Search Header Logo
Menulis Artikel Populer

Menulis Artikel Populer

Assessment

Presentation

Education

Professional Development

Hard

Created by

Asmiyanti Asmiyanti

Used 5+ times

FREE Resource

27 Slides • 0 Questions

1

media

Menjadi Guru Produktif

dengan Menulis Artikel

Populer

01

Peningkatan Budaya Literasi Guru dan Siswa

2

media

Apakah itu 'Literasi' ?

.... adalah kemampuan seseorang dalam mengolah
dan memahami informasi dari sebuah teks yang
kompleks.

02

3

media

03

4

media

ing ngarsa sung tuladha,
ing madya mangun karsa,

tut wuri handayani.

Ki Hadjar Dewantara

04

5

media

05

R.A Kartini

Habis Gelap Terbitlah Terang

Ki Hadjar Dewantara

Als ik een Nederlander was

KH. Hasyim Asyari

Adabul Alim wa Muta'alim

6

media

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi
selama ia tidak menulis, ia akan hilang di
dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis
adalah bekerja untuk keabadian.

Pramoedya Ananta Toer

06

7

media

07

Apa yang bisa ditulis
seorang guru?

8

media

Novel filsafat yang ditulis oleh seorang
guru bernama Jostein Gaarder asal
Norwegia.

08

9

media

Buku pelajaran bahasa Indonesia, "Ini
Budi" ditulis oleh Siti Rahmani Rauf
yang merupakan seorang guru.

09

10

media

10

Mengenal Karya Tulis

Jenis Karya Tulis

Perbedaan Karakter Karya Tulis

Pengertian Artikel Populer

Struktur Artikel Populer

Contoh dan Anatomi Artikel Populer

Manfaat Menulis Artikel Populer

11

media

11

Fiksi

Puisi
Novel
Cerpen
Komik

Ilmiah

Jurnal
Skripsi
Tesis
Laporan penelitan

Populer

Opini
Teks Pidato
Feature
Berita

Jenis Karya Tulis

12

media

12

Fiksi

Imaginatif
Bahasa kiasan
Gaya Penulisan
Bebas

Ilmiah

Objektif
Bahasa formal
Struktur baku
Gaya penulisan
terstandar
Banyak istilah
teknis
Daftar pustaka

Populer

Subjektif/Objektif
Bahasa fleksibel
Struktur piramida
terbalik
Standar penulisan
bebas
Kosakata populer

Perbedaan Karakter Tulisan

13

media

13

Pengertian Artikel Populer

ar.ti.kel /artikêl/

karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar
dan sebagainya

po.pu.ler /populèr

dikenal dan disukai orang banyak (umum)
sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya; mudah dipahami orang
banyak
disukai dan dikagumi orang banyak

14

media

Headline

14

Struktur Artikel Populer

Lead/Teras Artikel

Alenia pertama yang menggugah
minat membaca. Sesuatu yang
penting: fakta, kontroversial,
pertanyaan, sesuatu yang baru.

Body/Isi

Detail pembahasan sesuai lead.

Leg/Penutup

Penutup: solusi, rekomendasi,
dll.

Headline/Judul

Mewakili seluruh isi tulisan
dengan kalimat menarik.

Lead

Body

Leg

15

media

Orang tidak berpendidikan berkata, ”Kalau saja mendapat pendidikan, saya bisa menulis.” Orang terdidik berkata, ”Kalau saja memiliki bakat, saya bisa
menulis.” Orang terdidik dan berbakat berkata, ”Kalau saja memiliki disiplin diri, saya bisa menulis.” Orang terdidik, berbakat, dan memiliki disiplin diri –
banyak dari mereka yang tidak bisa menulis – berkata, ”Kalau saja ....”

Pengandaian di atas yang belum terjawab dapat dilanjutkan ”Kalau saja tidak takut ditolak redaktur, tidak takut dikritik, tidak takut berpendapat, atau tidak
takut ...” Mengapa harus takut ditolak redaktur? Beberapa orang yang tidak terdidik, tidak memiliki disiplin diri, tidak pintar, tidak imajinatif, dan tidak
pandai berkata-kata justru memiliki kualitas itu: sangat ingin mengatakan sesuatu atau memahami sesuatu, mereka bisa menuangkannya ke atas kertas
dalam bentuk yang enak dibaca. (Elbow, 2007)

Kebiasaan menulis mesti diasah demi mengemas ide yang baik dan demi melayani pembaca lewat kriteria yang dipatok oleh redaktur. Membincangkan
kebiasaan menulis pada guru tentu mengandaikan tiga hal penting yakni pengetahuan, ketrampilan, dan keinginan yang dengan sendirinya telah dimiliki
oleh setiap orang yang menulis. Covey menyebut pengetahuan sebagai apa yang harus dilakukan dan mengapa, keinginan sebagai motivasi atau dorongan
untuk melakukan, sedangkan keterampilan (skill) sebagai cara melakukannya.

Selama sepekan, berturut-turut saya bersama 190 guru di Jakarta, 30 guru di Semarang, 90 guru di Jogja, dan 91 guru di Surabaya. Bersama sesama guru
berbagi pengalaman menulis, belajar memulai menulis, dan memublikasikan tulisan atau buku. Mereka tahan berjam-jam mendengarkan paparan teknik
menulis, praktik menulis, dan terlibat dalam tanya-jawab. Bahkan, sebagian ada yang lebih dari sekali mengikuti forum bersama saya. Kepada mereka
pertanyaan saya sampaikan, ”Sudah mulai menulis belum?” Jawaban disertai senyum tersipu malu adalah, ”Belum, ternyata tidak gampang.” Berbagai
alasan pun dimunculkan, seperti tidak punya waktu, sibuk pekerjaan sekolah, sampai dengan alasan malas.

Saya menduga-duga dan berkesimpulan sendiri berkait dengan alasan-alasan penghambat menulis para guru. Menulis untuk publikasi atau buku bukanlah
menjadi ”nilai” bagi sebagian guru. Tulis-menulis adalah dunia yang abstrak yang membutuhkan pelakunya untuk bermati raga, bertekun, dan menggeluti
dunia yang tampak sunyi. Lebih mudah bagi guru untuk memikirkan berapa jumlah murid yang les privat beserta perolehan rupiahnya. Bahkan, sejak era
sertifikasi, yang bernilai bagi guru adalah mobil dan perangkat elektronik di rumahnya. Pembicaraan di ruang-ruang guru tidak pernah beranjak dari saling
pamer merek handphone, onderdil mobil, atau guru perempuan yang gemar keluar masuk toko.

Menekuni tulis-menulis tanpa meninggalkan profesi utama sebagai guru memang membutuhkan “impian” atau visi diri yang mampu menghidupi semangat
dari dalam. Untuk mewujudkan impian lagi-lagi mesti melengkapi diri dengan fasilitas pribadi betapapun sederhananya, sehingga semakin banyak waktu
dimiliki untuk menulis melewati senja hari. Upaya mewujudkan impian berarti juga upaya mengatasi sejumlah hambatan yang melumpuhkan semangat. Rasa
malas dan cepat berpuas diri adalah rintangan yang tidak mudah di atasi. Mendisiplinkan diri menulis tiap hari dan setia di meja tentu diadang oleh godaan-
godaan yang kontraproduktif seperti menonton televisi atau sekadar pergi-pergi ke luar rumah. Impian menjadi penulis yang semakin berbobot disertai
ketekunan membaca terus-menerus. Memaksa diri mengikuti informasi terbaru dan ulasan-ulasan persoalan mutakhir. Koran, majalah, atau buku-buku
terbaru dapat diperoleh di mana saja. Jadi, satu kata kunci penting adalah mau atau tidak!

Ditulis oleh: St. Kartono, Guru SMA di Jogja

Contoh & Anatomi
Artikel Populer

Lead/Teras Artikel

Menyajikan berbagai jenis alasan
kenapa orang tidak menulis.

15

Body/Isi

Melanjutkan lead dan mengutip
pendapat.
Menjelaskan tentang modal utama
untuk bisa menulis
Menceritakan pengalaman
Opini

Leg/Penutup

Kesimpulan

Headline/Judul

Mewakili seluruh isi tulisan.

Guru Belajar Menulis

16

media

1

2

3

4

5

16

Memenuhi Syarat
Kepangkatan

Mendapatkan Penghasilan
Tambahan

Memotivasi Siswa

Mengikat Ilmu Pengetahuan

Menyebarkan Pengetahuan

Manfaat
Menulis
Artikel
Populer

17

media

17

Proses Menulis

Ide Menulis

Sudut Pandang

Menjaring Gagasan

Membuat Kerangka

Data Pendukung

Menyusun Kalimat

Revisi

18

media

Ide Menulis

Apakah menarik dibaca?

Dari mana mendapatkan ide?

Apakah memiliki kapasitas menulis ide tersebut?

Aktual, viral, kontroversial, insani, mengejutkan, berdampak
luas, dll.

Dari surat kabar, curhatan teman, lirik lagu, atau cerita pribadi,
dll.

Memiliki pengetahuan yang cukup secara teori formal atau
pengalaman pribadi.

18

19

media

Sudut Pandang

Sudut pandang harus dipilih untuk menghasilkan
tulisan yang fokus. Satu tulisan hanya menggunakan
satu sudut pandang. Harus setia dari awal sampai
akhir.

Enam pertanyaan untuk merumuskan sudut pandang:
5W+1H (what, who, when, why, where, how. Apa,
siapa, kapan, kenapa, di mana, dan bagaimana)

19

20

media

Menjaring Gagasan

Brainstorming

Mencatat setiap
gagasan yang masuk.
Apakah nanti akan
digunakan dalam
menyusun tulisan
atau tidak, tak perlu
dipikirkan.

Menulis Bebas

Mengalir menulis dalam
bentuk kalimat, bebas
menulis apa saja yang
ingin ditulis. Tak perlu
memikirkan salah atau
benar, relevan atau
tidak.

20

21

media

21

Membuat Kerangka Tulisan

Pembuka

Paragraf pertama yang
dapat menggiring pembaca
puntuk lanjut ke
pembahasan selanjutnya.

Pembahasan

Mengurutkan gagasan yang
didapatkan dari
brainstorming atau free
writing sehingga membuat
tulisan enak dibaca dan
mudah dipahami.

Penutup

Menutup tulisan dengan
solusi atau rekomendasi.

Judul

Susunan kata yang menarik
sesuai topik maksimal 15
kata.

22

media

22

Data
Pendukung

Untuk membuat tulisan lebih meyakinkan

Riset

Observasi

Wawancara

23

media

23

Deskripsi

Untuk menggambarkan
kondisi agar pembaca
seolah ikut melihat,
mendengar, ataupun
merasakan.

Menyusun Kalimat

Narasi

Untuk menceritakan
tentang sebuah peristiwa
ataupun kejadian.

Eksposisi

Untuk memberi informasi
demi menambah
pengetahuan pembaca.

24

media

24

Revisi

Keterkaitan antar kalimat dan paragraf
Logika Bahasa

Pastikan tidak ada huruf salah penulisan
Ejaan

Apakah gaya tulisan sudah sesuai dengan gaya

bertutur penulis dan mengalir?

Gaya Bahasa

Rasa Bahasa

Perlu disesuaikan dengan target pembaca

25

media

25

Contoh Praktik
Menulis Artikel
Populer...

26

media

26

27

media

27

Terima KasihTerima KasihTerima Kasih

media

Menjadi Guru Produktif

dengan Menulis Artikel

Populer

01

Peningkatan Budaya Literasi Guru dan Siswa

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 27

SLIDE