Search Header Logo
Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka

Assessment

Presentation

English

3rd Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Amanda Devina

Used 1+ times

FREE Resource

16 Slides • 0 Questions

1

​Kurikulum Merdeka

media

2

media

KURIKULUM
MERDEKA

3

media

A. Paradigma Pendidikan di Masa Kolonial
Pendidikan di Indonesia telah dimulai sejak zaman kolonial.
Untuk mengetahui lebih lanjut terkait pendidikan pada zaman
kolonial, silahkan Bapak Ibu guru saksikan video di bawah ini
:Sumber: https://youtu.be/Zw6DrK8jkAQ
Pada akhir video, Bapak Ibu diberi pertanyaan terkait “Apakah
kita sudah merdeka?”. Mungkin Bapak Ibu guru akan memiliki
pendapat yang berbeda. Namun, jika dikaitkan dalam proses
pembelajaran tentu saja kita masih belum merdeka. Selama ini
sekolah dan guru hanya berperan sebagai pelaksana kurikulum
yang diterapkan pemerintah. Pemerintah menyusun kompetensi
inti, kompetensi dasar, dan materi yang harus disampaikan
kepada siswa. Kemudian sekolah dan guru hanya menyusun
pembelajaran yang sesuai dengan apa yang telah ditetapkan
pemerintah padahal kondisi sekolah dan guru di setiap sekolah
tidak sama. Begitu pun dengan kondisi siswa. Meskipun setiap
siswa memiliki bakat, minat, dan kemampuan awal yang
berbeda – beda, mereka dipaksa memahami materi yang sama.

KEGIATAN BELAJAR 1
MERDEKA BELAJAR

B. Paradigma Baru Pendidikan: Kurikulum Merdeka
Pembelajaran Kurikulum Merdeka mencoba mewujudkan impian
besar Ki Hajar Dewantara terkait tercapainya kemerdekaan belajar
bagi anak – anak di Indonesia. Pendidikan menurut Ki Hajar
Dewantara adalah sarana untuk mewujudkan kebudayaan yang
diharapkan oleh suatu bangsa. Untuk memahami pemikiran Ki Hajar
Dewantara terkait pendidikan silahkan Bapak Ibu guru saksikan video
di bawah ini:
Sumber: https://youtu.be/MdwKqu93wKA
Seperti yang disampaikan dalam video, sudah selanyaknya
pendidikan berubah sesuai dengan perkembangan zaman tanpa
meninggalkan nilai – nilai kemanusiaan yang dimiliki. Perubahan
kurikulum saat ini bukanlah idealisme Menteri Pendidikan dalam
mewujudkan legitimasinya. Namun, mutlak diperlukan akibat
perkembangan zaman serta adanya fenomena loss learning yang
diakibatkan oleh pandemik Covid-19. Berikut akan diuraikan lebih
lengkap mengenai hasil evaluasi penerapan kurikulum 2013 sebagai
latar belakang terjadinya perubahan kurikulum dan karakteristik
umum dari kurikulum merdeka ini.

4

media

1. Hasil Evaluasi Kurikulum 2013
Hampir 9 tahun kurikulum 2013 coba diterapkan di Indonesia, namun hasil evaluasi kurikulum 2013 in
dianggap kurang baik sehingga memicu timbulnya kurikulum baru yang lebih sesuai untuk kondisi
saat ini. Berikut beberapa hasil evaluasi dokumen kurikulum 2013 berdasarkan Puspurbuk 2021:

a. Kompetensi Kurikulum 2013 terlalu luas, sulit dipahami, dan diimplementasikan oleh guru
b. Kurikulum yang dirumuskan secara nasional belum disesuaikan sepenuhnya oleh satuan
pendidikan dengan situasi dan kebutuhan satuan pendidikan, daerah, dan siswa
c. Mata Pelajaran informatika bersifat pilihan, padahal kompetensi teknologi merupakan salah
satu kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh siswa abad 21
d. Pendekatan tematik pada jenjang PAUD dan SD dan mata pelajaran pada jenjang SMP,
SMA, SMK, Diktara, Diksus merupakan satu – satunya pendekatan dalam Kurikulum 2013 tanpa
ada pilihan pendekatan lain
e. Struktur kurikulum pada jenjang SMA yang memuat mata pelajaran pilihan (peminatan)
kurang memberikan keleluasaan bagi siswa untuk memilih selain IPA, IPS, atau Bahasa. Gengsi
peminatan juga dipersepsi hirarkis

5

media

Selain dalam hal dokumen, hasil evaluasi terhadap implementasi kurikulum 2013 dianggap belum
cukup baik. Berikut hasil evaluasi terhadap implementasi kurikulum 2013 :

A.Komponen perangkat pembelajaran terlalu banyak dan menyulitkan guru dalam membuat
perencanaan
B.Rumusan kompetensi yang detil dan terpisah – pisah sulit dipahami sehingga guru kesulitan
menerjemahkan dalam pembelajaran yang sesuai dengan filosofi kurikulum 2013
C.Strategi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan monitoring implementasi kurikulum 2013 belum
terlaksana secara tepat dan optimal, belum variative, belum sesuai dengan kebutuhan, dan belum
efektif
D.Masih banyak pengawas, kepala sekolah, dan guru yang memiliki pemahaman kurang tentang
kerangka dasar, diversifikasi, dan konsep implementasi Kurikulum 2013
E.Sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan monitoring implementasi Kurikulum 2013 belum
berdampak optimal terhadap pemahaman pengawas, kepala sekolah, guru, kemampuan dan kinerja
guru, serta peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.

6

media
media

2. Karakteristik Kurikulum
Arah pengembangan Kurikulum Merdeka ada tiga yaitu :

1.Orientasi holistik, yang berarti kurikulum dirancang untuk mengembangkan siswa secara holistik,
mencakup kecakapan akademis dan nonakademis, kompetensi kognitif, sosial, emosional, dan
spiritual.
2.Berbasis kompetensi, bukan konten, yang berarti kurikulum dirancang berdasarkan kompetensi
yang ingin dikembangkan, bukan berdasarkan konten atau materi tertentu.
3.Kontekstualisasi dan personalisasi, yang berarti kurikulum dirancang sesuai konteks (budaya, misi,
sekolah, lingkungan lokal) dan kebutuhan siswa.
Secara ringkas, ilustrasi arah pengembangan Kurikulum Merdeka dapat dilihat pada gambar 1.1 di
bawah ini :

7

media
media
media

Kurikulum merdeka mendorong pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, serta
memberi ruang yang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar. Implementasi
kurikulum merdeka dalam pembelajaran harus memperhatikan 3 karakteristik utama yang dapat
dilihat pada gambar 1.2 di bawah ini :

8

media

Penjelasan lengkap karakteristik utama dari kurikulum merdeka, yaitu :

1.Pembelajaran berbasis proyek untuk mengembangkan soft skill dan karakter siswa
Berbeda dengan pengembangan karakter yang diterapkan pada Kurikulum 2013 melalui penanaman
nilai – nilai karakter selama proses pembelajaran, pada Kurikulum Merdeka ini pengembangan
karakter dan soft skill siswa dilakukan melalui penerapan pembelajaran berbasis projek dari 7 tema
utama yang telah ditetapkan oleh Kemdikbudristek. Tema tersebut yaitu Bangunlah Jiwa dan
Raganya, Berekayasa dan Berteknologi untuk membangun NKRI, Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan
Lokal, Kewirausahaan, dan Suara Demokrasi.

2.Fokus pada materi esensial
Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, yang memuat banyak materi pelajaran, pada Kurikulum
Merdeka lebih menerapkan pada materi esensial yaitu literasi dan numerasi
3. Fleksibilitas
Untuk memahami fleksibilitas ada pada Kurikulum Merdeka, mari kita cermati
bersama perbedaan perancangan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka:

9

media
media

KURIKULUM 2013

KURIKULUM MERDEKA

Kerangka kurikulum saat ini masih mengunci
pada tujuan pembelajaran pertahun

Kurikulum merdeka menetapkan tinjauan belajar per
fase(2-3 tahun) untuk memberikan fleksibilitas bagi
guru dan sekolah

Struktur kurikulum, mengunci jam pelajaran
setiap Minggu

Kurikulum merdeka menetapkan jam pelajaran
pertahun agar sekolah dapat berinovasi dalam
menyusun kurikulum dan pembelajarannya

Tabel 1.1 Perbedaan Perancangan Kurikulum

10

media

Pendidikan di Indonesia dimulai pada zaman kolonial dengan tujuan awal mendidik
calon pegawai Belanda. Meskipun telah merdeka, Indonesia belum merdeka dalam hal
pendidikan.
Lahirnya Kurikulum Merdeka disebabkan oleh kurang efektifnya Kurikulum 2013 baik dari
segi dokumen maupun implementasinya
Arah pengembangan Kurikulum Merdeka adalah berorientasi holistik, Berbasis
kompetensi, bukan konten, dan Kontekstualisasi dan personalisasi.
Karakteristik Kurikulum Merdeka adalah Pembelajaran berbasis proyek untuk
mengembangkan soft skill dan karakter siswa, fokus pada materi esensial, dan
fleksibilitas.

RANGKUMAN

11

media

UJI KEMAMPUAN ANDA

1. Pembelajaran seperti apa yang harus diterapkan pada implementasi Kurikulum
Merdeka sesuai dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara?
2. Apa tujuan yang diharapkan tercapai dalam penerapan Kurikulum Merdeka?

12

media

TES FORMATIF

Setelah menjawab seluruh soal tersebut, cocokkan jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes
Formatif-1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban benar Anda. Setiap
jawaban benar diberi skor 2 sehingga skor tertinggi adalah 10 (sepuluh) dan skor
terendahadalah 0 (nol). Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasaanAnda terhadap materi Kegiatan Belajar (KB) ini. Jika nilai Anda 60% maka Anda
boleh langsung melanjutkan belajar ke Kegiatan Belajar berikutnya. Sedangkan jika nilai Anda
kurang dari 60% maka Anda perlu mengulangi belajar KB ini terutama materi yang berkaitan
dengan jawaban yang salah.
Rumus :

Tingkat penguasaan = jumlah skor jawaban benar/10x 100%

ARTI PENGUASAAN :
81% -100% = Baik sekali
61%-80% = Baik
41%-60% = cukup
< 41% = kurang

13

media

Pada tahun 1854, beberapa Bupati menginisiasi pendirian sekolah
kabupaten untuk…

1.

orang tua
calon pegawai
remaja
bangsawan
anak-anak
Taman Siswa di Yogyakarta lahir pada tahun2.

1925
1921
1923
1924
1922
Mata pelajaran yang tidak ada pada Kurikulum 2013 padahal sangat
diperlukan terkait kemampuan abad 21 adalah….

3.

Prakarya
Keterampilan
Bahasa Inggris
Informatika
Kewirausahaan

4. Yang bukan merupakan tema utama pembelajaran
projek yang ditetapkan oleh pemerintahadalah….

Gaya hidup berkelanjutan
Berekayasa dan berteknologi untuk membangun
NKRI
Bangunlah jiwa dan raganya
kearifan lokal
Toleransi dalam keberagaman

5. Teach at the right level adalah salah satu bentuk dari
karakteristik Kurikulum Merdeka yaitu…

Pembelajaran berbasis projek
Fleksibilitas
Belajar mandiri
Fokus pada materi esensial
Pembelajaran karakter

TES FORMATIF

14

media

D. Komponen Capaian Pembelajaran
Dalam dokumen Capaian Pembelajaran terdapat empat komponen, diantaranya

Rasional Mata Pelajaran: Memuat alasan pentingnya mempelajari mata pelajaran tersebut
dan keterkaitan antara mata pelajaran dengan salah satu (atau lebih) Profil Pelajar
Pancasila.

1.

Tujuan Mata Pelajaran: Kemampuan atau kompetensi yang perlu dicapai peserta didik
setelah mempelajari mata pelajaran tersebut.

2.

Karakteristik Mata Pelajaran: Deskripsi umum tentang apa yang dipelajari dalam mata
pelajaran serta elemen-elemen mata pelajaran, yang didalamnya terdapat kompetensi -
kompetensi yang ingin dicapai .

3.

Capaian Pembelajaran Setiap Fase: Deskripsi yang mencakup pengetahuan, keterampilan,
serta kompetensi umum. Selanjutnya diturunkan menjadi capaian pembelajaran menurut
elemen yang dipetakan menurut perkembangan siswa.

4.

Salinan Keputusan Kemdikbudristek terkait Capaian Pembelajaran dapat dilihat di link
berikut :
https://drive.google.com/drive/folders/13Eqx3qWBk4-eHUw-uR09MlKsoJn4LTmj

15

media

Capaian pembelajaran didefinisikan sebagai kompetensi pembelajaran yang harus
dicapai peserta didik pada setiap tahap perkembangan peserta didik untuk setiap
matapelajaran pada satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Prinsip perumusan capaian pembelajaran yaitu terukur dan spesifik, fleksibel, dan
otonomi
Capaian pembelajaran dituliskan dalam bentuk narasi dengan mengintegrasikan
pengetahauan, keterampilan, dan sikap
Capaian Pembelajaran dirumuskan dalam bentuk fase-fase yang menyatakan target
capaian untuk rentang waktu yang lebih Panjang
Ada 4 komponen yang harus ada dalam dokumen capaian pembelajaran, yaitu
rasional,tujuan, karakteristik mata pelajaran, dan capaian pembelajaran tiap fase.

RANGKUMAN

16

media

Berikut penjelasan komponen – komponen perumusan tujuan pembelajaran :

1. Kompetensi
Kompetensi adalah kemampuan yang dapat didemonstrasikan oleh siswa ataudiaktualisasikan dalam bentuk
produk atau kinerja (abstrak dan konkret) yang menunjukkan siswa telah berhasil mencapai tujuan
pembelajaran. Gunakan Kata Kerja Operasional dapat diamati, mengacu pada Taksonomi Bloom yang direvisi.
Contoh: Peserta didik dapat menyajikan solusi utk menangani perubahan kondisi alam di permukaan bumi
akibat faktor manusia

2.Konten
Konten yaitu ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang diperoleh siswa melalui pemahaman selama
proses pembelajaran di akhir satu unit pembelajaran.
Contoh: perubahan kondisi alam di permukaan bumi akibat faktor manusia.

3. Variasi
Variasi adalah sebuah keterampilan berpikir apa saja yang perlu dikuasai siswa untuk dapat mencapai tujuan
pembelajaran. Penggunaan keterampilan berpikir kreatif, kritis, dan tingkat tinggi, seperti mengevaluasi,
menganalisis, memprediksi, menciptakan, dan lain sebagainya.
Contoh: Menganalisa hubungan antara kegiatan manusia dengan perubahan alam di
permukaan bumi dan menarik kesimpulan penyebab-penyebab utamanya.

​Kurikulum Merdeka

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 16

SLIDE