
UTS_NUR.Athirah_Gravitasi (8.11-8.15)
Presentation
•
Physics
•
11th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
pendidikan fisika
FREE Resource
41 Slides • 0 Questions
1
GRAVITASI
Nama: Nur Athirah
Nim: H0421301
Jurusan: Fisika
Musdar M, S.pd., M.pd
Multimedia Pembelajaran Fisika
Universitas Sulawesi Barat
2
A.Lubang Hitam (Black Hole)
1.Pengertian Lubang Hitam
Lubang hitam adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar. sehingga
menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar gaya gravitasi yang sangat besar ini
mencegah apapun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum.
medan gravitasi begitu kuat sehingga kecepatan lepas di dekatnya mendekati
kecepatan cahaya. tak ada sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat
lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar
atau melewatinya, dari sini diperoleh kata "hitam" istilah "lubang hitam" telah
tersebar luas, meskipun ia tidak menunjukkan ke sebuah lubang dalam arti biasa,
tetapi merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana bentuk tidak dapat kembali.
3
• Secara teoretis lubang hitam dapat memiliki ukuran apapun
dari mikroskopik sampai ke ukuran alam raya yang dapat diamati.
•Dr Paul green dari pusat sinar x Candra menjelaskan lubang
hitam sebagai berikut:
Sebuah lubang hitam terbentuk ketika materi runtuh ke dalam
dirinya sendiri sehingga menjadi padat apapun yang datang
mendekatinya, bahkan cahaya, tidak dapat lari darinya.
4
2.Sejarah Black Hole
Teori adanya lubang hitam pertama kali diajukan pada abad ke-18 oleh John Mitchell
and Pires Simon leplace selanjutnya dikembangkan oleh astronom Jerman bernama
karf schwarzschild pada tahun 1916 dengan berdasar pada teori relativitas umum dari
Albert Einsten dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking. pada saat ini
banyak astronom seperti charis yang percaya bahwa hampir semua galaksi di alam
semesta ini mengelilingi lubang hitam pada pusat galaksi adalah John Archibald pada
tahun 1967 yang memberikan nama "lubang hitam" sehingga menjadi populer di dunia
bahkan juga menjadi topik favorit para penulis fiksi ilmiah. kita tidak dapat melihat
lubang hitam akan tetapi kita bisa mendeteksi materi yang tertarik atau tersedot ke
arahnya. dengan cara inilah para astronom mempelajari dan mengidentifikasi banyak
lubang hitam di angkasa lewat observasi yang sangat hati-hati sehingga diperkirakan di
angkasa dihiasi oleh jutaan lubang hitam.
5
3.Asal Mula Lubang Hitam
•Lubang hitam tercipta ketika suatu obyek tidak
dapat bertahan dari kekuatan tekanan gaya
gravitasinya sendiri banyak obyek (termasuk
matahari dan bumi) tidak akan pernah menjadi
lubang hitam.
•Tekanan gravitasi pada matahari dan bumi tidak
mencukupi untuk melampaui kekuatan atom dan
nuklir dalam dirinya yang sifatnya melawan
tekanan gravitasi. Tetapi sebaliknya untuk objek
yang bermassa sangat besar, makanan gravitasi lah
yang menang.
Gambar, Lubang Hitam (Black Hole)
6
Contoh: bayangkan matahari kita menjadi lubang hitam dengan massa yang sama
kegelapan dan menyelimuti bumi dikarenakan tidak ada pancaran cahaya dari
lubang hitam tetapi bumi akan tetap mengelilingi lubang hitam itu dengan jarak
dan kecepatan yang sama dengan saat ini dan tidak terhisap masuk ke dalamnya.
Bahaya akan mengancam hanya jika bumi kita berjarak 10 mil dari lubang hitam
hal ini masih jauh dari kenyataan bahwa bumi berjarak 93 mil dari matahari
lubang hitam juga dapat bertambah massanya dengan cara bertubrukan dengan
lubang hitam yang lain sehingga menjadi satu lubang hitam yang besar.
7
4. Proses Terbentuknya Black Hole
Istilah lubang hitam pertama kali digunakan oleh ahli fisika Amerika serikat John
archibald wheeler pada 1968. Wheeler memberikan nama demikian karena lubang
hitam tidak dapat dilihat karena cahaya turut tertarik ke dalamnya sehingga
kawasan di sekitarnya menjadi gelap menurut teori evolusi bintang, lubang hitam
berasal dari sejenis bintang biru yang memiliki suhu permukaan lebih dari 25.000
derajat Celcius.Ketika pembakaran hidrogen di bintang biru yang memakan waktu
kira-kira 19 juta tahun selesai ia akan menjadi bintang biru raksasa kemudian
bintang itu menjadi dingin dan menjadi bintang merah raksasa dalam fase itulah
akibat tarikan gravitasinya sendiri bintang merah raksasa mengalami ledakan
dahsyat atau sering disebut dengan Supernova dan menghasilkan dua jenis bintang
yaitu bintang neutron dan black hole.
8
Pertumbuhan Black Hole
Massa dari lubang hitam terus bertambah dengan cara
menangkap. Semua materi di dekatnya semua materi
tidak bisa lari dari jeratan lubang hitam jika melintas
terlalu dekat. Jadi obyek yang tidak bisa menjaga jarak
yang aman dari lubang hitam akan tersedot.
Berlainan dengan reputasi yang disandangnya saat ini
yang menyatakan bahwa lubang hitam dapat menyedot
apa saja di sekitarnya, lubang hitam tidak dapat
menyedot material yang jaraknya sangat jauh dari
dirinya dia hanya bisa menarik materi yang lewat sangat
dekat dengannya.
Gambar, Lubang Hitam
9
B.Pembelokan Cahaya Oleh Medan Gravitasi
Cahaya dapat dipandang paket-paket energi yang dinamakan
foton. Energi satu paket energi cahaya adalah E = hf dengan h konstanta
Planck dan f adalah hrekuensi cahaya. Berdasarkan kesetaraan massa
dan energi yang dirumuskan dalam teori relativitas (kita akan bahan
secara khusus teori relativitas pada semester 2) maka foton dapat
dianggap memiliki massa m yang memenuhi
10
Karena foton dapat dianggap memiliki massa tentu foton akan ditarik oleh
gaya gravitasi. Memang massa foton amat kecil. Sebagai contoh, untuk
cahaya dengan panjang gelombang 5000 angstrom (cahaya hijau) maka
massa foton hanyalah 4,42 � 10-36 kg. Karena massanya yang kecil maka
gaya gravitasi yang bekerja pada foton sangat kecil. Namun, ada fenomena
menarik yang akan diamati, yaitu ketika foton melintasi di dekat
permukaan bintang yang sangat masif. Medan gravitais bintang sangat
kuat sehingga gaya gravitasi yang dialami foton bisa cukup besar.
Akibatnya lintasan foton di sekitar bintang melengkung ke arah bintang.
11
Untuk memudahkan pemahaman, perhatikan Gambar 8.13. Foton
bergerak dari jarak tak berhingga dan melintas di permukaan bintang
yang memiliki massa M dan jari-jari R. Jarak lintasan foton diukur dari
pusat bintang adalah b. Karena foton terus-menerus mengalami tarikan ke
pusat bintang maka setelah jauh meninggalkan bintang arah gerak foton
membentuk sudut tertentu terhadap arah datang di awal. Kita akan
menentukan besar sudut tersebut.
12
Gambar 8.13 Foton bergerak melintas di sekitar permukaan bintang. Foton dapat dianggap sebagai sebuah
partikel yang memiliki massa m = E/c2 = hf/c2
. Dengan demikian, selama melintasi bintang maka foton selalu
mendapat gaya gravitasi ke arah pusat bintanh. Komponen gaya gravitasi yang tegak lurus lintasan
menyebabkan pembelokan lintasan foton.
13
Gaya gravitasi setiap saat yang dilakukan bintang pada foton ke
arah pusat bintang adalah
14
Pembelokan terjadi akibat bekerjanya
komponen gaya gravitasi dalam
arah y, yaitu
Akibat adanya gaya ini maka terjadi
perubahan momentum dalam
arah y yang memenuhi hukum II Newton
yaitu
15
Tampak dari persamaan (8.46) bahwa besar sudut belok tidak
bergantung pada frekuensi foton. Semua foton gelombang elektromagnetik
membelok dengan sudut yang sama. Sudut pembelokan hanya bergantung
pada massa bintang dan jarak tegak lurus lintasan dari pusat bintang.
Jika foton melintas di sekitar permukaan bintang maka jarak tegak lurus
lintasan ke pusat bintang kira-kira sama dengan jari-jari bintang sehingga
� � 2GM/c2R = 2(GM/R2) R/c2 = 2gR/c2.
16
Pasang surut air laut terjadi akibat gaya gravitasi matahari dan
bulan pada air laut. Air laut adalah zat cair yang mudah berubah bentuk
akibat dikenai gaya. Karena gaya gravitasi matahari atau bulan pada
tempat yang berbeda di laut berbeda besarnya maka bentuk permukaan
laut bisa berbeda akibat dikenai gaya tersebut. Ini mengakibatkan ada
permukaan laut yang naik (pasang) dan ada permukaan laut yang turun
(surut). Karena bumi berotasi maka dalam satu hari suatu tempak
minimal mengalami dua kali pasang dan dua kali surut. Gambar 8.15
adalah contoh kondisi laut pasang dan surut di tempat wisata Tanah Lot,
Bali.
C.Pasang surut Akibat Gravitasi Matahari dan Bulan
17
Kuat medan gravitasi matahari di bumi lebih besar daripada kuat
medan gravitasi yang dihasilkan oleh oleh bulan. Kalian bisa
membuktikannya dengan menggunakan hukum gravitasi Newton. Tetapi,
pasang surut yang disebabkan oleh gravitasi bulan lebih besar daripada
yang disebabkan oleh gaya gravitasi matahari. Mengapa demikian?
Ternyata besarnya pasang surut tidak ditentukan oleh kuat medan
gravitasi, tetapi ditentukan oleh perbedaan besar kuat medan gravitasi
pada berbagai titik di laut. Untuk jelasnya, lihat skema pada Gambar 8.16.
Gambar 8.16 Ilustrasi peristiwa pasang surut air laut. (atas) Bumi tidak mendapat gaya gravitasi, (bawah)
bumi mendapat gaya gravitasi dari bulan atau matahari.
18
Sebagai ilustrasi kita anggap bumi ditutupi oleh laut dengan
ketebalan tertentu. Tanpa adanya tarikan matahari atau bulan, ketebalan
air laut di berbagai tempat di permukaan bumi sama sehingga tidak terjadi
pasang atau surut. Saat terjadi pasang-surut, bagian permukaan laut
yang menghadap atau membelakangi matahari atau bulan meninggi
sedangkan bagian permukaan laut di sisi samping menurun. Kuat lemah
pasang surut ditentukan oleh perbedaan kuat gaya gravitasi pada
permukaan laut yang menghadap matahari atau bulan dengan
permukaan laut yang berada di sisi samping. Makin kuat tarikan pada sisi
yang menghadap matarahi/bulan dan makin lemah tarikan pada sisi
samping maka makin besar pasang surut yang dihasilkan. Berdasarkan
Gambar 8.16, kekuatan pasang-surut ditentukan oleh selisih kuat medan
gravitasi pada titik A dan titik B.
19
Untuk menentukan beda kuat medan tersebut mari kita misalkan
massa matahari Mm, massa bumi Mbm, massa bulan Mbl, jarak
bumi-matahari rbm-m, jarak bumi-bulan rbm-bl, dan jari-jari bumi Rb. Dengan
perhitungan yang cukup panjang, dapat dibuktikan bahwa perbedaan
kuat medan gravitasi matahari di permukaan bumi yang menghadap
matahari (titik A) dan yang berada di sisi samping (titik B) adalah
Perbedaan kuat medan gravitasi bulan di permukaan bumi yang
menghadap bulan (titik A) dan yang berada di sisi samping (titin B) adalah
20
Perandingan selisih kuat medan gravitasi bulan dan matahari pada bumi
adalah
Dengan menggunakan data Mbl = 7,4 � 1022 kg, Mm = 2 � 1030 kg, rbm-bl =
3,85 � 105 km, dan rbm-mt = 1,5 � 108 km kita peroleh
21
Dengan demikian, perbandingan perbedaan tinggi pasang surut akibat
pengaruh bulan dan matahari lebih dari dua banding satu. Atau pasang
yang diakibatkan oleh bulan lebih tinggi daripada yang diakibatkan oleh
matahari.
22
D.Percepatan Gravitasi Benda yang Memiliki
Kerapatan tidak Uniform
Ada pertanyan yang menarik, manakan yang lebih besar
percepatan gravitasi bumi di mulut dan di dasar tambang? Untuk
membandingkannya mari kita anggap bumi tersusun oleh material yang
memiliki simetri bola. Madda jenis lapisan bumi bisa bervariasi tetapi pada
jarak yang sama dari pusat bumi masa jenis konstan. Dengan perkataan
lain, satu lapisan bumi memiliki massa jenis yang sama dan bisa berbeda
dengan lapisan lainya. Dengan asumsi demikian maka rapat massa bumi
hanya merupakan fungsi jarak dari pusat bumi, atau �(r).
Besar percepatan gravitasi bumi pada jarak r dari pusat bumi
memenuhidengan M(r) adalah massa bola di dalam bumi yang memiliki jari-jari r dari
pusat bumi.
23
Perhatikan kulit bumi yang berjarak r dari pusat bumi dan
memiliki ketebalan dr. Luas kulit tersebut adalah 4�r2 dan volumenya
adalah dV = 4�r2dr. Dengan demikian massa kulit tersebut adalah
24
Dari hubungan ini kita dapatkan
Jika dua sisi persamaan didiferensial
terhadap jari-jari maka
diperoleh
25
Kita definsikan massa jenis rata-rata bola di dalam bumi yang
memiliki jari-jari r menurut hubungan berikut ini
Dengan definisi ini maka
26
Substitusi persamaan ke dalam persamaan sehingga
diperoleh turunan percepatan gravitasi terhadap jari-jari
menjadi
27
Dari persamaan (8.56) tampak bahwa turunan g terhadap r positif
jika
�(r) � 2�(r)/ 3
. Dengan demikian, jika satu lapisan kulit
ditambahkan pada bola yang sudah ada maka percepatan gravitasi di
permukaan lapisan yang ditambahkan lebih besar dari percepatan
gravitasi di permukaan bola awal jika massa jenis kulit yang ditambahkan
lebih besar daripada 2/3 massa jenis rata-rata bola semula. Dari data yang
ada kita memiliki massa jenis rata-rata bumi adalah 5.600 kg/m3. Massa
jenis crust (lapisan permukaan bumi) sekitar 3.000 kg/m3. Karena 3.000 <
(2/3) 5.600 maka ketika kita baik pada lapisan crust bumi, justru dg/dr negatif. Ini
artinya percepatan gravitasi bumi di permukaan atas crust
(lapisan kulit bumi) lebih kecil daripada percepatan gravitasi di sisi
bawahnya. Dari sini kita simpulkan bahwa percepatan gravitasi di mulut
tambang lebih kecil daripada di dasar tambang.
28
E.Efek Pengurangan Konstanta Gravitasi
Universal
Para ahli kosmologi meramalkan bahwa konstanta gravitasi
universal G ternyata tidak konstan. Nilai G bergantung pada waktu, yaitu
makin mengecil dengan bertambahnya waktu, walaupun pengurangan
tersebut sangat lama dan baru memiliki efek setelah puluhan miliar tahun.
Karena gerak planet-planet mengelilingi matahari ditentukan oleh nilai
konstanta gravitasi universal maka menjadi menarik untuk menyelidiki
efek pengurangan tersebut terhadap periode edar planet dalam puluhan
milir tahun yang akan datang.
Menurut teori yang ada, laju pengurangan konstanta gravitasi
universal memenuhi persamaan
29
dengan � adalah konstanta yang nilainya
disetimasi 3 � 10-11/tahun [R.H.
Dicke, The Theoretical Significance of
Experimental Relativity, NY: Gordon
and Breach (1964)].
Kita kembali lihat hukum III Kepler yang
dapat ditulis sebagai
30
Dengan berubahnya konstanta gravitasi maka periode maupun jari-jari
orbit planet akan berubah. Jika dua sisi persamaan (8.58) didiferensial
terhadap waktu maka diperoleh
Dengan demikian
31
Momentum sudut planet yang mengitari matahari selalu konstant
(gerakan di bawah pengaruh gaya sentral memiliki momentum sudut yang
konstan). Momentum sudut memenuhi
Diferensial dua sisi persamaan terhadap waktu sehingga diperoleh
32
Karena momentum sudut konstan maka ruas kiri nol sehingga kita
dapatkan
33
Substitusi persamaan ke dalam persamaan sehingga
diperoleh
34
Dengan menggunakan persamaan maka kita dapat menulis
Lakukan integral persamaan dengan batas r0 dampai r
untuk sisi kiri dan t0 sampai t untuk sisi kanan sehingga
diperoleh
35
Dari persamaan momentum sudut kita dapat menulis
Mari kita definsikan
36
Dengan definisi tersebut maka kita dapatkan periode orbit planet berubah
terhadap waktu menurut persamaan
Dari persamaan terlihat bahwa dengan
mengecilnya konstanta gravitasi universal maka jari-jari dan periode orbit
planet-planet makin besar secara eksponensial seperti diilustrasikan
Gambar 8.17 Prediksi orbit planet saat ini dan beberapa miliar
tahun kemudian akibat mengecilnya konstanta
gravitasi universal.
37
1. Dilihat dari bumi, bintang-bintang tampak berkedip-kedip, sedang planet tidak
demikian. penjelasan yang paling tepat untuk fenomena ini adalah karena...
a. Cahaya yang datang dari bintang diserap oleh debu antar bintang.
b. Bintang bercahaya sendiri sedang planet memantulkan cahaya
c. Diameter sudut bintang jauh lebih kecil dari pada planet
d. Planet memancarkan cahaya sedang bintang melewatkan cahaya
38
2. Nilai gravitasi dipermukaan bumi adalah...
a. 9,8 N/kg
b. 8,9 N/kg
c. 7,8 N/kg
d. 9,7 N/kg
39
3. Sebuah gaya yang disebabkan oleh medan elektromagnetik
terhadap partikel-partikel bermuatan listrik disebut dengan gaya...
a. gravitasi
b. tarik menarik
c. elektromagnetik
d. magnet
40
4. Hukum gravitasi universal Newton berlaku untuk
a. tubuh kecil dan besar
b. hanya berlaku untuk tata surya
c. planet saja
d. tubuh kecil saja
41
5. Ketinggian suatu titik vertikal di atas permukaan bumi yang percepatan gravitasinya menjadi 1% dari
nilai di permukaan bumi adalah (jari-jari bumi = R)
a. 10R
b. 9R
c. 11R
d. 8R
GRAVITASI
Nama: Nur Athirah
Nim: H0421301
Jurusan: Fisika
Musdar M, S.pd., M.pd
Multimedia Pembelajaran Fisika
Universitas Sulawesi Barat
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 41
SLIDE
Similar Resources on Wayground
36 questions
Trik Menyelesaikan Soal Reading
Lesson
•
11th Grade
34 questions
Sumber Energi
Lesson
•
10th Grade
34 questions
Tingkat Biodiversitas
Lesson
•
10th Grade
36 questions
Pelajaran tanpa judul
Lesson
•
11th Grade
35 questions
AF-031-1 OPERATOR AKUAKULTUR -M02 MENGAWAL PENYAKIT
Lesson
•
11th Grade
36 questions
Biologi Pertemuan 2
Lesson
•
11th Grade
32 questions
GERAK VERTIKAL
Lesson
•
11th Grade
32 questions
KELAS XI. F.5
Lesson
•
11th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
14 questions
Boundaries & Healthy Relationships
Lesson
•
6th - 8th Grade
13 questions
SMS Cafeteria Expectations Quiz
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
12 questions
SMS Restroom Expectations Quiz
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Pi Day Trivia!
Quiz
•
6th - 9th Grade