Search Header Logo
Persentasi Limbah Anorganik

Persentasi Limbah Anorganik

Assessment

Presentation

•

Other

•

8th Grade

•

Practice Problem

•

Hard

Created by

Rasty Rahmawaty

Used 7+ times

FREE Resource

11 Slides • 0 Questions

1

KERAJINAN LIMBAH KERAS ANORGANIK

. ​

2


   TUJUAN PEMBELAJARAN


1. mengidentifikasi jenis bahan limbah keras dengan benar;

2. Menganalisa karakteristik bahan limbah keras Anorganik dengan baik;
3. Menguraikan teknik pengolahan yang digunakan dalam bahan limbah keras dengan tepat;

 

. ​

3

APA YANG KALIAN KETAHUI TENTANG LIMBAH KERAS ANORGANIK ?

. ​

4

1.Jenis limbah keras ada dua, yaitu limbah keras organik dan anorganik

   Limbah keras organik adalah limbah yang berasal dari sumber daya alam laut dan daratan (tumbuhan dan hewan) bersifat keras, padat, pejal, solid dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terurai oleh bakteri di dalam tanah, limbah jenis ini biasanya berasal dari limbah domistik yaitu dari sampah rumah tangga. 

Limbah keras anorganik adalah jenis limbah yang berwujud keras, padat, sangat sulit atau bahkan tidak bisa untuk diuraikan atau tidak bisa membusuk, tidak mudah dihancurkan dengan alat biasa, melainkan harus menggunakan teknologi tertentu seperti pemanasan, pembakaran, dan penghancuran. Limba keras an organik umumnya berasal dari kegiatan industri dan pertambangan.

kata kunci limbah ORGANIK : ALAMI dari alam
ANORGANIK : BUATAN, Sudah melalui proses , sudah digunakan

. ​

5

  1. KARASTERISTIK

    Pembuatan produk kerajinan di setiap daerah akan berbeda dengan wilayah lainnya. Setiap daerah memiliki ciri khas kerajinan yang menjadi unggulan daerahnya. Hal ini tentu dikarenakan sumber daya limbah keras dari masing-masing daerah berbeda. Berdasarkan daerah asalnya, limbah keras dapat digolongkan menjadi 4 golongan, yaitu: 

1. Daerah pesisir pantai/laut

2. Daerah pegunungan

3. Daerah pertanian

4. Daerah perkotaan
5. Derah pedesaan

. ​

6

  1. Berdasarkan sifat bahannya limbah keras dapat digolongkan sebagai berikut : 

1. Keras

2. padat

3. kasar

4. halus
5. mudah pecah

6. kuat
7.Licin
8. elastis

. ​

7

Kehadiran limbah sudah menjadi persoalan yang dihadapi oleh masyarakat luas, yang mengganggu kesehatan, kebersihan, keindahan dan kenyamanan, Tumpukan limbah akan mengganggu kesehatan dan keindahan lingkungan karena merupakan jenis pencemaran yang digolongkan ke dalam degradasi lingkungan yang bersifat sosial. Oleh karena itu harus segera di cari solusi untuk mengatasinya.

Kerusakan lingkungan merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan tinggi rendahnya faktor bencana alam di suatu kawasan. Salah satu penyebab kerusakan lingkungan adalah akibat limbah yang tidak sepenuhnya dapat di olah kembali oleh masyarakat menjadi barang yang dapat dipergunakan kembali.

3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle sampai saat ini masih menjadi cara terbaik dalam mengelola dan menangani limbah dengan berbagai permasalahannya, penerapan prinsip 3R dapat dilaksanakan oleh setiap orang dalam kegiatan sehari-hari. Selain prinsip ataupun konsep pengelolaan limbah 3R. saat ini dikenal pula 5R (Reduce-Reuse-Recycle-Recovery-Disposal) (Bahraini, Amanda, 2019). 

Prinsip-prinsip 3R atau 5R tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 

1.      Mengurangi (Reduce) 

Mengurangi produksi limbah dari awal; contoh membawa sendiri kantung belanja, menggunakan produk yang bisa digunakan berulang kali. 

2.     Menggunakan kembali (Reuse) 

Menggunakan kembali material yang bisa dan aman untuk digunakan kembali, salah satunya dengan cara membuat kerajinan tangan atau proses upcycle 

3.     Mendaur ulang (Recycle) 

Mendaur ulang limbah dengan cara meleburkan, mencacah, melelehkan untuk dibentuk kembali menjadi produk baru yang dapat digunakan lagi. tetapi pada umumnya mengalami penurunan kualitas. 

4.     Pemulihan (Recovery) 

Saat tidak bisa didaur ulang, maka cari jalan untuk menghasilkan energi atau material baru dengan memproses sampah-sampah yang tidak bisa didaur ulang tersebut (residu) 

5.     Pembuangan (Disposal) 

Limbah produk sisa dari proses recovery yang umumnya berupa abu atau material sisa lainnya dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) untuk diolah dan diproses agar tidak merusak lingkungan 
 

4.     Pemulihan (Recovery) 

Saat tidak bisa didaur ulang, maka cari jalan untuk menghasilkan energi atau material baru dengan memproses sampah-sampah yang tidak bisa didaur ulang tersebut (residu) 

5.     Pembuangan (Disposal) 

Limbah produk sisa dari proses recovery yang umumnya berupa abu atau material sisa lainnya dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) untuk diolah dan diproses agar tidak merusak lingkungan 

. ​

8

Kehadiran limbah sudah menjadi persoalan yang dihadapi oleh masyarakat luas, yang mengganggu kesehatan, kebersihan, keindahan dan kenyamanan, Tumpukan limbah akan mengganggu kesehatan dan keindahan lingkungan karena merupakan jenis pencemaran yang digolongkan ke dalam degradasi lingkungan yang bersifat sosial. Oleh karena itu harus segera di cari solusi untuk mengatasinya.

Kerusakan lingkungan merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan tinggi rendahnya faktor bencana alam di suatu kawasan. Salah satu penyebab kerusakan lingkungan adalah akibat limbah yang tidak sepenuhnya dapat di olah kembali oleh masyarakat menjadi barang yang dapat dipergunakan kembali.

3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle sampai saat ini masih menjadi cara terbaik dalam mengelola dan menangani limbah dengan berbagai permasalahannya, penerapan prinsip 3R dapat dilaksanakan oleh setiap orang dalam kegiatan sehari-hari. Selain prinsip ataupun konsep pengelolaan limbah 3R. saat ini dikenal pula 5R (Reduce-Reuse-Recycle-Recovery-Disposal) (Bahraini, Amanda, 2019). 

Prinsip-prinsip 3R atau 5R tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 

1.      Mengurangi (Reduce) 

Mengurangi produksi limbah dari awal; contoh membawa sendiri kantung belanja, menggunakan produk yang bisa digunakan berulang kali. 

2.     Menggunakan kembali (Reuse) 

Menggunakan kembali material yang bisa dan aman untuk digunakan kembali, salah satunya dengan cara membuat kerajinan tangan atau proses upcycle 

3.     Mendaur ulang (Recycle) 

Mendaur ulang limbah dengan cara meleburkan, mencacah, melelehkan untuk dibentuk kembali menjadi produk baru yang dapat digunakan lagi. tetapi pada umumnya mengalami penurunan kualitas. 

4.     Pemulihan (Recovery) 

Saat tidak bisa didaur ulang, maka cari jalan untuk menghasilkan energi atau material baru dengan memproses sampah-sampah yang tidak bisa didaur ulang tersebut (residu) 

5.     Pembuangan (Disposal) 


 

4.     Pemulihan (Recovery) 

Saat tidak bisa didaur ulang, maka cari jalan untuk menghasilkan energi atau material baru dengan memproses sampah-sampah yang tidak bisa didaur ulang tersebut (residu) 

5.     Pembuangan (Disposal) 

Limbah produk sisa dari proses recovery yang umumnya berupa abu atau material sisa lainnya dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) untuk diolah dan diproses agar tidak merusak lingkungan 

9

.

​Pengolahan limbah organik dan anorganik memiliki teknik yang berbeda. Limbah organik biasanya didaur ulang menjadi pupuk tanaman sampai dengan bahan bakar biogas. Sementara limbah keras yang ada di lingkungan masyarakat terlebih dahulu dilakukan pengolahan melalui beberapa teknik, sebagai berikut:
TEKNIK PENGOLAHAN LIMBAH ANORGANIK :
1. Sanitasi (Sanitary Landfill) Sanitary landfill yaitu suatu metode pengolahan sampah terkontrol dengan sistem sanitasi yang baik.
2. Pembakaran (Incineration) Pada incineration, sampah dibakar di dalam alat insinerator. Hasil pembakarannya berupa gas dan residu pembakaran.
3. Penghancuran (Pulverisation ) Pada pulverisation, penghancuran sampah dilakukan di dalam mobil pengumpul sampah yang telah dilengkapi dengan alat pengaduk sampah. Sampah-sampah tersebut langsung dihancurkan menjadi potongan-potongan kecil yang dapat dimanfaatkan untuk menimbun tanah yang letaknya rendah.

10

GLOSARIUM

1.      Degradasi lingkungan yang bersifat sosial; Penurunan kualitas lingkungan akibat dari menurunya angka manusia yang memiliki kesadaran akan kepentingan umum 

2.      Material; Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat suatu produk 

3.      Mendaur ulang : Pemrosesan kembali bahan yang pernah dipakai, untuk mendapatkan produk baru 

4.      Kualitas Tingkat baik buruknya sesuatu; kadar 

5.      Pejal : Padat, keras 

6.      Solid :  Kuat, kukuh, padat, berisi 

7.      Upcycle : Proses transformasi barang yang sudah tidak terpakai menjadi sesuatu yang lebih berguna dan seringkali bersifat lebih bagus daripada awalnya. 

8.      Packaging: Pembungkus atau kemasan.  

 

. ​

11

  • LKPD1. Identifikasi Jenis Bahan Limbah Keras

    No Gambar

    Nama Limbah

    Limbah Keras Anorganik Organik

    Limbah Keras Anorganik

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    9

    10

     

. ​

KERAJINAN LIMBAH KERAS ANORGANIK

. ​

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 11

SLIDE