
Pendidikan Inklusi
Presentation
•
Education
•
7th - 12th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Amani Musof
Used 4+ times
FREE Resource
31 Slides • 4 Questions
1
Pendidikan
inklusi
Disajikan dalam Diseminasi Sekolah Inklusi
Oleh : Amani Musof, S.Pd.
SDN Sonorejo 2
2
Multiple Select
Bagamana kondisi peserta didik di sekolah anda?
Semua Tipikal (Umumnya)
Sebagian Tipikal (Umumnya)
Terdapat Siswa Disabilitas
Tidak Tahu
3
4
Peserta Didik Penyandang Disabilitas:
Kondisi Disabilitas Permanen
• Autis
• ADHD
• Psikososial
(Bipolar,
skizofrensia dkk)
• Tunanetra/Buta
• Tunarungu/Tuli
• Tunagrahita (IQ
di bawah rata-
rata)
• Lambat belajar
• Pengguna kursi
roda, cerebral
palsy
Fisik
Intelektual
Mental
Sensorik
Cerdas Istimewa
Kesulitan Belajar
Spesifik/Learning
Difficulties
Seluruh kondisi ini mungkin saja
menyebabkan learning
disabilities
Kondisi
menetap
7
5
9
Ima – Jenis dan Kakteristik belajar PDBK
6
11
7
12
8
13
9
14
10
18
11
Open Ended
Bagaimana keadaan peserta didik pada sekolah bapak/ibu, jika dilihat dari pemaparan diatas? bagaimana bapak/ibu menangani siswa pada saat ini?
12
Semua anak dapat
belajar
Semua anak berbeda
Belajar merupakan
kerja sama antara
guru, orang tua, dan
masyarakat
Perbedaan menjadi
kekuatan
KATA KUNCI
13
Open Ended
Menurut anda, apa itu sekolah inklusi?
14
15
APA PENDIDIKAN INKLUSIF ????
16
KEBIJAKAN PENDIDIKAN INKLUSIF 1.1
• UUD 1945 Pasal 28H ayat (2) menyebutkan bahwa setiap orang berhak mendapat
kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat
yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.
• UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab IV Pasal 5 ayat
2, 3, dan 4 dan Pasal 32 yang menyebutkan bahwa pendidikan khusus merupakan
pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan (fisik, emosional, mental,
intelektual, dan/atau sosial) atau peserta didik yang
memiliki
kecerdasan luar
biasa yang
diselenggarakan secara inklusi, baik pada tingkat dasar maupun
menengah
• Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 70 Tahun 2009
tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki
Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa Pasal 3 ayat (2) menyatakan bahwa
setiap peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, dan sosial
atau memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa berhak mengikuti
pendidikan secara inklusif pada satuan pendidikan tertentu sesuai dengan
kebutuhan dan kemampuannya.
17
KEBIJAKAN PENDIDIKAN INKLUSIF 1.2
• UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas Pasal
10 menyebutkan bahwa peserta didik berkebutuhan khusus berhak
untuk mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu di semua
jenis, jalur dan jenjang pendidikan.
• Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam
Rangka Pemulihan Pembelajaran menyebutkan satuan pendidikan
perlu mengembangkan kurikulum dengan prinsip diversifikasi sesuai
dengan kondisi satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.
18
Pendidikan Inklusif
❖Inklusi adalah sebuah pendekatan untuk membangun
lingkungan yang terbuka untuk siapa saja dengan latar
belakang
dan
kondisi
yang
berbeda-beda,
meliputi:
karakteristik, kondisi fisik, kepribadian, status, suku,
budaya dan lain sebagainya.
❖Inklusi
merupakan
sebuah
pola
pikir
bagaimana
memberi kesempatan sama kepada semua anak, salah
satunya untuk belajar di kelas yang sama.
19
Tujuan Pendidikan Inklusif
• Tujuan pendidikan inklusif adalah memberikan kesempatan
yang seluas-luasnya kepada semua peserta didik yang
memiliki kelainan fisik, emosional, mental, dan sosial, atau
memiliki potensi kecerdasan dan/ atau bakat istimewa untuk
memperoleh
pendidikan
yang
bermutu
sesuai
dengan
kebutuhan dan kemampuannya;
• Mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang menghargai
keanekaragaman, dan tidak diskriminatif bagi semua peserta
didik.
20
PRINSIP PELAKSANAAN PENDIDIKAN
INKLUSIF
• Kunci utama pelaksanaan pendidikan inklusif adalah semua
peserta didik tanpa terkecuali dapat belajar dan perbedaan
menjadi kekuatan dalam mengembangkan potensinya
• Prinsip umum lainnya dalam pelaksanaan pendidikan inklusif
adalah kehadiran peserta didik berkebutuhan khusus di kelas
sehingga bisa berpartisipasi dan diterima di lingkungan
satuan pendidikan.
21
1. IDENTIFIKASI AWAL
• Identifikasi
merupakan
suatu
proses
dalam
menemukan
dan
mengenali
keberagaman peserta didik.
• Prinsip
identifikasi
dibatasi
untuk
menentukan
individu
yang
diduga
mengalami hambatan sehingga belum
dapat menjawab pertanyaan potensi
apa yang dimiliki peserta didik.
• Proses
identifikasi
dapat
dilakukan
dengan
beberapa
cara,
seperti:
observasi,
wawancara,
tes,
dan
pemeriksaan
dokumen
sebagai
alat
untuk menggali data.
22
2. ASESMEN DIAGNOSTIK (AWAL)
• Asesmen adalah suatu proses yang sistematis dan komprehensif di dalam
menggali permasalahan lebih lanjut untuk mengetahui apa yang menjadi
masalah, hambatan, keunggulan, dan kebutuhan individu. Hasil asesmen
akan menentukan jenis dan bentuk layanan pendidikan yang dibutuhkan.
• Asesmen diagnostik merupakan penilaian yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-
kelemahan peserta didik dalam menguasai materi atau kompetensi tertentu serta
penyebabnya. Hasil asesmen diagnostik dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan
tindak lanjut berupa perlakuan (intervensi) yang tepat dan sesuai dengan kelemahan
peserta didik.
• Asesmen Diagnostik adalah asesmen yang dilakukan secara spesifik untuk mengidentifikasi
kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik, sehingga pembelajaran dapat dirancang
sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik. Peserta Didik yang perkembangan
atau hasil belajarnya paling tertinggal berdasarkan hasil Asesmen Diagnostik, diberikan
pendampingan belajar secara afirmatif.
23
PIHAK YANG TERLIBAT DALAM ASESMEN
DIAGNOSTIK (AWAL)
• Asesmen diagnostik sebaiknya dilakukan
secara formal oleh para ahli (psikolog,
terapis, dokter spesialis: THT, mata, dan
lainnya).
Asesmen
juga
dapat
dilakukan
secara informal oleh guru, baik oleh guru
kelas, guru mata pelajaran, guru BK, maupun
guru pembimbing khusus. Libatkan Pusat
Sumber jika dirasa sekolah belum memiliki
ahlinya. Secara terperinci asesmen dapat
dilihat pada Panduan Pembelajaran dan
Asesmen.
24
DARI HASIL ANALISIS TERSEBUT TINDAK LANJUTNYA ADALAH:
PEMBELAJARAN TERDIFERENSIASI
Jika
siswa
memiliki
permasalahan
maka
guru
melakukan
pendekatan
personal
Jika
data
kurang
akurat
maka
guru
bisa
melakukan
pengambilan
data
ulang
Jika
data
sudah
akurat
maka
guru
mulai
menyimpulkan
dan
memetakan
gaya
belajar
siswa
1.
Jika metode yang digunakan adalah
wawancara dan observasi maka analisis yang
digunakan adalah analisis data kualitatif
(reduksi data, penyajian, dan menarik
kesimpulan)
2.
Jika metode yang digunakan adalah
menyebar kuesioner maka analisis yang
digunakan adalah kuantitatif (deskriptif)
Mempersiapkan pembelajaran dan tugas
yang disesuaikan dengan hasil analisis
diagnostik
25
CARA MENEMUKAN BAKAT PDBK
1. Amati apa yang disukai oleh PDBK
2. Amati aktivitas apa yang membuat PDBK betah berlama-lama
3. Amati keterampilan apa yang cepat dikuasai oleh PDBK
4. Amati aktivitas apa yang membuat PDBK sering bertanya lebih
dalam
5. Amati aktivitas apa yang membuat PDBK mengerjakan dengan
tenang walaupun tidak diawasi
KOLABORASI SEKOLAH DAN ORANG TUA DAN KONSULTASIKAN DENGAN AHLI ATAU
PUSAT SUMBER
26
3. PROFIL PDBK
•Hasil identifikasi
•Hasil asasmen
Profil PDBK
Perencanaan
Pembelajaran
27
4. MEMODIFIKASI PERENCANAAN
PEMBELAJARAN
28
MEMBUAT MODUL AJAR UNTUK PDBK
29
30
31
32
Penyesuaian alur tujuan pembelajaran dan
modul ajar
• Penyesuaian penyusunan alur tujuan pembelajaran dan modul ajar dapat
dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
1) Berdasarkan hasil assemen dan hasil profil belajar peserta didik
berkebutuhan khusus.
2) Menentukan Capaian Pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan
kondisi peserta didik berkebutuhan khusus.
3) Menentukan tujuan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kondisi
peserta didik berkebutuhan khusus, guru dapat membuat format lain yang
sesuai dengan kondisi peserta didik.
4) Merancang modul ajar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik
berkebutuhan khusus
33
Open Ended
Apa yang anda dapat dalam materi yang sudah disampaikan?
34
35
TERIMA KASIH
Pendidikan
inklusi
Disajikan dalam Diseminasi Sekolah Inklusi
Oleh : Amani Musof, S.Pd.
SDN Sonorejo 2
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 35
SLIDE
Similar Resources on Wayground
25 questions
Presentasi Interaktif Quizizz
Lesson
•
KG
25 questions
Sumber Energi
Lesson
•
7th - 12th Grade
25 questions
Langkah-Langkah Memanah
Lesson
•
7th - 12th Grade
30 questions
Asesmen Akhir Semester
Lesson
•
7th Grade - University
25 questions
PTS KELAS 9 SEMESTER 1 TAHUN AJARAN 20224/2025
Lesson
•
7th Grade - University
27 questions
Bimbel TKA kelas 6
Lesson
•
6th Grade - University
27 questions
Tema 9 St1 Pb5
Lesson
•
4th Grade
27 questions
Cuarto semestre - Parcial |1
Lesson
•
KG
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
14 questions
Boundaries & Healthy Relationships
Lesson
•
6th - 8th Grade
13 questions
SMS Cafeteria Expectations Quiz
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
12 questions
SMS Restroom Expectations Quiz
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Pi Day Trivia!
Quiz
•
6th - 9th Grade