Search Header Logo
Budaya positif

Budaya positif

Assessment

Presentation

Professional Development

Professional Development

Practice Problem

Hard

Created by

RIZQA S.PD

FREE Resource

34 Slides • 0 Questions

1

media

BERBAGI PEMAHAMAN

“BUDAYA POSITIF”

Rizqa Ramli
CGP Angkatan 8 Kabupaten Maros

2

media

Tujuan

1. Bertukar informasi tentang budaya positif

2. Memberikan informasi terkait budaya positif

3. Mampu mengimplementasikan budaya positif

3

media

PRETEST

4

media

Agenda

1.

Pembukaan

2.

Pretest

3.

Perubahan paradigma belajar

4.

Disiplin Positif

5.

Motivasi Perilaku manusia

6.

Kebutuhan dasar

7.

Posisi control

8.

Keyakinan kelas

9.

Segitiga restitusi

10.

Posttest

5

media

PERUBAHAN PARADIGMA BELAJAR

Kegiatan “Cobalah Buka” diperankan oleh Guru A dan Guru B
Guru A mengambil secarik kertas, tuliskan sebuah rahasia besar. Guru A menggenggam dengan sekuat tenaga kertas tersebut.
Guru B dengan segala kekuatannya mencoba membuka (bujukan,rayuan,imbalan,paksaan).

Teori Kontrol

Diri kita yang memegang

kendali

Bujukan

Rayuan

Desakan

Paksaan

Imbalan

Dan lainnya

6

media

PERUBAHAN PARADIGMA BELAJAR

Psikiater Dr.Glasser, meluruskan miskonsepsi tentang “kontrol”

Teori Kontrol

Murid
Ilusi “guru mengontrol

murid”

Ilusi Penguatan Postif
menguatkan karakter

Ilusi kritik dan membuat

merasa bersalah

menguatkan karakter

Ilusi orang dewasa memiliki

hak untuk memaksa

7

media

PERUBAHAN PARADIGMA BELAJAR

Stephen R. Covey mengatakan Ubahlah bagaimana Anda melihat dunia, bagaimana Anda berpikir tentang
manusia, ubahlah paradigma Anda, skema pemahaman dan penjelasan aspek-aspek tertentu tentang
realitas”.

Kita

sekarang

Kita

setelah
berubah

8

media

DISIPLIN POSITIF

Hukuman

Ketidaknyamanan

Mengontrol diri untuk memilih

tindakan yang benar

Bermuara pada motivasi intrinsik yang harus ditumbuhkan kepada murid untuk

berperilaku sesuai dengan nilai nilai kebajikan universal

9

media

Nilai – Nilai Kebajikan Universal

Sifat

Sikap

Positif

Profil Pelajar

Pancasila

IBO Primary Years

Program

Sembilan Pilar

Karakter

Petunjuk Seumur

Hidup dan

Keterampilan

hidup

The Seven

Essensial Virtues

Projek Nilai-Nilai

Kebajikan

Jika murid telah meyakini nilai-nilai kebajikan universal dalam dirinya, maka otomatis

motivasi intrinsik akan terbangun.

10

media

Motivasi Perilaku Manusia

Mari perhatikan contoh berikut :

1. Tidak ingin ditegur

atasan/mendapat surat teguran

2. Ingin dipuji dan dihargai

3. Bertanggung jawab atas tugas dan

menjadi panutan

A. Mendapatkan imbalan atau

penghargaan

B. Menghargai nilai kebajikan diri

sendiri

C. Menghindari hukuman

11

media

Hukuman,Konsekuensi,dan Restitusi

Tindakan Guru

Hukuman atau Konsekuensi

Mencatat 100 kali dibuku kalimat “saya tidak akan malas lagi”

Lari mengelilingi lapangan basket 2 kali karena terlambat
datang ke sekolah

Murid diminta push up 15 kali karena tidak menggunakan
masker

Mengganti kertas teman yang telah dicoret-coret

Membersihkan tumpahan air dimeja karena tersenggol saat
belajar

Murid disuruh untuk tidak mengenakan sepatu seharian di
sekolah sebab tidak mengenakan sepatu hitam

Lari mengelilingi lapangan basket 2 kali karena terlambat 10
menit pelajaran PJOK

Mari bermain

Hukuman

Hukuman

Hukuman

Konsekuensi

Konsekuensi

Hukuman

Konsekuensi

12

media

Hukuman,Konsekuensi,dan Restitusi

Hukuman
dilakukan

secara spontan

dan tidak
berkaitan

dengan

kesalahan

Konsekuensi

sifatnya sudah
diketahui dan

masuk akal.

Restitusi

menawarkan
pemecahan

masalah yang

lebih baik

dengan

penguatan

13

media

Hukuman,Konsekuensi,dan Restitusi

14

media

Hukuman,Konsekuensi,dan Restitusi

Penghargaan
dan hadiah

adalah hukuman

1. Pengaruh jangka panjang dan pendek
2. Penghargaan tidak efektif
3. Penghargaan merusak hubungan
4. Mengurangi ketepatan
5. Menurunkan kualitas
6. Penghargaan mematikan kreativitas
7. Penghargaan itu menghukum

15

media

Kebutuhan Dasar Manusia

Contoh: Murid Randy dan Sandy selalu
mengambil sarapan pagi temannya, bisa saja
Randy kelaparan sebab tidak sarapan atau
bisa saja ingin diperhatikan oleh teman-
temannya.

Murid melakukan kesalahan bukan tanpa
sebab. Ada kebutuhan yang tidak terpenuhi
dalam dirinya sehingga berbuat hal demikian.

Dr. William Glasser dalam “Choice Theory”.

1.

K _ S E N A _ _ _ N

2.

C _ N T _ & _ A _ _ H S _ Y _ _ G

3.

K _ B _ B _ _ _ N

4.

_ _ N _ U A _ _ _ _

5.

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ P

16

media

1. K E S E N A N G A N
2. C I N T A & K A S I H S A Y A N G
3. K E B E B A S A N
4. P E N G U A S A A N
5. B E R T A H A N H I D U P

Kebutuhan untuk merasa senang

Kebutuhan untuk diterima, memberi dan

menerima kasih sayang, berkoneksi

Kebutuhan akan pilihan, kemandirian, otonomi

Kebutuhan pengakuan atas kemampuan, prestasi,

diakui

Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, dll) serta

psikologis (rasa aman)

Kebutuhan Dasar Manusia

17

media

5 Posisi Kontrol Guru

Ayo Bermain !

1. Patuhi Aturan saya, awas kamu!

2. Apa rencana kamu untuk

memperbaikinya?

3. Ibu kecewa sekali sama kamu!

4. Konsekuensinya apa?

5. Tidak apa, nanti ibu bantu

bereskan!

A. Manajer

B. Penghukum

C. Teman

D. Pemantau

E. Pembuat Rasa Bersalah

18

media

Keyakinan Kelas

Mengapa
Keyakinan?
Mengapa bukan
peraturan saja?

Mengapa memakai
helm saat
berkendara?

Mengapa memakai
masker saat
pandemic?

19

media

Keyakinan Kelas

Mengapa memakai helm
saat berkendara?

Mengapa memakai
masker saat pandemic?

Jika memakai helm dan
masker

karena

alasan

takut

dirazia,

berarti

dalam diri kita masih
mempercayai

dan

mengamalkan “aturan

Jika memakai helm dan
masker

karena

alasan

keamanan,keselamatan
dan kesehatan artinya kita
sudah mempercayai dan
mengamalkan

nilai

kebajikan.

Inilah

yang

disebut “keyakinan

20

media

Keyakinan Kelas dan Peraturan Kelas adalah

hal yang sama

BETUL

SALAH

21

media

Keyakinan Kelas dan Peraturan Kelas adalah

hal yang sama

SALAH

22

media

Keyakinan Kelas berlandaskan nilai-nilai

kebajikan atau prinsip universal

SALAH

BETUL

23

media

Keyakinan Kelas berlandaskan nilai-nilai

kebajikan atau prinsip universal

BETUL

24

media

Apa nilai kebajikan atau keyakinan yang ingin diangkat

dari peraturan-peraturan berikut?

Menggunakan helm saat

mengendarari motor

Membuang sampah pada

tempatnya

Dilarang menggunakan

kata-kata kasar

25

media

Apa nilai kebajikan atau keyakinan yang ingin diangkat

dari peraturan-peraturan berikut?

Menggunakan helm saat

mengendarari motor
Keselamatan

Membuang sampah pada

tempatnya
Menjaga kebersihan

Dilarang menggunakan

kata-kata kasar

Selalu bersikap
Positif/Hormat

26

media

Urutkan langkah-langkah utama dalam menetapkan keyakinan

kelas serta pendalamannya!

Berdiskusi memunculkan peraturan-

peraturan yang perlu ditaati warga kelas

Berdiskusi mengenai gambaran perilaku

yang mencerminkan keyakinan kelas

Mengubah peraturan-peraturan menjadi

kalimat yang lebih positif

Berdiskusi mengenai peran seluruh

warga kelas

Menyarikan peraturan-peraturan

menjadi nilai-nilai kebajikan/keyakinan

kelas

Meninjau ulang keyakinan kelas dari

waktu ke waktu

27

media

Urutkan langkah-langkah utama dalam menetapkan keyakinan

kelas serta pendalamannya!

Berdiskusi memunculkan peraturan-

peraturan yang perlu ditaati warga kelas

Berdiskusi mengenai gambaran perilaku

yang mencerminkan keyakinan kelas

Mengubah peraturan-peraturan menjadi

kalimat yang lebih positif

Berdiskusi mengenai peran seluruh

warga kelas

Menyarikan peraturan-peraturan

menjadi nilai-nilai kebajikan/keyakinan

kelas

Meninjau ulang keyakinan kelas dari

waktu ke waktu

1

2

3

4

5

6

28

media

Kesepakatan Kelas à Keyakinan Kelas

29

media

Segitiga Restitusi

30

media

Segitiga Restitusi

31

media

Segitiga Restitusi

32

media

Segitiga Restitusi

Bertujuan untuk mengubah identitas anak
yang

gagal

karena

melakukan

kesalahan

menjadi orang yang sukses, dari merasa sedih
dan emosional hingga mampu menggunakan
fungsi rasionalnya

Menstabilkan Identitas

“berbuat salah tidak apa-apa”,

“saya juga pernah membuat kesalahan seperti
itu”,

“saya ingin mencari solusi, bukan siapa yang
salah”

“kamu pasti punya alasan melakukan hal itu”

“Kamu boleh mempertahankan sikap itu, tapi
kamu harus menambahkan sikap yang baru.”
Validasi Tindakan yang

salah

Proses untuk memahami kebutuhan apa
yang

sedang

berusaha

dipenuhi

oleh

murid.

Bukan berarti menguatkan tindakan salah
itu pantas dilakukan, namun disini lebih
menguatkan pemahaman kita akan alasan
dari murid melakukan tindakan tersebut

“ Nilai apa yang kita percaya?”

“apa keyakinan kelas kita?”
Menanyakan

Keyakinan

Proses

dimana

murid

menghubungkan

dirinya dengan nilai-nilai yang dipercaya.

TAHAPAN

SEKILAS

CONTOH RESPON

33

media

Dan pada akhirnya

34

media

Terima Kasih

media

BERBAGI PEMAHAMAN

“BUDAYA POSITIF”

Rizqa Ramli
CGP Angkatan 8 Kabupaten Maros

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 34

SLIDE