Search Header Logo
SISTE PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA

SISTE PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA

Assessment

Presentation

Biology

9th - 12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Sugianto Sugianto

FREE Resource

5 Slides • 0 Questions

1

media

11.4.9 menganalisis keterkaitan struktur organ pada sistem organ peredaran darah
dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang munculnya pada sistem peredaran
darah

TUJUAN PEMBELAJARAN

Gangguan Pada Sistem Sirkulasi Manusia

INDIKATOR

Indikator Capaian Tujuan Pembelajaran

1.Peserta didik mampu mengidentifikasi berapa macam gangguan penyakit

yang terjadi pada sistem peredaran darah manusia melalui study literatur
dan diskusi kelompok

2.Peserta didik mampu menganalisis penyebab dan faktor yang mungkin akan

terjadi pada sistem peredaran darah pada manusia

3.Peseta didik mampu mengemukakan cara pencegahan berbagai jenis

penyakit pada sistem peredaran darah pada manusia melalui video ,studi
literatur dan kerja kelompok

4.Peserta didik mampu mengemukakan cara pengobatan berbagai jenis

penyakit pada sistem peredaran darah pada manusia melalui video ,studi
literatur dan kerja kelompokKonsep Utama: Gangguan-gangguan pada
sistem sirkulasi manusia

BAHAN AJAR
PERTEMUAN 6

2

media
media
media

Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah Manusia

Terdapat beberapa gangguan pada sistem peredaran darah. Gangguan dan penyakit tersebut dapat

disebabkan oleh radiasi, keracunan, infeksi, keturunan, maupun makanan yang dikonsumsi.

1.Anemia

Anemia sering disebut penyakit kurang darah. Kurang darah terjadi karena kandungan
hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah rendah atau berkurangnya sel darah merah. Kadar Hb
normal adalah 12-16% dari sel darah merah. Jumlah sel darah merah normal adalah 5 juta/mm3.
Berkurangnya Hb dapat disebabkan karena makanan yang kurang mengandung zat besi
sedangkan berkurangnya sel darah merah sering terjadi pada penderita malaria.

2.Anemia sel bulat sabit

Sel-selnya mengandung tipe hemoglobin abnormal yang disebut hemoglobin S. Bila hemoglobin
ini berhubungan dengan konsentrasi oksigen yang rendah, hemoglobin akan mengendap menjadi
kristal-kristal yang panjang di dalam eritrosit. Kristal-kristal ini lebih menggambarkan bulat sabit
dari cakram bikonkaf. Hemoglobin yang mengendap ini juga akan merusak membran sel
sehingga sel tersebut menjadi lebih rapuh.

Gambar 1. Bentuk sel darah merah pada penderita anemia sel bulan sabit (kemdikbud, 2010)

3.Thalasemia

Merupakan tipe anemia herediter, dimana sel-selnya tak mampu mensintesis rantai polipeptida
alfa (α) dan rantai polipeptida beta (β) yang cukup. Rantai polipeptida dibutuhkan untuk
membentuk hemoglobin. Penyakit yang ditandai dengan bentuk sel darah merah yang tidak
beraturan. Akibatnya daya ikat terhadap oksigen dan karbon dioksida kurang

Gambar 2. Kondisi eritrosit pada orang sehat (kiri) dan pada penderita thalasemia (kanan)
(Kemdikbud, 2010)

3

media
media
media

4.Hemophilia

Penyakit ini ditandai dengan darah yang sukar membeku. Penyakit ini merupakan penyakit
bawaan/keturunan.

5.Leukemia

Leukemia adalah produksi leukosit yang bersifat ganas oleh jaringan mieloid (tempat
pembentukan darah). Hal tersebut menyebabkan menurunnya produksi eritrosit, trombosit dan
leukosit normal. Leukemia secara tidak langsung dapat menyebabkan kematian. Pengobatannya
dapat dilakukan dengan sinar –X, kemoterapi, atau terkadang diperlukan transplantasi sel-sel
mieloid.

Gambar 3. Fotomikrograf sel kanker penyebab leukimia (kemdikbud, 2010)

6.Jantung koroner

Penyakit jantung yang disebabkan oleh gangguan aliran darah pada pembuluh darah koroner.
Pembuluh darah koroner adalah arteri dan vena yang mengalirkan darah dari dan ke jantung.

7.Sklerosis

Penyakit pengerasan pembuluh nadi. Gangguan ini dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu karena
endapan lemak, disebut aterosklerosis dan disebabkan oleh endapan kapur atau arteriosklerosis.
Sklerosis dapat menyebabkan berkurangnya elastisitas pembuluh darah,sehingga menaikkan
tekanan darah. Jika sklerosis ini terjadi pada arteriole maka dapat menyebabkan pecahnya
arteriole tersebut. Kalau hal ini terjadi di otak dapat menyebabkan kematian (stroke).

Gambar 4. Penyumbatan pada pembuluh darah oleh timbunan lemak (kemdikbud, 2010)

8.Stroke

Stroke adalah suatu kejadian rusaknya sebagian dari otak akibat pembuluh darah arteri
yang mengalirkan darah ke otak tersumbat, atau jika robek atau bocor. Stroke,
atau cerebrovascular accident (CVA), adalah hilangnya fungsi-fungsi otak dengan cepat,
karena gangguan suplai darah ke otak. Hal ini dapat terjadi karena iskemia (berkurangnya

4

media
media

aliran darah) dikarenakan oleh penyumbatan (thrombosis, arterial embolism), atau
adanya haemorrhage (pendarahan).

Daerah yang terkena stroke tidak dapat berfungsi seperti seharusnya. Gejala-gejalanya
termasuk: hemiplegia (ketidakmampuan untuk menggerakkan satu atau lebih anggota
badan dari salah satu sisi badan,aphasia (ketidakmampuan untuk mengerti atau
berbicara), atau tidak mampu untuk melihat salah satu sisi dari luas pandang (visual
field).

9.Varises dan Wasir

Varises adalah pelebaran pembuluh darah balik (vena). Hal ini dapat terjadi di bagian
bawah kaki dan di sekitar lutut. Sedangkan pelebaran pembuluh vena di sekitar dubur
disebut wasir/hemoroid. Hal ini terjadi karena katup-katup pada pembuluh balik tidak
dapat menutup dengan sempurna dan lemahnya dinding pembuluh darah.

Gambar 5. Pelebaran pembuluh vena di kaki (Kemdikbud, 2010)

10.Hipertensi dan Hipotensi

Tekanan darah tinggi, yaitu nilai ambang tekanan sistole sekitar 140 - 200 mmHg atau lebih, dan
nilai ambang tekanan diastole sekitar 90 - 110 mmHg atau lebih. Hipertensi dapat menyebabkan
pecahnya pembuluh darah atau tersumbatnya arteri di otak. Akibatnya, penderita akan meninggal
dunia karena terkena stroke.
Hipotensi merupakan kebalikan dari hipertensi, yaitu kondisi dimana tekanan darah yang
mengalir pada pembuluh darah berada pada batasan di bawah normal.

LAMPIRAN 3
GLOSARIUM


Aglutinasi : Proses penggumpalan darah
Aglutinin : Antibodi plasma yang menggumpalkan aglutinogen
Aglutinogen : Aglutinogen Protein dalam eritrosit yang dapat digumpalkan oleh aglutinin
Agranulosit : Leukosit yang plasmanya tidak bergranuler
Anemia : Keadaan kurang eritrosit
Antigen : Antigen Protein asing yang menggerakkan pembentukan

5

media

Aorta : Pembuluh arteri utama yang keluar dari atrium kiri ke bagian- bagian tubuh selain paru-

paru

Arteri : Pembuluh yang membawa darah keluar dari jantung
Arteriol : Pembuluh darah yang membawa darah dari arteri ke kapiler.
Atrium : Salah dari dua ruang jantung bagian atas yang menerima darah dari vena.
Darah : Cairan jaringan penghubung yang mentranspor medium sistem sirkulasi yang

mengandung plasma darah, dan sel darah

Diastole : Keadaan jantung mengembang dan darah mengalir ke dalam jantung
Fagosit : Sistem imun bawaan dari keluarga sel darah putih, berada sangat dekat dengan lapisan

sel epitel yang melapisi banyak permukaan tubuh

Fibrin : Protein berbentuk benang yang tak dapat larut dalam plasma. Berasal dari fibrinogen

yang berubah karena aktivitas enzim trombin.

Granulosit Leukosit yang memiliki plasma bergranula
Hemofilia : penyakit keturunan berupa darah yang keluar dari pembuluh darah sukar membeku
Hemoglobin : Protein respirasi yang mengandung besi. Pada manusia, hemoglobin terdapat pada

sel darah merah dan membawa oksigen

Hipotensi : Kelainan tekanan darah rendah
Hipertensi : Kelainan tekanan darah tinggi
Kapiler : Pembuluh darah terkecil. Darah bertukar zat dengan cairan interestial menembus

dinding pembuluh yang tebal ini

Katup bikuspidalis: Katup di antara atrium kiri dengan ventrikel kiri
Katup trikuspidalis : Katup di antara atrium kanan dan ventrikel kananKoagulasi : Proses

perubahan cairan atau larutan menjadi gumpalan- gumpalan lunak baik secara seluruhan
ataupun hanya sebagian

Leukemia : (kanker darah), penyakit karena jumlah leukosit yang lebih dari normal.
Plasma : Sel darah putih fagositik yang bersirkulasi.
Sistole : Keadaan jantung menguncup (berkontraksi) dan darah mengalir meninggalkan jantung
Thalasemia : penyakit yang ditandai bentuk sel darah yang tidak beraturan.
Trombin : Enzim yang mengubah fibrinogen menjadi fibrin
Ventrikel : Ruang jantung yang menerima darah dari atrium dan memompanya ke arteri.

DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Neil A, & Reece, Jane B. 2008. Biologi Ed. 9. Jakarta: Erlangga
Faidah Rahmawati, Nurul Urifah, Ari Wijayati. 2009. "Biologi untuk SMA/MA Kelas XI

Program MIPA. Jakarta .CV.Ricardo

http://rebellisamici.blogspot.com/2011/10/mekanisme-gerak-otot.html



media

11.4.9 menganalisis keterkaitan struktur organ pada sistem organ peredaran darah
dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang munculnya pada sistem peredaran
darah

TUJUAN PEMBELAJARAN

Gangguan Pada Sistem Sirkulasi Manusia

INDIKATOR

Indikator Capaian Tujuan Pembelajaran

1.Peserta didik mampu mengidentifikasi berapa macam gangguan penyakit

yang terjadi pada sistem peredaran darah manusia melalui study literatur
dan diskusi kelompok

2.Peserta didik mampu menganalisis penyebab dan faktor yang mungkin akan

terjadi pada sistem peredaran darah pada manusia

3.Peseta didik mampu mengemukakan cara pencegahan berbagai jenis

penyakit pada sistem peredaran darah pada manusia melalui video ,studi
literatur dan kerja kelompok

4.Peserta didik mampu mengemukakan cara pengobatan berbagai jenis

penyakit pada sistem peredaran darah pada manusia melalui video ,studi
literatur dan kerja kelompokKonsep Utama: Gangguan-gangguan pada
sistem sirkulasi manusia

BAHAN AJAR
PERTEMUAN 6

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 5

SLIDE