Search Header Logo
RPP BERDIFERENSIASI

RPP BERDIFERENSIASI

Assessment

Presentation

Biology

Professional Development

Practice Problem

Hard

Created by

HENDRA PUTRA

FREE Resource

22 Slides • 0 Questions

1

media

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN SOSIAL DAN EMOSIONAL)

OLEH: HENDRA PUTRA, S.Pd.,M.Pd.


Nama Satuan Pendidikan

: SMAN 2 TILATANG KAMANG

Mata pelajaran

: BIOLOGI

Kelas/Semester/TP

: XI MIPA/GENAP/2021-2022

Materi Pokok

: ALAT-ALAT INDRA

Alokasi Waktu

: 2 x 45 menit


Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

No

KD Pengetahuan

No

KD Keterampilan

3.10

Menganalisis

hubungan

antara

struktur

jaringan

penyusun

organ

pada

sistem

koordinasi (saraf, hormone dan alat indera)
dalam

kaitannya

dengan

mekanisme

koordinasi dan regulasi serta gangguan fungsi
yang dapat terjadi pada sistem koordinasi
manusia

4.10

Menyajikan hasil analisis
pengaruh pola hidup
terhadap kelainan pada
struktur dan fungsi organ
sistem koordinasi yang
menyebabkan gangguan
sistem saraf dan hormon
pada manusia
berdasarkan studi literatur

No

IPK Pengetahuan

No

IPK Keterampilan

3.10.1 Menjelaskan macam-macam indra manusia

4.10.

1

Menyajikan hasil analisis
pola hidup terhadap
kelainan pada struktur dan
fungsi organ sistem
koordinasi yang me
nyebabkan gangguan
sistem saraf pada
manusia

3.10.2 Menentukan bagian-bagian indra pada manusia

3.10.3 Menggambarkan indra pada manusia

3.10.4 Menganalisis cara kerja indra dan

mengaitkannya dengan gangguan yang
ditemukan pada indra

2

media



A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan Pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan model
pembelajaran cooperatif learning (one strey and the other stay) peserta didik dapat
Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem koordinasi
(saraf, hormone dan alat indera) dalam kaitannya dengan mekanisme koordinasi dan
regulasi serta gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem koordinasi manusia dan
Menyajikan hasil analisis pengaruh pola hidup terhadap kelainan pada struktur dan
fungsi organ sistem koordinasi yang menyebabkan gangguan sistem saraf dan hormon
pada manusia berdasarkan studi literatur sehingga peserta didik dapat membangun
kesadaran akan kebesaran Tuhan YME, menumbuhkan prilaku disiplin, jujur, aktif
(komunikasi dan bertanya), percaya diri, santun, responsip, bertanggungjawab, dan
kerjasma

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)

Ket

Sebelum memasuki materi sistem koordinasi guru telah melakukan pemetaan
kebutuhan belajar siswa melalui aplikasi akupintar (aplikasi untuk mengetahui
gaya belajar siswa), sehingga telah diketahui bahwa siswa kelas XI MIPA
memiliki gaya belajar visual, audio, dan kinestetik.

Gambar: Foto siswa mengunakan aplikasi https://akupintar-test-gaya-belajar-
siswa
Guru akan mencatat dan menggunakan informasi yang didapat dari
aplikasi tersebut untuk memetakan kebutuhan belajar siswa tentang
system koordinasi

a. Menyiapkan peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran seperti

berdoa, absensi, menyiapkan buku pelajaran, bahan teks multimoda,
memasangkan LCD pada laptop.

b. Guru mengajak peserta didik untuk melakukan kegiatan “Memeriksa

Perasaan Diri” agar dapat menyatakan perasaan mereka hari ini dan
memastikan mereka siap belajar.

Peserta didik dapat juga diminta untuk menyampaikan apa yang ia

rasakan (membangun empati).

c. Guru

menanyakan

gambar

seorang

yang

sedang

bermain

game

menanyakan dampaknya terhadap alat-alat indra (Kegiatan ini untuk
memenuhi kebutuhan belajar siswa)


15
Me
nit



3

media

Peserta diminta untuk memberikan tangapan

d. Memotivasi peserta didik secara kontekstual sesuai dengan manfaat

pembelajaran.

e. Pendidik menanyakan gambar sasat tertentu dan mengajukan pertanyaan
gambar apakah ini?” kemudian peserta didik memberikan tanggapan.

f. Menjelaskan tujuan pembelajaran, kompetensi, literasi, dan karakater
yang harus dicapai;

g. Menyampaikan cakupan materi dan lingkup penilain serta penjelasan
uraian kegiatan sesuai silabus.

2. Kegiatan Inti (60 menit)

Peserta didik dipandu guru berhenti sejenak (metode STOP) , guru memutar
musik untuk memusatkan kembali pikiran peserta didik agar nantinya agar lebih
fokur mengikuti kegiatan pembelajaran selanjutnya agar muncul maidfullness
(kesadaran penuh), (KSE pengelolaan diri).
Guru melalukan diferensiasi proses dengan mengunakan model pembelajaran
One Stray and the other stay (Satu berkunjung dan sisanya tinggal)
1. Guru membagi siswa atas 3-4 orang
2. Guru membagikan lembar kerja siswa siswa kelompok mendapat

permasalahan yang berdeda-beda
a. Macam-macam alat-alat indra
b. Menjelaskan bagian dari alat-alat indra
c. Menggambarkan alat-alat indra
d. Menganalisis cara kerja indra dan mengaitkannya dengan gangguan yang

ditemukan pada indra

3. Masing-masing kelompok berdiskusi sesuai dengan masalahnya masing

masing

4. Satu orang masing-masing kelompok berkunjung ke kelompok lain untuk

menemukan jawaban dari permasalahan kelompok lain (Kompetensi
Sosialdan Emosional ketrampilan relasi)

5. Setelah selesai berkunjung atau stray maka anggota kelompok tersebut

menyerahkan jawabannya ke kelompoknya untuk di rangkum

6. Demikian seterusnya sehingga semua kelompok mendapatkan semua

jawaban dari permasalahan yang diberikan oleh guru.


7. Guru memilih secara acak untuk presentasi kelompok
8. Kelompok lain memberikan tangapan positif dan umpan balik
9. Kelompok lain mengajukan pertanyaan
10. Guru memberikan penguatan (diferensiasi konten)
- Guru menyiapkan materi yang dapat didengar (rekaman) oleh siswa melalui

media MP3 (untuk anak auditori), guru juga menyiapkan materi tentang alat-
alat indra dengan menayangkan/mengirimkan video (untuk anak yang
visual) dan menyiapkan presentasi/video bergambar tentang alat-alat
indra (untuk anak yang kinestetik).

-Peserta didik mengumpulkan hasil kerja kelompoknya, dan guru
meminta kepada peserta didik untuk saling menghargai hasil kerja


60
meni
t

4

media

kelompok lain (KSE kesadaran sosial-ketrampilan berempati). Yang
dilakukan guru : meminta anak semua hasil kerja kelompoknya Yang
dikatakan pada peserta didik : Kita sesama teman harus saling
menghargai hasil karya sendiri dan teman, dan tidak ada yang bilang
buat hasil karya teman jelak, itu tidak baik.

3. Kegiatan Penutup (15 menit)

- Memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran
- Peserta didik menyimpulkan pembelajaran (dibimbing oleh guru)
- Guru meminta siswa memberikan Refleksi terhadap pelajaran hari ini
- Guru meminta peserta didik untuk menuliskan sebuah kartu ucapan terima

kasih kepada orang yang dianggap telah membantunya hari ini. Peserta
didik dapat mengirimkan kartu tersebut kepada orang yang dituju.
1) Peserta didik dapat menyampaikannya melalui WA grup Biologi yang

telah dibuat guru dengan mengunakan gejed/HP

2) Jika memungkinkan, beberapa peserta didik dapat menyampaikan

jawabannya secara lisan.
(KSE keputusan yang bertanggungjawab)

- Pendidik menginformasikan kegiatan tindak lanjut dan menugaskan

peserta didik untuk membaca materi selanjutnya.

- Menutup kegiatan dengan berdoa bersama.

15
me
nit

C. ASSESMEN/PENILAIAN

Sikap

Menunjukkan sikap aktif dan bisa bekerjasama dalam diskusi
kelompok

Pengetahuan

Mengerjakan soal-soal yang berhubungan dengan alat-alat indra

Ketrampilan

Mempresentasikan hasil kerja kelompok tentang alat-alat indra

Mengetahui,
Kepala SMA 2Tilatang Kamang



Gadut, Mei 2022
Guru Mata Pelajaran

Dra. NANI AMELIA, M.Pd
NIP. 19660413 199702 2 002

HENDRA PUTRA, S.Pd.M.Pd
NIP. 19750620 200012 1 003

5

media


LAMPIRAN 1. MATERI PEMBELAJARAN

ALAT-ALAT INDRA

Indra pada manusia berfungsi untuk menerima rangsangan. Rangsangan yang diterima oleh
reseptor terbagi atas tiga:

a. Eksteroreseptor (Reseptor Luar), untuk menerima rangsangan dari luar, seperti :

1). Mata untuk cahaya (fotoreseptor)
2). Hidung untuk penciuman (kemoreseptor)
3). Telinga untuk pendengaran (fonoreseptor)
4). Lidah untuk rasa (kemoreseptor)
5). Kulit (mekanoreseptor) untuk merasakan sentuhan tekanan, panas, dingin, dan nyeri.

b. Interoreseptor (Reseptor dalam), untuk menerima rangsangan dari dalam seperti haus, lapar,

kenyang, dll.

c. Propiopeseptor, untuk menerima rangsangan dari otot, seperti lelah.

a.

MATA (FOTORESEPTOR).

Mata peka dengan rangsangan cahaya.

Gambar penampang melintang mata:

6

media

BAGIAN-BAGIAN MATA:

1. Mata bagian luar:

a. Kelopak mata, berfungsi untuk melindungi menutup bola mata, melindungi mata dari

debu dan cahaya yang terlalu terang. Jika mata terkena cahaya yang sangat terang,
mata akan Kelopak mata dapat berkedip 15 kali dalam satu menit.

b. Bulu mata terdiri atas sebaris rambut yang berfungsi untuk memberi naungan pada

mata. Pada dasar rambut terdapat kelenjar yang meminyaki bulu mata.

c. Alis mata, merupakan rambut kasar yang terletak melintang diatas mata. Alis mata

berfungsi untuk menghalangi air dan keringat dari bagian dahi untuk tidak masuk/
mengalir ke mata.

2. Mata bagian dalam, merupakan bagian mata yang terdapat dalam cekungan tulang

tengkorak:
a. Otot mata, berfungsi untuk menggerakkan bola mata, terdiri atas enam otot, empat

diataranya lurus, sedngakan duo otot melengkung:
1). Musculus rectus inferior untk pergerakan mata ke bawah
2). Musculus rectus superior untuk menggrekan mata ke atas
3). Musculus rectus internus untuk menggerakan mata kedalam
4). Musculus recteu ekternus, untuk menggerakan mata ke luar
5). Musculus Obliquus superior untuk menggerakan mata memutar ke atas.
6). Musculus Obliquus inferior, untuk menggerakan bola mata memutar ke bawah.

b. Kelenjar air mata (kelenjar lacrimalis), terdapat pada bagia sudut atas mata yang

memiliki 12 saluran air mata menuju konjunctiva. Kelenjar air mata berfungsi untuk
menghasilkan air mata. Bila terdapat benda asing masuk ke mata akan terjadi refleks
pengeluaran air mata. Air mata diperlukan untuk melumasi mata sehingga terhindar
dari kekeringan dan mengandung enzim lisozim untuk membunuh mikroorganisme
yang masuk ke mata. Air mata dapat juga mengalir menuju saluran nasolacrimalis ke
dalama rongga hidung.

c. Dinding bola mata, terdiri tas tiga lapisan:

1). Sklera, merupakan dinding bola mata paling luar. Sklera berwarna putih, dan pada

bagian tengah depan berwarna transparan. Sklera yang transparan dinamakan
dengan kornea. Kormea terdiri dari selapis sel epitel kubus. Pada lapisan luar
kornea, ditutupi oleh lapisan konjunctiva.

2). Khoroid, merupakan lapisan sebelah dalam sklera yang berwarna gelap. Lapisan

khoroid berisi pembuluh darah dan pigmen. Koroid berfungsi untuk memberikan
makanan pada retina. Pada bagian depan, khoroid terputus membentuk celah
untuk masuknya cahaya (pupil), dan ujungnya menebal membentuk badan siliaris
untuk merubah kecembungan lensa mata. Jadi dibelakang pupil terdapat lensa
mata yang berfungsi untuk mengatur akomodasi mata. Bagian ujung deapan

7

media

badan siliaris memiliki warna yang spesifik untuk seseorang, yang dikenal dengan
iris/ selaput pelangi. Iris dapat memanjang dan memendek sehingga menimbulkan
perubahan diameter lubsng tempat masuknya cahaya pada mata (pupil). Iris
bekerja karena otot dilator pupil, sehingga pupil membesar dan mengecil karena
otot sfingkter pupil. Iris mengandung banyak pembuluh darah dan pigmen. Jumlah
pigmen menentukan warna iris. Bila tiak ada pigmen, iris berwrna merah, bila
sedikit pigmen menjadi biru, dan bila pigmen bertambah, menjadi lebih gelap
seperti abu-abu, coklat atau hitam.

3). Retina, merupakan lapisan terdalam dinding mata. Retina terdiri atas 3 lapisan sel

yaitu sel batang dan kerucut ynag merupakan sel reseptor cahaya, diteruskan
dengan lapisan neuron bipolar , dan lapisan neuron ganglion.

Reseptor cahaya pada mata adalah sel batang (bacilus) untuk melihat cahaya
redup, dan sel kerucut (konus) untuk melihat cahaya terang. Sel kerucut terdiri
atas tiga warna dasar, yaitu merah, biru dan kuning. Warna lain yang dihasilkan
merupakan perpaduan dari ketiga warna dasar tersebut. Bila terjadi kerusakan
pada salah satu atau ketiga sel kerucut mengakibatkan buta warna.

Pada retina, terdapat daerah yang paling banyak mengandung sel reseptor, yang
dikenal dengan fovea (bintik kuning). Bayangan akan terlihat jelas bila jatuh pada
fovea, sedangkan daerah retina yang tidak mengandung sel reseptor diamakan
dengan bintik buta. Bayangan tidak akan terligat jika jatuh pada bintik buta.

Pada bola mata terdapat cairan yang berfungsi untuk menjaga bentuk bola mata tetap dan
menjaga tekanan bola mata:

1). Aquuos humor, terdapat pada bagian mata antara kormea dengan lensa mata, merupakan

cairan yang jernih dan encer seperti air. Aquos humor dibatasi oleh iris, sehingga
terbentuk dua ruangan:

a). Pada ruang depan (anterior) antara kornea dengan iris.

b). Pada ruang belakang (posterior) antar iris dengan lensa.

2). Vitreus humor, merupakan cairan yang kental seperti kaca yang terdapat pada bagian

belakang lensa mata hingga memenuhi permukaan depan retina.

Jalannya impuls cahaya pada mata dapat terjadi:

Cahaya – kornea- aqueus humor- lensa mata – vitreus humor- retina. Bayangan yang sampai
di retina bersifat semu, terbalik dan diperkecil. Bayangan akan dibawa oleh neuron optikus ke
pusat penglihatan pada otak besar bagian belakang untuk diinterprestasikan sebagai benda.

8

media

Gambar proses melihat pada mata:

GANGGUAN/KELAINAN/ PENYAKIT PADA MATA:

1. Miopi (Rabun Jauh). Terjadi karena lensa mata terlalu cembung sehingga bayangan jatuh di

depan retina. Bibantu dengan lensa cekung.

2. Hipermetropi (Rabun dekat). Terjadi karena lensa mata terlalau pipih/ datar sehingga

bayangan jatuh didepan retina. Dibantu dengan lensa positif.
Gambar jatuhnya bayangan pada mata normal, miopi, dan astigmatisme, dan hipermetropi:

3. Pesbiopi (Mata Tua). Terjadi karena lensa kehilangan elastisitasnya sehingga tidak dapat

berakomodasi dengan baik. Dibantu dengan lensa rangkap.

4. Astigmatisma, terjadi karena permukaan kornea tidak rata hingga cahaya tidak difokuskan

pada satu titik. Dibantu dengan lensa silindris.

5. Hemeralopi (Rabun Senja). Terjadi karena kekurangan vitamin A yang diperlukan untuk

pembentukan rhodopsin di sel batang. Penderita tidak bisa melihat/ memiliki penglihatan kabur
pada senja hari. Apabila dibiafrka, akan menimbulkan bintik bitot, kornea mengering dan
akhirnya mengalami keratomalasi yang menimbulkan kebutaan.

6. Butawarna. Merupakan penyakit keturunan yang terpaut pada kromosom seks X.

Macam-macam butawarna:

a. Trikromat Anomali. Bila seseorang mempunyai 3 bentuk sel konus tetapi salah satu tidak

peka dengan warna dasarnya:
1). Pratonomalia: kurang mampu melihat warna merah, sering terjadi.
2). Deuteronomalia: kurang mampu melihat warna hijau, sering terjadi.
3). Tritanomalia: kurang mampu melihat warna biru atau violet, jarang terjadi.

b. Dikromat Anomali. Bila seseorang mempunyai 2 macam sel konus.

9

media

1). Protanopia: Buta warna terhadap warna merah, sering terjadi.
2). Deuteropia: Buta warna terhadap warna hijau, sering terjadi.
3). Tritanopia, Buta warna terhadap warna biru atau violet, sering terjadi.

c. Monokromat Anomali. Bila seseorang hanya memiliki satu macam konus, seseorang tidak

dapat melihat warna dan diikuti dengan kelemahan visus. Penderita hanya bisa
membedakan warna putih, hitam, dan abu-abu. Pada buta warna total penderita hanya
bisa melihat seperti melihat klise atau film.

7. Trakoma/ mata merah. Perupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus.

8. Konjunctivitis, merupakan radang mata karena infeksi debu atau kotoran lain. Sering terjadi

pada musim kemarau.

9. Juling/ Pandangan tidak sejajar pada kedua bola mata. Terjadi karena kerusakan pada otot

mata sehingga otot mata tidak dapat berfungsi dengan baik. Dapat disembuhkan dengan
operasi.

10. Katarak. Umumnya terjadi pada orang berusia lanjut. Lensa mata diselaputi oleh selaput

seperti kapur hingga bila tidak disembuhkan dapat berakibat kebutaan.

B. TELINGA (FONORESEPTOR).

Telinga peka dengan rangsangan suara/ bunyi.
BAGIAN-BAGIAN TELINGA:
a. Telinga Luar, terdiri atas:

1). Daun telina (Auricula), untuk mengumpulkan getaran/ suara.
2). Saluran telinga (Canalis Meatus Eksterna), untuk menyalurkan getaran/ suara. Pada

dinding saluran telinga terdapat kelenjar serumen yang mensekresikan minyak dan
rambut-rambut telinga untuk menyaring debu yang masuk ke liang telinga.

3). Gendang Telinga (Membran Tymapani), merupakan selaput yang mampu bergeta jika

menerima rangsangan suara.

b. Telinga Tengah, terdiri tasa tiga tulang-tulang pendengaran:

1). Tulang Martil (Ossa Maleus), berbentuk speerti palu/ martil, menerima rangsangan

suara dari gendang telinga.

2). Tulang Landasan (Ossa Incus), bebentuk agak lebar dan sedikit mencekung, berfungsi

untuk menerima getaran dari tulang martil.

3). Tulang sanggurdi (Ossa stapes), ujungnya berbentuk oval, yang memiliki kesamaan

unkuran dengan labirin pada vestibulum, berfungsi untuk meneruskan rangsangan
getaran dari tulang landasan.

Pada telinga tengah terdapat saluran Eustachius yang merupakan rongga penghubung telinga
tengah dengan farink, berfungsi untuk menjaga keseimbangan tekanan udara telinga tengah
dengan telinga luar.

c. Telinga dalam, terdiri atas:

1). Labirin tulang, didalamnya berisi cairan perilimf. Labirin tulang dibentuk oleh 3 buah

saluran setengah lingkaran (canali semicircular) dengan ujungnya yang menebal
(ampulla). Ampula berisi organ kesetimbangan. Pada telinga dalam juga terdapat
vestibula dengan jendela oval dan jendela bulat dan koklea (rumah siput).

2). Labirin Membran, berisi caira endolimf.

10

media

Gambar Struktur Telinga:

Proses mendengar pada telinga:

Daun telinga berfungsi untuk mengumpulkan getaran/ suara, kemudian disalurkan ke saluran
telinga luar dan menggetarkan gendang telinga. Pada gendang telinga menempel tulang
pendengaran yaitu tulang martil yang kemudian rangsangan bunyi diteruskan ke tulang landasan
dan tulang sanggurdi.

Getaran pada tulang sanggurdi akan menyebabkan tingkap oval bergetar, hingga cairan perilimf
pada skala vestibule juga bergetar. Tingkap oval mampu menguatkan getaran sampai 20 kali.

Getaran perilimf pada skala vestibule akan melintasi membrane vestibularis sehingga
memnggetarkan membrane basilaris pada organ korti, akibatnya rambut pada sel rambut akan
bergetar dan menimbulkan impuls yang dijalarkan ke saraf kranialis VIII (Saraf Auditorius) untuk
dibawa ke otak besar bagian samping dan diinterpertasikan sebagai bunyi.

Telinga untuk alat kesetimbangan

Selain untuk fungsi pendengaran, telinga juga berfungsi untuk alat keseimbangan. Alat
keseimbangan terdapat pada Ampula. Ampula terdiri dari cairan perilimf dan batu keseimbangan
(otolith) yang dihubungkan oleh saraf kranialis VIII.

GANGGUAN/ KELAINAN/ PENYAKIT PADA TELINGA

1. Tuli Konduksi/ tuli Hantaran/ Tuli Transmisi. Terjadi karena ada kerusakan pada saluran

telingan hingga jendela oval:

Penyebab:

a. Penyumbatan saluran telinga oleh minyak serumen dan kotorannya hingga getaran suara

terhalangi menuju ke membran timpani.

b. Penebalan atau pecahnya membran timpani.
c. Pengapuran 3 buah tulang pendengaran, sehingga getaran suara tidak dapat diteruskan.
d. Kekakuan hubungan stapes dengan jendela oval.

Tuli konduksi dapat diatasi dengan operasi atau penggunaan alat pendengaran elektronik.

2. Tuli persepsi/ Tuli saraf/ Tuli Sensorik. Terjadi karena kerusakn pada bagain telinga dari

jendela oval hingga saraf auditorius.
Penyebab:

a. Gangguan pada organ korti
b. Rusaknya saraf vestibulokoklearis
c. Rusaknya pusat pendengaran di otak.

11

media

Tuli persepsi diatasi dengan bantuan yang lebih rumit yaitu dengan implantasi koklea
atau telinga buatan.

C. HIDUNG (KEMORESEPTOR BERUPA GAS)

Hidung peka dengan rangsangan zenyawa kimia dalam bentuk gas (bau). Daerah sensitif
indra pembau pada hidung terletak di bagian rongga hidung atas yang terdiri dari sel
penyokong yangberupa sel epitel dan sel pembau (sel olfactory) yang merupakan neuron
sebagai reseptor.

Sel pembau (Sel Olfactory) memiliki tonjolan ujung dendrite berupa rambut pada selaput
lender hidunhg, dan ujungnya berupa tonjolan akson membentuk berkas saraf otak I (nervus
olfactorius). Saraf ini akan menembus tulang tapis dan menuju ke otak besar bagian parietalis

Gambar Struktur Indra Pembau pada hidung:

Proses jalannya Impuls pada hidung:

Mekanisme jalannya impuls pada indra pembau dimulai dari masuknya zat kimia berupa gas
yang mencapai reseptor bau melelui udara inspirasi. Uap tersebut larut dalam selaput lendir
hidung sehingga terjadi pengikatan zat dengan proteinmembran dendrit. Impuls yang
dihasilkan dijalarkan dari saraf olafactori menuju otak untuk diinterpetasikan sebagai bau
dengan korteks otak sebagi bau primer dan dihubungkan dengan hipotalamus untuk sekresi
ludah dan persaan lapar.

GANGGUAN/ KELAINAN/ PENYAKIT PADA INDRA PEMBAU HIDUNG

Anosmia, yaitu gejala kehilangan sensitivitas terhadap bau. Hal ini disebabkan oleh:

a. Penyumbatan rongga hidung akibat pilek, polip, tomor pada rongga hidung
b. Rusaknya rambut/ dendrite karena infeksi kronis
c. Gangguan pada saraf olfactory, bulbus olfactory, dan tractus olfactory.

12

media

D. LIDAH (KEMORESEPTOR ZAT PADAT DAN ZAT CAIR)

Indra pengecap manusia adalah lidah. Lidah peka dengan zat kimia dalam wujud padat dan
cair. Lidah memiliki tonjolan yang dikenal dengan papilla. Papila pada manusia dibedakan
atas:

1. Papila Filiformis, berbentuk sepeti benang halus dan terdapat pada bagian depan lidah.
2. Papilla fungiformis, berbentuk seperti kepala jamur, terdapat pada depan dan sisi lidah.
3. Papilla Sirkumvalata, berbentuk bulat dan lebar, terdapat pada pangkal lidah dengan

susunan seperti huruf V.

Gambar berbagai letak papila pada lidah, tunas pengecap, dan struktur tunas pengecap:

Pada papilla terdapat tunas pengecap. Setiap tunas pengecap terdiri atas sel penyokong dan
sel pengecap (sel gustatory). Sel pengecap memiliki tonjolan rambut keluar untuk menerima
ragsangan yang diteruskan oleh sel saraf cranial dan dibawa ke korteks otak.

Daerah perasa pada lidah dapat menerima rangsangan bila makanan dilarutkan oleh air atau
ludah/ saliva. Beberapa rasa pokok pada lidah:

1. manis, dirasakan pada bagian depan lidah.
2. asin, dirasakan pada bagian depan dan samping lidah
3. asam, dirasakan pada bagian samping lidah
4. pahit, dirasakan pada pangkal lidah.

13

media

Gambar daerah perasa pada lidah:

E. KULIT (MEKANORSEPTOR).

Indra peraba manusia adalah kulit. Disamping sebagai indra peraba kulit juga dapat
merasakan panas, dingin, tekanan, dan sakit.

Kulit terdiri atas dua lapisan:

1. Epidermis, lapisan luar yang terdiri atas sel-sel yang rapat. Epidermis dibentuk oleh

stratum germinativum, stratum granulosum, stratum lusidum dan stratum korneum.

2. Dermis, terdiri ats sel-sel longgra yang dibentuk oleh jaringan ikat, lemak, saraf, pembuluh

darah, dll.

Gambar Struktur kulit:

Pada kulit terdapat lima sel reseptor yang peka dengan rangsangan:

1. KorpusMeisner, peka dengan rangsangan sentuhan
2. Korpus Paccini, peka dengan rangsangan tekanan
3. Korpus Ruffini, peka dengan rangsangan panas.
4. Korpus Krause, peka dengan rangsangan dingin
5. Saraf dengan ujung bebas, peka dengan rangsangan nyeri/ sakit.

Pada bagian kulit seperti ujung jari, bibir, lidah dan alat kelamin terdapat banyak sekali reseptor
dengan serabut saraf sensorik. Daerah yang paling sedikit mengandung reseptor adalah
punggung tangan.

14

media


LAMPIRAN 2

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP



Nama Satuan pendidikan

: SMANegeri 2 Tilatang Kamang

Tahun pelajaran

: 2021/2022

Kelas/Semester

: XI / Semester 2

Mata Pelajaran

: Biologi

No

Waktu

Nama
Kejadian/
Perilaku

Butir
Sikap

Pos/
Neg
Tindak Lanjut

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Mengetahui,
Kepala SMA 2Tilatang Kamang



Gadut, Meret 2022
Guru Mata Pelajaran

Dra. NANI AMELIA, M.Pd
NIP. 19660413 199702 2 002

HENDRA PUTRA, S.Pd.M.Pd
NIP. 19750620 200012 1 003

15

media

INSTRUMEN PENILAIAN HARIAN (PH) PENGETAHUAN

Kisi-kisi soal penilaian harian

No.

Kompetens
i Dasar/ IPK

Materi

Indikator

Soal

Level
Kogni

tif

No.
Soal

Deskripsi Soal

Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem
koordinasi (saraf, hormone dan alat indera) dalam kaitannya dengan mekanisme
koordinasi dan regulasi serta gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem
koordinasi manusia

1 3.10.1.
Mengidentifika
si dan
menggambark
an indra pada
manusia

Struktu
r dari
indra
pada
manusi
a

Peserta
didik
dapat
mengident
ifikasi
macam-
macam
indra

Peng
etahu
an/pe
maha
man

(L.2/

C.3)

1

Gambarkanlah

struktur

indra mata dan tunjukan
bagia-bagiannya!

2 3.10.2
Menjelaskan
macam-
macam indra
pada
manusia

Macam
-
macam
indra
pada
manusi
a

Peserta
didik
dapat
menjelask
an
macam-
macam
indra pada
manusia

Aplika

si

(L.1/

C.2)

2 Jelaskan 5 macam indra
pada manusia!

3 3.10.3
Menganalisis
keterkaitan
cara kerja
indra denga
gangguan
yang
ditimbulkan

keterka
tan
cara
kerja
indra
denga
ganngu
an
yang
ditimbu

Peserta
didik
dapat
menganali
sis
keterkaita
n cara
kerja indra
denga
gangguan

Aplika

si

(L.1/

C.4)

4 Jelaskanlah

keterkaitan

cara kerja

indra

denga

gangguan yang ditimbulkan
melalui sebuah kebiasaan
yang salah?

16

media

No.

Kompetens
i Dasar/ IPK

Materi

Indikator

Soal

Level
Kogni

tif

No.
Soal

Deskripsi Soal

Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem
koordinasi (saraf, hormone dan alat indera) dalam kaitannya dengan mekanisme
koordinasi dan regulasi serta gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem
koordinasi manusia

lkan

yang
ditimbulka
n

4 3.10.4
Menganalisis
cara kerja
indra dan
mengaitkan
nya dengan
system saraf
pusat

Hubun
gan
alat
indra
Sistem
saraf
pusat

Disajikan
gambar
orang
yang
sedang
bermain
game
peserta
didik
diminta
untuk
menganai
sis
dampak
yang
ditimbulka
nnya

Meng
analsi

s

(L.3/

C.4)

4 Perhatikan

gambar

dibawah ini

Jelaskan dampak yang
ditimbulkan

dari

kebiasaan

diatas

pada

indra dan system syaraf




Pedoman PenskoranTes tertulis

Essay

17

media

Soal
1. Gambarkanlah struktur indra mata dan tunjukan bagia-bagiannya!
2. Jelaskan 5 macam indra pada manusia!
3. Jelaskanlah keterkaitan cara kerja indra denga gangguan yang ditimbulkan melalui

sebuah kebiasaan yang salah?

4. Perhatikan gambar dibawah ini

Jelaskan dampak yang ditimbulkan dari kebiasaan diatas pada indra dan system syaraf

18

media

PENILAIAN KETERAMPILAN

Teknik Penilaian

o Praktik/unjuk kerja
o Proyek/Produk
o portofolio

Rubrik penilaian produk berupa laporan

No

Aspek

Aspek

1 2

3

4

1 Perencanaan

2 Proses pembuatan

3

Hasil
a. Bentuk Fisik
b. isi laporan
c. tata bahasa
d. penulisan

Total skor


Skor maksimal = jumlah skor tertinggi setiap kriteria.

Skor = Skor perolehan x 100

Skor maksimal

Penilaian Keterampilan

1. Tes Praktik (unjuk kerja)

No
Nama Peserta

Didik

Kriteria Penilaian

Jumlah Skor

1

2

3 4 5

1

2

3

dst

Keterangan :

Skor :

19

media

1. Kemampuan Menjawab

0-20: sangat baik

2. Kemampuan Bertanya

21-40: kurang baik

3. Ketertiban

41-60 : cukup

4. Keberanian tampil ke depan kelas

61-80 : baik

5. Menghargai pendapat orang lain

81-100 : sangat baik

Forto folio

No

.
Nama Siswa

Aspek yang dinilai

Ketetapan waktu

1-4

kebersiha

n
1-4

Kerapian

1-4

Kesesuaian isi

1-4

1

2

3

4

5

Dst

Kriteria Penilaian
Rentang nilai skala 1 -4
1 = kurang ( 40-59 )
2 = cukup (60-70)
3 = baik (71-80)
4 = sangat baik (81- 100)

20

media

PEMBELAJARAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN

A. Pembelajaran Remedial

Pembelajaran Remedial diberikan bagi siswa yang tidak tuntas (memperoleh Nilai KD

kurang dari nilai KKM yakni 75 dengan mengikuti program pembelajaran kembali baik
dengan memberikan pembahasan soal-soal uji kompetensi (menjelaskan kembali
penyelesaian soal-soal) atau memberikan tugas yang berkaitan dengan indikator atau
kompetensi dasar yang belum tuntas kemudian melakukan uji pemahaman ulang (ujian
perbaikan) sesuai dengan indikator/kompetensi yang belum tuntas melalui pemanfaatan
tutor sebaya.

Bentuk bentuk pembelajaran remedial

1. Mengajarkanya kembali (reteaching) atau Remedial teaching klasikal jika jumlah
siswa yang tidak tuntas di atas 85%

2. Pembelajaran ulang bagi siswa yang tidak tuntas sebelum melaksanaan ujian
perbaikan (Soal yang diujikan adalah soal yang skornya masih di bawah KKM atau
yang belum tuntas)

3. Pemberian tugas

Untuk Pelaksanaan Kegiatan Remedial dilaksanaan diluar jam pelajaran efektif dan
peserta didik mengisi daftar seperti Tabel dibawah ini:

No Nama Siswa

Kelas

IPK yang belum
Tuntas

Nilai
Awal

Nilai
Akhir

Tanda
Tangan

1.

2.

3.

B. Pembelajaran Pengayaan

Pembelajaran Pengayaan diberikan bagi siswa yang telah tuntas (memperoleh Nilai

KD ≥ KKM = 75) dengan memberikan program pembelajaran tambahan berupa materi
dan pembahasan soal-soal dengan variasi yang lebih tinggi dan memberikan pembahasan
soal-soal olimpiade, uji kompetensi atau menjelaskan kembali penyelesaian soal-soal)
melalui pembelajaran mandiri.
Bentuk-bentuk Program pengayaan
a. Tutor Teman Sebanya

21

media

b. Memberikan materi pengayaan

Untuk Pelaksanaan Kegiatan Pengayaan dilaksanaan diluar jam pelajaran efektif dan

peserta didik mengisi daftar seperti Tabel dibawah ini:

No Nama Siswa

Kelas

IPK yang akan
diberikan
pengayaan

Nilai
Awal

Nilai
Akhir

Tanda
Tangan

1.

2.

3.

22

media
media

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN SOSIAL DAN EMOSIONAL)

OLEH: HENDRA PUTRA, S.Pd.,M.Pd.


Nama Satuan Pendidikan

: SMAN 2 TILATANG KAMANG

Mata pelajaran

: BIOLOGI

Kelas/Semester/TP

: XI MIPA/GENAP/2021-2022

Materi Pokok

: ALAT-ALAT INDRA

Alokasi Waktu

: 2 x 45 menit


Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

No

KD Pengetahuan

No

KD Keterampilan

3.10

Menganalisis

hubungan

antara

struktur

jaringan

penyusun

organ

pada

sistem

koordinasi (saraf, hormone dan alat indera)
dalam

kaitannya

dengan

mekanisme

koordinasi dan regulasi serta gangguan fungsi
yang dapat terjadi pada sistem koordinasi
manusia

4.10

Menyajikan hasil analisis
pengaruh pola hidup
terhadap kelainan pada
struktur dan fungsi organ
sistem koordinasi yang
menyebabkan gangguan
sistem saraf dan hormon
pada manusia
berdasarkan studi literatur

No

IPK Pengetahuan

No

IPK Keterampilan

3.10.1 Menjelaskan macam-macam indra manusia

4.10.

1

Menyajikan hasil analisis
pola hidup terhadap
kelainan pada struktur dan
fungsi organ sistem
koordinasi yang me
nyebabkan gangguan
sistem saraf pada
manusia

3.10.2 Menentukan bagian-bagian indra pada manusia

3.10.3 Menggambarkan indra pada manusia

3.10.4 Menganalisis cara kerja indra dan

mengaitkannya dengan gangguan yang
ditemukan pada indra

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 22

SLIDE