Search Header Logo
TEKS CERITA INSPIRASI (1)

TEKS CERITA INSPIRASI (1)

Assessment

Presentation

World Languages

9th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Deki Permana

Used 3+ times

FREE Resource

11 Slides • 10 Questions

1

​TEKS CERITA INSPIRASI

2

media

​Dari gambar di atas, apa inspirasi yang dapat kita petik?

3

sesuatu yang menggerakkan hati.

INSPIRASI

karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang; kejadian dan sebagainya (baik yang sungguh-sungguh terjadi maupun yang hanya rekaan belaka).

CERITA

TEKS CERITA INSPIRASI

4

cerita yang berisi pengalaman atau kejadian yang benar-benar terjadi ataupun berupa cerita fiksi yang mampu menginspirasi, menggugah, dan memberikan semangat atau motivasi kepada orang yang membacanya.

TEKS CERITA INSPIRASI

5

​JENIS TEKS CERITA INSPIRASI

Berdasarkan sifat peristiwa

​Fiksi

Nonfiksi​

​berdasarkan khayalan dan rekaan

​berdasarkan kejadian nyata

tokoh dan latar sama-sama rekaan​

contoh : ​Rudy Habibie

tokoh rekaan; latar nyata​

tokoh nyata, latar rekaan​

contoh : ​Garam dan telaga

6

Tokoh orang terkenal​

Tokoh sufi​ (ahli agama)

​Tokoh binatang

Contoh :

​Iman Usman (cofounder & COO Ruangguru)

Contoh :

Sunan Kalijaga

(penyebar

agama Islam)​

​ Disajikan melalui fabel

Contoh : Si Kancil

(Kancil memang memiliki

karakter licik, tetapi kancil

cerdik untuk mencari solusi

dalam setiap masalah)​

​JENIS TEKS CERITA INSPIRASI

Berdasarkan tokoh peristiwa

7

Fill in the Blank

Jenis cerita inspirasi dibagi berdasarkan apa?

8

Fill in the Blank

Perhatikan ilustrasi berikut!

Kanaya ditugaskan oleh gurunya untuk membuat teks cerita inspirasi. Ia pun berpikir

untuk menulis pengalaman hidupnya sendiri saat mengalami kecelakaan dan berhasil

bangkit kembali. Namun, ia berpikir ulang. Ia takut dalam proses penulisannya, ia

menjadi kembali sedih dan trauma. Oleh karena itu, ia mencoba membuat teks cerita

inspirasi dari tokoh yang waktu itu membuatnya termotivasi untuk tetap semangat, yaitu

Dian Sastrowardoyo.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, jenis teks cerita inspirasi apakah yang ditulis oleh

Kanaya?

9

Fill in the Blank

Perhatikan teks berikut!

Syaiikh Ibn Atha'illah As-Sakandari hidup di Mesir pada masa kekuasaan Dinasti

Mameluk. Di kota inilah ia menghabiskan hidupnya dengan mengajar fikih mazhab

Imam Maliki di berbagai lembaga intelektual, antara lain Masjid Al-Azhar. Di waktu

yang sama, dia juga dikenal luas di bidang tasawuf sebagai seorang syaikh besar

ketiga di lingkungan tarekat sufi Syadziliyah.

N.N. (17 Juni 2011). Khazanah Tokoh Sufi: Syekh Ibnu Atha'illah, Penulis Kitab Al-Hikam. Diakses dari

https://www.republika.co.id/

Berdasarkan tokohnya, jenis teks cerita inspirasi apakah kutipan teks tersebut?

10

Fill in the Blank

Perhatikan teks berikut!

I Have a Dream

Aku masih punya mimpi. Sebab dengan mimpilah aku bisa tetap bertahan mengikuti ke mana angin kehidupan membawaku. Aku sudah terlahir dalam keadaan tidak bisa melihat dan lumpuh. Kursi roda adalah satu-satunya alat yang membantuku untuk melangkah setapak demi setapak untuk meraih mimpiku. Aku ingin berjuang sebagaimana orang-orang normal juga berjuang. Aku tidak mau mengasihani diriku sendiri karena keadaanku ini.

Di umurku yang baru dua belas tahun, aku telah menentukan mimpiku untuk menjadi profesor. Segala keterbatasan yang kumiliki tidak kuanggap sebagai penghalang untuk berpikir maju. Bahkan, kedua orang tuaku tidak pernah memperlakukanku sebagai orang yang cacat. Aku diperlakukan layaknya adik-adikku

yang normal dan aku bersyukur karena itu. Kedua orang tuaku terus memotivasi dan berupaya menjadikanku sebagai sosok yang kuat.

Aku begitu bahagia saat orang tuaku memasukkanku di sekolah umum tempat anak-anak normal bersekolah. Aku disekolahkan di sekolah yang sama dengan adikku. Memang, aku harus belajar dua kali lipat lebih giat untuk mengikuti semua pelajaran di sekolah. Tapi aku yakin, karena aku mempunyai semangat dan kepercayaan diri yang tinggi. Ini pula yang menjadikanku juara 1 di sekolah.

Olimpiade matematika tingkat SMP telah di depan mata. Seorang guru sangat yakin bahwa aku mampu mengikutinya. Awalnya panitia tidak mengizinkanku mengikuti olimpiade karena keterbatasan fisikku. Namun, guruku tetap memperjuangkan agar aku bisa tetap mengikuti olimpiade. Akhirnya aku pun diizinkan untuk mengikuti olimpiade.

Berbekal rasa optimis dan kepercayaan yang tinggi akupun berhasil lolos olimpiade matematika tingkat nasional dan berhasil menjadi juara kedua. Aku bersyukur karena kerja kerasku selama ini tidak sia-sia. Masih terngiang sampai di telingaku semua perkataan ibu yang telah membuatku termotivasi hingga saat ini.

“Jika temanmu belajar satu jam, maka kamu harus belajar lima jam. Ini berarti, kamu harus bekerja lima kali lebih keras dari teman-temanmu. Jika temanmu baru belajar huruf A, kamu harus sudah belajar huruf Z. Jika temanmu sudah belajar 1-10, kamu harus sudah sampai 1.000.” Begitulah cara Ibu mengajarkan ketekunan dan

semangat pantang menyerah kepadaku.

Dan aku percaya suatu hari nanti aku pasti bisa menjadi seorang profesor atau ilmuwan. Kelak, aku berjanji akan mengabdikan diri mengajar di perguruan tinggi dan membuat orang-orang menjadi pintar. Tidak sekadar pintar karena ilmu yang didapatkannya, tapi juga pintar karena memiliki kepercayaan diri dan rasa optimis

yang tinggi. Sampai saat ini dan seterusnya, aku semakin yakin bahwa dengan ketekunan dan kerja keras, aku pasti bisa meraih mimpiku.

Saroso, Agustina Ardhani. (2012). Secuil Roti Manis: I Have a Dream. Yogyakarta: Diva Press

Menurutmu, ini jenis teks cerita inspirasi apa?

11

Bagian pengantar atau awal cerita yang berisi pengenalan tokoh dan latar. Biasanya

bagian orientasi menjelaskan tema cerita secara umum.

Orientasi

Gambaran tentang isi teks secara keseluruhan. Abstraksi bersifat opsional.

Abstraksi

STRUKTUR TEKS CERITA INSPIRASI

12

Bagian ini berisi tahap penyelesaian masalah yang sudah dimunculkan di bagian komplikasi. Resolusi juga bisa berupa peristiwa yang menyadarkan tokoh tentang kebaikan.

Resolusi

Disebut juga perumitan masalah atau peristiwa. Tahap komplikasi adalah munculnya kesulitan ataupun perjuangan yang dilalui tokoh. Setiap cerita dijalin untuk menuju ke puncak cerita. Perlu diingat, bagian ini biasanya terdapat inspirasi cerita.

Komplikasi

STRUKTUR TEKS CERITA INSPIRASI

13

Penutup cerita berisi simpulan atau pesan moral berupa nilai-nilai yang bisa menjadi teladan bagi pembaca.

Koda

STRUKTUR TEKS CERITA INSPIRASI

14

  1. Abstraksi (opsional)

  2. Orientasi

  3. Komplikasi

  4. Resolusi

  5. Koda

STRUKTUR TEKS CERITA INSPIRASI

15

Fill in the Blank

Perhatikan teks berikut!

I Have a Dream

Aku masih punya mimpi. Sebab dengan mimpilah aku bisa tetap bertahan mengikuti ke mana angin kehidupan membawaku. Aku sudah terlahir dalam keadaan tidak bisa melihat dan lumpuh. Kursi roda adalah satu-satunya alat yang membantuku untuk melangkah setapak demi setapak untuk meraih mimpiku. Aku ingin berjuang sebagaimana orang-orang normal juga berjuang. Aku tidak mau mengasihani diriku sendiri karena keadaanku ini.

Di umurku yang baru dua belas tahun, aku telah menentukan mimpiku untuk menjadi profesor. Segala keterbatasan yang kumiliki tidak kuanggap sebagai penghalang untuk berpikir maju. Bahkan, kedua orang tuaku tidak pernah memperlakukanku sebagai orang yang cacat. Aku diperlakukan layaknya adik-adikku

yang normal dan aku bersyukur karena itu. Kedua orang tuaku terus memotivasi dan berupaya menjadikanku sebagai sosok yang kuat.

Aku begitu bahagia saat orang tuaku memasukkanku di sekolah umum tempat anak-anak normal bersekolah. Aku disekolahkan di sekolah yang sama dengan adikku. Memang, aku harus belajar dua kali lipat lebih giat untuk mengikuti semua pelajaran di sekolah. Tapi aku yakin, karena aku mempunyai semangat dan kepercayaan diri yang tinggi. Ini pula yang menjadikanku juara 1 di sekolah.

Olimpiade matematika tingkat SMP telah di depan mata. Seorang guru sangat yakin bahwa aku mampu mengikutinya. Awalnya panitia tidak mengizinkanku mengikuti olimpiade karena keterbatasan fisikku. Namun, guruku tetap memperjuangkan agar aku bisa tetap mengikuti olimpiade. Akhirnya aku pun diizinkan untuk mengikuti olimpiade.

Berbekal rasa optimis dan kepercayaan yang tinggi akupun berhasil lolos olimpiade matematika tingkat nasional dan berhasil menjadi juara kedua. Aku bersyukur karena kerja kerasku selama ini tidak sia-sia. Masih terngiang sampai di telingaku semua perkataan ibu yang telah membuatku termotivasi hingga saat ini.

“Jika temanmu belajar satu jam, maka kamu harus belajar lima jam. Ini berarti, kamu harus bekerja lima kali lebih keras dari teman-temanmu. Jika temanmu baru belajar huruf A, kamu harus sudah belajar huruf Z. Jika temanmu sudah belajar 1-10, kamu harus sudah sampai 1.000.” Begitulah cara Ibu mengajarkan ketekunan dan

semangat pantang menyerah kepadaku.

Dan aku percaya suatu hari nanti aku pasti bisa menjadi seorang profesor atau ilmuwan. Kelak, aku berjanji akan mengabdikan diri mengajar di perguruan tinggi dan membuat orang-orang menjadi pintar. Tidak sekadar pintar karena ilmu yang didapatkannya, tapi juga pintar karena memiliki kepercayaan diri dan rasa optimis

yang tinggi. Sampai saat ini dan seterusnya, aku semakin yakin bahwa dengan ketekunan dan kerja keras, aku pasti bisa meraih mimpiku.

Saroso, Agustina Ardhani. (2012). Secuil Roti Manis: I Have a Dream. Yogyakarta: Diva Press

Menurutmu, paragraf berapakah yang termasuk struktur orientasi?

16

Fill in the Blank

Perhatikan teks berikut!

I Have a Dream

Aku masih punya mimpi. Sebab dengan mimpilah aku bisa tetap bertahan mengikuti ke mana angin kehidupan membawaku. Aku sudah terlahir dalam keadaan tidak bisa melihat dan lumpuh. Kursi roda adalah satu-satunya alat yang membantuku untuk melangkah setapak demi setapak untuk meraih mimpiku. Aku ingin berjuang sebagaimana orang-orang normal juga berjuang. Aku tidak mau mengasihani diriku sendiri karena keadaanku ini.

Di umurku yang baru dua belas tahun, aku telah menentukan mimpiku untuk menjadi profesor. Segala keterbatasan yang kumiliki tidak kuanggap sebagai penghalang untuk berpikir maju. Bahkan, kedua orang tuaku tidak pernah memperlakukanku sebagai orang yang cacat. Aku diperlakukan layaknya adik-adikku

yang normal dan aku bersyukur karena itu. Kedua orang tuaku terus memotivasi dan berupaya menjadikanku sebagai sosok yang kuat.

Aku begitu bahagia saat orang tuaku memasukkanku di sekolah umum tempat anak-anak normal bersekolah. Aku disekolahkan di sekolah yang sama dengan adikku. Memang, aku harus belajar dua kali lipat lebih giat untuk mengikuti semua pelajaran di sekolah. Tapi aku yakin, karena aku mempunyai semangat dan kepercayaan diri yang tinggi. Ini pula yang menjadikanku juara 1 di sekolah.

Olimpiade matematika tingkat SMP telah di depan mata. Seorang guru sangat yakin bahwa aku mampu mengikutinya. Awalnya panitia tidak mengizinkanku mengikuti olimpiade karena keterbatasan fisikku. Namun, guruku tetap memperjuangkan agar aku bisa tetap mengikuti olimpiade. Akhirnya aku pun diizinkan untuk mengikuti olimpiade.

Berbekal rasa optimis dan kepercayaan yang tinggi akupun berhasil lolos olimpiade matematika tingkat nasional dan berhasil menjadi juara kedua. Aku bersyukur karena kerja kerasku selama ini tidak sia-sia. Masih terngiang sampai di telingaku semua perkataan ibu yang telah membuatku termotivasi hingga saat ini.

“Jika temanmu belajar satu jam, maka kamu harus belajar lima jam. Ini berarti, kamu harus bekerja lima kali lebih keras dari teman-temanmu. Jika temanmu baru belajar huruf A, kamu harus sudah belajar huruf Z. Jika temanmu sudah belajar 1-10, kamu harus sudah sampai 1.000.” Begitulah cara Ibu mengajarkan ketekunan dan

semangat pantang menyerah kepadaku.

Dan aku percaya suatu hari nanti aku pasti bisa menjadi seorang profesor atau ilmuwan. Kelak, aku berjanji akan mengabdikan diri mengajar di perguruan tinggi dan membuat orang-orang menjadi pintar. Tidak sekadar pintar karena ilmu yang didapatkannya, tapi juga pintar karena memiliki kepercayaan diri dan rasa optimis

yang tinggi. Sampai saat ini dan seterusnya, aku semakin yakin bahwa dengan ketekunan dan kerja keras, aku pasti bisa meraih mimpiku.

Saroso, Agustina Ardhani. (2012). Secuil Roti Manis: I Have a Dream. Yogyakarta: Diva Press

Menurutmu, paragraf berapakah yang termasuk struktur komplikasi?

17

Fill in the Blank

Perhatikan teks berikut!

I Have a Dream

Aku masih punya mimpi. Sebab dengan mimpilah aku bisa tetap bertahan mengikuti ke mana angin kehidupan membawaku. Aku sudah terlahir dalam keadaan tidak bisa melihat dan lumpuh. Kursi roda adalah satu-satunya alat yang membantuku untuk melangkah setapak demi setapak untuk meraih mimpiku. Aku ingin berjuang sebagaimana orang-orang normal juga berjuang. Aku tidak mau mengasihani diriku sendiri karena keadaanku ini.

Di umurku yang baru dua belas tahun, aku telah menentukan mimpiku untuk menjadi profesor. Segala keterbatasan yang kumiliki tidak kuanggap sebagai penghalang untuk berpikir maju. Bahkan, kedua orang tuaku tidak pernah memperlakukanku sebagai orang yang cacat. Aku diperlakukan layaknya adik-adikku

yang normal dan aku bersyukur karena itu. Kedua orang tuaku terus memotivasi dan berupaya menjadikanku sebagai sosok yang kuat.

Aku begitu bahagia saat orang tuaku memasukkanku di sekolah umum tempat anak-anak normal bersekolah. Aku disekolahkan di sekolah yang sama dengan adikku. Memang, aku harus belajar dua kali lipat lebih giat untuk mengikuti semua pelajaran di sekolah. Tapi aku yakin, karena aku mempunyai semangat dan kepercayaan diri yang tinggi. Ini pula yang menjadikanku juara 1 di sekolah.

Olimpiade matematika tingkat SMP telah di depan mata. Seorang guru sangat yakin bahwa aku mampu mengikutinya. Awalnya panitia tidak mengizinkanku mengikuti olimpiade karena keterbatasan fisikku. Namun, guruku tetap memperjuangkan agar aku bisa tetap mengikuti olimpiade. Akhirnya aku pun diizinkan untuk mengikuti olimpiade.

Berbekal rasa optimis dan kepercayaan yang tinggi akupun berhasil lolos olimpiade matematika tingkat nasional dan berhasil menjadi juara kedua. Aku bersyukur karena kerja kerasku selama ini tidak sia-sia. Masih terngiang sampai di telingaku semua perkataan ibu yang telah membuatku termotivasi hingga saat ini.

“Jika temanmu belajar satu jam, maka kamu harus belajar lima jam. Ini berarti, kamu harus bekerja lima kali lebih keras dari teman-temanmu. Jika temanmu baru belajar huruf A, kamu harus sudah belajar huruf Z. Jika temanmu sudah belajar 1-10, kamu harus sudah sampai 1.000.” Begitulah cara Ibu mengajarkan ketekunan dan

semangat pantang menyerah kepadaku.

Dan aku percaya suatu hari nanti aku pasti bisa menjadi seorang profesor atau ilmuwan. Kelak, aku berjanji akan mengabdikan diri mengajar di perguruan tinggi dan membuat orang-orang menjadi pintar. Tidak sekadar pintar karena ilmu yang didapatkannya, tapi juga pintar karena memiliki kepercayaan diri dan rasa optimis

yang tinggi. Sampai saat ini dan seterusnya, aku semakin yakin bahwa dengan ketekunan dan kerja keras, aku pasti bisa meraih mimpiku.

Saroso, Agustina Ardhani. (2012). Secuil Roti Manis: I Have a Dream. Yogyakarta: Diva Press

Menurutmu, paragraf berapakah yang termasuk struktur resolusi?

18

Fill in the Blank

Perhatikan teks berikut!

I Have a Dream

Aku masih punya mimpi. Sebab dengan mimpilah aku bisa tetap bertahan mengikuti ke mana angin kehidupan membawaku. Aku sudah terlahir dalam keadaan tidak bisa melihat dan lumpuh. Kursi roda adalah satu-satunya alat yang membantuku untuk melangkah setapak demi setapak untuk meraih mimpiku. Aku ingin berjuang sebagaimana orang-orang normal juga berjuang. Aku tidak mau mengasihani diriku sendiri karena keadaanku ini.

Di umurku yang baru dua belas tahun, aku telah menentukan mimpiku untuk menjadi profesor. Segala keterbatasan yang kumiliki tidak kuanggap sebagai penghalang untuk berpikir maju. Bahkan, kedua orang tuaku tidak pernah memperlakukanku sebagai orang yang cacat. Aku diperlakukan layaknya adik-adikku

yang normal dan aku bersyukur karena itu. Kedua orang tuaku terus memotivasi dan berupaya menjadikanku sebagai sosok yang kuat.

Aku begitu bahagia saat orang tuaku memasukkanku di sekolah umum tempat anak-anak normal bersekolah. Aku disekolahkan di sekolah yang sama dengan adikku. Memang, aku harus belajar dua kali lipat lebih giat untuk mengikuti semua pelajaran di sekolah. Tapi aku yakin, karena aku mempunyai semangat dan kepercayaan diri yang tinggi. Ini pula yang menjadikanku juara 1 di sekolah.

Olimpiade matematika tingkat SMP telah di depan mata. Seorang guru sangat yakin bahwa aku mampu mengikutinya. Awalnya panitia tidak mengizinkanku mengikuti olimpiade karena keterbatasan fisikku. Namun, guruku tetap memperjuangkan agar aku bisa tetap mengikuti olimpiade. Akhirnya aku pun diizinkan untuk mengikuti olimpiade.

Berbekal rasa optimis dan kepercayaan yang tinggi akupun berhasil lolos olimpiade matematika tingkat nasional dan berhasil menjadi juara kedua. Aku bersyukur karena kerja kerasku selama ini tidak sia-sia. Masih terngiang sampai di telingaku semua perkataan ibu yang telah membuatku termotivasi hingga saat ini.

“Jika temanmu belajar satu jam, maka kamu harus belajar lima jam. Ini berarti, kamu harus bekerja lima kali lebih keras dari teman-temanmu. Jika temanmu baru belajar huruf A, kamu harus sudah belajar huruf Z. Jika temanmu sudah belajar 1-10, kamu harus sudah sampai 1.000.” Begitulah cara Ibu mengajarkan ketekunan dan

semangat pantang menyerah kepadaku.

Dan aku percaya suatu hari nanti aku pasti bisa menjadi seorang profesor atau ilmuwan. Kelak, aku berjanji akan mengabdikan diri mengajar di perguruan tinggi dan membuat orang-orang menjadi pintar. Tidak sekadar pintar karena ilmu yang didapatkannya, tapi juga pintar karena memiliki kepercayaan diri dan rasa optimis

yang tinggi. Sampai saat ini dan seterusnya, aku semakin yakin bahwa dengan ketekunan dan kerja keras, aku pasti bisa meraih mimpiku.

Saroso, Agustina Ardhani. (2012). Secuil Roti Manis: I Have a Dream. Yogyakarta: Diva Press

Menurutmu, paragraf berapakah yang termasuk struktur koda?

19

Multiple Choice

Perhatikan kutipan berikut!

Dalam perjalananku memulai hari yang sibuk di pagi hari itu, aku singgah di sebuah kantor pos, berharap bisa datang dan langsung pergi. Alih-alih aku harus antre panjang mengular hingga ke selasar. Belum pernah kulihat sebegitu banyak orang di sana padahal hari itu bukan hari libur. Pastilah ada pengumuman untuk mengundang

pelanggan membawa paket sebanyak yang dapat mereka bawa, yang telah luput dari penglihatanku bersamaan dengan aku harus mengirimkan paketku ini. Antrean itu bergerak sangat lambat. Suasana hatiku mulai resah, lalu kacau. Makin lama, aku makin kesal.

Pernyataan yang sesuai dengan kutipan tersebut mengenai struktur teks cerita inspirasi adalah ...

1

A. Teks tersebut hanya memuat struktur orientasi.

2

B. Teks tersebut memuat struktur abstraksi dan orientasi.

3

C. Teks tersebut memuat struktur orientasi dan komplikasi.

4

D. Teks tersebut memuat struktur koda.

20

Dalam perjalananku memulai hari yang sibuk di pagi hari itu, aku singgah di sebuah kantor pos, berharap bisa datang dan langsung pergi. Alih-alih aku harus antre panjang mengular hingga ke selasar. Belum pernah kulihat sebegitu banyak orang di sana padahal hari itu bukan hari libur. Pastilah ada pengumuman untuk mengundang pelanggan membawa paket sebanyak yang dapat mereka bawa, yang telah luput dari penglihatanku bersamaan dengan aku harus mengirimkan paketku ini. Antrean itu bergerak sangat lambat. Suasana hatiku mulai resah, lalu kacau. Makin lama, aku makin kesal.

21

Multiple Choice

Perhatikan kutipan berikut!

Sewaktu aku sampai di konter-akhirnya!-kutuntaskan urusanku sesegera mungkin dan dengan wajah asam melangkah melewati antrean yang kini sudah sampai ke pintu depan.

"Maaf numpang lewat," kataku, mencoba menahan diri agar tidak terdengar terlalu mendesak. Beberapa orang harus bergeser sedikit agar aku bisa keluar.

Aku bergegas keluar dengan menggerutu tentang betapa tidak efisiennya pelayanan di situ dan betapa aku akan telat memenuhi janji temuku dengan dokter gigi. Aku cemberut sewaktu menuju ke tempat parkir.

Seorang perempuan berjalan dari sisi lain menuju ke arahku. Dia berjalan dengan langkah tegap, setiap langkahnya mengentak bumi dan mengeluarkan bunyi seperti mesin giling jalan mini. Kuperhatikan bahwa dahinya berkerut-kerut dan dahinya terlihat seakan-akan bisa mengembuskan napas api. Itu membuatku jadi

menghentikan langkahku. Aku jadi sadar akan bayangan diriku itu dan itu terlihat tidak bagus. Apakah aku pun terlihat seperti itu? Bahasa tubuhnya mengatakan bahwa dia hari itu sedang sial.

Kutipan tersebut merupakan struktur komplikasi karena ….

1

A. karena berisi permasalahan-permasalahan, mulai dari tokoh aku yang harus

antre panjang di kantor pos sampai ia mulai sebal dan bertemu perempuan

yang jalan mengentak

2

B. karena berisi permasalahan-permasalahan, mulai dari tokoh aku yang harus

antre panjang di kantor pos sampai ia mulai sebal dan bertemu perempuan

yang berjalan dengan mengentak, kemudian tokoh aku menyadari bahwa jika

suasana hati sedang buruk, ternyata tidak terlihat menyenangkan

3

C. karena berisi hal yang menginspirasi, yaitu tokoh aku sadar bahwa kalau

dirinya sedang merasa sebal atau marah ternyata wajah dan gerak-geriknya

menjadi tidak bagus untuk dilihat

4

D. karena berisi permasalahan-permasalahan, ketika tokoh aku berpapasan

dengan perempuan yang jalan mengentak, kemudian hal tersebut

menyadarkan tokoh aku bahwa ketika sedang sebal atau marah, ternyata

wajahnya tidak terlihat menyenangkan

​TEKS CERITA INSPIRASI

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 21

SLIDE