laut.

40

media

41

media

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=QrIuXIzSyms

3.Rotasi dan Revolusi Bulan

Bulan adalah satelit alami bumi. Bulan melakukan tiga gerakan

sekaligus, yaitu berotasi pada porosnya, beredar mengelilingi bumi, dan

bersama

bumi

beredar

mengelilingi

matahari.

Periode revolusi

Bulan mengelilingi Bumi ternyata sama dengan periode rotasinya.

Bulan tidak memiliki cahayanya sendiri. Bulan memantulkan cahaya

dari matahari, sama seperti planet. Bagian bulan yang terpapar cahaya

matahari ini megalami siang hari dan bagian bulan yang tidak terkena

cahaya matahari mengalami malam hari. Itulah mengapa kita hanya dapat

melihat bulan dengan jelas pada malam hari. Peristiwa ini disebut sebagai

rotasi bulan.

Bulan adalah satelit bumi tetapi bulan berotasi seperti planet lainnya

di sistem tata surya. Bulan berputar pada orbitnya sehingga kita akan selalu

melihat sisi bulan yang sama sesuai dengan fasenya. Rotasi bulan pada

orbitnya terjadi sekali selama 27 hari tetapi untuk berganti bulan baru

membutuhkan waktu selama 29,5 hari. Bulan berotasi dari barat ke timur.

Dilansir dari Space proses ini membuat bulan nampak tak bergerak sama

sekali dan selalu berada di tempat yang nyaris sama, peristiwa ini disebut

sebagai synchronous rotation. Bagian bulan yang menghadap bumi biasa

disebut sebagai sisi dekat atau near side sedangkan bagian bulan yang

membelakangi bumu disebut sisi jauh atau far side. Sehingga banyak

terdapat dongeng tentang sisi gelap bulan yang tidak terlihat dari Bumi.

42

media

43

media

Bulan bergerak mengelilingi bumi dalam orbit yang berbentuk elips.

Pergerakan inilah yang mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk bulan di

setiap fasenya, seperti bulan baru, bulan sabit, bulan separuh, dan bulan

purnama. Fase-fase bulan ini dipengaruhi oleh seberapa luas permukaan

bulan yang nampak dari bumi. Pengaruh Rotasi dan Revolusi Bulan

Terhadap Bumi Seperti halnya gravitasi bulan mempengaruhi gelombang laut

di bumi, gravitasi bumi juga mempengaruhi bulan, hal ini menyebabkan

adanya gelombang friksi yang memperlambat rotasi bulan. Selain itu juga

akibat adanya rotasi dan revolusi bulan juga mengakibatkan adanya

pergeseran penanggalan berdasarkan fase bulan. Rotasi dan revolusi bulan

juga akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan, hal ini terjadi ketika

bula, bumi, dan matahari berada pada satu garis lurus. Peristiwa gerhana

bulan biasanya berlangsung dalam hitungan menit karena bulan tidak

berhentiberotasi.

Sumber :

https://www.kompas.com/skola/read/2021/02/13/195943969/rotasi-dan-

revolusi-bulan-terhadap-bumi?page=all

44

media

45

media

B.Hukum-Hukum Gravitasi

Hukum gravitasi Newton menjelaskan bahwa gaya tarik gravitasi yang

bekerja antara dua benda sebanding dengan massa masing-masing benda dan

berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kedua benda. Gravitasi bumi

merupakan salah satu ciri bumi yaitu benda-benda ditarik ke arah pusat

bumi. Rumus Hukum Gravitasi Newton :

Sumber : https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/repos/FileUpload/Gravitasi%20Newton-

SH/Topik-1.html

Keterangan :

F = gaya tarik gravitasi (N)

m1, m2 = massa masing-masing benda (kg)

r = jarak antara kedua benda (m)

G = konstanta gravitasi umum (6,673 x 10–11Nm2/kg2)

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan hukum gravitasi

Newton adalah sebagai berikut :

1.Benda dianggap partikel atau berbentuk bola

2.Garis kerja gaya terletak antara garis hubung yang menghubungkan

pusat benda 1 dan pusat benda ke-2

3.F12, gaya gravitasi pada benda 1 yang dikerjakan oleh benda

2(disebut F aksi),

4.F2,1, adalah gaya gravitasi yang dilakukan pada benda 2 oleh benda

1(disebut F reaksi)

C.Konsep Fisika Modern

Fisika

modern adalah

salah

satu

cabang

keilmuan fisika yang

mempelajari perilaku materi dan energi pada ukuran atom dan partikel-

partikel sub-atom atau gelombang. Prinsip fisika modern mirip dengan fisika

klasik, tetapi berbeda dalam hal kecepatan. Pada fisika modern, materi

dianalisa pada kecepatan tinggi. Pembahasan secara terpisah dilakukan dalam

teori relativitas khusus untuk partikel yang bergerak dengan kecepatan

46

media

47

media

mendekati atau sama dengan kecepatan cahaya.

Perkembangan ilmu fisika modern dimulai pada awal abad 20 Masehi

akibat ketidakmampuan fisika klasik dalam merumuskan fenomena-fenomena

yang terjadi pada materi yang sangat kecil. Hipotes Planck mengawali ilmu

fisika modern dengan pernyataan bahwa besaran energi suatu benda yang

berosilasi tidak lagi bersifat berkesinambungan, tetapi bersifat diskrit. Fisika

modern mengawali perkembangan fisika kuantum dan penemuan konsep

dualisme partikel-gelombang yang merupakan dasar dari fisika modern.

Fisika modern merupakan ilmu yang membahas tentang perilaku materi

dan energi pada skala atomik dan partikel-partikel sub-atomik atau

gelombang. Fisika modern membahas tentang benda-benda yang ukuranya

sangat kecil dan kecepatan benda mendekati kecepatan cahaya (relativitas).

Einstein sangat

terkenal

dengan

berbagai

pemikirannya

yang

revolusioner. Salah satu pemikiran terbesarnya adalah teori relativitas. Sebagai

penemu teori relativitas, ia berkontribusi dalam mengubah pandangan serta

pemahaman banyak orang mengenai konsep ruang dan waktu hingga saat ini.

Teori relativitas (theory of relativity) digaungkan pertama kali 103 tahun

lalu, tepatnya pada 1916. Kemudian menjadi gagasan yang paling revolusioner

dalam sejarah dan menjadi lompatan besar atas hukum gravitasi yang

sebelumnya

digagas

oleh

Sir

Isaac

Newton

pada

1687.

Menurut Direktur Institut Kavli untuk Fisika Kosmologis Michael

Turner, Einstein percaya bahwa ruang dan waktu tidaklah ajeg, melainkan

merupakan fenomena yang fleksibel, relatif, dan dinamis seperti proses alam

semesta lainnya."Terdapat lengkungan ruang dan waktu (spacetime warp), dan

itu adalah cara yang sama sekali baru dalam memandang gravitasi," ujar

Turner dilansir AFP.Sederhananya, melalui teori ini menjelaskan bahwa

hukum fisika akan selalu sama dan konstan di mana pun. Namun sesuatu

yang terjadi pada ruang dan waktulah yang membuatnya berbeda.

Melalui pandangan yang berbeda akan menghasilkan ruang dan waktu

kejadian

secara

berbeda

pula.

Semua

hal tersebut

sifatnya

relatif.

Ruang dan waktu terjalin menjadi sebuah kontinum tunggal yang dikenal

sebagai ruang-waktu (spacetime). Peristiwa yang terjadi pada saat yang sama

untuk satu pengamat dapat terjadi pada waktu yang berbeda untuk yang lain.

Dalam fisika, relativitas

khusus atau teori

relativitas

khusus adalah teori fisika mengenai hubungan antara ruang dan waktu yang

48

media

49

media

diterbitkan pada 1905 oleh Albert Einstein. Einstein memberikan dua postulat:

1.Hukum-hukum

fisika

berlaku invarian (bentuk

yang

sama)

dalam

semua kerangka acuan inersia (kerangka acuan yang tidak mengalami

percepatan); dan

2.Laju cahaya dalam vakum bernilai sama untuk semua pengamat, tanpa

perlu memerhatikan gerakan cahaya maupun pengamat.

Relativitas khusus diperkenalkan Einstein pada 26 September 1905

dalam makalah "Mengenai Elektrodinamika Benda Bergerak". Teori ini

menggantikan pendapat

Newton

tentang

ruang

dan

waktu dan

memasukan elektromagnetisme sebagaimana tertulis oleh persamaan Maxwell.

Teori ini disebut "khusus" karena dia berlaku terhadap prinsip relativitas pada

kasus "tertentu" atau "khusus" dari rangka referensi inertial dalam ruang

waktu datar, di mana efek gravitasi dapat diabaikan. Sepuluh tahun

kemudian, Einstein menerbitkan teori relativitas umum (relativitas umum)

yang memasukan efek tersebut.

Relativitas khusus memiliki berbagai konsekuensi. Konsekuensi-

konsekuensi tersebut telah dibuktikan oleh eksperimen, dan mencakup di

antaranya kontraksi panjang, dilatasi waktu, massa relativistik, batas kelajuan

tertinggi, ekuivalensi

massa–energi,

kelajuan

kausalitas,

dan relativitas

simultanitas. Salah satu dampak relativitas khusus adalah tergantinya

pemikiran bahwa waktu bersifat mutlak dengan pemikiran bahwa waktu

bergantung pada kerangka acuan dan posisi. Jadi dua kejadian yang terjadi

secara bersamaan bagi seorang pengamat bisa tampak tidak terjadi bersamaan

bagi pengamat lainnya. Karakteristik yang paling mudah dikenali dari

relativitas khusus adalah digantikannya transformasi Galileo dari mekanika

Newton

dengan transformasi

Lorentz.

Ruang

dan

waktu

tidak

bisa

didefinisikan secara terpisah, tidak seperti yang sebelumnya diduga,

melainkan merupakan suatu kesatuan yang disebut sebagai "ruang waktu".

Teori relativitas Einstein diatas mengakibatkan perubahan yang agak

menyimpang dari pengalaman yang kita rasakan sehari-hari, seperti:

50

media

51

media

1. Relativitas Kecepatan

Untuk dapat mengetahui laju objek I terhadap objek II jika kita

mengetahui laju objek lain (objek III) terhadap objek II dan laju objek I

terhadap objek III yang dinyatakan dengan rumus:

Keterangan :

V = laju objek I terhadap objek II (m/s)

v1 = laju objek III terhadap objek II (m/s)

v2 = laju objek II terhadap objek I (m/s)

c = laju kecepatan cahaya (m/s)

2. Pemuaian Waktu

Karena ruang dan waktu tidaklah konstan, maka selang waktu

yang diamati oleh pengamat yang diam dengan selang waktu yang

diamati oleh pengamat yang bergerak dengan kecepatan v tidaklah sama.

Keterangan:

= selang waktu yang diamati pengamat yang bergerak dengan

kecepatan (s).

= selang waktu yang diamati pengamat yang diam (s)

v = kecepatan pengamat (m/s).

3.Kontraksi Lorentz

Karena ruang dan waktu tidaklah konstan, maka benda yang

panjangnya L0 akan teramati sebesar L oleh pengamat yang bergerak

52

media

53

media

sejajar dengan benda tersebut dengan kecepatan v; semakin besar

kecepatan pengamat, maka benda akan terlihat semakin pendek dari

panjang aslinya.

Keterangan:

L = panjang benda yang diamati pengamat yang bergerak dengan

kecepatan (m).

L0 = panjang benda yang diamati pengamat yang diam (m).

v = kecepatan pengamat (m/s).

sumber: www.askamathematician.com

4. Relativitas Massa dan Energi

Seperti ruang dan waktu, massa benda yang diamati pengamat

yang diam akan berbeda dengan massa benda yang diamati oleh

pengamat yang bergerak dengan kecepatan v.

Keterangan:

m = massa benda yang diamati pengamat yang bergerak dengan

kecepatan (kg).

m0 = massa benda yang diamati pengamat yang diam (kg).

v = kecepatan pengamat (m/s).

Selain itu, dalam mekanika relativistik, energi benda bermassa

m0 (keaadaan diam) dengan kecepatan v dirumuskan dengan:

54

media

55

media

Energi total benda yang bermassa didapat dengan:

dimana E0 adalah energi diam (

).

Dari interpretasi diatas, benda yang bermassa m memiliki energi sebesar:

E = mc2

Jadi, konsekuensi lain dari relativitas khusus adalah massa dan

energi memiliki hubungan atau dapat dikatakan setara.

D.Gempa Bumi

1.Pengertian Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran atau getar-getar yang terjadi di

permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba

yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan

oleh pergerakan kerak Bumi. Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada

jenis dan ukuran gempa Bumi yang dialami selama periode waktu.

Gempa bumi juga dapat diartikan sebagai suatu peristiwa

bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba

yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.

Frekuensi gempa bumi di suatu wilayah mengacu pada jenis dan ukuran

gempa bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa bumi diukur

dengan menggunakan alat Seismometer. Moment magnitudo adalah skala

yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia.

Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium

seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitudo.

Kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. Gempa 3

magnitudo atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besarnya

56

media

57

media

7 kali lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang

luas, tergantung pada kedalaman gempa.

Gempa Bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9

skala rickter, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa Bumi besar

terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo yaitu gempa

di Jepang pada tahun 2011 , dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak

pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala

Mercalli.

Sumber : https://tirto.id/mengapa-gempa-susulan-bisa-

berlangsung-berkali-kali-c4cv

2.Jenis-jenis Gempa Bumi

Jenis-jenis gempa bumi dibedakan menjadi 2 yaitu berdasarkan

penyebab dan kedalamannya. Berikut ini adalah penjelasan jenis-jenis

gempa bumi :

a. Berdasarkan Penyebabnya

Menurut penyebab terjadinya, gempa bumi dibedakan menjadi

tiga jenis, yaitu :

1. Gempa Vulkanik

Gempa bumi vulkanik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh

letusan gunung berapi. Contoh : gempa G. Bromo, gempa G. Una-

Una, gempa G. Krakatau.

58

media

59

media

2. Gempa Tektonik

Gempa tektonik adalah gempa bumi yang terjadi karena pergeseran

lapisan kulit bumi akibat lepasnya energi di zone penunjaman.

Gempa bumi tektonik memiliki kekuatan yang cukup dahsyat.

Contoh : gempa Aceh, Bengkulu, Pangandaran.

3. Gempa Runtuhan atau terban

Gempa runtuhan atau terban adalah gempa bumi yang disebabkan

oleh tanah longsor, gua-gua yang runtuh, dan sejenisnya. Tipe

gempa seperti ini hanya berdampak kecil dan wilayahnya sempit.

b. Berdasarkan Kedalamannya

Berdasarkan kedalamannya, jenis-jenis gempa bumi juga

dibedakan menjadi 3, yaitu :

1. Gempa bumi dalam

Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang hiposentrumnya

(pusat gempa) berada lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi

(di dalam kerak bumi). Gempa bumi dalam pada umumnya tidak

terlalu berbahaya.

2. Gempa bumi menengah

Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya

berada antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan

bumi.gempa bumi menengah pada umumnya menimbulkan

kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa.

3. Gempa bumi dangkal

Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya

berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini

biasanya menimbulkan kerusakan yang besar.

3. Mitigasi Bencana Gempa Bumi

Mitigasi bencana gempa bumi adalah serangkaian upaya guna

mengurangi resiko bencana gempa bumi dengan cara penyadaran dan

peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana gempa bumi

60

media

61

media

maupun melalui bangunan fisik. Berikut ini adalah beberapa mitigasi

bencana gempa bumi :

1.Menyiapkan rencana untuk penyelamatan diri apabila gempa bumi

terjadi. Rencana ini amat perlu terutama di daerah dengan riwayat

gempa bumi yang cukup sering terjadi.

2.Dalam menghadapi gempa bumi, seseorang perlu mempelajari latihan

penyelamatan saat gempa bumi terjadi. Hal ini akan meminimalisir

jatuhnya korban jiwa. Latihan tersebut di antaranya seperti merunduk,

perlindungan

terhadap

kepala,

berpegangan

ataupun

dengan

bersembunyi di bawah meja.

3.Saat terjadi gempa bumi banyak hal tak terduga yang bisa terjadi.

Memiliki beberapa alat penyelamatan sangat dianjurkan yaitu alat

pemadam kebakaran, alat keselamatan standar, dan persediaan obat-

obatan.

4.Perlunya membangun konstruksi rumah yang tahan terhadap

guncangan gempa bumi dengan fondasi yang kuat. Selain itu, Anda

bisa merenovasi bagian bangunan yang sudah rentan.

5.Memperhatikan daerah rawan gempa bumi dan aturan seputar

penggunaan lahan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Sedangkan beberapa hal yang dilakukan saat terjadi gempa bumi

adalah sebagai berikut :

1. Jika saat terjadi gempa bumi dan anda berada di dalam bangunan,

seperti rumah, sekolah ataupun bangunan bertingkat:

- Guncangan akan terasa beberapa saat, selama jangka waktu itu,

upayakan keselamatan diri anda dengan cara berlindung di bawah

meja untuk menghindari dari benda-benda yang mungkin jatuh dan

jendela kaca.

62

media

63

media

- Lindungi kepala dengan bantal atau helm, atau berdirilah di bawah

pintu. Bila sudah terasa aman, segera lari ke luar rumah.

- Jika anda sedang memasak, segera matikan kompor serta mencabut

dan mematikan semua peralatan yang menggunakan listrik untuk

mencegah terjadinya kebakaran.

- Bila keluar rumah, perhatikan kemungkinan pecahan kaca, genteng

atau material lain. Tetap lindungi kepala anda dan segera menuju ke

lapangan terbuka.

- Jangan berdiri di dekat tiang, pohon atau sumber listrik atai gedung

yang mungkin roboh.

- Jangan gunakan lift apabila sudah terasa guncangan, gunakalah

tangga darurat untuk evakuasi keluar bangunan. Apabila sudah di

dalam elevator, tekan semua tombol atau gunakan interphone untuk

panggilan kepada pengelola gedung.

- Kenali bagian bangunan yang memiliki struktur kuat, seperti pada

sudut bangunan.

- Apabila anda berada di dalam bangunan yang memiliki petugas

keamanan dan ikuti instruksi evakuasi.

2. Jika anda berada di dalam mobil:

- Saat terjadi gempa bumi dengan kekuatan besar, anda akan

kehilangan kontrol terhadap mobil.

- Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri bahu jalan dan

berhentilah.

64

media

65

media

- Ikuti instruksi dari petugas berwenang dengan memperhatikan

lingkungan sekitar atau melalui alat komunikasi lainnya seperti radio

atau gawai.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan setelah

terjadinya gempa bumi :

1. Tetap waspada terhadap gempa bumi susulan.

2. Ketika berada di dalam bangunan, evakuasi diri anda setelah gempa

bumi berhenti. Perhatikan reruntuhan maupun benda-benda yang

membahayakan pada saat evakuasi.

3. Jika berada di dalam rumah, tetap berada di bawah meja yang kuat.

4. Periksa keberadaan api dan potensi terjadinya bencana kebakaran.

5. Berdirilah di tempat terbuka jauh dari gedung dan instalasi listrik dan

air. Apabila di luar bangunan dengan tebing di sekeliling, hindari daerah

yang rawan longsor.

6. Jika di dalam mobil, berhentilah di pinggir jalan, tetapi tetap berada di

dalam mobil. Hindari berhenti di bawah atau di atas jembatan atau

rambu-rambu lalu lintas.

66

media

67

media

Sumber : https://sardjito.co.id/2019/07/30/mitigasi-dan-evakuasi-

bencana-gempa-bumi/

68

media

69

media

Sumber : https://www.pa-bantaeng.go.id/mitigasi-bencana/

70

media

71

media

Nama

=

Kelas

=

No. Urut

=

Pertanyaan-Pertanyaan :

1.Apa yang kamu ketahui mengenai tata surya ?

2.Apa yang kamu ketahui mengenai bagian-bagian tata surya ?

3.Apa yang kamu ketahui mengenai rotasi dan revolusi bumi ?

4.Apa yang kamu ketahui mengenai akibat rotasi dan revolusi bumi ?

5.Apa yang kamu ketahui mengenai rotasi dan revolusi bulan ?

6.Apa yang kamu ketahui mengenai akibat rotasi dan revolusi bulan?

7.Apa yang kamu ketahui mengenai teori relativitas khusus ?

8.Dua saudara kembar Lala dan Lili , pada saat keduanya berumur 20 Tahun,

Lala meninggalkan saudara kembarnya tersebut untuk pergi ke sebuah

bintang dengan sebuah pesawat luar angkasa berkecepatan 0,8c. Setelah

sampai di bintang yang dituju Lala kembali ke bumi dan bertemu Lili yang

telah berumur 80 Tahun. Berapakah usia Lala saat itu ?

9.Massa diam sebuah partikel adalah mo. Berapakah massa partikel tersebut

ketika bergerak dengan kecepatan 0,8c ?

10.Panjang benda diukur pengamat yang diam adalah 15 m. Berapakah

panjang benda itu bila diukur oleh pengamat yang bergerak dengan

kecepatan 0,8 c relatif terhadap keadaan benda ?

11.Apa saja yang akan kamu lakukan sebagai tindakan dalam mitigasi bencana

gempa bumi ?

2.LEMBAR KERJA PESERTA

DIDIK

72

media

73

media

12.Apa saja manfaat yang kamu peroleh setelah melakukan tindakan dalam

mitigasi bencana gempa bumi ?

74

media

75

media

Jawaban :

1.

.......

..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................

2.

.......

..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................

3.

.......

..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................

4.

.......

..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................

5.

.......

..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................

6.

.......

..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................

7.

.......

..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................

8.

.......

..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................

9.

.......

..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................

10.

.......

..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................

11.

.......

..............................................................................................................
..............................................................................................................

76

media

77

media

..............................................................................................................
..............................................................................................................

12.

.......

..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................

78

media

79

media

1.Assesmen Diagnostik

A.Assesmen Non Kognitif

LEMBAR ASSESMEN NON KOGNITIF

1. Gambar dibawah ini manakah yang mewakili perasaan mu saat ini ?

1

2

3

2. Apakah kamu sudah memahami mitigasi bencana gempa bumi ?

1

2

3

3.LEMBAR ASSESMEN

80

media

81

media


52

52

3. Apakah kamu senang dengan mitigasi bencana gempa bumi ?

1

2

3

4. Pilih Gambar yang mewakili perasaan mu bersekolah di sini !

1

2

3

5. Bagaimana perasaan mu dengan teman teman satu kelas ?

B.Asesmen Kognitif

1. Apa yang dapat Kamu simpulkan mengenai gempa bumi secara
general ?
2. Apa yang dapat Kamu simpulkan mengenai mitigasi bencana
gempa bumi energi secara general ?






82

media

83

media


53

53

2.Asesmen Formatif dengan Evaluasi Proses Praktikum, Diskusi

Kelompok, dan Penulisan Laporan.

Lembar Pengamatan Proses

No

Uraian
Pengamatan

Aktif

Biasa saja

Kurang

1Tanggung Jawab

2Keaktifan dalam Diskusi

3Kemandirian

4Menyampaikan Ide

5Memberi Solusi

6Menghargai Teman

3.Asesmen Sumatif dengan Evaluasi Hasil Akhir (Presentasi).

84

media

85

media


54

54

Glosarium

Tata Surya

= kumpulan

benda

langit

yang

terdiri

atas

sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh

gaya gravitasinya.

Fisika modern = salah satu cabang keilmuan fisika yang mempelajari

perilaku materi dan energi pada ukuran atom dan partikel-partikel sub-

atom atau gelombang.

Mitigasi Bencana Gempa Bumi

= serangkaian

upaya

untuk

mengurangi resiko bencana gempa bumi.

Project Based Learning (PjBL) = pendekatan pengajaran yang dibangun di

atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan

bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk

dipecahkan secara berkelompok.

86

media

87

media


55

55

DAFTAR PUSTAKA

Asih, Wididansulistyowati, Eka. (2015). Metodologi Pembelajaran IPA.

Jakarta: Bumi Aksara.

Asy’ari, Maslichah. (2006). Penerapan Pendekatan Sains Teknologi

Masyarakat dalam Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar. Yogyakarta:

Universitas Sanata Dharma.

Kanginan, Marthen. (2002). Sains IPA. Jakarta: Erlangga.

Kanginan, Marthen. 2007. Fisika untuk SMA kelas X. Jakarta: Erlangga.

Kanginan, Marthen. (2016). Sains IPA. Jakarta: Erlangga.

Karim, Saeful, dkk. (2008). Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar.

Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

https://carafisika.blogspot.com/2017/10/soal-dan-pembahasan-teori-

relativitas.html diakses pada tanggal 10 September 2021

https://id.wikipedia.org/wiki/Fisika_modern diakses pada tanggal 10

September 2021

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191003101030-199- diakses

pada tanggal 10 September 2021

436322/mengenal-teori-relativitas-einstein-beserta-pembuktiannya

diakses pada tanggal 10 September 2021

https://id.wikipedia.org/wiki/Relativitas_khusus diakses pada tanggal 10

September 2021

https://www.studiobelajar.com/teori-relativitas/ diakses pada tanggal 10

September 2021

https://id.wikipedia.org/wiki/tatasurya diakses pada tanggal 01 Oktober

2021

88

media

89

media


56

56

https://id.wikipedia.org/wiki/karakteristikplanet-planet diakses pada

tanggal 01 Oktober 2021

https://id.wikipedia.org/wiki/benda-bendalangit diakses pada tanggal 01

Oktober 2021

https://www.askamathematician.com diakses pada tanggal 01 Oktober

2021

https://cdnwpedutorenews.gramedia.net/wp-

content/uploads/2021/05/06121804/susunan-sistem-tata-surya-

810x338.jpg

https://tirto.id/rangkuman-planet-dalam-sistem-tata-surya-merkurius-

hingga-pluto-gewY diakses pada tanggal 01 Oktober 2021

https://tekno.tempo.co/read/1477567/komet-diameter-hingga-370-

kilometer-sedang-dekati-matahari-ini-datanya diakses pada tanggal 01

Oktober 2021

https://www.kompas.com/skola/read/2021/02/13/195943969/rotasi-

dan-revolusi-bulan-terhadap-bumi?page=all diakses pada tanggal 01

Oktober 2021

https://www.youtube.com/watch?v=QrIuXIzSyms diakses pada tanggal 01

Oktober 2021

https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/repos/FileUpload/Gravitasi%20N

ewton-SH/Topik-1.html diakses pada tanggal 01 Oktober 2021

https://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi diakses pada tanggal 01

Oktober 2021

http://bpbd.bandaacehkota.go.id/2018/08/05/pengertian-gempa-bumi-

jenis-jenis-penyebab-akibat-dan-cara-menghadapi-gempa-bumi/diakses

pada tanggal 01 Oktober 2021

90

media

91

media


57

57

https://www.merdeka.com/jateng/langkah-mitigasi-bencana-gempa-

bumi-yang-wajib-diperhatikan-menurut-bnpd-kln.html?page=3diakses

pada tanggal 01 Oktober 2021

http://bpbd.jogjaprov.go.id/berita/mitigasi-bencana-gempa-bumi diakses

pada tanggal 04 Oktober 2021

https://sardjito.co.id/2019/07/30/mitigasi-dan-evakuasi-bencana-

gempa-bumi/ diakses pada tanggal 04 Oktober 2021

https://www.pa-bantaeng.go.id/mitigasi-bencana/ diakses pada tanggal

04 Oktober 2021

https://tirto.id/mengapa-gempa-susulan-bisa-berlangsung-berkali-kali-

c4cv diakses pada tanggal 04 Oktober 2021

92

media

93

media
media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 93

SLIDE