
sensor dan aktuator
Presentation
•
Other
•
University
•
Practice Problem
•
Hard
Adi Saputro
Used 1+ times
FREE Resource
17 Slides • 3 Questions
1
SENSOR, AKTUATOR, DAN
KOMPONEN SISTEM KENDALI
LAINNYA
1
Leterature :
Mikell P Groover, Automation, Production Systems, and Computer-Integrated Manufacturing, Second
Edition, New Jersey, Prentice Hall Inc., 2001, Chapter 5
2
2
SENSOR
•Sensor, mendeteksi variabel fisik yang diinginkan (seperti temperatur,
gaya, atau tekanan);
•Transduser, menkonversikan variabel fisik ke suatu besaran alternatif
(biasanya tegangan listrik) yang dapat diinterpretasikan sebagai nilai
variabel yang terukur.
Terdapat
berbagai
peralatan
ukur
yang
dapat
digunakan
untuk
mengumpulkan data proses manufaktur dalam penggunaannya sebagai
kendali umpan balik. Secara umum peralatan ukur tersebut dibagi dalam
dua komponen, yaitu sensor dan transduser.
Dalam berbagai hal, sensor dan transduser merupakan peralatan yang
sama;
sebagai
contoh,
suatu
saklar
batas
(limit
switch)
yang
mengkonversikan pergerakan mekanik suatu tuas (lever) kehubungan
tertutup kontak listrik.
3
3
Peralatan ukur
Peralatan ukur dapat diklasifikasikan atas dua katagori dasar : (1) analog
dan (2) diskrit.
•
Peralatan ukur analog akan menghasilkan signal analog kontinu
seperti tegangan listrik. Contoh : termokopel, pengukur regangan
(strain gage), dan potensiometer. Signal output dari peralatan ukur
analog harus dikonversikan ke data digital dengan suatu konverter
analog ke digital.
•
Peralatan ukur diskrit menghasilkan suatu output yang memiliki
nilai tertentu. Peralatan sensor diskrit pada umumnya dibagi atas
dua katagori : (a) biner atau (b) digital.
4
4
•
Peralatan ukur digital menghasilkan signal output digital, baik
dalam bentuk suatu set parallel status bits (mis. berkas sinar
sensor fotoelektrik), maupun dalam bentuk satu seri pulsa yang
dapat dihitung (mis. suatu enkoder optik). Pemakaian transduser
digital saat ini semakin meningkat karena mudah dibaca bila
digunakan sebagai instrumen pengukur yang berdiri sendiri dan
juga karena kompatibilitasnya dengan sistem kompu-ter digital.
•
Peralatan ukur biner menghasilkan suatu signal on/off. Suatu
contoh saklar batas (limit switch) dari posisi normal terbuka (off)
dioperasikan menjadi kontak listrik tertutup (on). Contoh yang
lain sensor fotoelektrik dan saklar dekat (proxi-mity switch).
Peralatan ukur diskrit :
5
5
Peralatan ukur yang umum digunakan dalam otomasi
•
Aselerometer (accelerometer), peralatan analog yang digunakan
untuk mengukur vibrasi dan kejut (shock);
•
Ammeter, peralatan analog yang digunakan untuk mengukur arus
listrik;
•
Saklar bimetal, saklar biner yang menggunakan kumparan bimetal
untuk membuka dan menutup kontak listrik sebagai hasil dari
perubahan tempe-ratur;
•
DC tachometer, peralatan analog yang terdiri dari generator dc
yang menghasilkan tegangan listrik yang berbanding lurus dengan
kecepatan rotasi;
•
Dinamometer, peralatan analog yang digunakan untuk mengukur
gaya, daya, atau torsi, berbasis pada berbagai fenomena fisik (mis.
strain gage, efek pisoelektrik);
6
6
•
Transduser pelampung (float transducer), pelam-pung yang diikatkan pada lengan tuas;
Gerakan poros lengan tuas dapat digunakan untuk mengukur ketinggian cairan dalam bejana
(peralatan analog) atau mengaktifkan saklar kontak (peralatan biner);
•
Sensor aliran fluida (fluid flow sensor), peralatan analog untuk mengukur aliran fluida,
biasanya berbasis pada perbedaan tekanan aliran fluida dalam dua pipa dengan diameter
yang berbeda;
•
Saklar aliran fluida (fluid flow switch), saklar biner sejenis dengan saklar batas tetapi
diaktifkan oleh peningkatan tekanan fluida;
•
Ohmmeter, peralatan analog untuk mengukur tahanan listrik;
•
Enkoder optik (optical encoder), peralatan digital yang digunakan untuk mengukur posisi
dan/atau kecepatan, terdiri dari piringan slot yang memisah-kan sumber cahaya dari
fotosel.
7
7
Contoh
pemakaian
sensor
/
transduser
sebagai
pembatas ketinggian air pada tangki :
•Kedua pelampung mendeteksi ke-
tinggian air pada limit atas dan
limit bawah berfungsi sebagai
sensor;
•Seluruh
sistem
berfungsi
untuk
mengkonversikan
daya
mekanik
menjadi daya listrik berfungsi
sebagai transduser, dengan kon-
disi sebagai berikut :
(1)
F < (W1 + W2)
Motor ON
(2)
W1 + W2 = 0 & F> 0 Motor OFF
Tinggi air pada limit atas
(3)
F = W1
Tinggi
air
diantara
limit
atas
dan bawah
Tinggi air pada limit bawah
Sama dengan kondisi
motor sebelumnya
Limit
atas
Limit
bawah
Sensor
(pelampung)
Transduser
Tangki
air
W1
W2
M
F
8
8
AKTUATOR
•Dalam sistem kendali industri, aktuator adalah peralatan piranti keras
yang mengkonversikan signal perintah kontroler ke dalam parameter
fisik;
•Perubahan dalam parameter fisik biasanya mekanik, seperti misalnya
posisi atau perubahan kecepatan;
•Suatu aktuator adalah transduser, karena ia merubah satu jenis
besaran fisik, misalnya arus listrik, ke dalam besaran fisik yang lain,
misalnya kecepatan rotasi motor listrik;
•Signal perintah dari kontroler biasanya level rendah, sehingga suatu
aktuator
bisanya
dilengkapi
dengan
penguat
(amplifier)
untuk
memperkuat
signal
agar
dapat
digunakan
untuk
menjalankan
aktuator.
9
9
Berdasarkan
jenis
penguat
yang
digunakan,
aktuator
dapat
diklasifikasikan dalam tiga katagori :
Klasifikasi aktuator
•
Aktuator listrik, termasuk peralatan linear (output bergeser secara
linear) dan peralatan rotasi (output bergeser secara rotasi).
•
Aktuator hidrolik, menggunakan fluida untuk mem-perkuat signal
perintah kontroler dengan gerakan linear atau rotasi. Aktuator
hidrolik digunakan bila gaya yang dibutuhkan besar.
•
Aktuator peneumatik, menggunakan tekanan udara sebagai daya
penggerak.
Sama
seperti
aktuator
yang
lain,
gerakan
yang
dihasilkan
dapat
berupa
gerakan
linear
atau
rotasi.
Karena
tekanannya relatif rendah dibandingkan dengan aktuator hidrolik,
maka aktuator ini hanya dapat digunakan secara terbatas.
10
10
Aktuator yang sering digunakan dalam sistem terotomasi
•
Motor dc, motor elektromagnetik putar dengan catu daya arus
searah (dc), banyak digunakan sebagai servomotor dalam sistem
kendali. Gerakan memu-tar dapat dikonversikan ke dalam gerakan
linear dengan menggunakan ulir pengarah.
•
Piston hidrolik, piston didalam silinder mendesak-kan gaya dan
menghasilkan gerakan linear sebagai respon dari tekanan hidrolik.
Digunakan untuk gaya yang besar.
•
Motor induksi rotari, motor elektromagnetik putar dengan catu
daya arus bolak-balik (ac).
Dibanding-kan dengan motor dc
memiliki beberapa kelebihan, yaitu : lebih murah, konstruksi lebih
sederhana, dan catu daya ac lebih mudah diperoleh.
•
Motor
induksi
linear,motor
elektromagnetik gerak-kan lurus
dengan catu daya arus bolak-balik (ac). Kelebihannya : lebih cepat,
akurasi penempatan lebih baik, dan kapasitas pukulan lebih
panjang.
11
11
•
Silinder peneumatik, piston didalam silinder mende-sakkan gaya
dan menghasilkan gerakan linear sebagai respon tekanan udara.
•
Saklar relai (relay switch), saklar on/off membuka atau menutup
rangkaian listrik sebagai respon suatu gaya elektromagnitik.
•
Solenoid, rakitan elektromagnetik dengan dua posisi, terdiri dari
inti di dalam kumparan kawat. Inti pada umumnya ditahan pada
satu posisi dengan menggunakan per, tetapi bila kumparan diberi
catu daya, inti ditekan ke posisi yang lain. Solenoid linear lebih
banyak digunakan daripada solenoid putar.
•
Motor
langkah
(stepping
motor),
merupakan
motor
elektromagnetik putar. Putaran jarum output berbanding lurus
dengan pulsa yang diterima. Keunggulan dari peralatan ini adalah
akurasinya tinggi dan implementasinya mudah. Kelemahannya
torsinya
lebih
rendah
dibandingkan
dengan
motor
dc,
dan
kecepatannya terbatas.
12
12
KONVERSI ANALOG KE DIGITAL
Prosedur untuk mengkonversikan signal analog ke dalam bentuk digit
pada umumnya melalui suatu tahapan-tahapan piranti keras berikut ini
(lihat gambar) : (1) sensor dan transduser, (2) pengkondisian signal, (3)
multiplekser, (4) penguat, (5) konverter analog ke digital.
13
13
•
Sensor dan transduser, adalah peralatan ukur yang menghasilkan
signal analog.
•
Pengkondisian signal (signal conditioning); Signal analog kontinu
yang dihasilkan transduser membu-tuhkan pengkondisian untuk
merubahnya
ke
dalam
bentuk
yang
lebih
sesuai.
Tahapan
pengkondisian signal umumnya meliputi (a) penyaringan (filtering)
untuk menghilangkan gangguan (noise), dan (b) konversi dari satu
bentuk signal ke bentuk signal yang lain, mis. pengkonversian arus
ke tegangan.
•
Multiplekser
adalah
peralatan
saklar
(switching
device)
yang
dihubungkan dalam rangkaian seri dengan setiap saluran masuk
dari proses.
•
Penguat (amplifier) digunakan untuk menselaraskan signal masuk
(naik atau turun) dengan konverter analog ke digital (analog to
digital converter, ADC).
•
Konverter
analog
ke
digital
(ADC),
berfungsi
untuk
mengkonversikan signal analog ke dalam bentuk digital sehingga
kompatibel dengan komputer.
Peralatan konversi analog ke digital
14
14
Konversi analog ke digital terjadi dalam tiga fase : (1)
sampling,
(2)
kuantisasi
(quantization),
(3)
pengkodean
(encoding).
•
Sampling, terdiri dari pengkonversian signal kontinu ke dalam seri
signal diskrit pada interval periodik.
•
Kuantisasi, setiap signal analog diskrit dijadikan satu bilangan
hingga yang ditentukan dari level amplitudenya.
•
Pengkodean;Level
amplitude
diskrit
yang
diperoleh
selama
kuantisasi dikonversikan kedalam kode digital.
15
15
KONVERSI DIGITAL KE ANALOG
•Proses yang dilakukan dalam konversi digital ke analog (digital to
analog converter, DAC) merupakan kebalikan dari proses ADC:
•DAC mentransformasikan output digital komputer ke dalam signal
kontinu untuk menjalankan aktuator analog atau peralatan analog
yang lain;
•Konversi digital ke analog terdiri dari dua tahapan :
•
decoding, output digital dari komputer dikonversi-kan ke dalam
seri nilai analog pada saat diskrit;
•
data holding, setiap nilai tersebut dirubah ke dalam signal
kontinu
(biasanya
tegangan
listrik)
digunakan
untuk
menjalankan aktuator analog selama interval sampling.
16
Contoh sensor digital dan analog
17
Open Ended
sebutkan minimal 3 contoh sensor analog dan digital beserta fungsinya
18
Draw
Gambarkan Sibol dari sensor yang anda ketahui dan beri nama
19
Contoh Aktuator
20
Open Ended
Jelaskan aktuator beserta fungsinya yang anda ketahui
SENSOR, AKTUATOR, DAN
KOMPONEN SISTEM KENDALI
LAINNYA
1
Leterature :
Mikell P Groover, Automation, Production Systems, and Computer-Integrated Manufacturing, Second
Edition, New Jersey, Prentice Hall Inc., 2001, Chapter 5
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 20
SLIDE
Similar Resources on Wayground
17 questions
MICROSOFT POWERPOINT
Presentation
•
University
11 questions
DAFTAR PUSTAKA
Presentation
•
University
16 questions
Fourier Transform - Prerequisites
Presentation
•
University
15 questions
The path to purchase journey
Presentation
•
University
15 questions
Materi kerajinan dari sisa Bahan keras
Presentation
•
University
17 questions
CAN BUS
Presentation
•
University
15 questions
MID SEMESTER ANEKA TERNAK
Presentation
•
12th Grade - University
19 questions
The Great Gatsby
Presentation
•
KG
Popular Resources on Wayground
20 questions
"What is the question asking??" Grades 3-5
Quiz
•
1st - 5th Grade
20 questions
“What is the question asking??” Grades 6-8
Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
Fire Safety Quiz
Quiz
•
12th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
34 questions
STAAR Review 6th - 8th grade Reading Part 1
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
“What is the question asking??” English I-II
Quiz
•
9th - 12th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
47 questions
8th Grade Reading STAAR Ultimate Review!
Quiz
•
8th Grade
Discover more resources for Other
15 questions
LGBTQ Trivia
Quiz
•
University
36 questions
8th Grade US History STAAR Review
Quiz
•
KG - University
25 questions
5th Grade Science STAAR Review
Quiz
•
KG - University
16 questions
Parallel, Perpendicular, and Intersecting Lines
Quiz
•
KG - Professional Dev...
20 questions
5_Review_TEACHER
Quiz
•
University
10 questions
Applications of Quadratic Functions
Quiz
•
10th Grade - University
10 questions
Add & Subtract Mixed Numbers with Like Denominators
Quiz
•
KG - University
20 questions
Block Buster Movies
Quiz
•
10th Grade - Professi...