
AUDITING I (ETIKA PROFESI)
Presentation
•
Social Studies
•
University
•
Practice Problem
•
Medium
Olivia Sardjono
Used 9+ times
FREE Resource
13 Slides • 5 Questions
1
Halaman
Pengauditan I - Sururi
BAGIAN V
ETIKA PROFESI
1
2
Halaman
Pengauditan I - Sururi
PENGERTIAN ETIKA
•
Etika adalah seperangkat prinsip moral atau
nilai yang berterima umum di masyarakat.
•
Perilaku beretika adalah perilaku yang
berterima umum dalam masyarakat,
diperlukan untuk membuat kehidupan
bermasyarakat berfungsi dengan baik.
•
Perilaku tidak beretika adalah perilaku yang
tidak sesuai dengan tata kehidupan yang
berterima umum dalam masyarakat,
merugikan masyarakat baik dalam jangka
pendek maupun dalam jangka panjang.
2
3
Fill in the Blanks
Type answer...
4
Halaman
Pengauditan I - Sururi
ELEMEN ETIKA SECARA UMUM
•
Terpercaya, mencakup kejujuran, integritas, dan
loyalitas.
•
Respek, mencakup sopan santun, toleransi, serta
rasa hormat terhadap pihak lain.
•
Bertanggungjawab, mencakup usaha melakukan
yang terbaik, mengendalikan diri, memberi contoh
yang baik, serta melakukan perbaikan secara
berkelanjutan.
•
Bersikap adil, mencakup sikap proporsional,
terbuka, dan berperilaku secara tepat.
•
Perhatian, mencakup ketulusan perhatian terhadap
kesejahteraan pihak lain serta berperilaku baik.
•
Bermasyarakat, mencakup patuh aturan serta
kesediaan berbagi untuk kesejahteraan bersama.
3
5
Halaman
Pengauditan I - Sururi
KEBUTUHAN ETIKA DALAM PROFESI
• Anggota profesi dituntut untuk
menjalankan profesinya secara
profesional.
• Kata profesional bermakna menjalankan
tugas dan tanggungjawab lebih dari yang
dilakukan oleh kebanyakan orang, atau
lebih dari tuntutan hukum dan peraturan.
• Profesionalisme diperlukan dalam
membangun kepercayaan publik terhadap
kualitas jasa dan profesi.
4
6
Fill in the Blanks
Type answer...
7
Halaman
Pengauditan I - Sururi
PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI - IAPI
Prinsip-prinsip dasar etika profesi menurut Institut
Akuntan Publik Indonesia (IAPI) adalah:
1.
Prinsip integritas
Dalam menjalin hubungan profesional, setiap
praktisi harus bersikap tegas dan jujur.
2.
Prinsip objektivitas
Setiap praktisi tidak boleh membiarkan
subjektivitas, benturan kepentingan, atau
pengaruh yang tidak layak (undue influence)
dari pihak-pihak lain memengaruhi
pertimbangan profesionalnya.
5
8
Fill in the Blanks
Type answer...
9
Halaman
Pengauditan I - Sururi
PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI IAPI
3. Prinsip kompetensi serta sikap kecermatan dan
kehati-hatian profesional (professional
competence and due care)
Setiap praktisi wajib memelihara pengetahuan
dan keahlian profesionalnya pada tingkat yang
dipersyaratkan, sehingga klien atau pemberi
kerja dapat menerima jasa profesional yang
diberikan secara kompeten berdasarkan
perkembangan terkini dalam praktik,
perundang-undangan, dan metode pelaksanaan
pekerjaan. Setiap praktisi harus bertindak secara
profesional dan sesuai dengan standar profesi
dan kode etik profesi yang berlaku.
6
10
Halaman
Pengauditan I - Sururi
PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI IAPI
4.
Prinsip kerahasiaan
Setiap praktisi wajib menjaga kerahasiaan
informasi yang diperoleh sebagai hasil dari
hubungan profesional dan hubungan
bisnisnya, serta tidak boleh mengungkapkan
informasi tersebut kepada pihak ketiga tanpa
persetujuan dari klien atau pemberi kerja,
kecuali jika terdapat kewajiban untuk
mengungkapkan sesuai dengan ketentuan
hukum atau peraturan lainnya yang berlaku.
Informasi rahasia yang diperoleh dari
hubungan profesional dan hubungan bisnis
tidak boleh digunakan oleh praktisi untuk
keuntungan pribadi atau pihak ketiga.
7
11
Halaman
Pengauditan I - Sururi
PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI IAPI
5.
Prinsip perilaku profesional
Setiap praktisi wajib mematuhi hukum
dan peraturan yang berlaku dan harus
menghindari semua tindakan yang
dapat mendiskreditkan profesi.
8
12
Multiple Choice
Dalam menjalin hubungan profesional, setiap praktisi harus bersikap tegas dan jujur. Hal ini merupakan prinsip ...... ..... menurut IAPI.
Prinsip integritas
Prinsip objektivitas
Prinsip kompetensi serta sikap kecermatan dan kehati-hatian profesional
Prinsip kerahasiaan
Prinsip perilaku profesional
13
Halaman
Pengauditan I - Sururi
KODE ETIK PROFESIONAL AICPA
Struktur kode etik profesional AICPA (the American
Institute of Certified Public Accountants) terdiri dari:
1.
Prinsip (principle), berisi standar ideal etika
profesional yang dinyatakan dalam terminologi
filosofis.
2.
Aturan etika (rule of conduct), berisi aturan
spesifik tentang minimum standar etika
profesional.
3.
Interpretasi aturan etika (interpretation of the
rules of conduct), berisi interpretasi atas aturan
etika divisi etika profesional AICPA.
4.
Implementasi etika (ethical rulings), berisi
publikasi tentang penjelasan dan jawaban atas
pertanyaan mengenai aturan etika.
9
14
Halaman
Pengauditan I - Sururi
PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI - AICPA
1. Bertanggungjawab (responsibilities)
2. Menghormati kepentingan publik (the
public interest)
3. Berintegritas (integrity)
4. Bersikap objektif dan independen
(objectivity and independence)
5. Mempraktikkan kehati-hatian profesional
(due care)
6. Mempertimbangkan luas dan sifat jasa
(scope and nature of services)
10
15
Halaman
Pengauditan I - Sururi
IESBA CODE – ISA 200
•
IESBA (the International Ethics Standards Board for
Accountants) adalah badan di bawah IFAC (the
International Federation of Accountants), pembuat etika
profesional akuntan internasional.
•
Code of Ethics for Professional Accountants (IESBA Code)
terdiri dari:
1.
Integrity
2.
Objectivity
3.
Professional competence and due care
4.
Confidentiality; and
5.
Professional behavior.
Kunjungi: http://www.ifac.org/ethics
11
16
Fill in the Blanks
Type answer...
17
Halaman
Pengauditan I - Sururi
ATURAN DAN INTERPRETASI ETIKA - AICPA
1. Rule 101 – Independence
2. Rule 102 – Integrity and Objectivity
3. Rule 201 – General Standards
A.
Professional competence
B.
Due professional care
C.
Planning and supervision
D. Sufficient relevant data
4. Rule 202 – Compliance with standards
5. Rule 203 – Accounting Principles
6. Rule 301 – Confidential client information
12
18
Halaman
Pengauditan I - Sururi
ATURAN DAN INTERPRETASI ETIKA - AICPA
7.
Rule 301 – Contingent fees
8.
Rule 501 – Acts discreditable
9.
Rule 502 – Adverstising and other forms of
solicitation
10.
Rule 503 – Commissions and referral fees
A.
Prohibited commisions
B.
Disclosure of permitted commissions
C.
Referal fees
11.
Rule 505 – Form of organization and name
Lihat:
Ringkasan aturan etika Aren Tabel 5-1 halaman 149
13
Halaman
Pengauditan I - Sururi
BAGIAN V
ETIKA PROFESI
1
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 18
SLIDE
Similar Resources on Wayground
13 questions
Formando nuevas relaciones positivas
Presentation
•
University
11 questions
Kuliah di Unpad
Presentation
•
University
17 questions
koperasi
Presentation
•
University
12 questions
JURNAL UMUM
Presentation
•
12th Grade
15 questions
Relativitas Khusus - Fisika Dasar II
Presentation
•
University
13 questions
akuntansi sbg sistem informasi
Presentation
•
12th Grade
12 questions
2023_WED_EPSZ
Presentation
•
University
13 questions
SÍNTESIS ORIENTACIÓN EDUCACIONAL
Presentation
•
University
Popular Resources on Wayground
20 questions
STAAR Review Quiz #3
Quiz
•
8th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Marshmallow Farm Quiz
Quiz
•
2nd - 5th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
12 questions
What makes Nebraska's government unique?
Quiz
•
4th - 5th Grade