Search Header Logo
Pengendalian Pencemarn dan Restorasi Lingkungan

Pengendalian Pencemarn dan Restorasi Lingkungan

Assessment

Presentation

Biology

University

Practice Problem

Hard

Created by

Syarif Prasetyo

FREE Resource

12 Slides • 0 Questions

1

2

media

STRATEGI PENGELOLAAN DANAU SECARA TERPADU DAN

BERKELANJUTAN DENGAN PENDEKATAN NEOPALEOLIMNOLOGI

Oleh :

Dr. Syarif Prasetyo, M.Si

Mata Kuliah

Pengendalian Pencemaran dan Restorasi Lingkungan

3

media

Tujuan

Pembelajaran

Peserta dapat memahami

terkait pencemaran
lingkungan perairan

Peserta dapat

merumuskan konsep

pengelolaan lingkungan

perairan

4

media

Sumber:
Seri Buku Identifikasi Danau Indonesia (2020)

5.807 Danau yang Tersebar di Indonesia.
Keberadaan danau di indonesia banyak
mengalami pencemaran. Daerah aliran
sungai (DAS) di areal danau juga
mengalami kerusakan.

-Sekjen Forum Penyelamatan Danau Nusantara/

Kamlan Jamseri (Antara, 2019)-

PERPRES No. 60 Tahun 2021 Tentang Penyelamatan Danau

Terdapat

15

(lima

belas)

Danau

Toba,

Danau

Singkarak,

Danau

Maninjau,

Danau

Kerinci,

Danau

Rawa

Danau,

Danau

Rawa

Pening,

Danau

Batur,

Danau

Tondano,

Danau

Kaskade

Mahakam

(Melintang,

Semayang,

dan

Jempang),

Danau

Sentarum,

Danau

Limboto,

Danau

Poso,

Danau

Tempe,

Danau

Matano,

dan

Danau

Sentani

.

5

media

P

engelolaan danau harus mempertimbangkan :

1. Aspek masa lampau (Paleolimnologi) dengan memanfaatkan diatom sebagai

bioindikator kualitas perairan

2. Aspek masa kini (Neolimnologi)

Danau

Prioritas

Nasional

termasuk

Rawapening mengalami

peningkatan sedimentasi, masuknya limbah pertanian, perikanan,
limbah domestik dan industri telah menimbulkan eutrofikasi perairan
yang berdampak pada terjadinya ledakan eceng gondok (Eichhornia
crassipes) dan merusak ekosistem.

6

media

Studi Kasus Danau Rawapening

Kondisi air danau telah mencapai hipereutrofik. Total N tertinggi
sebesar 2.240 µg/l dan total P tertinggi sebesar 156 µg/l.

Rata – rata bobot eceng gondok 125 Ton – 259 Ton/ Hektar.

Prasetyo et al., 2021

Prasetyo et al., 2021

7

media

Relative Growth Rate (RGR)

Eceng

gondok

Danau Rawapening

6,40-7,26%/hari (Prasetyo et al., 2021)

Lembah Sungai
Guadiana Spanyol

4%-6%/hari (Téllez 2008)

Jaringan Irigasi Mesir

0,11%/hari (Elella & Hassan, 2016)

Doubling Time (DT) Eceng gondok

Danau Rawapening

9,6-10,8 hari

Lembah Sungai
Guadiana Spanyol

10–60 hari (Téllez 2008)

Distrik Tu Liem Hanoi

18 hari di musim panas dan 28,5 hari di
musim dingin (Pham & Nguyen 2014)

India

14 hari (Gutierrez et al., 2001)

Prasetyo et al., 2022

8

media

Distribusi Vertikal Diatom

Zona 1 (50 – 100 cm) lapisan paling bawah, didominasi oleh spesies N. palea dan N.
Closterium dan T. apiculate. Selanjutnya diikuti S. ulna, S. acus, C. meneghiniana, G
augur, G. truncatum, G. parvulum dan F. capucina. Zona 2 (30 – 40 cm) didominasi
spesies A. distans dan T. apiculata. Zona 3 (1 – 20 cm), didominasi spesies A. granulata,
S. ulna dan S. acus, A. ambigua, A. granulata, S. ulna dan S. acus.

Prasetyo et al., 2021

9

media

Gambar 5.39. Ketergantungan mata pencaharian masyarakat di sekitar Danau

Rawapening Total Responden (n) = 99 orang

Ketergantungan Masyarakat Pada Danau

10

media

S t r a t e g i

P e n g e l o l a a n

D a n a u

R a w a p e n i n g

Penyelamatan DTA dan Pemulihan Kualitas Air

Penyelamatan Badan Danau Rawapening

Penyelamatan Lahan Sempadan

Peningkatan Peran dan Keterlibatan Masyarakat

11

media

Peningkatan Kapasitas Kelembagaan

Pembangunan Sistem Pemantau Kualitas Air Danau

Penataan Ruang Kawasan Danau

12

media

TERIMA KASIH

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 12

SLIDE