Search Header Logo
MATERI DAN TRIK LITERASI

MATERI DAN TRIK LITERASI

Assessment

Presentation

•

Education

•

9th - 12th Grade

•

Practice Problem

•

Medium

Created by

Minang Adt

Used 2+ times

FREE Resource

4 Slides • 1 Question

1

Literasi Bahasa Indonesia?

2

Apa itu Literasi Bahasa Indonesia?

Literasi Bahasa Indonesia adalah soal yang menguji kemampuan calon mahasiswa untuk benar-benar memahami esensi dari suatu bacaan serta dapat menganalisis argumen yang ada di dalamnya. Jenis soal ini hampir mirip dengan UTBK Pemahaman Bacaan serta AKM Literasi, dimana terdapat pertanyaan mengenai ide pokok, permasalahan, atau kesimpulan dari teks yang disajikan.

3

media
  1. Baca soal terlebih dahulu agar menghemat waktu pengerjaan.

  2. Garisbawahi kata kunci yang dianggap penting dalam teks.

  3. Gunakan teknik membaca skimming, yaitu cara cepat untuk menemukan ide pokok atau simpulan dari sebuah teks.

TIP UNTUK LITERASI BAHASA INDONESIA

5

Multiple Choice

Question image

Devide et impera menjadi salah satu senjata kongsi dagang Belanda (VOC) untuk menguasai Nusantara. Istilah ini berasal dari bahasa Spanyol yang kurang lebih artinya ‘belah dan kuasai’. Istilah ini merujuk pada sebuah strategi perang yang dikombinasikan dengan politik, ekonomi, dan sosial untuk menguasai sebuah wilayah atau kelompok. Cara ini bahkan dijadikan kebiasaan oleh VOC dalam hal politik, militer, dan ekonomi untuk melestarikan penjajahannya di Indonesia. Orientasinya adalah mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan menaklukkan raja-raja di Nusantara. Misalnya dalam kasus Kerajaan Mataram, posisinya semakin melemah karena terbagi menjadi empat wilayah terpisah.

Dalam konteks lain, devide et impera juga berarti mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat. Kondisi ini terasa sekali ketika kita didera pandemi Covid-19. Kita tak sadar bahwa pro kontra terhadap sebuah kebijakan publik misalnya, justru memperoleh panggung daripada upaya bersama untuk keluar dari pandemi ini. Kondisi di masyarakat saat itu seperti terkena “politik belah dan kuasai”. Ego “siapa kami” lebih mengemuka dibandingkan “inilah kita!”.

Media sosial menjadi ajang untuk mengaduk-aduk jejak digital masa kelam. Lantas, langkah yang sudah mulai ke depan kembali mundur. Upaya untuk membentuk imunitas komunal pun memperoleh hambatan justru di pusat kasus. Misalnya, hasil survei mencatat persentase warga DKI Jakarta yang menolak vaksinasi Covid-19 paling tinggi di Indonesia, yakni 33 persen. Kita patut merenungkan ucapan ahli virus, Faheem Younus, “Orang yang terpecah tidak bisa menang melawan virus yang bersatu.”

(Diadaptasi dari

https://www.kompas.com/stori/read/2021/04/10/105529179/devide-et-impera-asal-usul-dan-upaya-upayanya-di-nusantara; https://jabar.tribunnews.com/2021/07/22/faheem-younus-singgung-covid-19-di-indonesia-negara-hterpecah-tidak-menang-lawan-virus-yang-bersatu; htps://nasional.tempo.co/read/1445189/survei-smrc-warga-dki-jakarta-tertinggi-menolak-vaksinasi-covid-19; https://rolipsaptamaji.wordpress.com/2017/08/31/memahami-operasi-strategi-devide-et-impera/)

Berilah tanda centang (√) pada kolom BENAR atau SALAH setiap pernyataan berikut sesuai dengan bacaan.

1

Kongsi dagang Pemerintah Belanda menggunakan siasat devide et impera untuk menguasai wilayah di Nusantara. •

2

Kerajaan Mataram terbagi menjadi empat wilayah yang terpisah-pisah karena adanya perluasan daerah kekuasaan

3

Sikap pro dan kontra terhadap sebuah kebijakan publik mempengaruhi semangat kebersamaan dalam menghadapi pandemi. •

4

Sikap bersama dalam menyikapi kebijakan publik memperoleh ruang dan ekspose yang luas dalam menghadapi pandemi.

5

Persentase tertinggi warga masyarakat yang menolak vaksinasi justru terjadi pada wilayah yang merupakan pusat kasus.

pattern-tertiary
Literasi Bahasa Indonesia?

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 5

SLIDE