Search Header Logo
Taradhuf (Sinonim)

Taradhuf (Sinonim)

Assessment

Presentation

Education

9th - 12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Rama dani

Used 1+ times

FREE Resource

5 Slides • 0 Questions

1

TARADHUF

A. ​Defenisi Taradhuf

Al-taradhuf  الترادفberasal dari kata ردف-يردف dan bentuk masdarnya ردفا. Al-radf ialah segala sesuatu yang mengikuti sesuatu lainnya. Al-Tarâduf dilihat dari sisi istilah tidak ditemukan kesepakatan umum diantara para ulama, akademisi klasik dan kontemporer, Sibawaih diduga sebagai orang pertama yang menampakkan penjelasan mengenai tarâduf dalam ilmu bahasa. Ia membagi konteks hubungan antara lafadz dan makna, menjadi tiga macam yakni: lafadz lafadz yang beraneka ragam dan mempunyai makna yang beraneka ragam pula, satu lafadz mempunyai aneka makna yang berbeda-beda dan beragam lafadz namun hanya mempunyai satu makna. Pembagian tersebut disinyalir sebagai awal munculnya konsep Musytarak lafzi dan al-Mutaradif.

2

Sebagian ulama ada yang mengingkari adanya mutaradif dalam bahasa arab, dan mereka berpendapat bahwa lafazh-lafazh yang diduga maknanya sama sebenarnya hanyalah makna yang saling menjelaskan. Diantara ulama-ulama yang mengingkari adanya taraduf adalah sebagai berikut: Imam Fakhruddin, Imam Taj al-Subki, Ibnu Faris, Ats-tsa'labi,

Ulama yang tidak sepakat

Mutaradif dalam ‘ulumul al-Qur’an menurut para ulama yang menyetujui keberadaannya disebabkan adanya wasilah atau hal yang berhubungan dengannya bukan di maksudkan pada zatnya.Beberapa ulama berpendapat bahwa mutaradif adalah bagian dari pembahasan taukid/ta’kid. Mereka memandang bahwa taraduf adalah jenis dari taukid dari segi maknanya. Ulama membagi taukid menjadi dua bagian, taukid dengan lafadz yang sinonim dan taukid dengan meng-‘athafkan yang serupa.

Ulama yang sepakat

B.    Pandangan Ulama Terhadap Taradhuf

3

C. Sebab-sebab Terjadi Taradhuf

Banyaknya kata taraduf dalam bahasa arab kembali kepada beberapa sebab sebagai berikut:

a. Banyaknya perpindahan lafadz taraduf dari lahjah arab ke lahjah Quraisy karena lamanya proses percampuran antara keduanya.

b. Penulis mu’jam mengambil mufradat dari lahjah yang bermacam-macam

c. Para penulis mu’jam tidak membedakan antara makna hakiki (sebenarnya) dan makna majazi

d. Banyaknya perpindahan makna dari sifat satu nama pada makna nama yang disifatinya.

e.  Kebanyakan dari lafadz taraduf hakikatnya bukanlah taraduf, tetapi lafadz itu lebih menunjukkan kepada keadaan khusus.

 f. Banyaknya perpindahan makna dari lafadz-lafadz samiyah dan muwalladah, juga lafadz yang diragukan kearabannya ke dalam bahasa arab.

g. Banyak terdapat Tashif (kekeliruan penulisan) didalam buku-buku bahasa Arab terdahulu, khususnya ketika tulisan arab tanpa syakal (baris), titik dan harakat.

4

KESIMPULAN

Berdasarkan dari semua pembahasan yang telah dipaparkan diatas, maka dari sini bisa kita mengambil kesimpulan bahwasanya bahasa Arab termasuk bahasa yang memiliki kosakata yang banyak. Hal itu bisa kita buktikan dengan banyaknya terdapat mutaradif yang ada dalam bahasa Arab. Bahkan seringkali kita temukan satu benda yang memiliki penyebutan nama yang sangat banyak. Hal itu tidak lepas karena adanya faktor-faktor yang mepengaruhi. Terutama karena sebab sangat terbukanya bahasa Arab (Quraisy) terhadap masuknya bahasa-bahasa dari dialek-dialek yang lain. Sehingga secara tidak langsung bahasa dari dialek yang berbeda itu terserap oleh bahasa arab (Quraisy) dan menimbulkan adanya beberapa kata yangberbeda penyebutanya tapi memiliki makna yang sama.

Dalam pembahasan mengenai taradhuf ini, tidak semua kata-kata yang sama itu memiliki makna yang benar-benar sama. Akan tetapi terkadang memiliki perbedaan makna dari segi penggunaan atau segi yang lainya.

5

Ramadhani Dalimunthe

" Hidup yang tak pernah dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan

TARADHUF

A. ​Defenisi Taradhuf

Al-taradhuf  الترادفberasal dari kata ردف-يردف dan bentuk masdarnya ردفا. Al-radf ialah segala sesuatu yang mengikuti sesuatu lainnya. Al-Tarâduf dilihat dari sisi istilah tidak ditemukan kesepakatan umum diantara para ulama, akademisi klasik dan kontemporer, Sibawaih diduga sebagai orang pertama yang menampakkan penjelasan mengenai tarâduf dalam ilmu bahasa. Ia membagi konteks hubungan antara lafadz dan makna, menjadi tiga macam yakni: lafadz lafadz yang beraneka ragam dan mempunyai makna yang beraneka ragam pula, satu lafadz mempunyai aneka makna yang berbeda-beda dan beragam lafadz namun hanya mempunyai satu makna. Pembagian tersebut disinyalir sebagai awal munculnya konsep Musytarak lafzi dan al-Mutaradif.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 5

SLIDE