Search Header Logo
Sistem Ekskresi Manusia_IPA_SMP_8

Sistem Ekskresi Manusia_IPA_SMP_8

Assessment

Presentation

Science

11th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

I AKSAMAYASA

Used 3+ times

FREE Resource

33 Slides • 5 Questions

1

media

Sumber : shutterstock.com

2

media

PETA KONSEP

3

media

Kita pasti pernah berkeringat. Keringat
merupakan salah satu sisa aktivitas
metabolisme yang bila tidak dikeluarkan
akan meracuni tubuh. Zat-zat sisa
dikeluarkan melalui organ-organ
tertentu.

Sumber : pixabay.com/skeeze

SISTEM EKSKRESI MANUSIA

Apa saja organ-organ tersebut?
Bagaimana cara organ-organ tersebut
mengeluarkan zat-zat sisa? Bagaimana
jika terjadi kerusakan pada organ-
organ tersebut?

4

media

Proses metabolisme menghasilkan energi dan zat berguna bagi

tubuh. Selain itu, dihasilkan juga zat-zat sisa yang tidak
diperlukan oleh tubuh.

Zat sisa tersebut bersifat racun dan dapat membahayakan

tubuh, karenanya harus dikeluarkan dari tubuh.

Proses pengeluaran zat sisa tersebut disebut Ekskresi.

Organ-orang yang berperan dalam proses ekskresi meliputi,

kulit, ginjal, paru-paru, dan hati.

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

5

media

KULIT

Kulit adalah organ pelindung yang menutupi seluruh permukaan tubuh zat
sisa metabolism dikeluarkan dalam bentuk keringat.

Kulit terdiri atas 3 lapisan, yaitu:

Lapisan kulit ari (epidermis)

Lapisan kulit jangat (dermis)

Jaringan bawah kulit (subkutan)

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

6

media

Kulit ari terdiri atas tiga lapisan, yaitu:
a.Lapisan tanduk (stratum korneum)

b.Lapisan granula (stratum granulosum)

c.Stratum germinativum

Lapisan tanduk merupakan jaringan mati yang terdiri atas banyak lapi sel pipih.

Berfungsi untuk melindungi sel-sel di dalamnya dan mencegah masuknya kuman
penyakit

Lapisan granula terdiri dari sel bergranula yang kelamaan akan mati dan terdorong

keatas menjadi bagian dari lapisan tanduk. Berfungsi untuk melindungi kulit dari
sengatan sinar matahari

Stratum germinativum mengandung sel-sel baru yang akan terdorong ke atas enjadi

bagian lapisan granula

Kulit ari (epidermis)

KULIT

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

7

media

Kulit jangat (dermis)

Kulit jangat terletak di bawah lapisan kulit ari. Terdapat pembuluh darah, kelenjar
keringat (glandula sudorifera), kelenjar minyak (glandula sebassea) dan kantong
rambut dan ujung—ujung saraf indra peraba.

Ujung-ujung saraf indra meliputi,

a.Ujung saraf peraba dingin (Korpuskula Krausse)

b.Ujung saraf peraba panas (Korpuskula Ruffini)

c.Ujung saraf peraba tekanan (Korpuskula Paccini)

d.Ujung saraf peraba sentuhan (Korpuskula Maissner

e.Ujung saraf peraba nyeri

KULIT

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

8

media

Kelenjar minyak (glandula sebasea), berfungsi menghasilkan minyak (sebum)

untuk meminyaki rambut agar tidak kering.

Di bawah kantong rambut terdapat pembuluh kapiler yang mengangkut sari

makanan ke akar rambut, sehingga rambut terus tumbuh.

Di dekat akar rambut terdapat otot rambut yang berfungsi untuk kontraksi

rambut sebagai respons terhadap rangsang dari lingkungan.

Kulit jangat (dermis)

KULIT

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

9

media

Kelenjar keringat (glandula sudorifera) berbentuk pipa terpilin, memanjang

dari epidermis masuk ke bagian dermis.

Kelenjar keringat dikelilingi pembuluh darah dan saraf. Dari pembuluh dari

tersebut, kelenjar keringat menyerap cairan jaringan, meliputi air, larutan
garam, dan urea.

Cairan jaringan tersebut dikeluarkan sebagai keringat. Pengeluarannya

dipengaruhi oleh, cuaca, aktivitas, makanan, dan minuman.

Kulit jangat (dermis)

KULIT

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

10

media

Jaringan Bawah Kulit (SubKutan)

Pada jaringan bawah kulit,
terdapat jaringan lemak atau
adiposa. Jaringan ini berfungsi
untuk menyimpan lemak sebagai
cadangan makanan dan menjaga
suhu tubuh agar tetap hangat.

Sumber: Dokumen penerbit

Kulit jangat (dermis)

KULIT

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

11

media

Zat yang dikeluarkan oleh paru-paru
adalah karbon dioksida (CO2) dan
uap air (H2O) yang dihasilkan dari
proses pernapasan

Jadi, fungsi paru-paru adalah
mengeluarkan karbon dioksida dan
uap air yang sudah tidak digunakan
lagi oleh tubuh

Sumber: pixabay.com/ClkerFreeVectorImages

PARU-PARU

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

12

media

Bentuk ginjal dan posisinya

dalam tubuh manusia

Berbentuk seperti kacang merah.
Panjang sekitar 10 cm, beratnya kurang
lebih 170 g, letaknya di dalam rongga
perut, berjumlah dua, dan berwarna
merah keunguan.

Zat sisa metabolisme dikeluarkan
dalam bentuk air seni (urine).
Kandungan urin yaitu, air, urea, dan
garam mineral.

Sumber: dokumen penerbit

GINJAL

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

13

media

(a) Irisan melintang struktur dalam ginjal dan (b) struktur nefron

Ginjal tersusun atas kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula), dan rongga
ginjal (pelvis).

GINJAL

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

14

media

Ginjal

Medula

Pelvis

Korteks

Tubulus

Badan Malpighi

Glomerulus
Kapsula
Bowman

Tubulus Kontortus

Proksimal

Tubulus Kontortus

Distal

Tubulus Kontortus

Kolektivus

Nefron

Lengkung Henle

GINJAL

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

15

media

Ginjal berperan sebagai alat ekskresi dengan cara menyaring darah dan
zat-zat sisa yang terdapat dalam darah dapat dikeluarkan dalam bentuk air
seni (urine).

Penyaringan darah sehingga berbentuk urin meliputi tiga tahapan, yaitu:

Penyaringan (filtrasi)

Penyerapan kembali (reabsorpsi)

Pengumpulan (augmentasi)

GINJAL

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

16

media

Penyaringan (filtrasi)

Proses filtrasi dapat dilihat pada

bagan disamping.

Membran glomerulus dan kapsula

bowman bersifat permeabel terhadap
air dan zat terlarut berukuran kecil.
Oleh karena itu, molekul-molekul
besar dapat tersaring.

Urine primer masih mengandung air,

glukosa, asam amino, dan garam
mineral.

Hasil filtrasi: Urine primer

Plasma darah dan zat terlarut disaring

oleh glomerulus

Cairan tubuh keluar dari pembuluh arteri

ginjal lalu masuk ke bada Malpighi

Darah yang mengandung sisa

metabolism masuk ke arteri ginjal

GINJAL

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

17

media

Urine sekunder mengandung
air, garam, urea, dan pigmen
empedu yang memberi warna
dan bau pada urin.

Hasil Reabsorpsi: Urin Sekunder

Zat berguna seperti gula, vitamin, asam

amino, ion, air kembali ke pembuluh darah

Masuk dalam Tubulus Kontortus Proksimal,

untuk reabsorpsi zat-zat yang masih

berguna

Urine primer

Penyerapan kembali (reabsorpsi)

GINJAL

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

18

media

Urine kemudian disalurkan

melalui tubulus kolektivus ke
rongga ginjal.

Dari rongga ginjal, urine

menuju ke kandung kemih
melalui saluran ginjal (ureter).

Hasil Augmentasi: Urine

Masuk dalam Tubulus Konturtus

Distal,lalu ditambah zat sisa lain seperti

asam urat, ion hydrogen dan kreatin

Urine Sekunder
Pengumpulan (augmentasi)

GINJAL

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

19

media

Urine keluar melalui saluran kencing

(uretra)

Otot kandung kemih meregang dan timbul

rasa ingin buang air kecil

Jika kandung kemih penuh maka dinding

kandung kemih tertekan

Urin dikumpulkan dalam Tubulus

Kontortus Distal. Lalu masuk ke kandung

kemih melalui ureter

Pengeluaran urine berkaitan

dengan pengeluaran keringat yang
juga dipengaruhi cuaca.

Urin yang dikeluarkan ginjal,

sebagian besar (95%) terdiri atas
air dan zat terlarut seperti, urea,
asam urat, amonia, garam, warna
empedu, dan zat yang berlebihan
dalam darah (vitamin, obat, dan
hormon).

Proses Pengeluaran Urine
GINJAL

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

20

media

Proses Pengeluaran Urine

Jika urine mengandung protein, berarti terjadi gangguan atau kerusakan glomerulus.

Jika urine mengandung gula, dapat disebabkan oleh

Kerusakan pada tubulus ginjal

Kadar gula yang tinggi sehingga tubulus ginjal tidak dapat menyerap kembali

semua gula yang ada pada filtrat glomerulus → diabetes mellitus, diabetes
insipidus.

Fungsi ginjal: menyaring darah, mengeluarkan sisa metabolisme, membuang zat-zat
yang berbahaya bagi tubuh, dan mengatur keseimbangan air dan garam di dalam
darah.

GINJAL

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

21

Open Ended

Apakah kalian siap untuk belajar hari ini?

22

Poll

Bagaimana kabar kalian hari ini?

Sangat Baik

Bersemangat

Tidak Bersemangat

Kurang Begitu Baik

Sangat baik dan Bersemangat

23

Poll

Sudah siap belajar hari ini?

Sangat Siap Banget!

Siap dong!

Cukup Siap

Tidak Siap

Tidak Siap Banget

24

Poll

Apakah kalian sudah memahami materi sistem ekskresi yg sudah dipelajari sebelumnya yaitu tentang Hati, Paru-Paru & Kulit?

Paham Banget

Paham

Cukup Memahami

Kurang Begitu Paham

Tidak Paham Sama Sekali

25

Poll

Apakah yang menjadi kendala kalian kurang memahami materi?

Pelajarannya Terlalu Cepat

Kurang Membahas Soal-Soal (Latihan Soal)

Gurunya sering terlambat dan marah-marah di kelas

Penjelasan Guru Kurang Jelas

Tidak Pernah Menggunakan Media Pelajaran (LCD, Komputer, Video)

26

media

Hati merupakan kelenjar tebesar dalam tubuh,
terletak dalam rongga perut sebelah kanan di
bawah diafragma.

Pada orang dewasa normal beratnya kurang
dari lebih 2kg dan berwarna merah.

Hati menghasilkan empedu, yang memiliki ciri
sebagai berikut.

a.

Cairan kehijauan

b.

Rasanya pahit

c.

pH netral

d.

Mengandung kolestrol

e.

Mengandung garam empedu

HATI

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

27

media

HATI

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

STRUKTUR HATI

28

media

HATI

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

STRUKTUR HATI

29

media

Empedu yang dihasilkan akan ditampung di
dalam kantong empedu dan berfungsi
mengemulsikan lemak pada proses
pencernaan.

Zat warna empedu disebut, bilirubin dan
biliverdin.

Zat warna tersebut diubah menjadi urobilin
oleh bakteri usus dan memberi warna pada
feses dan urine.

Letak hati manusia

dalam tubuh

Sumber: shutterstock.com

HATI

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

30

media

PROSES EKSKRESI HATI

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

“ Hati sebagai organ ekskresi
berperan dalam perombakan
sel darah merah (eritrosit)
yang sudah tua atau rusak
menjadi globin, zat besi, dan
heme. Globin dan zat besi
akan digunakan untuk
membentuk eritrosit baru.
Sedangkan heme diubah
menjadi bilirubin dan
biliverdin disimpan di
kantung empedu yang,
untuk digunakan sebagai
pigmen pewarna urine dan
feses “.

31

media

Fungsi hati adalah sebagai berikut.

Salah satu alat ekskresi (Mengekskresikan zat
warna empedu/billirubin)

Tempat penyimpanan gula dalam bentuk
glikogen

Tempat pembentukan dan pembongkaran
protein

Tempat pembongkaran sel darah merah

Pembentukan dan pengeluaran cairan empedu
(Mengemulsikan lemak)

Menetralkan obat dan racun (Enzim Arginase)

Tempat pembuatan Vit. A dari provitamin A

HATI

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

32

media

CONTOH SOAL

Jelaskan fungsi hati sebagai alat ekskresi.

Penyelesaian:
Hati mengeluarkan empedu yang berfungsi mengemulsikan lemak
dalam proses pencernaan makanan. Hati juga mengeluarkan urea
ke dalam ginjal yang merupakan sisa-sisa pencernaan protein.

ORGAN-ORGAN PENYUSUN SISTEM EKSKRESI

33

media

Anuria

• Kegagalan ginjal

menghasilkan urin
yang dapat
disebabkan karena
kurangnya tekanan
untuk melakukan
filtrasi atau terjadi
radang glomerulus.

Glikosuria

• Ditemukan glukosa

dalam urin. Hal
tersebut karena
terjadi kerusakan
pada badan
malpighi.

Albuminuria

• Ditemukannya protein

albumin dalam urin
yang dapat
disebabkan karena
luka pada membran
glomerulus karena
penyakit, kenaikan
tekanan darah, dan
iritasi pada sel-sel
ginjal oleh zat seperti
racun, bakteri, atau
logam berat.

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI

34

media

Hematuria

• Ditemukannya

keberadaan sel-sel
darah merah dalam
urine. Penyebabnya
karena radang
organ-organ sistem
urine karena
penyakit atau iritasi.

Bilirubinaria

• Kondisi saat

konsentrasi
bilirubin dalam
urine melebihi
batas normal.
Disebabkan
karena pengaruh
penguraian
hemoglobin yang
berlebihan dalam
darah.

Batu Ginjal

• Kelainan berupa adanya

benda keras yang
ditemukan dalam saluran
ginjal, pelvis, dan saluran
urin. Disebabkan karena
konsentrasi garam-garam
mineral yang berlebihan,
penurunan jumlah air,
kebasaan dan keasaman
urin yang abnormal, atau
aktivitas kelenjar tiroid
yang berlebihan.

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI

35

media

Nefritis Glomerulus

• Radang ginjal yang

melibatkan glomerulus.
Disebabkan karena
reaksi alergi terhadap
racun dari bakteri
Streptococcus.

Pielonefritis

• Merupakan radang

pelvis, medula, dan
korteks karena
bakteri. Penyakit ini
menyebabkan
kerusakan nefron
dan korpuskulum
renalis.

Sistitis

• Penyakit radang

kandung kemih
yang melibatkan
lapisan mukosa dan
submukosa.
Disebabkan karena
infeksi bakteri, zar
kimia, atau luka
mekanis.

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI

36

media

Nefrosis

• Kondisi bocornya

membran
glomerulus. Akibat
kebocoran tersebut
sebagian besar
protein berpindah
dari darah ke urin.
Karenanya air dan
natrium menumpuk
dalam tubuh
menyebabkan
pembengkakan.

Polisistik

• Disebabkan oleh

kerusakan saluran
ginjal yang merusak
nefron dan
menghasilkan kista
mirip dilatasi
sepanjang saluran.

Gagal Ginjal

• Disebabkan oleh

kondisi yang
menggangu fungsi
ginjal seperti,
nefritis, trauma
ginjal, tumor ginjal.
Gagal ginjal dapat
menyebabkan
kematian dalam
waktu 1 sampai 2
minggu.

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI

37

media

Kulit

• Mandi dua kali sehari

menggunakan sabun

• Menggunakan handuk

bersih

• Menggunakan losion
• Mengonsumsi air putih

yang cukup

• Makan makanan bergizi
• berolahraga
• Istirahat yang cukup

Paru-paru

• Berolahraga
• Olah napas
• Menghindari

merokok, asap
rokok, asap pabrik,
asap kendaraan
bermotor

• Cukup istirahat
• Mengonsumsi

makanan bergizi

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI

38

media

Ginjal

• Tidak menahan

kencing

• Tidak duduk terlalu

lama

• Tidak mengonsumsi

minuma beralkohol
dan pemicu stamina

• Minum air putih yang

cukup

• Makan makanan

bergizi.

Hati

• Bekerja dan

berolahrga tidak
berlebihan

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM EKSKRESI

media

Sumber : shutterstock.com

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 38

SLIDE