Search Header Logo
Belum Berjudul

Belum Berjudul

Assessment

Presentation

Other

7th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Mis mistiyah01@guru.smp.belajar.id

FREE Resource

58 Slides • 0 Questions

1

media

PENGGERAK
KOMUNITAS
BELAJAR

PA
UNTUK PENGEMBANGAN
KOMUNITAS BELAJAR
BAGI PENDIDIK

NDUAN PRAKTIS

2

media

DAFTAR ISI

02

02

Halaman Daftar Isi

03

Menggunakan Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

04 07

08

Membangun Komunitas Belajar Efektif

dengan Prinsip Komunitas Praktisi

09

Memahami Prinsip Komunitas Praktisi

10 13

Membangun Komunitas Belajar

Yang Menggunakan Prinsip Komunitas Praktisi

14

Mari Mengembangkan Komunitas Belajar

15

Tahap 1:

Merintis dan Merancang

Komunitas Belajar

16

Prinsip dalam Merintis dan Merancang

Komunitas Belajar

18 24

Tahap dalam Merintis dan

Merancang Komunitas Belajar

25 30

Menyetujui Keanggotaan

Kerjasama dalam Komunitas Belajar

31 35Pemetaan Pemangku Kepentingan

terkait Komunitas Belajar

36

Tahap 2:

Menumbuhkan dan Menjalankan

Komunitas Belajar

37

Menumbuhkan dan Menjalankan

Kegiatan Komunitas Belajar

38

Menentukan Topik Kegiatan

melalui Analisis Kebutuhan

39

Menentukan Narasumber dari Aktivitas Belajar

40

Melaksanakan Kegiatan Belajar Komunitas

41

Mendokumentasikan dan Mempublikasikan

dari Aktivitas Belajar

42

Mendampingi Anggota Komunitas

Mempraktikan Hasil Belajar

43

44

Contoh dan Alur Agenda Kegiatan

Komunitas Belajar

45

Tahap 3:

Merawat Keberlanjutan

Komunitas Belajar

46

Kegiatan dan Komunikasi Komunitas Belajar

47 49Instrumen 1:

Komunitas Belajar Terhadap Tujuan Bersama

50

Instrumen 2:

Nilai Komunitas

51 — 53Instrumen 3: Enam Topi Berpikir

54 — 56Instrumen 4: Sampaikan - Tanyakan -

Berikan (Umpan Balik STB)

57

Daftar Pustaka

3

media

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

MENGGUNAKAN
BUKU SAKU
PENGGERAK
KOMUNITAS
BELAJAR

Sebagai seorang pendidik, terdapat berbagai cara
yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan
profesional. Salah satu cara yang dapat dilakukan
adalah belajar bersama dengan komunitas belajar.

Buku SWaku Penggerak Komunitas Belajar dirancang untuk
membantu individu dan komunitas yang termotivasi
untuk menggerakan komunitasnya untuk belajar
mengembangkan kemampuan dirinya sebagai pendidik
dan turut serta dalam transformasi pembelajaran.
Jika Anda:

• Telah tergabung pada
komunitas belajar (seperti
MGMP, KKG, MGMP,
KKG, PKG, MKKS, KKKS,
Komunitas Guru Belajar
Nusantara, Komunitas
Belajar Guru Penggerak,
dan lainnya) dan tertarik
untuk menggerakan
komunitas agar lebih aktif,
atau

• Belum bergabung
pada komunitas
belajar dan tertarik
untuk membangun
komunitas belajar guru
untuk berkembang
secara profesional
bersama,

Anda dapat menggunakan Buku Saku ini sebagai
referensi dalam merancang komunitas dan kegiatan
bersama yang efektif dengan rekan komunitas Anda.
Silakan berdiskusi dengan rekan Anda menggunakan
poin-poin diskusi yang tertulis dalam Buku Saku ini.

03

4

media

Dalam menggerakan suatu perubahan, baik dalam diri
atau kelompok, kesadaran atas kondisi yang dimiliki saat ini
sangatlah penting. Gunanya adalah menyusun arah yang
tepat kepada harapan yang menjadi tujuan.

Oleh karena itu, Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar ini

saat ini, serta membayangkan komunitas belajar ideal yang
Anda harap untuk kembangkan setelah membaca buku
kerja ini sebagai peta awal gerakan Anda.

REFLEKSI AWAL:

KOMUNITAS
BELAJAR
HARAPAN
ANDA

04

Apakah Anda Tergabung Pada
Komunitas Belajar?

Jika Iya, silakan
mengisi lembar
refleksi pada
halaman 5-6

Jika Tidak,
silakan mengisi
lembar refleksi
pada halaman 7

5

media

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

05 /

REFLEKSI AWAL:

Apa nama komunitas belajar Anda?

Apa tujuan komunitas belajar Anda?

Menurut Anda, bagaimana komunitas
belajar Anda sudah berproses ke arah
tujuan tersebut?

KOMUNITAS BELAJAR HARAPAN ANDA

6

media

06 /

REFLEKSI AWAL:

Hal-hal apa yang sudah baik dari
komunitas Anda?

Apa saja kendala yang
dihadapi oleh Komunitas Anda?

Menurut Anda, apakah komunitas Anda
telah berjalan secara efektif dalam
memenuhi kebutuhan belajar Anda
sebagai pendidik?

KOMUNITAS BELAJAR HARAPAN ANDA

7

media

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

Bagaimana gambaran ideal
komunitas belajar guru yang
Anda harapkan dapat membantu
pengembangan profesi Anda?

07 /

REFLEKSI AWAL:
KOMUNITAS BELAJAR HARAPAN ANDA

8

media

08

Buku kerja ini akan membahas cara menggerakan
komunitas belajar guru yang efektif melalui
pendekatan komunitas praktisi
(community of practice).

Sebagai catatan awal, panduan dalam
menggerakan komunitas belajar guru ini
dirancang agar dapat diterapkan pada
komunitas baru atau komunitas belajar guru
dimana Anda telah bergabung. Anda dapat
menggunakan buku ini sebagai referensi untuk
melihat perkembangan komunitas Anda

MEMBANGUN
KOMUNITAS BELAJAR
EFEKTIF DENGAN
PRINSIP KOMUNITAS
PRAKTISI

9

media

MEMAHAMI PRINSIP KOMUNITAS PRAKTISI

Komunitas praktisi adalah sebuah prinsip yang
diperkenalkan oleh Etienne Wenger dalam bukunya
Community of Practice. Ia mengatakan bahwa
Komunitas Praktisi adalah “Sekelompok individu
yang memiliki semangat dan kegelisahan yang
sama tentang praktik yang mereka lakukan dan
ingin melakukannya dengan lebih baik dengan
berinteraksi secara rutin” (Wenger, 2010). Praktik
yang dimaksud bergantung pada konteks peran
sehari-hari anggota komunitas praktisi.

Prinsip Komunitas Praktisi digunakan untuk menuntun
Komunitas Belajar dalam menentukan tujuan dan
mengembangkan aktivitas yang bermakna.

Praktik dalam Prinsip Komunitas Praktisi guru
dapat berupa:
• Praktik mengajar dan belajar
• Interaksi dengan murid atau orang tua
• Pengambangan diri guru

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

09

Menurut Anda sebagai pendidik, apakah
contoh dari ketiga praktik di atas yang dapat
dibahas dalam komunitas praktisi guru?

10

media

KARAKTERISTIK

KOMUNITAS
BELAJAR YANG
MENGGUNAKAN
PRINSIP KOMUNITAS
PRAKTISI

Tidak semua komunitas dapat dikategorikan sebagai
komunitas praktisi. Ada tiga karakteristik yang membedakan
komunitas praktisi dengan komunitas lain, yaitu:

• Adanya kesamaan
atas hal yang
dianggap penting
oleh anggota
komunitas.


• Adanya norma/
aturan sosial yang
disepakati oleh
anggota.





• Adanya praktik
atau pengetahuan
yang dikembang-
kan, dibagikan dan
dipelihara sebagai
hasil dari kegiatan
komunitas praktisi.

Contohnya: Tujuan, identitas,
minat, latar belakang, nilai yang
dipercaya, keresahan tentang
sesuatu isu atau persoalan
bersama.

Contohnya: Saling menghormati
antar anggota, keinginan
untuk berbagi, niat baik saling
mendukung, interaksi yang rutin,
terbuka untuk saling bertanya dan
niat baik untuk saling mendukung
dan berkontribusi.

Contohnya: Informasi, hasil
pembelajaran, pengetahuan
yang dibagikan, alat dan bahan
untuk pembelajaran atau hasil
pembelajaran, dokumen-
dokumen dan video.

10 /

11

media

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

Karakteristik komunitas praktisi dari
Komunitas Belajar Guru SMP Merdeka

• Adanya kesamaan
atas hal yang di-
anggap penting
• oleh anggota
komunitas.


• Adanya norma/
aturan sosial yang
disepakati oleh
• anggota.


• Adanya praktik
• atau pengetahuan
yang dikembang-
• kan, dibagikan dan
dipelihara sebagai
• hasil dari kegiatan
komunitas praktisi

Guru-guru dari Sekolah Menengah
Pertama Merdeka yang memiliki
tujuan untuk menjadi guru yang
berpusat pada murid.

Adanya kesepakatan pertemuan
dua minggu sekali di sekolah
untuk belajar bersama dan
berbagi praktik baik.

Adanya catatan ringkasan
pembelajaran, foto dan video
kegiatan, dan kumpulan dokumen
hasil kegiatan peserta.

11

CONTOH
KARAKTERISTIK
KOMUNITAS
PRAKTISI

12

media

12 /

TUJUAN
DARI PRINSIP
KOMUNITAS
PRAKTISI

Dalam membangun komunitas belajar berdasarkan
komunitas praktisi, terdapat lima tujuan utama dapat
disasar oleh komunitas, yaitu(Wenger, 1998):

• Mengedukasi
• Anggota komunitas dengan mengumpulkan
• dan berbagi informasi terkait pertanyaan dan
masalah terkait praktik
• Mendukung
• Dengan merancang interaksi dan kolaborasi
• antara anggota komunitas
• Membina
• Anggota kelompok dengan mengajak anggota
• kelompok untuk mulai belajar dan belajar secara
• berkelanjutan
• Mendorong
• Anggota dengan mempromosikan pekerjaan
• dari anggota melalui saling berbagi dan diskusi
• Mengintegrasikan
• Pembelajaran yang didapatkan
• melalui komunitas dalam pekerjaan sehari-hari

Dari kelima tujuan di atas, tujuan manakah paling ingin
Anda capai pada komunitas
belajar Anda? Mengapa demikian?

13

media

RAGAM KEGIATAN
KOMUNITAS BELAJAR
GURU DENGAN PRINSIP
KOMUNITAS PRAKTISI

Dari tujuan utama dan
manfaat yang ada,
maka kegiatan dalam
komunitas belajar
berdasarkan komunitas
praktisi guru dapat
meliputi:

Berbagi masalah dan
mengembangkan proses
untuk mencari solusi
Berbagi pengalaman
menjalankan praktik
mengajar atau belajar
Berdiskusi untuk

praktik yang telah dilakukan
Mendokumentasikan
kegiatan dan hasil diskusi
sebagai bahan belajar
anggota

Dari ragam kegiatan di atas, contoh kegiatan
nyata apakah yang dapat dilakukan dalam
komunitas praktisi guru?

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

13

14

media

14

Sebelum melaksanakan kegiatan dalam
komunitas, terdapat tahap-tahap yang perlu
dilakukan dalam mengembangka
komunitas belajar, yaitu:

Tahap
Merintis dan
Merancang

Tahap
Menumbuhkan
Tahap Merawat
Keberlanjutan

1

2

3

15

media

MERINTIS DAN
MERANCANG
KOMUNITAS
BELAJAR

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

15 /

TAHAP 1 MERINTIS DAN MERANCANG

16

media

PRINSIP
DALAM MERINTIS
DAN MERANCANG
KOMUNITAS BELAJAR

Dalam merancang komunitas belajar guru, sangatlah

kan atau menilai dirinya sebagai bagian dari komunitas.
Menurut Wenger (2010), terdapat tiga prinsip agar individu
menilai dirinya sebagai anggota komunitas, yaitu:

Adanya kegiatan bersama:
Ketika individu bersama-sama melakukan atau
mengerjakan sesuatu sebagai bagian dari

sebagai anggota komunitas.
Adanya kesamaan atribut antara individu:
Dengan adanya kesamaan atribut, individu dapat
membayangkan dirinya sebagai anggota komunitas
dan tertarik untuk berkontribusi.
Adanya keselarasan dengan konteks dari
komunitas:
sebagai anggota ketika menyetujui dan dapat
berkoordinasi dua arah mengenai peraturan,
kegiatan, dan tujuan dari komunitas

16 /

17

media

URUN REMBUK AWAL:
KERANGKA KOMUNITAS
BELAJAR

komunitas, Anda sebagai penggerak komunitas bisa memfasilitasi terlebih
dahulu dengan menentukan kerangka utama dari komunitas, yaitu
Audience, Fokus, dan Tujuan.

Komunitas dapat menggunakan lembar kerja ini sebagai lembar diskusi
bersama untuk kerangka awal tersebut. Jika Anda sudah memiliki
komunitas, lembar ini dapat digunakan untuk bersama-sama
menuliskan dan memahami secara jelas kerangka utama dari
komunitas Anda.

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

1.

Fokus

Utama:

Apakah hal yang menjadi topik pembahasan
utama dari komunitas?
Masalah bersama apakah yang dihadapi oleh
komunitas?

2.

Audience:

Siapakah yang dapat menjadi anggota
komunitas ini?
Siapakah pemangku kepentingan yang dapat
terkait dengan komunitas ini?

3.

Tujuan:

Apakah tujuan utama dari komunitas?
Apakah manfaat yang bisa didapatkan oleh
anggota dan pemangku kepentingan?
Apa saja kebutuhan yang dipenuhi oleh komunitas


2

17

18

media

Terdapat beberapa hal yang perlu
didiskusikan dan ditetapkan bersama
anggota komunitas, yaitu:

Tujuan dan
kegiatan
bersama
komunitas

Keanggotaan,
Kerjasama, dan
Komunikasi

Pemetaan
pemangku
kepentingan

1
2

3

TAHAP
DALAM MERINTIS
DAN MERANCANG
KOMUNITAS BELAJAR

18 /

19

media

Hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah
berdiskusi untuk menentukan atau memahami
bersama dengan anggota tujuan dan kegiatan
bersama komunitas. Anda dapat menggunakan
lembar kerja ini sebagai acuan dan pemantik
diskusi dengan anggota.

2. Masalah yang
dimiliki
komunitas:

Tantangan apa yang yang ada pada komunitas yang perlu
diselesaikan bersama?

1. Tujuan belajar
komunitas:
Apakah tujuan belajar dari komunitas yang ingin dicapai
bersama?

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

19

MERANCANG TUJUAN
DAN KEGIATAN BERSAMA
KOMUNITAS BELAJAR
1

20

media

4. Mimpi bersama
komunitas:
Bagaimanakah gambaran atau capaian ideal dari
komunitas yang diharapkan tercapai ketika komunitas
belajar berhasil?

3. Kekuatan dari
komunitas:
Hal-hal baik yang dimiliki oleh komunitas atau anggota
yang dapat membantu komunitas dalam mencapai
tujuan belajar bersama

20

21

media

5. Aktivitas
dalam
komunitas

Kegiatan apakah yang akan dilakukan oleh komunitas
belajar untuk mencapai tujuan bersama?
Seberapa rutin kegiatan akan dilakukan?

6. Dokumentasi
yang akan
dibuat

Dokumentasi apakah yang akan digunakan / dilakukan
oleh komunitas agar proses dalam mencapai tujuan dapat
tercatat?

MOTIVASI BELAJAR ORANG DEWASA AKAN MENINGKAT
JIKA TOPIK PEMBELAJARAN RELEVAN BAGI KEBUTUHAN
PROFESIONALNYA SEHARI-HARI. ANGGOTA KOMUNITAS
BELAJAR PERLU MENGIDENTIFIKASI TUJUAN DAN
ALASAN BELAJARNYA DENGAN JELAS SEHINGGA DAPAT
TERGAMBARKAN DAMPAK HASIL BELAJARNYA BAGI
DIRINYA SENDIRI DAN HAL-HAL YANG DIANGGAP PENTING

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

21

22

media

CONTOH PENGISIAN
RANCANGAN TUJUAN
DAN KEGIATAN BERSAMA
KOMUNITAS BELAJAR

Sebagai contoh bagaimana dokumen perancangan
visi dan tujuan bersama komunitas belajar dapat
diisi, Anda dapat melihat ilustrasi berikut

1. Tujuan belajar
komunitas:
Apakah tujuan belajar dari
komunitas yang ingin dicapai
bersama?

2. Masalah yang
dimiliki komunitas:
Tantangan apa yang yang ada
pada komunitas yang perlu
diselesaikan bersama?

Mempelajari dasar-dasar dari
kurikulum merdeka secara
kolektif untuk guru matematika
di sekolah
Berbagi praktik baik mengenai
implementasi kurikulum merdeka
dalam pengajaran matematika
sehari-hari
Mendukung dan mendorong
satu sama lain dalam meng-
implementasikan kurikulum
merdeka pada mata pelajaran
matematika

Sekolah telah mendaftarkan diri
untuk menerapkan kurikulum
merdeka dari semester baru,
namun guru matematika belum
memiliki banyak informasi
mengenai kurikulum merdeka
Banyak guru matematika
yang belum memahami cara
menerapkan kurikulum merdeka
secara nyata

3. Kekuatan dari
komunitas:
Hal-hal baik yang dimiliki oleh
komunitas atau anggota yang
dapat membantu komunitas dalam
mencapai tujuan belajar bersama

4. Mimpi bersama
komunitas:
Bagaimanakah gambaran atau
capaian ideal dari komunitas yang
diharapkan tercapai ketika
komunitas belajar berhasil?

Anggota komunitas memiliki
banyak rekan guru di luar sekolah
yang telah menerapkan kurikulum
merdeka (dari Sekolah Penggerak)
Komunitas telah memiliki
dokumen- dokumen panduan
penerapan kurikulum yang
diterbitkan oleh Kemendikbudristek
Terdapat anggota komunitas
memiliki akun belajar.id, sehingga
bisa mengakses informasi
Kurikulum Merdeka yang terdapat
pada Platform Merdeka Mengajar

Bagaimanakah gambaran atau
capaian ideal dari komunitas
yang diharapkan tercapai ketika
komunitas belajar berhasil?

22 /

1

23

media

1

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

5. Aktivitas
dalam
komunitas

Kegiatan apakah yang akan dilakukan oleh komunitas
belajar untuk mencapai tujuan bersama?
Seberapa rutin kegiatan akan dilakukan?

Kuliah Whatsapp setiap minggu hari Rabu: untuk berbagi dan mengupas
mengenai capaian pembelajaran matematika
Diskusi dan belajar bersama rutin setiap Sabtu: Untuk berbagi dan
berdiskusi mengenai materi kurikulum merdeka yang ada pada Platform
Merdeka Mengajar
Pertemuan dengan narasumber ahli setiap bulan: Kegiatan belajar yang
mengundang rekan guru Sekolah Penggerak untuk berbagi praktik baik

23

6. Dokumentasi
yang akan
dibuat

Dokumentasi apakah yang akan digunakan / dilakukan
oleh komunitas agar proses dalam mencapai tujuan dapat
tercatat?

Mencatat setiap temuan dan hasil diskusi pertemuan melalui Google Docs
Berbagi semua paparan pada Google Drive

TINDAK LANJUT DOKUMEN
DISKUSI TUJUAN DAN KEGIATAN
BERSAMA KOMUNITAS

Setelah berdiskusi dan menentukan bersama tujuan dan
kegiatan komunitas belajar bersama anggota komunitas, Anda
dapat menggunakan dokumen yang telah diisi dengan:

Membagikannya
kepada seluruh
anggota
komunitas

Menjadikan
dokumen visi
dan tujuan
sebagai acuan
utama
komunitas

Menjadi dasar
kegiatan
komunitas


Menjadi bahan
refleksi dalam
komunitas

Dokumen perlu dibagikan kepada seluruh anggota
komunitas, baik yang mengikuti diskusi ataupun
tidak, agar seluruh anggota mengetahui kerangka
utama dari komunitas.

Seluruh anggota komunitas dapat diminta untuk
memahami visi, tujuan, hingga aktivitas komunitas,
sehingga seluruh anggota dapat turut berjalan
untuk mencapai tujuan bersama dan secara aktif
berpartisipasi.

Komunitas dapat mulai melaksanakan aktivitas
yang telah ditetapkan. Jika ingin menambah
kegiatan, anggota dapat melihat kembali tujuan dan
aktivitas utama yang telah dirancang.

Agar komunitas dapat berkelanjutan, refleksi
sangatlah diperlukan.Dokumen visi dan tujuan
dapat menjadi acuan utama mengenai apa yang
perlu direfleksikan oleh komunitas secara bersama.

1.

2.

3.

4.

24

media

24 /

PERAN-PERAN UTAMA
YANG DIBUTUHKAN DALAM
KOMUNITAS BELAJAR

Agar komunitas belajar dapat beraktivitas bersama
dengan lancar, maka terdapat peran-peran yang
diperlukan untuk keberlangsungan kegiatan. Peran-
peran yang secara umum dibutuhkan adalah

24 /

Koordinator Komunitas
Koordinator bertugas sebagai penggerak
utama dari komunitas, dimana koordinator
berkoordinasi dengan semua bagian dan
komunitas. Koordinator juga dapat berperan
sebagai pembuat keputusan utama dalam
komunitas.

Tim Program / Konten
Tim program atau konten bertugas untuk
mempersiapkan materi yang akan dibahas
atau dipelajari dalam aktivitas dan kegiatan,
sesuai dengan tujuan komunitas. Tim program
atau konten juga dapat bertugas untuk
mencari narasumber yang sesuai materi.

Tim Dokumentasi
Tim dokumentasi bertugas untuk mencatat,
merekam, atau mendokumentasikan
kegiatan dan hasil belajar komunitas. Tim
dokumentasi juga dapat mengkomunikasi-
kan hasil belajar kepada seluruh anggota
dan pemangku kepentingan terkait.

Tim Logistik
Tim logistik bertugas untuk menyiapkan
lokasi dan perlengkapan yang dibutuhkan
dalam kegiatan komunitas.

1.

2.

3.

4.

Selain peran tersebut, komunitas belajar dapat menentukan
peran yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan belajar
masing-masing.

1

25

media

MENYETUJUI
KEANGGOTAAN
KERJASAMA DALAM
KOMUNITAS BELAJAR

2

Agar komunitas belajar dapat beraktivitas bersama
secara berkelanjutan secara efektif, komunitas
perlu menyusun dan menyetujui peraturan, proses
keanggotaan, dan kerjasama secara kolektif. Anda
dapat menggunakan lembar kerja ini sebagai acuan
dalam berdiskusi dengan anggota Anda.

Keanggotaan Komunitas Belajar

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

Berdasarkan tujuan dan aktivitas yang telah disepakati,
peraturan dan nilai sosial apakah yang perlu disepakati
dalam komunitas agar dapat berjalan efektif?
Konsekuensi apa yang diperlukan bagi anggota komunitas
yang tidak mengikuti peraturan?

Peraturan, nilai, dan kesepakatan komunitas:

ANGGOTA KOMUNITAS PRAKTISI PERLU MENYEPAKATI
NILAI-NILAI BERSAMA AGAR INTERAKSI ANTARA ANGGOTA
DAPAT BERJALAN DENGAN NYAMAN. MENENTUKAN NILAI
DAN KODE ETIK YANG PERLU ADA DI DALAM KOMUNITAS,
BISA DENGAN MENANYAKAN KEPADA PARA ANGGOTA
BAGAIMANA MEREKA INGIN DIPERLAKUKAN SATU SAMA
LAIN ATAU BAGAIMANA SUASANA YANG MEREKA INGIN
RASAKAN SAAT BELAJAR DI DALAM KOMUNITAS.

25

1.

26

media

Berdasarkan tujuan dan aktivitas yang telah disepakati,
peran apa sajakah yang dibutuhkan dalam komunitas?
Contoh: Bendahara untuk mengurus pendanaan tujuan
komunitas, tim dokumentasi untuk mencatat hasil diskusi
komunitas

Peran yang dibutuhkan dalam komunitas:

2.

Keanggotaan Komunitas Belajar

ORANG DEWASA ADALAH PEMBELAJAR MANDIRI YANG
INGIN TURUT MENGELOLA PROSES BELAJARNYA. OLEH
KARENA ITU, ANGGOTA KOMUNITAS JUGA PERLU
DILIBATKAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN-
KEPUTUSAN. MENENTUKAN PEMBAGIAN PERAN DI
KOMUNITAS DENGAN DIALOG ADALAH CONTOH
PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG DAPAT DILAKUKAN
BERSAMA ANGGOTA

26

Pembagian peran dan struktur komunitas:

3.
Dari peran yang telah dituliskan, siapakah anggota yang
akan bertanggung jawab terhadap peran-peran tersebut?
Bagaimanakah alur kerjasama antara setiap peran?
Gambarlah struktur agar mempermudah
pemahaman anggota.

27

media

HUBUNGAN ANGGOTA DI DALAM KOMUNITAS BELAJAR
PERLU DIBANGUN SECARA POSITIF. RELASI YANG POSITIF
ANTARA ANGGOTA JUGA MENINGKATKAN RASA AMAN
SAAT BELAJAR DI DALAM KOMUNITAS. RELASI YANG
POSITIF JUGA DAPAT DICIPTAKAN DENGAN MEMBANGUN
SIKAP SALING DUKUNG, KOMUNIKASI YANG JELAS, DAN
APRESIASI SETIAP CAPAIAN YANG TERJADI DI
ANTARA ANGGOTA KOMUNITA

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

27

Kerjasama dan Komunikasi Komunitas Belajar

Apa saja yang perlu dikomunikasikan secara rutin
dalam komunitas?
Apa saja yang perlu dikomunikasikan secara berkala oleh
peran-peran dalam komunitas?

Informasi yang perlu dikomunikasikan:

1.

MENYETUJUI
KEANGGOTAAN
KERJASAMA DALAM
KOMUNITAS BELAJAR
2

Berdasarkan informasi yang perlu dikomunikasikan, jalur
komunikasi apakah yang perlu digunakan dalam komunitas?
Seberapa rutin komunikasi dari setiap jalur perlu dilakukan?

Jalur komunikasi komunitas belajar

2.

28

media

CONTOH PENGISIAN
RANCANGAN KEANGGOTAAN
DAN KERJASAMA
KOMUNITAS BELAJAR
2

Sebagai contoh bagaimana dokumen perancangan
visi dan tujuan bersama komunitas belajar dapat
diisi, Anda dapat melihat ilustrasi berikut untuk

Komunitas Belajar Guru Matematika SD Cerah Ceria.

28 /

Keanggotaan Komunitas Belajar

Berdasarkan tujuan dan aktivitas yang telah disepakati,
peraturan dan nilai sosial apakah yang perlu disepakati
dalam komunitas agar dapat berjalan efektif?
Konsekuensi apa yang diperlukan bagi anggota komunitas
yang tidak mengikuti peraturan?

Peraturan, nilai, dan kesepakatan komunitas:

1.

Setiap anggota komunitas perlu berpartisipasi aktif dalam
kegiatan komunitas
Setiap anggota komunitas secara bergantian menjadi
narasumber di salah satu kegiatan dan aktivitas komunitas,
setidaknya satu kali
Anggota komunitas diharapkan untuk terus mencari ilmu
dan informasi mengenai kurikulum merdeka secara mandiri,
sehingga bisa membagikannya
kepada anggota komunitas lain

Berdasarkan tujuan dan aktivitas yang telah disepakati,
peran apa sajakah yang dibutuhkan dalam komunitas?
Contoh: Bendahara untuk mengurus pendanaan tujuan
komunitas, tim dokumentasi untuk mencatat hasil diskusi
komunitas

Peran yang dibutuhkan dalam komunitas:

2.

Koordinator komunitas
Bendahara
Tim konten / program
Tim logistik
Tim dokumentasi





29

media

Kerjasama dan Komunikasi Komunitas Belajar

Informasi yang perlu dikomunikasikan:

1.

Berdasarkan informasi yang perlu dikomunikasikan, jalur
komunikasi apakah yang perlu digunakan dalam komunitas?
Seberapa rutin komunikasi dari setiap jalur perlu dilakukan?

Jalur komunikasi komunitas belajar

2.

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

29

Keanggotaan Komunitas Belajar

Pembagian peran dan struktur komunitas:

3.
Dari peran yang telah dituliskan, siapakah anggota yang
akan bertanggung jawab terhadap peran-peran tersebut?
Bagaimanakah alur kerjasama antara setiap peran?
Gambarlah struktur agar mempermudah
pemahaman anggota.

Koordinator komunitas
Bendahara
Tim konten / program
Tim logistik
Tim dokumentasi





Hasil dokumentasi kegiatan belajar
Informasi mengenai Kurikulum Merdeka jika mendapatkan
sumber informasi baru
Kegiatan yang akan dilakukan dalam komunitas


Hasil dokumentasi kegiatan belajar —> Dengan mengirimkan
link catatan melalui grup Whatsapp setiap selesai kegiatan
Informasi mengenai kurikulum merdeka jika mendapatkan
sumber informasi baru —> melalui grup Whatsapp setiap
ditemukan informasi baru
Kegiatan yang akan dilakukan dalam komunitas —> Secara
rutin setiap minggu melalui grup Whatsapp.

Apa saja yang perlu dikomunikasikan secara rutin
dalam komunitas?
Apa saja yang perlu dikomunikasikan secara berkala oleh
peran-peran dalam komunitas?

30

media

Membagikannya
kepada seluruh
anggota
komunitas

Berkomitmen
menjalankan
peraturan, nilai,
dan peran
dalam komunitas

Saling
mendukung
untuk menjalan-
ka peraturan
dan peran
dalam komunitas

Dokumen perlu dibagikan kepada
seluruh anggota komunitas, baik
yang mengikuti diskusi ataupun tidak,
agar seluruh anggota mengetahui
peraturan, nilai, dan komunikasi yang
diharapkan dalam komunitas.

Seluruh anggota komunitas diharapkan
untuk menjalankan peraturan dan nilai
komunitas dengan komitmen penuh
agar komunitas dapat berkegiatan
dengan maksimal. Tanggung jawab
dalam peran pun perlu dikerjakan
dengan sepenuh hati.

Setiap anggota komunitas dapat
saling mendukung dan mengingatkan
anggota lain dalam menjalankan
nilai yang telah disepakati bersama.
Anggota juga dapat mendukung
anggota terkait peran dalam
komunitas, meskipun anggota
telah memiliki peran yang berbeda.
Kerjasama merupakan kunci untuk
komunitas belajar yang berhasil.

TINDAK LANJUT DOKUMEN
DISKUSI KEANGGOTAAN DAN
KERJASAMA KOMUNITAS

2

Setelah berdiskusi dan menentukan bersama
mengenai keanggotaan, kerjasama, dan komunikasi
dalam komunitas belajar, Anda dapat menggunakan
dokumen yang telah diisi sebagai berikut:

30 /

1.

2.

3.

31

media

PEMETAAN PEMANGKU KEPENTINGAN
TERKAIT KOMUNITAS BELAJAR

Dalam melaksanakan komunitas belajar guru, bantuan dan
dukungan dari pemangku kepentingan diluar komunitas
dapat dibutuhkan, baik jika komunitas Anda adalah komunitas
dalam sekolah atau antar sekolah. Oleh karena itu, penting
untuk dilakukan pemetaan pemangku kepentingan dan
dukungan yang diperlukan. Dalam lembar kerja ini, Anda
dapat mendiskusikan dan mempetakannya bersama
anggota komunitas Anda.

3

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

31

Identifikasi pemangku kepentingan yang
terkait dengan komunitas
1.

Berdasarkan tujuan dan aktivitas komunitas, pemangku
kepentingan dan pihak eksternal apakah yang perlu
berhubungan dengan komunitas Anda?

Peran dari setiap pemangku kepentingan

2.

Peran apakah yang dimiliki oleh masing-masing pemangku
kepentingan atau pihak eksternal yang telah teridentifikasi?
Jika peran sudah terpetakan, adakah pihak eksternal lain
yang juga dapat memenuhi peran tersebut?

32

media

32 /

Tingkat prioritas pemangku kepentingan

4.

Dari peran dan kebutuhan setiap pemangku kepentingan,
siapakah yang paling menjadi prioritas?
Kelompokkan pihak eksternal berdasarkan tingkat prioritas

Komunikasi dengan pemangku kepentingan

5.


Agar pemangku kepentingan dapat membantu sesuai
peran yang diharapkan, komunikasi apa yang perlu
terjadi dengannya?
Jalur komunikasi apa yang dapat digunakan?
Seberapa sering komunikasi perlu dilakukan berdasarkan
tingkat prioritas? Jika pemangku kepentingan berada
dalam prioritas 1, maka komunikasi perlu dilakukan
secara lebih rutin dibandingkan prioritas selanjutnya

Kebutuhan dari pemangku kepentingan

3.

Kebutuhan apakah yang diperlukan oleh pemangku
kepentingan atau pihak eksternal dalam membantu
komunitas yang dapat dipenuhi oleh
komunitas belajar Anda?

33

media

Sebagai contoh bagaimana pemetaan
pemangku kepentingan dapat
dilaksanakan, Anda dapat melihat
ilustrasi berikut.

CONTOH
PEMETAAN PEMANGKU KEPENTINGAN
TERKAIT KOMUNITAS BELAJAR

Pemetaan Pemangku Kepentingan
Komunitas Belajar Guru Matematika Fase B
Desa Cerah Ceria

Identifikasi pemangku kepentingan yang
terkait dengan komunitas
1.

Kepala sekolah dari masing-masing guru
Dinas Pendidikan Desa Cerah Ceria
Narasumber ekspert terkait matematika Fase B
(dari daerah lain)
Guru matematika Fase A dan Fase C



Peran dari setiap pemangku kepentingan

2.

Kepala sekolah dari masing-masing guru: Memberi dukungan
terhadap kegiatan komunitas, berdiskusi terkait pembelajaran
dan praktik baik yang
ditemukan di komunitas untuk bisa diterapkan di sekolah
Dinas Pendidikan Desa Cerah Ceria: Memberi dukungan
terhadap kegiatan komunitas, berdiskusi terkait pembelajaran
dan praktik baik yang ditemukan di komunitas untuk bisa
diterapkan di setiap sekolah di Desa Cerah Ceria
Narasumber ekspert terkait matematika Fase B (dari daerah
lain): Berbagi ilmu yang belum diketahui anggota komunitas,
berbagi praktik baik, membawakan materi
Guru matematika Fase A dan Fase C: Berbagi praktik baik,
memberikan insight terkait kemampuan siswa di fase A dan
C, memberikan rekomendasi


Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

33

Kebutuhan dari setiap pemangku kepentingan

3.

Kepala sekolah dan Dinas Pendidikan: Dokumen lengkap
mengenai hasil diskusi atau hasil temuan praktik baik sebagai
rekomendasi untuk didiskusikan lebih lanjut
Narasumber ekspert: Insentif
Guru matematika Fase A dan C: praktik baik, insight, dan
rekomendasi dari guru Fase B


34

media

CONTOH
PEMETAAN PEMANGKU KEPENTINGAN
TERKAIT KOMUNITAS BELAJAR

3

34 /

Tingkat prioritas pemangku kepentingan

4.

Kepala sekolah dari masing-masing guru: Prioritas 1, karena
dukungan dibutuhkan secara rutin
Dinas Pendidikan Desa Cerah Ceria: Prioritas 1
Narasumber ekspert terkait matematika Fase B (dari daerah
lain): Prioritas 3, karena cukup berbagi secara berkala
Guru matematika Fase A dan Fase C: Prioritas 2,
membutuhkan insight yang cukup rutin


Komunikasi dengan pemangku kepentingan

5.

Prioritas 1 - Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan

1.

Melakukan pertemuan rutin dengan kepala sekolah

dan Dinas setiap 1 bulan sekali untuk memberikan

informasi praktik baik yang dapat diterapkan di sekolah
2.

Dapat menggunakan Whatsapp untuk update temuan

secara mingguan

Prioritas 2 - Guru matematika Fase A & C

3.

Melakukan pertemuan rutin setiap 3 bulan sekali

sebagai berbagi praktik baik
4.

Membuat grup Whatsapp bersama untuk berbagi

secara spontan

Prioritas 3 - Narasumber Eksternal

5.

Dihubungi ketika terdapat acara-acara khusus

komunitas
6.

Dapat menghubungi via Whatsapp secara berkala

35

media

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

35

Setelah berdiskusi dan memetakan pemangku
kepentingan dan pihak eksternal yang terkait
dengan komunitas, Anda dapat menggunakan
dokumen yang telah diisi sebagai berikut:

Memulai kontak
dan komunikasi
dengan
pemangku
kepentingan

Mempersiapkan
kebutuhan
dari pemangku
kepentingan


Berkomunikasi
sesuai rencana
dengan
pemangku
kepentingan

Komunitas dapat memulai berkomunikasi dengan
pemangku kepentingan, terutama pemangku kepentingan
dengan tingkat prioritas tertinggi. Komunitas dapat
menjelaskan kerangka umum komunitas, tujuan belajar,
dan dukungan yang diharapkan dari pemangku
kepentingan.

Pada dokumen diskusi, telah dipetakan kebutuhan
pemangku kepentingan untuk mendukung komunitas.
Komunitas dapat mempersiapkan kebutuhan tersebut
secara berkala, serta berkomunikasi lebih lanjut terkait
kebutuhan lain dari pemangku kepentingan.

Komunitas belajar perlu berkomunikasi dengan pemangku
kepentingan sesuai dengan rutinitas yang telah ditetapkan
untuk menjaga hubungan baik dan mendapat dukungan
maksimal.

1.

2.

3.

TINDAK LANJUT DOKUMEN
PEMETAAN PEMANGKU
KEPENTINGAN TERKAIT
KOMUNITAS BELAJAR
3

36

media

MENUMBUHKAN
DAN MENJALANKAN
KOMUNITAS
BELAJAR

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

36 /

TAHAP 2 MENUMBUHKAN DAN MENJALANKAN

37

media

MENUMBUHKAN
DAN MENJALANKAN
KEGIATAN KOMUNITAS
BELAJAR

Pada tahap ini, kerangka dan rancangan dari komunitas
belajar diharapkan sudah matang, sehingga kegiatan dan
aktivitas belajar bersama dalam komunitas pun dapat
mulai dilakukan.

Tahap ini akan berfokus pada merincikan rencana
aktivitas komunitas belajar yang telah ditetapkansecara
umum pada tahap sebelumnya dan juga
menyelenggarakannya bersama seluruh anggota
komunitas. Sebagai contoh, jika pada tahap merintis
telah menentukan bahwa akan ada pertemuan belajar
dan diskusi rutin setiap minggu, topik apakah yang perlu
dibahas? Bagaimana cara menyelenggarakan
kegiatannya? Langkah apa yang perlu dilakukan setelah
kegiatan?

Untuk mempermudah proses kegiatan, terdapat beberapa
langkah yang direkomendasikan, yaitu:

37 /

Melaksanakan

kegiatan
belajar dalam

komunitas

Menentukan topik
untuk aktivitas belajar
komunitas melalui
analisis kebutuhan
anggota

Mendokumentasikan
dan mempublikasikan
hasil kegiatan
komunitas

Menentukan
narasumber
dari aktivitas
belajar

38

media

38 /

TAHAP 2 MENUMBUHKAN DAN MENJALANKAN

MENENTUKAN
TOPIK KEGIATAN
MELALUI ANALISIS
KEBUTUHAN

Untuk menentukan topik belajar guru yang tepat dalam
aktivitas yang telah ditentukan oleh komunitas, dapat dilakukan
analisis kebutuhan agar sesuai dan berdasarkan kebutuhan
atau permasalahan yang dihadapi dan kemudian dicari
solusinya bersama-sama. Semakin topik belajar sesuai
dengan kebutuhan, semakin berkembang dan bermanfaat
Komunitas Belajarnya kelak.

Analisis kebutuhan dapat dilakukan dengan 4 cara berikut:

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

38

Survei
sederhana

Rembuk Diskusi

Bincang Santai

Observasi kelas
anggota

Survei sederhana dapat dilakukan dengan menyebarkan
kuesioner berisi pertanyaan-pertanyaan terkait praktik
pembelajaran di kelas atau kebutuhan belajar guru. Survei
dapat ditujukan kepada para anggota, atasan anggota (kepala
sekolah) bahkan kepada para murid.

Survei dapat dibuat dalam bentuk pilihan ganda, isian singkat,
hingga essay. Untuk mempermudah proses survei, komunitas
dapat menggunakan Google Form sebagai sarana survei.

Rembuk diskusi dapat dilakukan pada aktivitas komunitas
yang telah ditentukan, contohnya pada diskusi mingguan atau
bulanan komunitas.

Analisis kebutuhan dapat dilakukan melalui bincang-bincang
santai di berbagai kesempatan seperti saat istirahat di ruang
guru atau sepulang sekolah. Bincang santai dengan beberapa
rekan guru dapat menggali informasi yang lebih dalam terkait
masalah sehari-hari rekan guru terkait pembelajaran

Analisis kebutuhan juga dapat dilakukan melalui meng-
observasi kelas dari anggota komunitas Anda. Untuk melakukan
observasi, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

1.

2.

3.

4.

a.

b.
c.

d.

e.

Mendapatkan persetujuan guru yang akan diobservasi.
Pastikan rekan anda memahami tujuan dan manfaat proses
observasi ini. Ceritakan hal-hal yang akan diobservasi dan
bagaimana Anda akan mengolah data hasil observasi.
Siapkan jadwal untuk observasi
Siapkan instrumen observasi kelas, yang dapat meliputi
perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran, dan
penilaian dalam pembelajaran
Berikan umpan balik dari hasil observasi Anda kepada
anggota yang telah diobservasi dan refleksikan bersama
hasil observasi.
Temukan tema atau isu utama dari hasil observasi guru.

39

media

39 /

Pada prinsipnya, narasumber untuk pertemuan di dalam
Komunitas Belajar bisa siapa saja, baik dari dalam
maupun luar komunitas. Meskipun demikian, narasumber
sebaiknya diutamakan berasal dari dalam komunitas.
Narasumber internal komunitas diutamakan agar kegiatan
pembelajaran dalam komunitas dapat berjalan secara
rutin dan semakin banyak informasi dan ilmu yang
ditukarkan dalam komunitas. Setiap anggota komunitas
memiliki ilmu yang pastinya dapat dibagikan kepada
anggota lainnya.

Jika terdapat topik-topik khusus yang yang belum
dikuasai anggota komunitas, komunitas belajar pun
dapat menghubungi narasumber eksternal yang dapat
membantu.

Hal yang penting diperhatikan ketika menentukkan
narasumber dalam komunitas adalah:

MENENTUKAN
NARASUMBER
DARI AKTIVITAS
BELAJAR

Kebutuhan
materi yang perlu
dipersiapkan

Ekspektasi hasil
pembelajaran
setelahselesai
pertemuan.

1.

2.

40

media

Agar kegiatan dalam Komunitas Belajar dapat
berjalan secara efektif, Kegiatan dapat terbagi ke
tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan,
dan pasca pelaksanaan.

MELAKSANAKAN
KEGIATAN BELAJAR
DALAM KOMUNITAS

Tahap Persiapan:

1.

2.

Memastikan waktu dan tempat penyelenggaraan
kegiatan, baik secara tatap muka atau daring
Menyepakati pembagian peran untuk kegiatan secara
spesifik

Tahap Pelaksanaan:

1.

2.

Melaksanakan kegiatan sesuai dengan aktivitas yang
telah disepakati dalam proses merintis dan merancang
komunitas belajar
Memperbanyak kesempatan diskusi dan tanya jawab
antara narasumber dan anggota komunitas belajar

Tahap Pasca Pelaksanaan:

1.

2.

3.

4.

Evaluasi kegiatan komunitas mulai dari tahap
pelaksanaansampai tahap evaluasi
Publikasikan hasil dokumentasi kegiatan agar anggota
yang tidak hadir juga mendapatkan manfaat
Dampingi rekan sejawat dalam menerapkan
pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar
sesungguhnya yang dijalankan.
Pada saat guru penggerak mengobservasi kelas
rekan sejawat, penting untuk juga merefleksikan
hal-hal apa yang dapat dipelajari dari rekan sejawat
yang diobservasi yang bisa diterapkan di kelas guru
penggerak

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

40

41

media

41 /

MENDOKUMENTASIKAN
DAN MEMPUBLIKASIKAN
DARI AKTIVITAS
BELAJAR

Kegiatan dokumentasi dan publikasi pengetahuan penting
dilakukan sebagai bagian dari manajemen pengetahuan.
Selain itu, dokumentasi dan publikasi adalah merupakan
sumber belajar bagi anggota komunitas dan dapat juga

hal-hal baik apa yang harus dipertahankan dan aspek-
aspek apa saja yang harus diperbaiki pada periode
kegiatan berikutnya.

Berikut bentuk-bentuk dokumentasi dan proses dokumentasi
pengetahuan yang dapat dilakukan dalam Komunitas Belajar:

Bentuk
Dokumentasi

Proses
Publikasi
Pengetahuan

Ringkasan kegiatan yang meliputi materi esensial,
paparan narasumber dan hasil refleksi peserta
Foto kegiatan dan hasil belajar
Video kegiatan

Memilih anggota yang bersedia menjadi Reporter
atau orang yang bertugas untuk menyusun
dokumentasi kegiatan
Reporter menuliskan dan mempublikasikan refleksi
pembelajaran pada kanal belajar yang disepakati.
Kanal belajar dalam bentuk media daring atau
luring.
Anggota komunitas membagikan ulang hasil
praktik atau materi yang didapatkan
Untuk mendorong keberlanjutan program, guru
penggerak bersama pemimpin sekolah dapat
memediasi menerbitkan hasil publikasi menjadi
karya guru
Anggota komunitas praktisi menyepakati tata cara
penulisan publikasi praktik baik.


42

media

Pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan
di komunitas tidak boleh berhenti di pertemuan.
Setiap pengetahuan dan keterampilan harus
membawa dampak pada proses pembelajaran
di kelas. Berikut langkah-langkah yang dapat
dilakukan untuk membantu anggota komunitas
belajar menerapkan pembelajaran dalam profesi:

MENDAMPINGI
ANGGOTA KOMUNITAS
MEMPRAKTIKAN
HASIL BELAJAR

Menanyakan kesulitan

dan tantangan saat
mengaplikasikan

praktik

Menyemangati
rekan sejawat untuk
mengaplikasikan
praktik baru di kelas
masing-masing

Memberikan waktu
kepada anggota untuk
Mengimplementasikan
praktik baru

Menanyakan
pengalaman
menjalankan praktik
baru di kelas

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

42

Mendorong anggota untuk mendokumentasikan
kegiatan saatmengimplementasikan praktik baru. Baik
praktik yang berhasil maupun yang belum berhasi

43

media

43 /

MEREFLEKSIKAN
TOPIK DARI AKTIVITAS
PEMBELAJARAN

topik belajar yang telah dipelajari Komunitas telah
bermanfaat atau belum bermanfaat untuk anggota
Komunitas mengenai apa yang berhasil dan yang tidak
dalam mengaplikasikan pembelajaran yang dilakukan.

Misal: Bila evaluasi disimpulkan bahwa ada beberapa
anggota Komunitas belum mampu menerapkan disiplin

muncul yang membuat tidak tercapainya hal tersebut.

yang belum berhasil dapat mencoba cara dari rekannya
yang sudah berhasil, dan rekan yang telah berhasil dapat
semakin mengembangkan praktik baik yang telah berhasil
ia lakukan.

Apakah anggota berhasil mengaplikasikan hal
yangdipelajari saat kegiatan belajar komunitas?

Bila belum berhasil, apa kendalanya
sehingga topik belajar komunitas berikutnya
dapat lebih baik

Apa hal-hal yang membuat topik belajar tersebut
berhasil diaplikasikan?

Untuk melakukan evaluasi dan refleksi,
lakukan rembuk bersama-sama rekan
komunitas untuk berdiskusi. Berikut beberapa
pertanyaan kunci yang dapat menjadi
pemantik diskusi:

44

media

CONTOH
DAN ALUR AGENDA
KEGIATAN KOMUNITAS
BELAJAR

Merefleksikan
topik dari kegiatan
pembelajaran

Menentukan
topik kegiatan berdasarkan
hasil analisis kebutuhan,
yaitu masalah yang paling
banyak ditemukan guru

Melakukan analisis
kebutuhan anggota
komunitas melalui
survei Google Form

Melaksanakan
kegiatan
belajar
komunitas

Menentukan
lokasi kegiatan
dan melengkapi
logistik
kegiatan

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

44

Mendokumentasikan
hasil kegiatan belajar
komunitas

Mencari narasumber
eksternal yang sesuai
dengan topik
pembelajaran

45

media

MERAWAT
KEBERLANJUTAN
KOMUNITAS
BELAJAR

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

45 /

TAHAP 3 MERAWAT KEBERLANJUTAN

46

media

Refleksi
ketercapaian
komunitas belajar
terhadap tujuan
bersama

1

2

46 /

Agar komunitas belajar Anda dapat berlangsung
secara berkelanjutan dan bermanfaat, perlu dilakukan

dilakukan enam bulan sekali, satu tahun sekali, atau
menyesuaikan dengan kebutuhan komunitas. Untuk dapat

digunakan, yaitu:

MEREFLEKSIKAN
DAN MENGEVALUASI
KEGIATAN DAN
KOMUNIKASI
KOMUNITAS BELAJAR

Refleksi
peraturan dani
nilai komunitas

Refleksi
dengan enam
topi berpikir

3

4

Refleksi
dengan metode
Sampaikan -
Tanyakan - Berikan

47

media

INSTRUMEN 1:
REFLEKSI TERHADAP
KETERCAPAIAN KOMUNITAS
BELAJAR TERHADAP
TUJUAN BERSAMA

Untuk mengevaluasi apakah aktivitas, komunikasi, da
kegiatan yang dilakukan dalam komunitas Anda telah
mengarahkan Anda untuk mencapai tujuan bersama, dalam
instrumen ini Anda dapat menganalisis dan membagi aktivitas
komunitas Anda dengan dua kriteria, yaitu:

Kesuksesan
aktivitas dan
komunikasi:

Dampak
aktivitas dan
komunikasi:

Dinilai dari tingkat partisipasi anggota,
keaktifan peserta tinggi, jumlah ilmu
yang terbagi dalam kegiatan,
dan dokumentasi aktivitas.

Dinilai dari apakah aktivitas membantu
anggota dalam kegiatan belajar
mengajar di kelas, dapat diterapkan
secara nyata, dan bermanfaat bagi
profesi guru anggota.

1.

2.

Dari dua kriteria tersebut, maka terdapat pertimbangan yang
dapat diskusikan bersama, yaitu:

Jika aktivitas atau komunikasi memiliki kesuksesan rendah

dan dampak rendah, maka dapat didiskusikan lebih lanjut

apakah kegiatan perlu dipertahankan atau terdapat hal

yang perlu diperbaiki

Jika aktivitas atau komunikasi memiliki kesuksesan tinggi

dan dampak tinggi, maka aktivitas dapat aktivitas dapat

dipertahankan dan/atau terus dikembangkan

Diskusi dapat disesuaikan dengan pendapat dan keadaan
dari komunitas Anda.

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

47

48

media

INSTRUMEN 1:
REFLEKSI TERHADAP
KETERCAPAIAN KOMUNITAS
BELAJAR TERHADAP
TUJUAN BERSAMA

48 /

Silakan gunakan lembar kerja berikut
sambil berdiskusi dengan
anggota komunitas Anda untuk
mengelompokkan aktivitas komunitas.

Kesuksesan rendah

Kesuksesan tinggi

Dampak rendah

Dampak tinggi

49

media

49 /

TAHAP 3 MERAWAT KEBERLANJUTAN

Dari hasil pengelompokkan tersebut, Anda dan komunitas
dapat menganalisis lebih lanjut mengenai aktivitas dan
komunikasi yang tidak berdampak dan tidak sukses atau
salah satunya, dan merencanakan rencana perbaikan atau
pembelajaran untuk komunitas kedepannya.

Lembar kerja ini dapat digunakan sebagai referensi untuk
menganalisis aktivitas dan komunikasi komunitas
bersama anggota.

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

49

Aktivitas yang
tidak sukses /
tidak berdampak /
keduanya
Mengapa?
Rencana Perbaikan
/ Pembelajaran
dari aktivitas /
komunikasi

50

media

INSTRUMEN 2:
REFLEKSI PERATURAN
DAN NILAI KOMUNITAS

50 /

sangat penting, maka mengevaluasi peraturan dan nilai
bersama yang telah ditetapkan adalah hal yang krusial.
Anda dapat mengevaluasi peraturan manakah yang berjalan
efektif dan bagaimana cara memperbaiki peraturan atau nilai
tersebut.

Anda dapat menggunakan lembar kerja ini sebagai referensi

komunitas peraturan komunitas Anda.

Peraturan /
Nilai Komunitas
Belajar

Tindak Lanjut /
Rencana
Perbaikan
Peraturan / Nilai

Apakah telah
berjalan
secara efektif?

51

media

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

51

INSTRUMEN 3:
ENAM TOPI BERPIKIR

Metode 6 Topi Berpikir merupakan konsep
pemikiran dan pemecahan masalah yang
menggunakan strategi pemikiran paralel.
Pada metode ini kita membagi fokus pemikiran
menjadi jalur paralel yang berbeda melalui
topi imajinasi.

Konsep Topi Berpikir dirancang oleh psikolog
Edward de Bono pada tahun 1985 dan
dinamakan "Six Thinking Hat". Konsep ini
memungkinkan kita untuk melihat ide dari
berbagai sudut dengan fokus yang berbeda
setiap kalinya. Dengan hanya membagi proses
pengambilan keputusan menjadi enam titik
fokus yang tepat, kita dapat menganalisis

Keterangan penggunaan:

Gunakan metode ini dalam proses diskusi dan
refleksi untuk mencapai suatu kesimpulan serta
rencana tindak lanjut.

Topi atau 6 fokus pemikiran bukanlah pilihan.
Semua perlu digunakan untuk menghasilkan
analisis yang menyeluruh dan efisien.

Manfaatkan papan tulis, kertas flipchart,
sticky notes, dan alat bantu lainnya dalam
menggunakan metode ini untuk komunitas.

52

media

INSTRUMEN 3:
ENAM TOPI
BERPIKIR

52 /

Putih

Merah

Hitam

Kuning

Hijau

Biru

Berisi data, fakta,
angkaangka, dan
informasi.

Berisi emosi,
perasaan, dan
intuisi.

Informasi apa
yang kita punya
dalam
komunitas?

Informasi
apa yang
masih perlu kita
cari?

Bagaimana
perasaan
saya terhadap
komunitas ini?

Berisi pertimbangan
hal negatif yang
muncul.

Hal negatif apa
yang timbul
dalam
komunitas?
Kerugian apa
yang terjadi?
Masalah apa
yang mungkin
muncul
setelahnya?

Berisi pertimbangan
halpositif yang
muncul.

Berisi pertimbangan
hal kreatif yang bisa
muncul.

Hal positif apa
yang timbul
dalam
komunitas?
Keuntungan apa
yang terjadi?
Masalah apa
yang mungkin
selesai
setelahnya?

Solusi apa yang
bisa komunitas
lakukan?
- Inovasi apa
yang
bisa komunitas
kerjakan?

Berisi kesimpulan
dari semua
pertimbangan

Langkah apa
yang akan
komunitas
ambil?

53

media

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

53

INSTRUMEN 3:
ENAM TOPI BERPIKIR

Putih

Merah

Hitam

Kuning

Hijau

Biru

54

media

INSTRUMEN 4:
SAMPAIKAN -
TANYAKAN- BERIKAN
(UMPAN BALIK STB)

54 /

STB (Sampaikan - Tanyakan- Berikan) adalah salah
satu metode memberikan umpan balik yang bisa Anda
gunakan dalam memberikan dan menggali umpan balik
dalam komunitas secara keseluruhan. Setiap anggota perlu
memberikan umpan balik yang memuat tiga hal yaitu,
‘Sampaikan’ (Tell), ‘Tanyakan’ (Ask), dan ‘Berikan’ (Give ).
Jumlah pertanyaan pada setiap aspek yang disarankan
adalah 1-3, namun bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan

pertanyaan agar sesuai dengan konteks kebutuhan.

Tell
Sampaikan
hal yang disukai

Ask
Tanyakan
pertanyaan
bermakna

Give
Masukan
masukan yang
membangun

Contoh pengisian:




Saya suka bagaimana komunitas ini ....
Menurut saya, proses yang ada
di komunitas…
Kekuatan dari komunitas ini adalah ....
Saya dapat memahami mengenai .....

Contoh pengisian:



Apakah komunitas sudah
mempertimbangan untuk ....
Bagaimana komunitas akan ....
Bagaimana komunitas bisa ....
Mengapa komunitas....

Contoh pengisian:




Komunitas mungkin mau mencoba untuk
mengubah/menambahkan ....
Saya sedikit kebingungan dengan ....
Bagaimana Komunitas bisa ....
Komunitas dapat menambahkan ....
Satu-satunya kesalahan kecil yang
terjadi ...

55

media

INSTRUMEN 4:
SAMPAIKAN -
TANYAKAN- BERIKAN
(UMPAN BALIK STB)

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

55

Tell
Sampaikan
hal yang disukai

Ask
Tanyakan
pertanyaan
bermakna

Give
Masukan
masukan yang
membangun

56

media

56 /

INSTRUMEN 4:
SAMPAIKAN -
TANYAKAN- BERIKAN
(UMPAN BALIK STB)

Anda bisa mengelompokkan hasil umpan balik pada T-Chart
seperti berikut dan menggunakannya untuk merencanakan
perbaikan kualitas komunitas nantinya.

Untuk dirayakan

Untuk ditingkatkan

57

media

DAFTAR PUSTAKA

Cambridge, D., Kaplan S. & Suter, V. (2005). Community of

practice design guide. Louisville, CO: Educause.

Catana, G.C., Debremaeker, I., Szkola, S.S.E., & Williquet, F.,

(2021). The Communities of Practice Playbook.

Kasiman, Puspowati, A., Jabar, U., Pratama, P., Lestari, P. R. D.,

& Silasakti, W. (2020). Belajar di Komunitas Praktisi

Panduan Membangun Komunitas Praktisi bagi Guru

Penggerak. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Republik Indonesia.

Wenger, E. (1998). Communities of practice: Learning as a

social system. Systems thinker, 9(5).

Wenger, E. (2010). Communities of practice and social learning

systems: the career of a concept. In Blackmore, C.

(Editor) Social Learning Systems and communities of

practice. Springer Verlag and the Open University.

Wenger, E., McDermott, R. A., & Snyder, W. (2002). Cultivating

communities of practice: A guide to managing

knowledge. Harvard business press

Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar

57

58

media
media

PENGGERAK
KOMUNITAS
BELAJAR

PA
UNTUK PENGEMBANGAN
KOMUNITAS BELAJAR
BAGI PENDIDIK

NDUAN PRAKTIS

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 58

SLIDE