Search Header Logo
Meyakini Kitab Kitab Allah

Meyakini Kitab Kitab Allah

Assessment

Presentation

Religious Studies

8th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Auriel Zhafa

FREE Resource

10 Slides • 1 Question

1

media

Meyakini Kitab-Kitab Allah:
Menjadi Generasi Pecinta
Al-Qur’an yang Toleran

SMP Kelas 8

Agama Islam dan Budi Pekerti

2

Multiple Choice

Perhatikan pernyataan berikut!

Pernyataan yang menunjukkan pengertian iman kepada kitab secara

tafsili adalah ..

1

Meyakini bahwa Allah Swt telah menurunkan kitab-kitab kepada

para rasul-Nya tanpa harus mengetahui nama kitab dan rasul

penerimanya

2

Mengimani penjelasan al-Qur’an dan hadis yang menyebutkan

kitab-kitab Allah secara terperinci seperti nama dan nama rasul

penerima

3

Beriman kepada semua kitab yang diturunkan oleh Allah Swt baik

yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw maupun para nabi

terdahulu

4

Membenarkan kitab-kitab Allah di dalam hati, mengikrarkan dengan

lisan, dan mengamalkannya dalam perbuatan sehari-hari

3

media

Pembahasan

01

04

02

03

Pengertian Iman
Kepada Kitab Allah

Nama Kitab-Kitab

Allah

Menjadi Generasi
Pecinta Al-Qur’an

Hubungan dengan Umat yang

Beriman kepada Kitab Terdahulu

4

media

Pengertian Iman Kepada Kitab Allah

Iman kepada kitab Allah Swt adalah membenarkan bahwa Allah Swt mempunyai
kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul-Nya. Kitab-kitab itu merupakan
kalam AllahSwt yang berfungsi sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia. Semua
kandungannya merupakan kebenaran yang wajib diikuti dan dilaksanakan.

Setiap muslim wajib beriman kepada semua kitab yang diturunkan oleh Allah Swt
kepada para rasul-Nya, baik secara secara ijmali (global) maupun tafsili (terperinci).

Iman kepada kitab terdahulu bukan berarti meyakini semua isi kandungan yang
terdapat di dalamnya. Akan tetapi yang dimaksud dengan beriman kepada kitab
terdahulu adalah hanya meyakini isi kandungan yang sesuai dengan al-Qur’an saja.

5

media

Kitab Zabur

Nama Kitab-Kitab Allah

Kitab Zabur adalah kitab yang diturunkan

oleh Allah Swt. Kepada Nabi Daud a.s.

Nabi Daud a.s. merupakan salah satu nabi

dari Bani Israil. Sebagai nabi dari Bani
Israil, Nabi Daud menggunakan kitab

Taurat untuk memutus

berbagai perkara orang-orang Yahudi.
Namun kepada Nabi Daud a.s., Allah Swt.
juga menurunkan kitab Zabur. Kitab Zabur
terdiri dari 150 surah yang berisi nasihat-

nasihat, hikmah, pujian dan sanjungan

kepada Allah Swt.

Kitab Taurat adalah kitab yang

diturunkan oleh Allah Swt. kepada

Nabi Musa a.s. Allah Swt. Kitab Taurat

merupakan petunjuk bagi Nabi

Musa a.s. dan nabi-nabi dari Bani Israil
sesudahnya, sampai kepada Nabi Isa

a.s. Kitab Taurat hanya digunakan untuk
memutuskan perkara orang-orang dari

Bani Israil saja, karena kitab ini

memang hanya diturunkan bagi mereka.

Kitab Taurat

6

media

Suhuf Musa dan Ibrahim

Nama Kitab-Kitab Allah

Suhuf Musa dan Ibrahim adalah

lembaran-lembaran yang diturunkan oleh
Allah Swt kepada Nabi Musa dan Ibrahim.

Lembaran-lembaran ini sudah

hilang dan tidak diketahui isinya. Namun

sebagian isi suhuf-suhuf itu ada

yang diberitakan di dalam al-Qur’an dan

hadis. Misalnya ajaran suhuf Nabi

Musa a.s. dan Ibrahim a.s. yang terdapat

di dalam Q.S. an-Najm/53: 36.

Kitab inijl adalah kitab yang diturunkan
oleh Allah Swt. kepada Nabi Isa a.s. Nabi
Isa juga merupakan nabi dari Bani Israil

(Yahudi). Allah Swt. Menurunkan Injil

kepada Nabi Isa untuk menyempurnakan

isi Taurat yang telah berakhir masa
berlakunya. Dalam hal ini kitab Injil
berfungsi untuk membenarkan kitab

Taurat yang mengandung nilai-nilai yang

dapat menyelamatkan umatnya dari
kesesatan dalam akidah dan amal

perbuatan

Kitab Injil

7

media

Nama Kitab-Kitab Allah

Kitab al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi

Muhammad saw. Al-Qur’an merupakan wahyu Allah terakhir yang

membawa kebenaran, mencakup isi dan membenarkan kitab sebelumnya,
Yakni Taurat, Zabur, dan Injil. Meskipun demikian al-Qur’an memiliki syariat

tersendiri yang berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya. Syariat yang

terdapat di dalam al-Qur’an berfungsi menggantikan syariat yang terdapat

dalam kitab-kitab sebelumnya.

Kitab Injil

8

media

Menjadi Generasi Pecinta Al-Qur’an

Bukti keimanan terhadap al-Qur’an dapat dilihat dari kecintaan seseorang terhadap al-Qur’an.
Pada masa nabi Muhammad saw, sahabat-sahabat nabi adalah orang yang sangat mencintai al-
Qur’an!. Demikian juga dengan generasi setelah sahabat, yakni tabiin. Mereka bersemangat
membaca al-Qur’an tanpa mengenal waktu. Kecintaan mereka terhadap al-Qur’an dibuktikan
dengan menjadikan al-Qur’an sebagai teman dalam kehidupan sehari-hari.

Membaca adalah tangga pertama dalam mencintai al-Qur’an. Agar mampu menuju tangga cinta al-
Qur’an berikutnya kalian harus bisa membaca al-Qur’an dengan baik. Karena itu kalian harus
belajar ilmu tajwid. Setelah mampu membaca, tangga berikutnya adalah memahami arti al-Qur’an.
Memahami arti dapat dilakukan dengan cara membaca terjemah al-Qur’an serta mengikuti majelis-
majelis kajian al-Qur’an.

Setelah memahami artinya, tahapan berikutnya adalah menadaburinya, yaitu merenungkan
maknanya dan membangun kesadaran dalam diri agar terdorong untuk mengamalkannya dalam
kehidupan sehari-hari. Mengamalkan al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari merupakan tangga
cinta tertinggi. Capaian kecintaan dan keimanan seseorang terhadap
al-Qur'an dilihat dari perilakunya sehari-hari. Apakah perilakunya itu mencerminkan isi kandungan
al-Qur’an ataukah bertentangan dengannya.

9

media

Hubungan dengan Umat yang Beriman kepada

Kitab Terdahulu

Di dalam al-Qur’an, umat yang beriman kepada kitab terdahulu, disebut dengan ahli kitab. Mereka disebut
seperti itu dikarenakan keyakinannya terhadap kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul terdahulu.
Mereka adalah umat Yahudi yang beriman kepada kitab Taurat dan umat Nasrani yang beriman kepada kitab
Injil.

Di luar hubungan sosial politik, hubungan antara umat Islam dan ahli kitab di Madinah berjalan dengan
harmonis. Meskipun seorang nabi utusan Allah, Muhammad saw tidak memaksa umat Yahudi dan Nasrani untuk
berpindah agama memeluk agama Islam. Umat Yahudi dan Nasrani diberi kebebasan memiliki keyakinannya
masing-masing. Mereka dapat menjalankan agamanya berdampingan secara harmonis dengan umat Islam di
Madinah.

Hubungan yang harmonis ini dibangun atas dasar kesadaran untuk saling menghargai dan menghormati.
Meskipun kitab sucinya berbeda-beda, Islam, Yahudi, dan Nasrani memiliki hubungan sejarah yang sama, yakni
nabi-nabi yang sama dengan kitab-kitab suci yang sama.

Situasi dan kondisi ini harus disadari bersama. Agar terjadi hubungan yang harmonis, maka yang seharusnya
dicari adalah titik temu persamaan. Bukan sebaliknya menonjolkan perbedaan di antara umat yang beriman
kepada kitab-kitab Allah.

10

media

Kesimpulan

Iman Kepada kitab Allah adalah membenarkan bahwa Allah Swt mempunyai kitab-kitab yang
diturunkan kepada para rasul-Nya. Setiap wajib beriman kepada semua kitab yang diturunkan oleh
Allah Swt kepada para rasul-Nya, baik secara secaraijmali (global) maupun tafsili (terperinci).

Ada sejumlah kitab dan suhuf Allah yang disebutkan di dalam al-Qur’an dan hadis nabi, yaitu Zabur,
Taurat, Injil, dan al-Qur’an, serta suhuf Musa dan Ibrahim.

Seorang muslim yang beriman kepada al-Qur’an dengan benar akan menampilkan akhlak yang
mulia dalam kehidupan sehari-hari, seperti berkata jujur, bertanggung jawab, dapat dipercaya,
menghargai perbedaan, mengormati orang tua, dan lain sebagainya.

Hubungan yang harmonis di antara orang-orang yang beriman kepada kitab Allah dapat
diwujudkan dalam perilaku yang saling menghargai perbedaan, saling menghormati antar sesama,
serta saling bekerjasama dan berkolaborasi dalam membangun masyarakat

11

media

Thanks!

media

Meyakini Kitab-Kitab Allah:
Menjadi Generasi Pecinta
Al-Qur’an yang Toleran

SMP Kelas 8

Agama Islam dan Budi Pekerti

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 11

SLIDE