
hikz
Presentation
•
Science
•
4th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Wawa Gartiwa
FREE Resource
36 Slides • 0 Questions
1
Pengukuran SD
Pujiati, PPPG Matematika
7
Atau dapat juga dengan menggunakan grafik seperti berikut ini.
Dibuat grafik garis lurus dengan ketentuan sebagai berikut.
1. Grafik perjalanan Ali dimulai dari titik (0,0), dan setiap jam ditempuh 60 km,
sehingga titik kedua terletak pada koordinat (1,60) dan seterusnya sampai
dengan jarak 350 km (sampai di Malang) yang dapat ditempuh selama 5 jam 50
menit
2. Grafik perjalanan Budi dimulai dari titik (0,350) dan setiap jamnya ditempuh 80
km, sehingga titik kedua terletak pada koordinat (1,270) dan seterusnya sampai
jarak 0 km (sampai Yogya) ditempuh selama 4 jam 22 2
1 menit.
1
2
3
4
5
6
50
100
150
250
200
300
350
Jarak
Waktu
(2 2
1 ,150))
2
Pengukuran SD
Pujiati, PPPG Matematika
8
Dari grafik tersebut di atas dapat diketahui bahwa perpotongan kedua garis tersebut
berada pada titik (2 2
1 ,150) artinya dalam perjalanan Ali dan Budi akan berpapasan
pada pada jarak 150 km dari Yogya yang ditempuh selama 2 2
1 jam.
Contoh 2:
Asvin dan Septo berangkat dari Kota A menuju Kota B mengendarai sepeda motor
dengan kecepatan berturut-turut 30 km/jam dan 50 km/jam. Asvin berangkat terlebih
dahulu, selang 3 jam baru Septo mulai berangkat. Berapa lama Septo menyusul Asvin
dan berapa lama jarak yang telah ditempuhnya?
Penyelesaian:
Ketika Septo menyusul Asvin, jarak yang ditempuh sama. Jika jarak tersebut,
misalkan J km, maka Asvin telah menempuh selama 30
J jam (waktu tempuh = jarak
dibagi kecepatan), sedangkan Septo telah menempuh 50
J jam.
Selisih waktunya 3 jam, sehingga 30
J – 50
J = 3 atau
150
5J – 150
3J = 3
150
2J = 3
J =
2
1503×
= 225
vAsvin = 30 km/jam
vSepto = 50 km/jam
A
B
3
Pengukuran SD
Pujiati, PPPG Matematika
9
Jadi Septo menyusul Asvin setelah menempuh jarak 225 km, dalam jangka waktu =
( 50
225 ) jam = 4 2
1 jam, sedangkan Asvin telah berkendaraan selama
= (3 + 4 2
1 ) jam = 7 2
1 jam.
Atau dapat juga dengan menggunakan grafik sebagai berikut.
Dari grafik tersebut di atas ternyata perpotongan kedua garis tersebut terletak pada
titik (7 2
1 ,225), artinya Asvin tersusul Septo setelah menempuh jarak 225 km dalam
waktu 7 2
1 jam, atau Septo dapat menyusul Asvin setelah berkendaraan selama 4 2
1
jam dan menempuh jarak 225 km.
Contoh 3:
Aji dan Dito berlari mengelilingi lapangan sepakbola yang jaraknya 4 km dalam
waktu berturut-turut 6 menit dan 10 menit. Keduanya berlari dari tempat yang sama.
Setelah berapa menit mereka berpapasan apabila:
a.
arah lari keduanya berlawanan?
50
100
150
200
250
300
1
2
3
4
5
6
7
8
9
0
(7 2
1 , 225)
Jarak
Kecepatan
4
Pengukuran SD
Pujiati, PPPG Matematika
4
akhir menit kedua telah ditempuh jarak sejauh 5
2 km, pada akhir menit ketiga
telah ditempuh jarak sejauh 5
3 km, dan seterusnya sampai akhir menit ke-15 Pak
Maman dapat menempuh = (15 ×5
1 ) km = 3 km. Berarti kecepatannya setiap
menitnya tetap/konstan. Jadi kecepatan rata-rata lari Pak Maman adalah 5
1
km/menit.
3. Selama 1 jam atau 60 menit pertama Dito menempuh jarak 15 km, 30 menit
berikutnya Ia menempuh jarak separuhnya = 7,5 km.
Jadi jarak dari rumah ke pantai = (15 + 7,5) km = 22,5 km.
Dari contoh-contoh di atas jelaslah bahwa jarak, waktu dan kecepatan merupakan
ukuran yang berkaitan dengan perjalanan. Seperti masalah di atas, jika Gilang dapat
menempuh sejauh 30 km tiap jamnya, maka dikatakan bahwa Gilang mengendarai
sepeda motornya dengan kecepatan rata-rata 30 km/jam. Jika dalam perjalanan,
kecepatan kendaraan yang kita tumpangi tidak memberikan keterangan apa-apa,
maka kecepatan kendaraannya dianggap tetap, karena jarak yang ditempuh sebanding
dengan waktu tempuh. Untuk selanjutnya kecepatan tetap ini disebut dengan
kecepatan rata-rata atau dapat juga disebut kecepatan saja.
Dengan mengerjakan masalah-masalah tersebut di atas jikajarak tempuhnyaadalah
J, kecepatan rata-ratanya adalah K dan waktu tempuhnya adalah T, maka akan
diperoleh hubungan antara jarak, waktu dan kecepatan rata-ratanya, yaitu:
J = K × T
K = T
J
atau
atau
T = K
J
5
Pengukuran SD
Pujiati, PPPG Matematika
10
b.
arah lari keduanya sama?
Penyelesaian:
a. Kecepatan berlari Aji = 6
4 km/menit = 3
2 km/menit
Kecepatan berlari Dito = 10
4 km/menit = 5
2 km/menit
Dalam satu menit jumlah jarak yang telah ditempuh
= ( 3
2 + 5
2 ) km = (
15
6
15
10 +
) km = 15
16 km
Jumlah jarak ketika mereka berpapasan = panjang lintasan lapangan = 4 km
Jadi mereka bertemu setelah menempuh selama
= (4 : 15
16 )menit = (4 ×16
15 ) menit
= ( 16
60 ) menit = 3 4
3 menit.
b. Jika gerakan lari sama arahnya, maka ketika mereka berpapasan selisih jarak yang
ditempuh = panjang lintasan lapangan = 4 km
Dalam satu menit selisih jarak yang ditempuh = (
5
2
3
2 −
) km
= (
15
6
15
10 −
) km = 15
4 km
Jadi mereka berpapasan setelah berlari selama
= (4 : 15
4 ) menit = (4 ×4
15 ) menit
= ( 4
60 ) menit = 15 menit
Contoh 4:
Kapal A berlayar di sungai Kapuas menuju ke hulu sejauh 30 mil, dalam jumlah
waktu yang sama kapal B berlayar menuju ke hilir sejauh 50 mil pada sungai yang
6
Pecahan
115
Pecahan 66
BabBabBabBabBab
Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mengenal bentuk
pecahan.
2. Siswa dapat menyebutkan dan
menuliskan dan bentuk pecahan.
3. Siswa dapat mengurutkan pecahan.
4. Siswa dapat menyederhanakan
pecahan.
5. Siswa dapat mengetahui aturan
penjumlahan pecahan.
6. Siswa
dapat
menentukan
hasil
penjumlahan pecahan dengan penyebut
yang sama dan penyebut yang berbeda.
7. Siswa dapat mengetahui aturan pengurangan
pecahan.
8. Siswa dapat menentukan hasil pengurangan pecahan
dengan penyebut yang sama dan penyebut yang berbeda.
9. Siswa dapat menyelesaikan operasi campuran bilangan pecahan.
10. Siswa dapat menyelesaikan permasalahan yang melibatkan bilangan
pecahan.
7
Pengukuran SD
Pujiati, PPPG Matematika
11
sama. Jika kecepatannya sekarang 5 mil/jam, berapakah kecepatan kedua kapal di air
yang tenang?
Penyelesaian:
Misalkan kecepatan rata-rata kapal di air tenang adalah x, oleh karena itu kecepatan
ke hulu (x – 5) dan kecepatan ke hilir adalah (x + 5). Untuk memudahkan dalam
bekerja dapat digunakan tabel, seperti berikut.
Jarak (J)
Kecepatan rata-rata
(K)
T = K
J
Kapal ke
hulu
30
x – 5
5
30
−x
Kapal ke
hilir
50
x + 5
5
50
+x
Jumlah waktu yang diperlukan untuk perjalanan ke hilir sama dengan waktu yang
digunakan untuk perjalanan ke hulu, sehingga:
5
50
+x
=
5
30
−x
KPK dari (x + 5) dan (x – 5) adalah (x + 5).(x – 5), sehingga:
(x + 5).(x – 5).
5
50
+x
= (x + 5).(x – 5).
5
30
−x
(x – 5).50
= (x + 5).30
50x – 250
= 30x + 150
20x = 400
x = 20
Jadi kecepatan kapal di air tenang adalah 20 mil/jam.
Contoh 5:
Dua buah pesawat terbang berangkat dari Jakarta pada saat yang sama dan
berlawanan arah pada garis lurus yang sama. Kecepatan rata-rata pesawat yang satu
8
Asyiknya Belajar Matematika SD/MI untuk Kelas IV
116
Rani memotong kue martabak yang
berbentuk lingkaran. Mula-mula ia memotong
menjadi dua bagian sama besar. Kemudian
martabak dipotong lagi sehingga menjadi
empat bagian. Setiap potong sama besar.
Menurut matematis, bagian-bagian sama
besar tersebut disebut pecahan.
Pecahan
Pengurangan
pecahan
Pengertian
pecahan
Mengurutkan
pecahan
Penjumlahan
pecahan
Peta Konsep
Menyederhanakan
pecahan
Operasi campuran
pecahan
Penyelesaian masalah
pecahan
9
Pengukuran SD
Pujiati, PPPG Matematika
6
saat menentukan jam berapa harus berangkat ke sekolah agar tidak terlambat datang
ke sekolah, saat menentukan kecepatan kendaraan ayah agar tiba di bandara tepat
waktu, dan sebagainya. Berikut ini adalah contoh-contoh soal yang dikaitkan dengan
kehidupan sehari-hari.
Contoh 1:
Jarak Yogyakarta-Malang 350 km. Jika Ali berangkat dari Yogya ke Malang pukul
06.00 pagi dengan mobil kecepatannya 60 km/jam. Pada waktu dan rute yang sama
Budi berangkat dari Malang menuju Yogya dengan mengendarai mobil yang
kecepatannya 80 km/jam. Pada jarak berapa dan pukul berapa keduanya berpapasan?
Penyelesaian:
Misalkan lama perjalanan dari berangkat sampai bertemu T jam, dengan
menggunakan rumus: Jarak = kecepatan × waktu, maka diperoleh:
60T + 80T = 350
140T = 350
T = 140
350 =
2
1
2
Jadi mereka berpapasan setelah perjalanan selama
2
1
2 jam sesudah pukul 06.00,
berarti pukul 08.30.
Tempat bertemu = (60 ×
2
1
2) km = 150 km dari Yogyakarta atau (80 ×
2
1
2 ) km =
200 km dari Malang.
350 km
Ali
Budi
kecepatan Ali 60 km/jam
kecepatan Budi 80 km/jam
pukul 06.00
pukul 06.00
Yogyakarta
Malang
10
Pengukuran SD
Pujiati, PPPG Matematika
12
40 km/jam lebih cepat dari pada pesawat yang lain. Apabila setelah 5 jam jarak kedua
pesawat itu 2000 km, berapakah kecepatan rata-rata setiap pesawat?
Penyelesaian:
Jumlah jarak keduanya setelah 5 jam = 2000 km, sehingga
(vA × t) + (vB × t) = 2000
(x + 40) × 5 + x × 5 = 2000
5x + 200 + 5x
= 2000
10x = 2000 – 200
10x = 1800
x
= 180
Jadi kecepatan pesawat A = 220 km/jam dan kecepatan pesawat B = 180 km/jam
♦
Pesawat A
Pesawat B
2000 km
Jakarta
misal: vB = x
vA = x + 40
11
Pecahan
117
1
1
2
1
4
A.
Pengertian Pecahan
1. Bilangan pecahan
Perhatikan kembali potongan martabak Rani.
Pecahan adalah bilangan berbentuk
a
b, b tidak sama dengan 0.
Pada bentuk pecahan
a
b dibaca a per b
a dan b bilangan bulat.
a disebut pembilang.
b disebut penyebut.
Contoh:
1
2 dibaca satu perdua atau setengah.
1
4 dibaca satu perempat atau seperempat.
2
3 dibaca dua pertiga
Latihan 1
A. Bacalah pecahan berikut.
1.
2
4
3.
1
6
5.
7
10
2.
1
12
4.
4
5
12
Pengukuran SD
Pujiati, PPPG Matematika
13
BAB III
PEMBELAJARAN LUAS DAN VOLUM
A. Luas Segi-n Beraturan
Untuk mencari luas segibanyak beraturan, dapat dimulai dengan mencari luas segilima
beraturan, segienam beraturan, dan segidelapan beraturan yang terletak di dalam lingkaran
seperti gambar berikut.
Bagilah segilima menjadi lima segitiga sama kaki yang sama dan
sebangun (kongruen). Dapat dicari luas sebuah segitiga tersebut, yaitu
alas kali tinggi. Jadi luas segilima beraturan tersebut adalah lima kali
luas segitiga Perlu diingat, pada segilima beraturan alasnya adalah sisi
segilima, sehingga luas segilima beraturan adalah 5 × ( 2
1 s × t).
Dengan cara yang sama, maka dapat
dicari luas segienam beraturan, yaitu:
6 × ( 2
1 s × t). Sedangkan luas segide-
lapan beraturan adalah 8 × ( 2
1 s × t).
Dengan contoh-contoh di atas, maka dapat dicari luas segi-n beraturan dengan
menggunakan tabel berikut. Carilah luas tiap segibanyak beraturan berikut ini dan isikan
dalam tabel yang tersedia, apabila tinggi tiap segitiga dalam segibanyak beraturan adalah t
dan panjang sisinya adalah s.
Banyaknya sisi
3
4
7
9
10
11
12
…
n
Luas segi-n
beraturan
…
…
…
…
…
…
…
…
…
Jadi luas segi-n beraturan adalah ………….., dengan s adalah panjang sisi segi-n bera-turan
dan t adalah tinggi dari segitiga.
r
r
s
t
r
s
r
t
s
t
r
r
13
Asyiknya Belajar Matematika SD/MI untuk Kelas IV
118
B. Tulislah bilangan pecahannya.
1. satu pertujuh
4. dua persembilan
2. tiga persebelas
5. lima persebelas
3. empat pertujuh
2. Model pecahan
Perhatikan daerah yang diwarnai pada model berikut.
a.
Banyaknya bagian adalah 2
Diwarnai 1 dari 2.
Masing-masing bagian adalah 1
2.
Bagian yang diwarnai adalah 1
2.
b.
Banyaknya bagian adalah 3.
tiap bagian adalah
1
3.
Diwarnai 2 dari 3 bagian.
Bagian yang diwarnai adalah
2
3.
c.
Banyaknya bagian adalah 6.
Tiap bagian adalah
1
6.
Diwarnai 2 dari 6 bagian.
Bagian yang diwarnai adalah
2
6.
Latihan 2
A. Tulislah bentuk pecahan tiap bagian dan pecahan bagian yang diwarnai
pada gambar berikut.
1.
2.
14
Pengukuran SD
Pujiati, PPPG Matematika
14
Latihan
1.
Hitunglah luas daerah yang diarsir dari
segidelapan beraturan ABCDEFGH. Jika t
panjangnya 20 cm dan. ruas garis AB panjangnya 16
cm.
Petunjuk: carilah luas segitiga PBC terlebih dahulu.
Luas daerah yang diarsir adalah luas segidelapan
beraturan dikurangi dua kali luas segitiga PBC.
2.
Hitunglah luas daerah yang diarsir, apabila panjang
sisi segienam beraturan kecil adalah setengah panjang
segienam beraturan besar demikian juga untuk segitiga
kecil tingginya adalah setengah tinggi segitiga besar
pada segienam beraturan.
Petunjuk: luas daerah yang diarsir adalah luas segienam besar dikurangi luas segienam
kecil.
B.
Luas Permukaan Kerucut
Luas kerucut terdiri dari selimut kerucut dan lingkaran. Luas lingkaran adalah πr2. Untuk
mencari luas selimut kerucut adalah sebagai berikut.
C
P
B
D
A
H
G
F
E
t
t
rr
t
dibuka
r
t
A
A
15
Pecahan
119
3.
5.
4.
B. Gambarlah dan warnailah daerah pada bangun datar yang menunjukkan
pecahan berikut.
1.
1
3
6.
1
5
2.
2
3
7.
3
5
3. 1
4
8.
2
6
4. 2
4
9.
5
6
5.
3
4
10.
7
8
B.
Mengurutkan pecahan dengan penyebut yang sama
Bagaimanakah mengurutkan pecahan? Untuk mengurutkan pecahan, penyebutnya
harus sama. Perhatikan urutan pecahan pada garis bilangan berikut.
1.
0
21
22
2
0
1
16
Pengukuran SD
Pujiati, PPPG Matematika
15
Selimut kerucut merupakan bagian dari suatu
lingkaran besar dengan jari-jarinya adalah apotema
kerucut. Misal L adalah luas selimut kerucut dan K
adalah keliling lingkaran pada kerucut, maka:
esar
lingkaranbKel
K
lingkaranLuas
L
.
=
A
r
A
L
π
π
π
2
2
2=
A
Ar
L
π
ππ
2
2
2×
=
= πrA.
Jadi luas kerucut = πr2 + πrA = πr (r + A).
C.
Luas Permukaan Kerucut Terpancung
A
L
2πr
R
r
dibuka
t
2πr
2πR
dibuka
R
r
t
A
x
2πR
2πr
A
x
K
L
M
N
P
17
Asyiknya Belajar Matematika SD/MI untuk Kelas IV
120
Urutan pecahannya adalah:
Urutan pecahan dari yang terkecil: 0 1 2
,,
2 2 2.
Urutan pecahan dari yang terbesar: 2 1 0
,,
2 2 2.
0
1
2.
0
4
1
4
2
4
3
4
4
4
Urutan pecahan dari yang terkecil: 0 1 2 3 4
,,,,
4 4 4 4 4.
Urutan pecahan dari yang terbesar: 4 3 2
1 0
,,,,
4 4 4 4 4.
Bagaimana cara mengurutkan pecahan tanpa menggunakan garis bilangan?
Coba cari, diskusikan dengan temanmu.
Dari urutan di atas kita dapat memperoleh kesimpulan:
Misal terdapat pecahan dengan penyebut sama. Semakin besar pembilangnya
semakin besar nilai pecahannya.
Contoh:
Urutkanlah bilangan pecahan berikut.
1 3 2 6 4 0 5
,,,,,,
6 6 6 6 6 6 6
Jawab:
Karena penyebutnya sama, dan 0 < 1 < 2 < 3 < 4 < 5 < 6. Maka
Urutan dari yang terkecil adalah
01 2 3 4 5 6
,,,,,,
6 6 6 6 6 6 6.
Urutan dari yang terbesar adalah
6 5 4 3 2
1 0
,,,,,,
6 6 6 6 6 6 6.
Latihan 3
A. Buatlah garis bilangan untuk pecahan dengan penyebut berikut.
1. 3
6. 8
2. 4
7. 9
3. 5
8. 10
4. 6
9. 11
5. 7
10. 12
18
Pengukuran SD
Pujiati, PPPG Matematika
16
∆PMN ∼∆PLK
PN : PK = MN : KL
x : (x + A) = r : R
r (x + A) = Rx
rA = x (R – r)
x =
rR
rA
−
…..(i)
Luas kerucut besar
= πR(A + x)
Luas kerucut kecil
= πrx
Luas selimut kerucut terpancung = luas kerucut besar – luas kerucut kecil
= πR(A + x) - πrx
= πRA + πx(R – r) ………(ii)
(i)
disubstitusi ke (ii)
Luas selimut kerucut terpancung = πRA + π
rR
rA
−
(R – r)
= πRA + πrA = πA (R + r)
Luas kerucut terpancung seluruhnya = luas selimut + lingkaran besar + lingkaran kecil
= πA (R + r) + πR2 + πr2
= π{R(R + A) + r(r + A)}
D.
Volum Kerucut Terpancung
Volum Kerucut Terpancung
Volum kerucut besar = 3
1 πR2(t + t1)
Volum kerucut kecil = 3
1 πr2t1
∆PMN ∼∆PLK
PL
PM
LK
MN =
⇒
tt
t
R
r
+
=
1
1
⇔ t1R = r(t1 + t)
t + t1
R
r
t
K
L
N
t1
M
P
19
Pecahan
121
B. Urutkanlah bilangan pecahan berikut dari yang terkecil.
1.
1 3 2 4 5
,,,,
5 5 5 5 5
2.
1 8 4 7 3
,,,,
8 8 8 8 8
3.
1810457
,,,,,
11 11 11 11 11 11
4.
91321417
,,,,,
16 16 16 16 16 16
5.
1824573
,,,,,,
25 25 25 25 25 25 25
C.
Menyederhanakan Pecahan
Perhatikan bagian dari daerah yang diarsir berikut.
Kedua daerah pada gambar di atas sama besar. Ini berarti kedua pecahan di atas
adalah sama, atau,
2
4 = 1
2
Pecahan 1
2 merupakan bentuk sederhana dari pecahan 2
4. Bentuk sederhana dapat
diperoleh dengan membagi pembilang dan penyebut dengan FPB dari pembilang dan
penyebut tersebut.
Perhatikan kembali pecahan 2
4 dan 1
2.
FPB dari 2 dan 4 adalah 2, jadi:
�
�
22 : 2
1
44 : 2
2
2
4
1
2
20
Pengukuran SD
Pujiati, PPPG Matematika
17
⇔ t1 =
)(rR
rt
−
……..(i)
Volum kerucut terpancung = volum kerucut besar – volum kerucut kecil
= 3
1 πR2(t + t1) – 3
1 πr2t1
=3
1 π{t1(R2 – r2) + R2t}……(ii)
Substitusi (i) ke (ii)
Volum kerucut terpancung = 3
1 π{
)
(rR
rt
−
(R – r)(R + r) + R2t}
= 3
1 π{ rt(R + r) + R2t}
= 3
1 πt{ r(R + r) + R2}
= 3
1 πt{ R2 + Rr + r2}
E.
Luas Permukaan Bola
Titik O disebut titik pusat bola. Jari-jari bola adalah suatu
ruas garis yang ditentukan oleh titik pusat dan satu titik pada
bola. Perpotongan bola dan suatu bidang pada titik pusat
disebut lingkaran terbesar dari bola.
Untuk mencari luas permukaan bola, dapat dilakukan penyelidikan sebagai berikut.
r
O
Lingkaran terbesar
21
Asyiknya Belajar Matematika SD/MI untuk Kelas IV
122
Contoh:
1. Tentukan bentuk sederhana dari
12
16.
Jawab:
FPB dari 12 dan 16 adalah 4. Jadi
�
�
1212 : 4
3
1616 : 4
4
Jadi, bentuk sederhana dari
12
16 adalah 3
4.
2. Sederhanakan pecahan 18
27.
Jawab:
FPB dari 18 dan 27 adalah 9. Jadi
�
�
1818 : 9
2
2727 : 9
3
Bentuk sederhana dari 18
27 adalah
2
3.
Latihan 4
Sederhanakan pecahan berikut.
1.
�
21
....
42
2.�
4
....
6
3.
�
40
....
50
4.
�
12
....
21
5.
�
120
....
150
D.
Penjumlahan Pecahan
1. Pecahan dengan penyebut yang sama
Rani mempunyai 1
2 bagian kue. Kemudian ia mendapat lagi 1
2 bagian kue. Berapa
bagian kue didapat Rani?
22
Pengukuran SD
Pujiati, PPPG Matematika
18
(i)
(ii)
1. Potonglah bola melalui pusatnya, sehingga terbentuk dua setengahan bola
2. Lilitkan tali pada permukaan lengkung setengah bola tersebut sampai penuh (gambar
(i))
3. Tali yang melilit permukaan setengah bola tersebut, lilitkan pada permukaan datar
setengah bola yang berupa lingkaran pada setengah bola lainnya (gambar (ii))
4. Ulangi kegiatan tersebut sampai beberapa kali sampai Anda yakin
5. Ternyata tali tersebut dapat memenuhi lingkaran sebanyak dua kali, sehingga
luas permukaan 2
1 bola
= 2 × luas lingkaran
= 2 ×πr2
Jadi, Luas permukaan bola = 2 × 2πr2 = 4 πr2
Ternyata hal itu sesuai dengan teori Archimedes (abad ke-3 SM), yaitu:
Jika sebuah bola dapat tepat menempati tabung yang
jari-jari alasnya r dan tinggi 2r, maka luas bola sama
dengan luas selimut tabung tersebut. Hal itu dapat
ditunjukkan dengan melilitkan tali pada permukaan
bola, kemudian tali tersebut dililitkan kembali ke
sekeliling selimut tabung. Ternyata panjang tali yang
diperlukan untuk menutupi seluruh permukaan tabung
sama dengan tali yang digunakan untuk menutupi
seluruh selimut tabung, sehingga:
t =
2
23
Pecahan
123
Dari cerita tersebut kita dapat menuliskan:
1
2 + 1
2 = 1
Penjumlahan tersebut dapat digambarkan seperti berikut.
+
=
1
2
1
2
2
2
Bentuk penjumlahan di atas kita tulis:
1
2 + 1
2 = 1
1
2
2
2
1
�
��
Dari proses penjumlahan tersebut dapat kita simpulkan sebagai berikut.
Penjumlahan pecahan berpenyebut sama, dilakukan dengan menjumlahkan
pembilangnya.
Contoh:
Hitunglah penjumlahan berikut.
1.
��
36
....
1010
Jawab:
�
�� �
�
36
369
1010
10
10
2.
���
14139
....
292929
Jawab:
��
���
�
141391413936
292929
29
29
Latihan 5
Tentukan hasil penjumlahan berikut.
1. ��
23
....
55
4.
��
219
....
3434
2 ��
43
....
88
5.
���
101213
....
212121
3
��
67
....
1515
6.
���
172422
....
454545
24
Pengukuran SD
Pujiati, PPPG Matematika
19
Luas permukaan bola = luas selimut tabung
Luas permukaan bola = 2πrt = 2πr × 2r = 4πr2
F.
Volum Bola
Untuk menemukan rumus volum
bangun
ruang,
dapat
dilakukan
dengan
membandingkan
volum
tabung dengan volum
2
1 bola.
Untuk kegitan tersebut diperlukan
pasangan tabung dengan 2
1 bola yang mempunyai jari-jari sama dan tinggi tabung sama
dengan diameter.
Langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut:
1. Isilah setengah bola dengan pasir, beras atau biji-bijian
2. Perlahan-lahan tuangkan isi tersebut ke dalam tabung. Berapa bagian volum yang
nampak dalam tabung
3. Isilah kembali 2
1 bola dan tuangkan lagi ke dalam tabung sampai tabung penuh
4. Dari kegiatan tersebut di atas, diperolehkesimpulan bahwa volum tabung sama dengan
tiga kali volum setengah bola
Volum tabung = luas alas × tinggi
= πr2× 2r = 2πr3
Volum tabung = 3 × volum 2
1 bola
2πr3 = 3 × volum 2
1 bola
Volum 2
1 bola = 3
2 πr3
t =
r
r
25
Asyiknya Belajar Matematika SD/MI untuk Kelas IV
124
7.
��
119
....
2121
9.
���
211726
....
565656
8.
��
195
....
2525
10.
���
252120
....
989898
2. Pecahan dengan penyebut berbeda
Misal terdapat dua pecahan berpenyebut berbeda. Penjumlahan dapat dilakukan
setelah penyebut disamakan. Penyamaan penyebut dilakukan dengan menggunakan
KPK kedua penyebut. Perhatikan contoh berikut.
Contoh:
1)��
12
....
23
Jawab:
KPK dari 2 dan 3 adalah 6, jadi,
����
12........
....
2366
Untuk mendapatkan pembilang baru, lakukan operasi berikut.
����
12347
23666
2)��
53
....
68
Jawab:
KPK dari 6 dan 8 adalah 24. Jadi
����
5320929
68242424
Latihan 6
Hitunglah penjumlahan berikut.
1.��
11
....
23
3.
��
911
....
1015
5.
���
81217
....
101520
2.��
23
....
35
4.
��
1113
....
1220
24 : 6 × 5 = 3
24 : 8 × 3 = 9
6 : 2 × 1 = 3
6 : 3 × 2 = 4
26
Pengukuran SD
Pujiati, PPPG Matematika
20
20
15
8 m
15
7 m
Volum bola= 2 × 3
2 πr3 = 3
4 πr3
Kegiatan di atas dapat pula dilakukan dengan menggunakan pasangan kerucut yang
tingginya 2r dan jari-jari alasnya r dengan 2
1 bola yang jari-jarinya r pula.
G. Pemecahan Masalah yang Berkaitan dengan Penggunaan Volum Bangun Ruang
Agar aturan-aturan atau rumus-rumus tentang volum bangun ruang di rasakan ada
manfaatnya, maka ditunjukkan terapannya dengan objek−objek yang nyata atau dalam
bentuk soal-soal cerita yang berkaitan dengan pemecahan masalah dalam kehidupan
sehari-hari. Agar siswa dapat tertarik, maka permasalahannya dipilih yang dapat dihayati
oleh para siswa, sehingga mereka merasakan makna dari apa yang mereka kerjakan.
Contoh1:
Seorang teknisi harus menghitung volum
udara dalam sebuah rumah untuk
merancang sistem AC di rumah tersebut.
Bantulah teknisi itu untuk menghitung
volum rumah tersebut dengan ukuran
bagian dalamnya seperti nampak dalam
gambar.
Penyelesaian:
Rumah
tersebut
dapat
dianggap
sebagai
bangun
gabungan
balok
dengan prisma segitiga, sehingga dapat
dihitung perbagian.
V balok = L. alas × tinggi
= 15 × 20 × 8
= 2400
20
15
8 m
15
27
Pecahan
125
E.
Pengurangan
1. Pecahan dengan penyebut sama
Rudi mempunyai sebuah apel. 1
2 dari buah apel tersebut diberikan kepada Budi.
Sekarang Rudi hanya memiliki 1
2 apel. Dalam operasi hitung, cerita tersebut dapat ditulis:
��
11
1
22
Untuk mengetahui mengapa
��
11
1
22, perhatikan gambar berikut.
+
=
2
2
1
2
1
2
Karena 1 = 2
2 bentuk pengurangan tersebut kita tulis:
��
211
222
Seperti pada penjumlahan, pengurangan pecahan berpenyebut sama dilakukan dengan
pengurangan pembilangnya.
Contoh:
Hitunglah pengurangan berikut.
1.
��
94
....
1010
Jawab:
�
��
�
94945
101010
10
2.
���
25127
....
303030
Jawab:
��
���
�
25127251276
303030
30
30
28
Asyiknya Belajar Matematika SD/MI untuk Kelas IV
126
Latihan 7
Tentukan hasil pengurangan berikut.
1.��
52
....
66
6.
��
2719
....
3030
2��
74
....
88
7.
���
25186
....
333333
3
��
97
....
1313
8.
���
34199
....
404040
4.
��
1912
....
2121
9.
���
422713
....
525252
5.
��
2015
....
2424
10.
���
995437
....
100100100
2. Pecahan dengan penyebut berbeda
Lakukan proses yang sama seperti operasi penjumlahan.
Contoh:
1)��
32
....
43
Jawab:
KPK dari 4 dan 3 adalah 12. Jadi
����
32981
43121212
2)
��
93
....
128
Jawab:
KPK dari 12 dan 8 adalah 24. Jadi
����
931899
128242424
24 : 12 × 9 = 18
24 : 8 × 3 = 9
12 : 4 × 3 = 9
12 : 3 × 2 = 8
29
Pecahan
127
Latihan 8
Hitunglah pengurangan berikut.
1.��
11
....
23
6.
��
911
....
1020
2.��
53
....
65
7.
��
1012
....
1520
3.��
42
....
63
8.���
313
....
468
4.��
53
....
76
9.���
634
....
7612
5.
��
125
....
128
10.
���
15711
....
203040
F.
Operasi Campuran Pecahan
Telah dipelajari bahwa operasi tambah dan kurang sederajat. Artinya urutan operasi
tidak memengaruhi hasilnya.
Contoh:
Hitunglah
1.���
213
....
324
Jawab:
KPK dari 3, 2, dan 4 adalah 12.
�����
��
�
�
213869
324121212
869
12
5
12
2.���
539
....
6412
Jawab:
KPK dari 6, 4, dan 12 adalah 12.
�����
��
�
�
5391099
6412121212
1099
12
10
12
Bentuk 10
12 dapat disederhanakan
menjadi
5
6.
30
Asyiknya Belajar Matematika SD/MI untuk Kelas IV
128
Latihan 9
Hitunglah operasi campuran pecahan berikut.
1.���
212
....
345
6.���
325
....
876
2���
421
....
546
7.���
423
....
9515
3���
524
....
836
8.���
541
....
6912
4.���
327
....
458
9.
���
756
....
1298
5.���
532
....
7514
10.
���
436
....
5615
G.
Pemecahan Masalah Bilangan Pecahan
Bagaimanakah pemecahan masalah bilangan pecahan? Perhatikan contoh berikut.
Contoh:
1. Ayah, Rudi, dan Budi memiliki berat badan yang berbeda. Ayah memiliki berat badan
yang paling berat. Berat badan Rudi
3
5 berat badan ayah. Berat badan Budi 2
5 berat
badan ayah. Siapakah yang lebih berat, Rudi atau Budi?
Jawab:
Perhatikan urutan bilangan pecahan dengan penyebut 5.
01 2 3 4 5
,,,,,
5 5 5 5 5 5
Berdasarkan urutan di atas,
3
5 lebih dari
2
5. Jadi, Rudi lebih berat daripada Budi.
2. Ibu membeli 1
2 kg gula merah. Ia juga membeli 3
4 kg gula putih. Di rumah tersedia
4
6 kg gula batu. Berapa kg beratnya?
31
Pecahan
129
Jawab:
KPK dari 2, 4, dan 6 adalah 12
�����
��
�
�
134698
246121212
698
12
23
12
Jadi, berat semua gula adalah 23
12 kg.
Latihan 10
Selesaikan soal berikut.
1. Ibu memberikan 3
4 bagian kue kapada Adi. Sisanya diberikan kepada Rona.
Siapakah yang mendapat bagian kue lebih banyak?
2. Seruni memberikan
2
6 tugas kepada Ratna. Galih harus mengerjakan
3
6 bagian.
Sisanya dikerjakan oleh Seruni. Berapa bagian tugas yang dikerjakan Seruni?
3. Akuarium di rumah mula-mula terisi penuh. Karena bocor airnya tersisa
2
5
bagian. Berapa bagian air yang telah keluar?
4. Bibi membeli
3
6 kg tepung dan
12
3 kg beras. Selanjutnya ia membeli
7
8 kg
terigu. Kemudian 3
4 kg beras diberikan kepada pengemis. Berapa kg sisa
belanjaan bibi?
5. Mula-mula botol air berisi penuh. Roni minum
1
3 bagian. Kemudian
1
5 bagian
diminum Yana. Berapa bagian sisa air dalam botol sekarang?
32
Asyiknya Belajar Matematika SD/MI untuk Kelas IV
130
Berpikir Kritis
Kegiatan
Ada 9 butir telur ayam dibagikan kepada 3 anak yaitu:
Andi memperoleh 1
6,
Bakti memperoleh 1
4, dan
Candra memperoleh –
1
3
Agar semua telur terbagi dalam keadaan utuh, bagaimanakah cara membaginya?
Tunjukkan dengan gambar bahwa 2
3 dapat kurang dari 1
2.
1. Bilangan pecahan adalah bilangan yang berbentuk
a
b.
a
b dibaca a per b
a dan b bilangan bulat
a disebut pembilang
b disebut penyebut. Nilai b tidak sama dengan 0
2. Untuk pecahan berpenyebut sama, semakin besar pembilang semakin besar nilainya.
3. Penyederhanaan pecahan dilakukan dengan membagi pembilang dan penyebut
FPB dari pembilang dan penyebut tersebut.
4. Penjumlahan pecahan berpenyebut sama dilakukan dengan menjumlahkan
pembilang.
5. Pengurangan pecahan berpenyebut sama dilakukan dengan mengurangkan
pembilangnya.
6. Penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut berbeda disamakah
penyebutnya. Penyamaan penyebut dilakukan dengan menggunakan KPK kedua
penyebutnya.
Rangkuman
33
Pecahan
131
Evaluasi
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang benar.
1.
1
10 dibaca ....
a. sepuluh dibagi 1
b. sepuluh
c. satu dibagi sepuluh
d. sepersepuluh
2. Empat perlima ditulis ....
a.
3
5
b.
4
5
c.
5
4
d.
5
3
3.
Nilai pecahan gambar di samping adalah ....
a.
1
2
c.
1
4
b.
1
3
d.
1
5
34
Asyiknya Belajar Matematika SD/MI untuk Kelas IV
132
4.10
18
18
18
12
18
9
18
15
18
7
18
,,,,,,
Urutan dari yang terkecil pecahan tersebut adalah ....
a.
12
18
15
18
18
18
9
18
7
18
10
18
,,,,,
b.9
18
7
18
10
18
12
18
15
18
18
18
,,,,,,
c.
7
18
9
18
10
18
12
18
15
18
18
18
,,,,,
d.
18
18
15
18
12
18
10
18
9
18
7
18
,,,,,
5. Bentuk sederhana pecahan 35
60 adalah ....
a.
5
12
b.
6
12
c.
7
12 1
d.
8
12
6. Hasil penjumlahan 6
3 + 16
3adalah ....
a.22
3
b.23
3
c.24
3
d.25
3
35
Pecahan
133
7. Hasil penjumlahan
2
7
+ 8
3 adalah ....
a.
62
23
b.62
21
c.
61
23
d.
62
25
8.
5
6
+ 3
4
1
2
� = ....
a.
10
12
b.
11
12
c.
12
12
d.
13
12
9. Bibi ke pasar membeli
9
4 kg buah jeruk. Kemudian membeli
3
2 kg kelengkeng.
Juga membeli
7
4 buah mangga. Berat buah Bibi seluruhnya adalah ....
a.
21
4
b.
22
4
c.
23
4
d.
24
4
36
Asyiknya Belajar Matematika SD/MI untuk Kelas IV
134
10. Budi mempunyai uang Rp5.000,00. Kemudian
1
4 dari uangnya untuk membeli
pensil. Sisa uang Budi adalah ....
a. Rp3.750,00
b. Rp2.500,00
c. Rp1.500,00
d. Rp1.250,00
B. Kerjakan soal-soal berikut dengan benar.
1. Hitunglah
a.
3
5
+ 5
3
1
6
�
b.69
8
13
6
10
3
��
2. Berat badan Ida
9
4 lebih berat daripada berat badan Tuti. Berat badan Tuti
31
2 kg.
Berapakah berat badan Ida?
3. Tentukan z = x + y, jika x=
5
2 dan y =
21
4
7
2.
4. Berapakah selisih dari
7
2 dan
9
5?
5. Berapakah nama biasa paling sederhana dari
1
2
4
5
�?
Operasi tambah dan kurang sederajat. Misal terdapat operasi campuran
penjumlahan dan pengurangan. Mana yang kamu kerjakan, penjumlahan dahulu
atau pengurangan?
Refleksi
Pengukuran SD
Pujiati, PPPG Matematika
7
Atau dapat juga dengan menggunakan grafik seperti berikut ini.
Dibuat grafik garis lurus dengan ketentuan sebagai berikut.
1. Grafik perjalanan Ali dimulai dari titik (0,0), dan setiap jam ditempuh 60 km,
sehingga titik kedua terletak pada koordinat (1,60) dan seterusnya sampai
dengan jarak 350 km (sampai di Malang) yang dapat ditempuh selama 5 jam 50
menit
2. Grafik perjalanan Budi dimulai dari titik (0,350) dan setiap jamnya ditempuh 80
km, sehingga titik kedua terletak pada koordinat (1,270) dan seterusnya sampai
jarak 0 km (sampai Yogya) ditempuh selama 4 jam 22 2
1 menit.
1
2
3
4
5
6
50
100
150
250
200
300
350
Jarak
Waktu
(2 2
1 ,150))
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 36
SLIDE
Similar Resources on Wayground
27 questions
4th Grade Math Review (Monday 5/3)
Lesson
•
4th Grade
34 questions
puissances 4èmes leçon
Lesson
•
4th Grade
31 questions
Jajar genjang dan Trapesium
Lesson
•
4th - 5th Grade
25 questions
Bunyi dan Sifatnya
Lesson
•
5th Grade
27 questions
GAYA DAN GERAK
Lesson
•
4th Grade
33 questions
Sun Earth Moon System
Lesson
•
5th Grade
31 questions
Pintura renaixement
Lesson
•
KG
28 questions
Matematik tahun 4 - Panjang
Lesson
•
4th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Probability Practice
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Probability on Number LIne
Quiz
•
4th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Appropriate Chromebook Usage
Lesson
•
7th Grade
10 questions
Greek Bases tele and phon
Quiz
•
6th - 8th Grade
Discover more resources for Science
15 questions
Physical and Chemical Changes
Quiz
•
4th Grade
28 questions
4th Grade The Need for Speed
Quiz
•
3rd - 5th Grade
20 questions
The Water Cycle
Quiz
•
4th - 5th Grade
12 questions
Unit 7 Review: Weathering, Erosion, and Deposition (4th Grade)
Quiz
•
4th Grade
12 questions
Renewable and Nonrenewable resources
Quiz
•
4th Grade
32 questions
4th Grade Science IA3 Review
Quiz
•
4th Grade
21 questions
Weathering, Erosion, and Deposition
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Weathering and Erosion
Interactive video
•
4th Grade