Search Header Logo
Iman, Islam dan Ihsan

Iman, Islam dan Ihsan

Assessment

Presentation

Education

7th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

samsul arifin

Used 3+ times

FREE Resource

50 Slides • 0 Questions

1

media

Kita Mulai Dengan Membaca

2

media

Pengantar
Materi

3

media

Janji Iman Kepada Allah Swt

“Dan (ingatlah) Ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan
mereka dan Allah Swt mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman) “Bukankah Aku ini
Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi” (Kami lakukan yang demikian
itu) agar di hari kiamat tidak mengatakan, “sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini” (QS. al-A’raf/7

: 172)

َرِب ُتْسلا ْْۚمِهِسُفْنا ىٰٓلَع ْمُهَدَهْشاَو ْمُهَتَّيِ
رُذ ْمِهِرْوُهُظ ْنِم َمَدا ْْٓيِنَب ْْۢنِم َكُّبَر ذَخا ْذِاَو ِ
باْو
لاَق ْْۗم

ك ۛىلَب

ََۙنْيِلِفغ اذٰه ْنَع اَّنك اَّنِا ِةَمٰيِقلا َمْوَي اْولْوُقَت ْناۛ اَنْدِهَش١٧٢

4

media

Mengenal Iman

5

media

Pengertian (Bahasa)

Membenarkan /
mempercayai

Iman

amana - yu’minu –

imanan

“suatu ucapan, suatu perbuatan dan suatu niat, di mana tidak sempurna

salah satunya jika tidak bersamaan dengan yang lain.”

Pengertian (Istilah)

Iman

“Membenarkan dengan hati diucapkan dengan
lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan.”

Pengertian

Iman

Imam Syafii
dalam Kitab

Al-Umm:

Tujuan Keimanan adalah penghambaan diri pada Allah Swt semata antar manusia dan

Penciptanya, bukan penghambaan pada manusia lain atau golongan lain. Iman dalam agama
Islam artinya meyakini adanya wujud Allah Swt, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-

Nya, hari terjadinya kiamat serta qada’ dan qodar-Nya.

6

media

PILAR IMAN

Iman Kepada
Qadha Qadar

Iman Kepada

Rasul

Iman Kepada

Malaikat

Iman Kepada

Allah

Iman Kepada

Kitab

Iman Kepada

Hari Akhir

7

media

“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya

(Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta

kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-

malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh,

orang itu telah tersesat sangat jauh.” (QS. an-Nisa/4: 136).

ِبٰتِكلاَو ٖهِلْوُسَر ى

لَع لَّزَن ْيِذ
َّ
لا ِبٰتِكلاَو ٖهِلْوُسَرَو ِ
هللّٰاِب اْوُنِم
ا آْْوُنَما َنْيِذ
َّ
لا اَهُّيآٰي
َّ
لا ْنا ْْٓيِذ ْنَمَوْۗ لْبَق ْنِم

لَز

اًدْيِعَب ْۢ اللَض
َّ
لَض ْدَقَف ِرِخ

الا ِمْوَيلاَو ٖهِلُسُرَو ٖهِبُتكَو ٖهِت

كِٕىٰۤلَمَو ِ
هللّٰاِب ْرُف
كَّي١٣٦

Pilar

Pilar

Iman

8

media

Ilmul
Yaqin

'Ainul Yaqin

Haqqul
Yaqin

Dalam pemaknaan bahasa,
Ilmul Yaqin adalah keyakinan
yang didasarkan kepada ilmu,

sesuatu yang ada dengan

syarat adanya bukti.

diperuntukkan bagi mereka
yang cenderung rasional

‘Ainul Yaqin adalah keyakinan

yang didasarkan kepada

pengamatan, sesuatu yang ada
dengan disertai kejelasan. ‘Ainul
yaqin diperuntukkan bagi para

ilmuwan.

Haqqul Yaqin adalah

keyakinan yang didasarkan

kepada yang haq atau

kebenaran. sesuatu yang ada

dengan sifat sifat yang

menyertai kenyataan. Haqqul
yaqin, hanya bagi orang orang

yang ma’rifat.

Tingkatan

Keimanan

9

media

Seseorang tidak akan mencapai keimanan yang sempurna hingga ia melaksanakan dan mewujudkan

keislamannya dengan perbuatan nyata dengan cara sempurna. Islam adalah amalan-amalan nyata sebagai buah
dari keimanan seseorang. Keimanan tidak terpisah dari amal, karena amal merupakan buah keimanan dan salah

satu indikasi yang terlihat oleh manusia.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu
adalah mereka yang jika disebut nama Allah

gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan

kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman
mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka
bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan
salat dan yang menafkahkan sebagian dari rizki
yang kami berikan kepada mereka. Itulah orang-
orang yang beriman dengan sebenar-benarnya.”

(QS. Al-Anfal: 2-4)

Iman dan

Amal

Shalih

10

media

Mengenal Allah Ta’ala melalui nama-nama dan
sifat-sifat-Nya.

Semakin

seseorang

mengenal

Allah, keimanannya semkain bertambah.

Banyak melakukan ketaaatan.

Memperhatikan

ayat-ayat

Allah

baik

ayat-ayat

kauniyah maupun ayat syar’iyah.

Meninggalkan

kemakisatan

dalam

rangka

mendekatkan diri kepada Allah.

PENAMBAH & PENGURANG IMAN

Berpaling dari mengenal Allah dan nama-nama
serta sifat-sifat-Nya

Sedikitnya amal shalih.

Tidak mau memperhatikan ayat-ayat kauniyah
dan syar’iyah.

Melakukan kemaksiatan kepada Allah.

PENAMBAH IMAN

PENGURANG IMAN

Keimanan seseorang memiliki ciri yang sangat khas, yaitu selalu dinamis. Mayoritas ulama memandang keimanan selalu
beriringan dengan amal saleh, sehingga mereka menganggap keimanan akan bertambah dengan bertambahnya amal saleh. Begitu pula

sebaliknya.

11

media

Iman kita bertambah ketika kita selalu berada dalam amal kebaikan sebaliknya iman kita akan

berkurang ketika kita malas melakukan kebaikan, sebagaimana hadits Nabi Muhammad Saw. sebagai

berikut:

“Tiga perkara yang apabila terdapat dalam diri

seseorang, maka ia akan merasakan
manisnya Iman: Menjadikan Allah dan

RasulNya lebih dicintainya melebihi dari selain

keduanya, mencintai seseorang yang tidak

dicintainya melainkan karena Allah, membenci

dirinya kembali kepada kekufuran
sebagaImana bencinya ia kembali

dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR.

Bukhori Muslim).

Agar Iman

Selalu

Bertambah

12

media

KADAR MINIMAL RUKUN IMAN

Masing-masing rukun iman memiliki kadar minimal

sehingga dikatakan sah keimanan seseorang terhadap

rukun tersebut.

Iman kepada

Allah:

Beriman dengan
wujud (keberadaan)
Allah

Beriman dengan

rububiyah Allah

Beriman dengan
uluhiyah Allah

Beriman dengan
nama-nama dan sifat-
sifat Allah

Iman kepada para

malaikat Allah:

Beriman dengan keberadaan para
malaikat Allah

Mengimani secara rinci nama- nama
malaikat yang kita ketahui, dan
mengimani secara global yang tidak
kita ketahui

Mengimani secara rinci sifat- sifat
mereka yang kita ketahui, dan
mengimani secara global yang tidak
kita ketahui

Mengimani secara rinci tugas- tugas
mereka yang kita ketahui, dan
mengimani secara global yang tidak
kita ketahui

Iman kepada kitab-kitab

Allah:

Mengimani bahwa seluruh kitab
berasal dari Allah

Mengimani secara rinci nama-
nama kitab Allah yang kita ketahui
dan mengimani secara global yang
tidak kita ketahui

Membenarkan berita-berita

yang

terdapat

dalam

kitab-kitab

tersebut

Beramal dengan hukum-hukum
yang ada di dalamnya selama
belum dihapus

13

media

Iman kepada para rasul

Allah :

Mengimani

bahwa

seluruh

risalah para rasul berasal dari
Allah

Mengimani secara rinci nama
para nabi dan rasul Allah yang
kita ketahui dan mengimani
secara global yang tidak kita
ketahui

Membenarkan berita yang
shahih yang datang dari
mereka

Beramal dengan syariat Rasul
yang diutus kepada kita (yaitu
Muhammad Saw)

Iman kepada Hari

Akhir :

Beriman dengan hari

kebangkitan

Beriman dengan hari
perhitungan dan pembalasan
(al-Hisaab wal Jazaa’)

Beriman dengan surga dan
neraka

Beriman dengan segala
sesuatu yang terjadi setelah
kematian

Beriman bahwa Allah
mengetahui segala sesuatu
yang terjadi

Beriman bahwa Allah telah
menetapkan segala sesuatu
di Lauh Mahfudz

Beriman

bahwa

segala

sesuatu

terjadi

dengan

kehendak Allah

Beriman bahwa segala
sesuatu yang terjadi
merupakan makhluk Allah

Iman kepada takdir
(Qada dan Qadar):

14

media

artinya naik turun, bertambah
dan berkurang. Bertambah

karena melaksanakan
ketaatan dan berkurang

karena melakukan

kemaksiatan.

artinya tidak dapat diukur kadar

keimanan seseorang karena
berada dalam hati, hanya Allah

Swt. yang Maha mengetahui yang
dapat mengetahi isi hati sesorang.

1
Tiga Kriteria Sifat Iman

Artinya tingkat dan kadar
keimanan dalam hati orang
beriman itu berbeda dan tidak
sama, ada yang kuat, ada yang

sedang dan ada yang lemah

imannya.

Bersifat Abstrak

Bersifat Fluktuatif

Mempunyai Tingkatan

15

media

Syeikh Muhammad Nawawi

bin Umar al-Jawi

Qamiuth-Thughyan ‘ala

Manzhumati Syu’abu al-Iman

Menurut Syeikh Muhammad Nawawi bin Umar al-

Jawi dalam kitab Qamiuth-Thughyan ‘ala

Manzhumati Syu’abu al-Iman, enam pilar iman

memiliki beberapa bagian atau cabang dan perilaku
yang dapat menambah amal manusia jika dilakukan

semuanya, namun juga dapat mengurangi amal

manusia apabila ditinggalkannya.

Terdapat 77 cabang iman, di mana setiap
cabang merupakan amalan atau perbuatan yang
harus dilakukan oleh seseorang yang mengaku
beriman (mukmin). 77 cabang itulah yang disebut

dengan syu’abul iman.

Bilamana 77 amalan tersebut dilakukan seluruhnya,
maka telah sempurnalah imannya, namun apabila

ada yang ditinggalkan, maka berkuranglah

kesempurnaan imannya.

Syu

abul

Iman

(

Cabang

-

cabang

Iman)

16

media

Dalil Syu’abul Iman (1)

Dari Abu Hurairah ra.berkata, Rasulullah Saw. bersabda: “Iman itu 77 (tujuh puluh

tujuh) lebih cabangnya, yang paling utama adalah mengucapkan laa ilaha illallah, dan

yang paling kurang adalah menyingkirkan apa yang akan menghalangi orang di

jalan, dan malu itu salah satu dari cabang iman.” (HR. Muslim).

17

media

“Telah menceritakan kepada kami Muhammad Al-Ju’fiy, dia berkata: Telah menceritakan kepadaku Abu Amiri

al-Aqadi, berkata: Sulaiman bin Bilal dari Abdullah bin Dinar dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata,
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Iman itu ada lebih dari enam puluh cabang. Dan malu

itu adalah sebagian dari iman.“ (HR. Bukhari).

Dalil Syu’abul Iman (2)

Dalil Syu’abul Iman (3)

Dari Anas r.a., dari Nabi Saw. beliau bersabda, “tiga hal yang barang siapa ia memilikinya, maka ia akan
merasakan manisnya iman. (yaitu) menjadikan Allah Swt. dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya,

mencintai (sesuatu) semata-mata karena Allah Swt. dan benci kepada kekufuran, sebagaimana

bencinya ia jika dilempar ke dalam api neraka.(HR. Bukhari Muslim)

18

media

Terdapat beberapa ahli hadis yang menulis risalah mengenai syu’abul iman atau cabang-cabang iman. Di

antara para ahli hadis tersebut adalah:

1. Imam Baihaqi RA yang menuliskan kitab Syu’bul Iman;
2. Abu Abdilah Halimi RA dalam kitab Fawaidul Minhaj;
3. Syeikh Abdul Jalil RA dalam kitab Syua’bul Iman;
4. Imam Abu Hatim RA dalam kitab Washful Iman wa Syu’buhu.

Para ahli hadis ini menjelaskan dan merangkum 77 cabang keimanan tersebut menjadi 3 kategori atau

golongan berdasarkan pada hadis Ibnu Majah berikut ini

"Dari Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, Rasulullah Saw. bersabda: iman adalah tambatan

hati, ucapan lisan dan perwujudan perbuatan" (HR. Ibnu Majah)

Macam

-

macam

Syu

abul

Iman

19

media

DIMENSI

CABANG KEIMANAN

Ma'rifatun bil

qalbi yaitu meyakini

dengan hati

Iqrarun bil lisan

yaitu diucapkan

dengan lisan

Amalun bil arkan

yaitu

mengamalkannya
dengan perbuatan.

20

media

Hakikat Islam

21

media

Pengertian

tunduk dan patuh, berserah
diri, keselamatan, kedamaian

dan kemurnian

Islam

aslam-yuslim-

islam

Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah Swt kepada nabi Muhammad Saw dengan perantara malaikat
Jibril, untuk seluruh umat manusia untuk keselamatan di dunia dan di akhirat dengan melaksanakan semua

perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Kata dasar yang lan

Islam

salam yang

terbentuk dalam

kata salm

selamat, sejahtera tidak cacat

dan tidak tercela

Pengertian

Islam

22

media

Islam

adalah

agama yang

diridhai

Allah yang

diwahyukan

kepada

para

nabi

dan

rasul

dari

generasi

ke

generasi

,

hingga

sampai

kepada

Nabi

Akhir

Zaman (Nabi Muhammad Saw).

23

media

Siapapun yang menyerahkan
dirinya pada aturan (syariat)

Allah, maka dia adalah…

Islam/ Muslim

24

media

“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam.
Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi
kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu,

karena kedengkian di antara mereka.

Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah

maka sungguh Allah sangat cepat perhitungan-

Nya.” (QS. Ali ‘Imran: 19).

Dalil

Agara

yang

Diridhai

Allah

Hanyalah

Islam

25

media

“Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di

akhirat dia termasuk orang yang rugi.” (QS. Ali ‘Imran: 85)

Dalil

Selain

Islam

Tidak

Diterima

26

media

Islam

dibentuk

oleh lima

unsur

yang

dikenal

dengan

Rukun

Islam

Lalu apa indikator seseorang disebut
muslim? Indikatornya dapat dilihat dari

bagaimana dia melaksanakan lima perkara yang

terangkum dalam rukum Islam. Jika ia

mengabaikan lima perkara yang terdapat dalam
rukun Islam tersebut, tentu keislamannya kurang

sempurna walaupun ia menjalankan salah

satunya dengan sempurna

27

media

Syahadat

Dua kalimat ini merupakan sahnya seseorang sebagai seorang

muslim yang harus dibuktikan dengan keyakinan dalam hati

sebagi perwujudan dari ucapan kalimat yang telah diucapkannya

Syahadat

seperti

password

untuk

login

ke

suatu

website

atau

aplikasi

.

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi

Muhammad adalah utusan Allah”

28

media

Shalat

SYARAT

IMAM

paling fasih

paling paham fiqih

paling mengerit ilmu shalat

bukan wanita kecuali wanita

sah shalatnya

diridhai makmumnya

imam rawatib

banyak hafalannya

SYARAT
MAKMUM

niat jadi makmum

tidak melewati posisi imam

tahu gerakan imam

tidak terpisah dengan imam

tidak tertinggal 2 gerakan rukun

tidak mendahului imam

ikut semua gerakan imam

mengakui sahnya shalat imam

Bahasa: Doa

Istilah: serangkaian
ucapan dan gerakan
yang tertentu yang
dimulai dengan
takbir dan diakhiri
dengan salam
sebagai sebuah
ibadah ritual

29

media

dimiliki secara sempurna

produktif

melebihi nishab

melebihi hajat (kebutuhan)

melewati haul

selamat dari hutang

KRITERIA HARTA

ZAKAT

1. peternakan

2. pertanian

3. perdagangan

5. Fithr (fitrah)

4. emas perak uang

6. rikaz/harta terpendam

JENIS
ZAKAT

7. profesi

8. persewaan

kontemporer

klasik

Secara bahasa (etimologi), zakat berarti:
Suci

Tumbuh

Berkembang

Berkah

Beres

Dalil Zakat: QS. 30:39, QS. 9:103, QS. 18:81

• HARTA

• JIWA

• PERILAKU

Zakat

30

media

Puasa

31

media

Haji

RUKUN HAJI

niat

wukuf di Arafah

sa’i

tahallul

tawaf

LUPUT

qadha’

dam

WAJIB
HAJI

ihram dari miqat

mabit di muzdalifah

melontar jamarat

tawaf wada’

mabit di mina

dam

3 hari di haji

7 hari pulang

puasa

LUPUT

KESIMPULAN
JADWAL HAJI

8 Dzulhijjah: ke mina, ihram, mabit

9 Dzulhijjah: menuju arafah, wukuf, ke muzdalifah

11 Dzulhijjah: ke mina lagi (jumroh ula, wustha, aqobah)

10 Dzulhijjah: ke mina, jumroh aqabah, tahalul, otw Mekah
(ifadhah dan sa’i)

13 Dzulhijjah: Sudah bisa pulang

12 Dzulhijjah: Otw mekah, thawaf wada’ tanpa sa’i, selesai

32

media

Hakikat Ihsan

33

media

Ihsan

menjadikan sesuatu lebih

baik/berbuat kebaikan

Isim Masdar (nama
benda yang masih

kata dasar)

ahsan-yuhsin-

ihsan

Orang yang berbuat ihsan disebut muhsin, ini mengandung arti bahwa orang
yang berbuat baik. Setiap perbuatannya yang nampak merupakan sikap jiwa

dan perilaku sesuai atau dilandaskan pada aqidah dan syariat Islam.

Pengertian secara Istilah

kesadaran yang sedalam-dalamnya bahwa Allah

Swt. senantiasa hadir atau bersama manusia

dimanapun berada.

Pengertian

Ihsan

Pengertian

Ihsan

34

media

Orang yang ihsan memahami bahwa Allah Swt selalu

Mengawasinya

35

media

Ihsan adalah: “Hendaklah engkau beribadah
kepada Allah seolah-olah engkau melihat-
Nya. Tapi jika engkau tidak melihat-Nya,
maka sesungguhnya Allah melihatmu”.

Perbincangan

Rasulullah

dan

Malaikat

Jibril

36

media

Imam Nawawi dalam menjelaskan definisi ihsan tersebut

menuturkan bahwa bila seseorang di dalam ibadahnya mampu
melihat secara nyata Tuhannya maka sebisa mungkin ia tidak

akan meninggalkan sedikit pun sikap khusyuk dan khudlu’

(merendah diri) di dalam ibadahnya tersebut (Imam Nawawi, al-
Minhâj Syarh Shahîh Muslim ibnil Hajjâj, Kairo: Darul Ghad

Al-Jadid, 2007, jilid I, juz 1, halaman 161).

ilustrasi

Pembagian Ihsan

Ihsan dalam beribadah kepada Allah

Swt.

Ihsan kepada semua pemberian

Allah Swt.

Orang yang berihsan dalam beribadah akan berpenampilan

sebaik mungkin karena ia merasa sedang berhadapan
langsung dengan Tuhan yang disembahnya. Ia gunakan

pakaian terbaiknya, dengan wewangian, rambut tersisir rapi,

tanpa ada kotoran yang menempel di badannya, dan

sebagainya.

Dengan berihsan seorang yang mengendarai motor misalnya,
tak akan pernah ugal-ugalan karena ia merasa malu sedang
dilihat oleh Allah. Seorang pedagang tak akan curang karena
merasa selalu diperhatikan oleh Allah. Seorang pegawai tak
akan curang dan korup karena ia sadar sebagai hamba Allah

tak pernah luput dari pengawasan-Nya.

37

media

QS.

Ar

-

Rahman [

55

]:

60

38

media

QS. An

-

Nahl

[

55

]:

90

“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat

kebajikan….”

39

media

Hubungan Iman,
Islam, Ihsan

40

media

Pondasi seperti iman

Bangunannya seperti islam

Atapnya seperti ihsan

41

media

Q.S.

Fatir

[

35

] Ayat

32

Tentang

Keuntungan

Orang yang

Lebih

Dahulu

Berbuat

Kebaikan

(Ihsan)

“Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang – orang yang Kami pilih di antara hamba –
hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan
dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu

adalah karunia yang besar.”

(Q.S. Fatir [35]:32)

42

media

َفَطْصا َنيِذَّلا َباَتِكْلا اَنْ ثَرْوَأ َّمثُ ََِِاََِِ ْنِِ اَنْ ي ۖ َ نِِّل ٌِلِاَظ ْممهْ نِمَف ِهِسْف

ِِب ِتاَْيَْْلِْبِ ٌقِباَس ْممهْ نَِِو ٌدِصَتْقُِّ ممهْ نَِِو ََِّا ِاْذْن ۖ ميََِْكْلا ملْضَفْلا َومه َكِلََٰذْن[٣٥:٣٢]

kemudian

Kami

wariskan

(kepada)

orang-orang

Kitab (itu)

Yang kami

pilih
Diantara
hamba-

hamba Kami

Maka diantara

mereka

Berbuat
zhalim

Dan diantara

mereka

QS. Fatir: 32

Ada yang

pertengahan

Dan

diantara
mereka
Yang lebih
dulu berbuat

kebaikan

Dengan
izin Allah

(yang

demikian) itu

karunia

Yang
besar

43

media

Zalim terhadap diri sendiri. Karakter: buruk, jahat, durjana dan pendosa.

Berkepribadian: Ammarah syirik, kufur, riya’, nifaq, bid’ah, sihir, membangga-
banggakan kekayaan, mengikuti hawa nafsu dan syahwat, sombong dan ujub,
membuat kerusakan, boros, memakan riba, mengumpat, pelit, durhaka,
membangkang, benci, pengecut atau takut, fitnah, angan-angan/mengkhayal, hasud,
khianat, senang dg duka orang lain, ragu-ragu, buruk sangka, rakus, marah, menipu,
cerita kejelekan orang lain, jahat, dusta, sumpah palsu, keji, makar, bunuh diri, adu
domba, dll.

Zalimun
Linafsih
1

Muqtasid (di tengah-tengah) antara baik dan buruk, antara berbuat dosa dan segera bertaubat.

Kepribadian Lawwamah sulit ditentukan karena antara kepribadian ammarah dan
muthmainnah. Bisa berarti :
(1)

Pada dasarnya, perilakunya tidak memiliki nilai baik atau buruk, namun dengan
dorongan motivasi atau niat, maka perilaku itu akan menjadi buruk atau baik.

(2)

Ia bernilai baik menurut ukuran manusia, tetapi belum tentu baik menurut ukuran Allah,
seperti rasionalitas, moralitas, dan sosialis yang dimotivasi oleh antroposentris atau
insaniyahberpusat kpd manusia.

Muqtasid
2

Penggolongan

Manusia

Menurut

Q.S.

Fatir

[

35

] Ayat

32

44

media

Sabiqun bil Khairat (segera melaksanakan kebajikan).

Karakter dasarnya adalah baik dan perilakunya bermuara pada ibadah yang berpahala.

Kepribadiannya muthmainnah: ada 3 aspek yang menjadi sistem kepribadian Islam, yaitu :
Iman, Islam, dan Ihsan.

Sabiqun
bil Khairat
3

45

media

Allah Swt. menurunkan Al–Qur’an kepada Nabi Muhammad Saw, Allah mewariskan Al-Qur’an dan petunjuk

yang ada di dalamnya kepada sebagian dari hamba-hamba Allah yang terpilih.

Di antara mereka yang terpilih untuk mewarisi Al-Qur’an itu berbagai menjadi tiga golongan, yaitu zalimun

linafsihi, muqtasid dan sabiq bin-khairat.

Isi Kandungan

Di antara ketiga kelompok itu hanya satu kelompok yang akan mendapatkan balasan setimpal daari Allah

yang berupa surga ‘Adn dengan segala kenikmatan di dalamnya.

Q.S.

Fatir

[

35

] Ayat

32

46

media

Nasihat

Imam Ali bin Abi

Thalib

Ilustrasi

Sahabat Ali karomallahu wajhah berkata, “Sesungguhnya iman itu

terlihat seperti sinar yang putih, apabila seorang hamba

melakukan kebaikan, maka sinar tersebut akan tumbuh dan

bertambah sehingga hati (berwarna) putih. Sedangkan

kemunafikan terlihat seperti titik hitam, maka bila seorang

melakukan perkara yang diharamkan, maka titik hitam itu akan

tumbuh dan bertambah hingga hitamlah (warna) hati”.

47

media

Urgensi Iman, Islam,
Ihsan

Dalam

Membentuk

Karakter

Manusia

48

media

Taubat (berjanji tidak mengulangi kesalahan dan maksiat)

Wara’ (menjauhkan diri dari dosa, maksiat, dan perkara syubhat atau yang

remang-remang hukumnya)

Qona’ah (rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang telah didapat

dan tidak rakus)

Zuhud (mengalihkan kesenangan duniawi kepada sesuatu yang lebih

bermakna)

Sabar (menahan diri atau membatasi emosi serta mampu bertahan dalam

situasi sulit tanpa mengeluh)

Membentuk Karakter Manusia Insan Kamil (Manusia Sempurna)

Tawakal (berserah diri kepada Allah Swt)

Untuk menapaki jalan insan kamil, terlebih dahulu kita perlu mengingat kembali tentang 4 unsur manusia yaitu jasad/raga, hati, roh dan rasa.
Keempat unsur manusia ini harus difungsikan untuk menjalankan kehendak Allah Swt. Hati nurani harus dijadikan rajanya dengan cara selalu

mengingat sang Pencipta alam semesta. Level yang dimaksud merupakan karakter-karakter inti yang memiliki 6 unsur:

49

media

Tentang Penulis

Rian Hidayat, S.Pd.I., M.Pd., Gr

GPAI SMP-SMA Semesta Semarang

Konselor MIBS Semarang

Pengurus MGMP PAI SMA Kota Semarang

Pengurus MGMP PAI SMA Jawa Tengah

FB: Rian Hidayat Ab

IG: @rianhidayatabi

Tiktok: @rianhidayat.abi

Youtube 1: Rian Hidayat Abi

Youtube 2: Pendidikan Agama Islam

50

media
media

Kita Mulai Dengan Membaca

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 50

SLIDE