

Materi ajar 1030
Presentation
•
Biology
•
9th - 12th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Dara dan Aja
FREE Resource
27 Slides • 0 Questions
1
FLAVONOID DAN
ALKALOID
Ladhia Mucthiara
2206103010021
2
TABLE OF CONTENTS
01
02
03
04
Kegunaan
Flavonoid
dan
Alkaloid
Reaksi-
reaksi
Flavonoid
dan Alkaloid
Sifat-sifat
Flavonoid
dan Alkaloid
Klasifikasi
Flavonoid
dan Alkaloid
3
Apa Itu Flavonoid ?
Flavonoid adalah metabolisme sekunder dari polifenol, yang
ditemukan secara luas pada tanaman serta makanan dan
memiliki berbagai efek bioaktif. Senyawa flavonoid adalah
senyawa polifenol yang mempunyai 15 atom karbon yang
tersusun dalam konfigurasi C6-C3,C6, yang artinya dimana dua
cincin benzene (C6) terikat oleh rantai propana (C3). Flavonoid
merupakan senyawa polar, maka flavonoid akan larut dalam
pelarut polar. Senyawa flavonoid dibutuhkan oleh tubuh
karena memegang peranan baik bagi Kesehatan, di antaranya
adalah menangkal radikal bebas dan meningkatkan sistem
imunitasi tubuh. Mengonsumsi makanan dengan kandungan
flavonoid bisa membantu mencegah berbagai penyakit kronis.
Fungsi dari flavonoid adalah melindungi dinding pembuluh
darah, mengurangi risiko elergi, menjaga Kesehatan otak,
hingga mencegah beberapa penyakit kanker.
4
Klasifikasi Flavonoid
01
04
02
06
03
05
Flanon
Flavonol
Flavanon
Flavanol
Antosianidin
Kalkon
5
1. Flanon
Flavon merupakan flavonoid yang
sering ditemukan pada daun, buah
dan bunga dalam bentuk glukosida.
senyawa flavon adalah apigenin,
luteolin,
luteolin-7-
glukosida,
akatekin, dan baicalin.
Struktur flavon sendiri terdiri dari
ikatan rangkap antara posisi 2′dan
3′, serta memiliki keton pada posisi
4. Sebagian besar flavon memiliki
gugus hidroksil pada posisi 5.
Tanaman
yang
banyak
mengandung
flavon
diantaranya
adalah seledri, kamomil, daun mint,
dan ginkgo biloba.
6
2. Flavonol
Flavonol
merupakan
flavonoid
dengan
gugus
keton.
Senyawa flavonol diantaranya adalah kuersetin,
mirisetin,
fisetin,
galangin,
morin,
rutin,
dan
robinetin.
Perbedaan
antara
flavonol
dengan
flavon
terdapat pada gugus di posisi 3 pada cincin C
yang memungkinkan terjadinya glikosilasi.
Gugus aromatik cincin B merupakan gugus yang
bertanggung jawab atas aktivitas flavonol karena
ikatan rangkap konjugasi pada nomor 2′ dan 3′
memiliki kemampuan untuk perpindahan elektron
dari cincin B menuju radikal bebas dan memecah
radikal bebas.
Aktivitas farmakologi yang dimiliki flavonol adalah
antioksidan.
Tanaman
yang
banyak
mengandung
flavonol
adalah tomat, apel, anggur, bawang, beri dan lain
lain.
7
3. Flavanon
Flavanon merupakan flavonoid yang paling
banyak terdapat pada famili Compositae,
Leguminosae dan Rutaceae.
Senyawa itu terdapat pada akar, batang,
bunga, buah, biji, dan rizoma.
Senyawa
flavanol
diantaranya
adalah
naringin,
naringenin,
ponkiretin,
pinocembrin, dan lonchocarpol.
Ciri dari flavanon ini adalah cincin C yang
saturasi, memiliki ikatan rangkap diantara
posisi 2 dan 3 dan ini yang membedakan
dengan flavon.
Aktivitas
farmakologi
flavanone
adalah
antioksidan dan antiinflamasi.
Sebagai
antioksidan flavanone berperan
dalam memecah radikal bebas oleh gugus
OH
sedangkan
pada
antiinflamasi
flavanone menghabisi pembentukan sitokin
pro-inflamasi pada makrofaga, mengurangi
produksi
nitrat dan nitrit yang menjadi
indikator proses inflamasi.
Tumbuhan
yang
banyak
mengandung
flanavon adalah jeruk, anggur dan lemon.
8
4. Flavanol
Flavanol
atau
disebut
juga
katekin,
merupakan derivat dari flavanon dengan
penambahan gugus hidroksi.
Perbedaan yang mencolok yaitu tidak
adanya ikatan rangkap pada posisi 2 dan
3serta
gugus
hidroksi
yang
selalu
menempel di posisi 3 pada cincin C.
Flavanol
banyak
ditemukan
pada
tumbuhan seperti teh, kiwi, apel, kokoa,
dan anggur merah.
Mengkonsumsi
flavanol
sebanyak
176-
185 mg terbukti menstimulasi kadar nitrit
oksida
pada
darah
perokok
dengan
mekanisme
meningkatkan
dilatasi
pembuluh darah.
Senyawa
flavanol
diantaranya
adalah
katekin, epikatekin, dan galokatekin yang
dapat dibagi lagi menjadi turunan yang
lebih kompleks.
9
5. Antosianidin
Merupakan
pigmen
yang
bertanggung
jawab terhadap warna pada tumbuhan.
Antosianidin ini banyak ditemukan pada
kokoa, sereal, kacang kacangan, madu, dan
beri-berian.
Antosianidin yang umum ditemukan adalah
aglikon dengan struktur dasarnya flavylium.
Senyawa yang paling banyak ditemukan
adalah cyanidin, pelargonidin, delphinidin,
malvidin, petunidin, dan peonidin.
Akvitas farmakologi antosianidin berperan
penting
pada
penyakit
kardiovaskular
dengan mekanisme menekan ekspresi pada
vascular endotheliat growth factor (VEGF),
mengaktivasi protein kinase p38 mitogen
dan kinase pada c-Jun N-terminal(JNK)
10
6. Khalkon
Merupakan flavonoid yang unik karena
dibedakan dengan tidak adanya cincin
aromatik C yang merupakan basis rangka dari
flavonoid itu sendiri.
Senyawa kalkon diantaranya adalah phloridzin,
arbutin, phloretin, dan chlarconaringenin.
Umumnya kalkon ditemukan pada tumbuhan
seperti tomat, stroberi, pir, beri-berian dan
gandum.
11
7.isoflavon
Isoflavon
atau
isoflavonoid
adalah
jenis flavonoid yang terkandung dalam
kedelai dan kacang-kacangan lainnya.
Beberapa
isoflavone
juga
ditemukan
pada mikroba.
Zait ini memiliki potensi untuk melwan
banyak penyakit.
12
Struktur Flavonoid
Flavonoid
merupakan
senyawa
yang
memiliki
kerangka dasar C6-C3-C6 yaitu, 2 cincin aromatik
yang dihubungkan dengan 3 atom C, biasanya
dengan ikatan atom O yang berupa ikatan oksigen
heterosiklik.
13
Struktur kerangka
Flavonoid
14
Sifat – Sifat Flavonoid
Sifat Fisika Flavonoid :
•Mampu bereaksi dengan logam berat →
senyawa kompleks.
•Flavonoid
merupakan
senyawa
polar
karena punya sejumlah gugus hidroksil
atau suatu gula (dlm bentuk glikosida)
maka larut dalam pelarut polar, seperti
air,
etanol,
metanol,
butanol,
aseton,
DMSO, DMF.
•Aglikon
yang
kurang
polar
(seperti:
isoflavon,
flavanon,
dan
flavon
termetilasi,
dan
flavonol)
cenderung
lebih
mudah
larut
dalam
pelarut
non
polar, seperti: eter dan kloroform.
Sifat Kimia Flavonoid :
•Mempunyai
sifat
seperti
senyawa
fenol
yang dapat terionisasi menghasilkan ion
H+.
•Dapat diidentifikasi dengan basa (NaOH/
NH4OH).
•Dapat dihidrolisis dengan asam (dengan
pemanasan).
•bersifat agak asam sehingga dapat larut
dalam basa.
•Bila di biarkan dalam larutan basa, dan
disamping
itu
terdapat
oksigen,
maka
banyak yang akan terurai.
15
Reaksi - Reaksi Flavonoid
Reaksi Flavon dan Flavonol
Flavon dan flavonol adalah jenis flavonoid yang sering
ditemukan di alam, flavon mempunyai struktur dari 2 -
fenilbenzofiran-4-on,
sedangkan
flavonol
dapat
dianggap 3- hidroksiflavon. Senyawa-senyawa flavon
dan
flavonol
sebagai
turunan
2-fenilkromon,
mengalami penguraian oleh basa, misalnya krisin
diuraikan oleh NaOH menjadi asam asetat, asam
benzoat, floroglusinol dan asetofenon. Begitu pula
kuersetin
diuraikan
oleh
KOH
menghasilkan
floroglusinol,
asam
protokatekuat
dan
-3,4
trihidroksiasetofenon.
Reaksireaksi
ini
sangat
berguna untuk manetapkan struktur dari flavon dan
flavonol yang selanjutnya dikukuhkan kembali dengan
sintesa senyawa bersangkutan.
16
Reaksi Antosianin dan Antosianidin
Antosianidin termasuk jenis flavonoid yang utama yang
banyak ditemukan di alam dalam bentuk 3 atau 3,5 -
glikosida
disebut
antosianin.
Antosianin
adalah
senyawasenyawa yang berperan dalam memberikan
warna merah, ungu, dan biru pada kelopak bunga dan
buah. Sebagai glikosida, semua antosianin larut dalam
air dan tidak larut dalam pelarutpelarut organik. Akan
tetapi antosianin dapat diendapkan dari larutannya
sebagai garam timbal yang berwarna biru, yang larut
dalam asam asetat glasial menghasilkan warna merah
tua.
Selanjutnya
dihidrolisa
dengan
asam
menghasilkan antosianidin dan gulanya. Perbedaan
individual antara antosianidin terletak pada tingkat
hidroksilasi dari cincin aromatik. Akan tetapi dari tiga
jenis
antosianidin yang
utama
yakni
pelargonidin,
sianidin dan delfinidin, semuanya terhidroksilasi pada
posisi 3,5 dan 7. Sedangkan perbedaan individual
antara
senyawa-senyawa
antosianin
terletak
pada
posisi
dari
gugus glikosil
(residu
gula)
didalam
molekulnya.
17
Kegunaan Flavonoid
pigmen
bunga
dan
daun
untuk menarik serangga yang
membantu
proses
penyerbukan dan penyebaran
biji,
pengatur
tumbuh
(golongan
flavon)
pengatur fotosintesis
Pada Tumbuhan :
Menurunkan tekanan darah dan
menyehatkan jantung.
Mencegah kanker.
Meredakan nyeri dan peradangan
kronis.
Menurunkan
risiko
penyakit
kognitif.
Melindungi
dinding
pembuluh
darah.
Mengurangi sisiko alergi.
Menjaga kesehatan otak.
Menurunkan risiko diabetes.
Mencegah penuaan dini.
Mengatasi
peradangan
dan
menjaga berat badan.
Pada kesehatan Tubuh :
18
Apa Itu Alkaloid ?
Alkaloid adalah suatu golongan senyawa organik terbanyak
yang ditemukan di alam. Hampir seluruh senyawa alkaloid
berasal dari tumbuhan dan tersebar luas dalam berbagai
jenis tumbuhan. Semua alkaloida mengandung paling sedikit
satu atom nitrogen yang biasanya bersifat basa dan sebagian
besar atom nitrogen ini merupakan bagian dari cincin
heterosiklik. Senyawa alkaloid merupakan senyawa golongan
metabolit sekunder terbanyak ditemukan di alam. Secara
organoleptik, daun-daunan yang berasa sepat dan pahit,
biasanya teridentifikasi mengandung alkaloid. Selain daun-
daunan, senyawa alkaloid dapat ditemukan pada akar, biji,
ranting, dan kulit kayu. Hampir semua alkaloida yang
ditemukan dialam mempunyai keaktifan biologis tertentu,
ada yang sangat beracun
tetapi adapula yang sangat
berguna dalam pengobatan. Misalnya kuinin, morfin dan
strikhnin, adalah alkaloid yang terkenal dan mempunyai efek
fisiologis
dan
psikologis.
Alkaloid
umumnya
ditemukan
didalam
kadar
yang
kecil
dan
harus
dipisahkan
dari
campuran senyawa yang rumit yang berasal dari jaringan
tumbuhan.
19
STRUKTUR ALKALOID
Struktur alkaloid sangat bervariasi. Senyawa ini
umumnya
mengandung
setidaknya
satu
atom
nitrogen. Kebanyakan alkaloid memiliki satu atau
lebih unsur nitrogen yang biasanya merupakan
sistem siklik (cincin). Dalam reaksi asam-basa,
atom nitrogen ini dapat aktif sebagai basa (alkali)
dan
bereaksi
dengan
asam
untuk
membentuk
garam.
Dalam bentuk murni, kebanyakan senyawa alkaloid
memiliki ciri sebagai berikut:
•Tidak berwarna
•Tidak mudah menguap
•Berbentuk kristal
•Cenderung memiliki rasa pahit.
20
KLASIFIKASI ALKALOID
Klasifikasi
alkaloida
dapat
dilakukan
berdasarkan
beberapa cara, yaitu:
1.Berdasarkan
jenis
tumbuhan
darimana
alkaloida
ditemukan. Cara ini digunakan untuk menyatakan
jenis alkaloida yang pertama-tama ditemukan pada
suatu jenis tumbuhan. Berdasarkan cara ini, alkaloida
dapat dibedakan atas beberapa jenis yaitu aklakoida
tembakau,alkaloida
amaryllidaceae,
alkaloida
erythrine
dan
sebagainya.
Cara
ini
mempunyai
kelemahan, yaitu: beberapa alkaloida yang berasal
dari tumbuhan tertentu dapat mempunyai struktur
yang berbeda-beda.
2.Berdasarkan asal-usul biogenetik. Cara ini sangat
berguna
untuk
menjelaskan
hubungan
antara
berbagai alkaloida yang diklasifikasikan berdasarkan
berbagai jenis cincin heterosiklik. Dari biosintesa
alkaloida,menunjukkan bahwa alkaloida berasal hanya
dari beberapa asam amino tertentu saja. Berdasarkan
hal tersebut, maka alkaloida dapat dibedakan atas
tiga jenis utama, yaitu :
a.Alkaloida alisiklik yang berasal dari asam-asam
amino ornitin dan lisin.
b. b. Alkaloida aromatik jenis fenilalanin yang
berasal
dari
fenilalanin,tirosin
dan
3,4-
dihidrofenilalanin.
c.c. Alkaloida aromatik jenis indol yang berasal
dari triptofan.
3. Sistem klasifikasi berdasarkan Hegnauer yang paling
banyak diterima,dimana alkaloida dikelompokkan atas :
a.Alkaloida sesungguhnya
b. Protoalkaloida
c.Pseudoalkaloida
4. Berdasarkan atom nitrogennya.
21
SIFAt – SIFAT ALKALOID
Mengandung atom nitrogen yang umumnya berasal dari asam amino dan golongan heterogen.
Umumnya berupa Kristal atau serbuk amorf.
Alkaloid yang berbentuk cair yaitu konini, nikotin dan spartein.
Umumnya tidak berwarna kecuali berberine (Poli aromatik)
Dalam tumbuhan berada dalam bentuk bebas, dalam bentuk N-oksida atau dalam bentuk garamnya.
Umumnya mempunyai rasa yang pahit.
Sering beracun.
Bersifat optis aktif dan berupa sistim siklik
Alkaloid dalam bentuk bebas tidak larut dalam air, tetapi larut dalam kloroform, eter dan pelarut organik lainnya
yang bersifat relative nonpolar.
Alkaloid dalam bentuk garamnya mudah larut dalam air.
Alkaloid bebas bersifat basa karena adanya pasangan elektron bebas pada atom N nya.
Biasanya banyak digunakan dibidang farmasi.
Sampel yang mengandung alkaloid setelah bereaksi akan berwarna merah.
22
Umumnya mempunyai 1 atom N meskipun ada
beberapa yang memiliki lebih dari 1 atom N
seperti pada Ergotamin yang memiliki 5 atom N.
Atom N ini dapat berupa amin primer, sekunder
maupun
tertier
yang
semuanya
bersifat
basa
(tingkat
kebasaannya
tergantung
dari
struktur
molekul dan gugus fungsionalnya) Kebanyakan
alkaloid yang telah diisolasi berupa padatan kristal
tidak larut dengan titik lebur yang tertentu atau
mempunyai kisaran dekomposisi. Sedikit alkaloid
yang berbentuk
amorf
dan
beberapa
seperti;
nikotin dan koniin berupa cairan. Kebanyakan
alkaloid tidak berwarna, tetapi beberapa senyawa
yang
kompleks,
species
aromatik
berwarna
(contoh berberin berwarna kuning dan betanin
berwarna merah). Pada umumnya, basa bebas
alkaloid
hanya
larut
dalam
pelarut
organik,
meskipun
beberapa
pseudoalkalod
dan
protoalkaloid larut dalam air. Garam alkaloid dan
alkaloid quartener sangat larut dalam air.
Kebanyakan
alkaloid
bersifat
basa.
Sifat
tersebut tergantung pada adanya pasangan
elektron pada nitrogen.Jika gugus fungsional
yang berdekatan dengan nitrogen bersifat
melepaskan elektron, sebagai contoh; gugus
alkil,
maka
ketersediaan
elektron
pada
nitrogen naik dan senyawa lebih bersifat
basa. Hingga trietilamin lebih basa daripada
dietilamin dan senyawa dietilamin lebih basa
daripada etilamin. Sebaliknya, bila gugus
fungsional yang berdekatan bersifat menarik
elektron
(contoh;
gugus
karbonil),
maka
ketersediaan pasangan elektron berkurang
dan pengaruh yang ditimbulkan alkaloid
dapat bersifat netral atau bahkan sedikit
asam.
Sifat Fisika
Sifat KIMIA
23
REAKSI – REAKSI ALKALOID
1. Eliminasi Hoffman
Reaksi itu dinamai menurut penemunya, August
Wilhelm
von
Hofmann.
Reaksi
eliminasi
alkil
trimetil
amina
ini
dihasilkan
dengan
anti
stereokimia,
dan
umumnya
sesuai
untuk
menghasilkan
alkena
dengan
satu
atau
dua
substituen.
Reaksi
mengikuti
Aturan
Hofmann.
Dikenal juga sebagai metilasi menyeluruh, adalah
proses dimana amonium kuartener bereaksi untuk
menghasilkan amina tersier dan alkena dengan
perlakuan
dengan
metil
iodida
berlebih
yang
diikuti dengan perlakuan dengan perak oksida, air,
dan panas.
PENGURAIAN
2. Degradasi EMDE
Degradasi Emde (juga disebut Reaksi EMDE
atau Reduksi EMDE) adalah metode untuk reduksi
kation
amonium
kuartener
keamina
tersier
dengan
campuran natrium
amalgam
(NaHg).
Reaksi organik ini pertama kali dijelaskan sudah
lama pada tahun 1909 oleh ahli kimia Jerman
Hermann
Emde
dan
sangat
penting
dalam
penyuluhan struktur alkaloid, misalnya efedrin.
Agen
pereduksi
alternatif
untuk
reaksi
ini;
misalnya, lithium aluminium hydride.
24
3. Degradasi Von Braun
Reaksi
Degradasi
von
Braun
adalah
reaksi
organik
dimana
amina
tersier
bereaksi dengan sianogen bromida ke
organosianamida.
Mekanisme
reaksi
terdiri dari dua substitusi nukleofilik:
amina adalah nukleofil pertama yang
menggantikan
atom
bromin
yang
kemudian bertindak sebagai nukleofil
kedua.
Penataan ulang : reaksi dimana ada perubahan
kerangka karbon molekul pada alkaloid reaksi
ini
berkaitan
dengan
atom
nitrogen
yang
bersifat
basa.
Penataan
ulang
Wagner-
Meerwein adalah reaksi penataan ulang gugus
karbokation dimana gugus hidrogen, alkil atau
aril berpindah dari satu karbon ke karbon di
dekatnya. Mereka dapat digambarkan sebagai
penataan
ulang
kationik
[1,2]
-sigmatropik,
dilanjutkan
suprafasi
dan
dengan
retensi
stereokimia.
Reaksi Penataan Ulang
Wagner-Meerwein
25
KEGUNAAN ALKALOID
Alkaloid
dianggap
sebagai
produk
limbah
dari
proses
metabolisme tumbuhan.
Terdapat
asumsi
bahwa
alkaloid
berperan
dalam
membantu
proses
reproduksi.
Konsentrasi
alkaloid
meningkat
sesaat
sebelum
pembentukan
benih
dan
menurun
ketika benih telah matang.
Alkaloid dapat melindungi beberapa
tanaman dari gangguan parasit dan
hama (serangga).
Fungsi alkaloid sebagai basa mineral
untuk
mempertahankan
keseimbangan
ion
pada
berbagai
bagian tanaman.
Pada tumbuhan
26
Kina atau quinine digunakan untuk mengobati
malaria.
Morfin adalah obat yang memanfaatkan fungsi
alkaloid untuk menghilangkan rasa sakit.
Kodein
dari
opium
poppy
termasuk
analgesik (pereda atau penghilang nyeri) yang
efektif.
Quinidin
dapat
digunakan
untuk
mengatasi
aritmia (irama jantung tidak teratur).
Ergonovine
untuk
mengurangi
perdarahan
rahim setelah melahirkan.
Efedrin
dapat
bertindak
sebagai
penyempit
pembuluh darah dan untuk meringankan gejala
flu, sinusitis, serta asma.
Kokain dapat digunakan untuk anestesi atau
bius lokal.
Curare digunakan sebagai pelemas (relaksasi)
otot dalam pembedahan.
Vincristine
dan
vinblastine
merupakan
alkaloid
yang
digunakan
sebagai
agen
kemoterapi dalam pengobatan kanker.
Atropin
merupakan
alkaloid
yang
dihasilkan oleh beberapa tumbuhan dan
memiliki berbagai kegunaan medis, seperti
melebarkan
pupil
selama
pemeriksaan
mata,
meredakan
hidung
tersumbat,
penangkal
bagi
gas
saraf,
dan
racun
insektisida.
Pilocarpine digunakan untuk mengurangi
tekanan
tinggi
pada
bola
mata
yang
disebabkan oleh glaukoma.
Reserpin pernah digunakan sebagai obat
untuk tekanan darah tinggi.
Pada Manusia
Pada Manusia
27
TERIMA KASIH
FLAVONOID DAN
ALKALOID
Ladhia Mucthiara
2206103010021
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 27
SLIDE
Similar Resources on Wayground
19 questions
Tumbuhan Paku | Pteridophyta | X IPA 2
Presentation
•
10th - 12th Grade
21 questions
Peta Kekuatan Politik Nasional Masa Demokrasi Terpimpin
Presentation
•
9th - 12th Grade
19 questions
Peluang Saling Lepas
Presentation
•
9th - 12th Grade
24 questions
PPKn_Sistem HUkum
Presentation
•
KG
21 questions
Zat Aditif Pada Makanan
Presentation
•
10th - 12th Grade
20 questions
Penyakit Diabetes Melitus
Presentation
•
9th - 12th Grade
20 questions
Ekosistem
Presentation
•
9th - 12th Grade
22 questions
Pewarisan Sifat Kelas XII
Presentation
•
9th - 12th Grade
Popular Resources on Wayground
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Fast food
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Figurative Language Review
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Identify Fractions, Mixed Numbers & Improper Fractions
Quiz
•
3rd - 4th Grade
Discover more resources for Biology
15 questions
Biology EOC Review P2
Quiz
•
10th Grade
20 questions
Biology EOC Review 1
Quiz
•
10th Grade
33 questions
Sustainability Unit Review
Quiz
•
9th Grade
36 questions
Biology Regents Review
Quiz
•
9th - 10th Grade
50 questions
NC EOC Biology Review part 1
Quiz
•
9th - 12th Grade
144 questions
Bio 2nd Semester Final Review
Quiz
•
9th Grade
60 questions
Biology Regents Review
Quiz
•
9th Grade
40 questions
Biology EOC Review
Quiz
•
11th Grade