Search Header Logo
CORAK ISLAM NUSANTARA DAN PENJAJAHAN BANGSA BARAT

CORAK ISLAM NUSANTARA DAN PENJAJAHAN BANGSA BARAT

Assessment

Presentation

History

University

Practice Problem

Hard

Created by

Restu Kurniawan

FREE Resource

19 Slides • 0 Questions

1

media

2

media

AIK

CORAK ISLAM DI NUSANTARA DAN

PENJAJAHAN BANGSA BARAT DI NUSANTARA

Modul Kuliah 2: Sub Tema 2

Restu Kurniawan (NIM: 20232110038)

3

media

Standar Kompetensi:

Mahasiswa mampu mendeskripsikan,
memahami dan menerapkan nilai-nilai
sejarah, ideologi dan pergerakan
Muhammadiyah secara baik dan benar

Kompetensi Dasar:

Mahasiswa mampu menjelaskan dan
memahami tentang Dakwah Islam di
Nusantara dan Masuknya Islam Ke Nusantara

4

media

POKOK PEMBAHASAN

Corak Awal Islam
Sampai Abad 17

Corak Sufistik, Tasawuf
Falsafi Sampai Abad 17

Perkembangan Islam
Masa Penjajahan di

Nusantara

5

media

ISLAM

Diperkirakan datang di Nusantara sejak

abad ke-7 dengan ditemukannya

pemukiman-pemukiman muslim di pesisir

pantai Sumatera dan Jawa

lalu berkembang pesat di abad ke-13

Perkembangannya diduga karena adanya

hubungan dagang

Hadirnya Islam mentransformasi kebudayaan (peradaban) lokal yang

dikenal dengan Revolusi Agama

Corak Awal Islam
Sampai Abad 17

6

media

Masa tersebut mengantarkan wilayah
Nusantara ke dalam internasionalisasi
perdagangan dan kosmopolitanisme
yang tidak pernah dialami masyarakat

pesisir pada masa sebelumnya

Pintu Perdagangan: Aceh, Minangkabau, Banten,

Makasar, Maluku, Jawa

7

media

Sistem keimanan Islam yang
meyakini kebaradaan Tuhan ada di
mana-mana dianggap lebih relevan
dalam memberikan perlindungan

Portabilitas (Siap Pakai)

Karena kekayaan dan kekuatan

ekonominya, mereka bisa memainkan

peran penting dalam bidang politik
entitas lokal dan bidang diplomatik

Asosiasi Islam dan Kekayaan

Orang Muslim dipandang perkasa
dan tangguh dalam peperangan. Hal
ini bisa dilihat dari beberapa
pertempuran yang dialami dan
dimenangkan oleh kaum Muslim

Kejayaan Militer

Agama Islam memperkenalkan tulisan ke

berbagai wilayah Asia Tenggara

(Nusantara) yang sebagian belum

mengenal tulisan, dan sebagian sudah

mengenal tulisan sanskerta. Tulisan yang

diperkenalkan adalah tulisan Arab

Memperkenalkan Tulisan

Ajaran Islam yang mengandung
kebenaran dirancang dalam bentuk-
bentuk yang mudah dipahami dan
dihafalkan oleh penganut baru.
Karena itulah, hafalan menjadi
sangat penting bagi para penganut
baru yang semakin banyak
jumlahnya

Mengajarkan Hapalan

Karena penyakit selalu dikaitkan

dengan sebab-sebab spiritual,

maka agama dipandang

mempunyai jawaban terhadap

berbagai penyakit

Ahli Penyembuhan

Islam menawarkan
keselamatan dari berbagai
kekuatan jahat. Ini terangkum
dalam moral dunia yang
diprediksi bahwa orang-orang
yang taat akan dilindungi
Tuhan dari segala kekuatan
jahat dan akan diberi imbalan
surga di akhirat

Pengajaran Moral

Penyebab Konversi Massal Keagamaan di Nusantara

8

media

ISLAM Mempengaruhi di Beberapa Aspek
Kehidupan Masyarakat Nusantara

Aspek Politik

Aspek Hukum

Aspek Bahasa

Ketiga aspek tersebut dipengaruhi oleh Islam, dan hal itu menjadi corak Islam

yang terus berkembang hingga abad ke 17. Fenomana yang tergambar

menunjukkan kehidupan beragama Islam sangat terasa pada masa tersebut.

Terbentuknya pusat kekuasaan Islam seperti Kerajaan Samudera Pasai di lanjutkan
Kerajaan Aceh, Demak, Pajang, Mataram, Ternate, danTidore adalah bukti kekuatan
politik Islam memiliki pengaruh yang kuat di Nusantara

Hukum Islam berhasil mengganti tatanan hukum yang bersumber dari agama hindu
dan hukum adat, meskipun dalam beberapa hal hukum adat masih dipertahankan.
Kitab hukum Melaka meletakkan beberapa prinsip pertemuan antara hukum Islam
dan adat setempat.

Berbeda dengan perkembangan Islam di Turki dan Persia, di Nusantara Islam
berkembang

dengan

nuansa

damai

sehingga

corak

Islam

Nusantara

tidak

mengadopsi sepenuhnya budaya dan bahasa Arab dalam kehidupan masyarakatnya

9

media

Corak Sufistik,
Tasawuf Falsafi
Sampai Abad 17

10

media

Pengertian
1.

11

media

Menurut Abdul Hakim Hassan,
sebagaimana dikutip dari oleh

Simuh dalam bukunya Tasawuf Dan

Perkembangannya Dalam Islam,

menyatakan Tasawuf adalah

proses pemikiran dan perasaan

yang menurut tabiatnya sulit

didefinisikan. Tasawuf tampak
merupakan upaya akal manusia
untuk memahami hakikat segala

sesuatu, dan untuk menikmati

hubungan intim dengan Allah SWT.

12

media

FALSAFAH ISLAM

dalam pengertian falsafah yang dicetuskan
oleh filosof Islam, seperti tokoh di bawah ini:

Al-Kindi Al-farabi

Ibnu Sina

Ibnu Rusyd

secara murni tidak pernah datang dan berpengaruh
di Indonesia. Kalaupun ada hanyalah aspek
falsafah yang mempengaruhi tasawuf yang
kemudian dikenal dengan istilah tasawuf falsafi.

Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang menggunakan terminology

falsafah dalam pengungkapan ajarannya. Tasawuf falsafi

secara sederhana dapat didefenisikan sebagai kajian dan jalan

esoteric dalam Islam untuk mengembangkan kesucian batin
yang kaya dengan pandangan-pandangan filosofis. Dengan

munculnya tipe perenungan tasawuf seperti ini, maka
pembahasan-pembahasan tasawuf itu bersifat filsafat.

13

media

Pengaruh Tasawuf

Falsafi Di Nusantara
2.

14

media

di Nusantara

PELOPOR TASAWUF FALSAFI

Hamzah Fansuri

Syamsuddin Sumatrani

&

dua tokoh sufi yang datang dari pulau

Andalas (Sumatera) pada abad ke 17 M.

dua abad setelah terjadinya eksekusi hukuman mati Syech Siti Jenar oleh Wali Songo

15

media

Menurut Naguib al-Attas, sebagaimana dikutip oleh M. Solihin,

mengenai pemikiran-pemikiran Al-Fansuri tentang tasawuf,

kelihatannya banyak dipengaruhi paham wahdatul wujud-nya Ibn

‘Arabi. Kecenderungannya pada sufi Andalus ini bisa dilihat dari ketika
ia mengajarkan bahwa Tuhan lebih dekat dari pada urat leher manusia
sendiri, dan bahwa Tuhan tidak bertempat, sekalipun sering dikatakan

bahwa Ia ada di mana-mana.

Ajaran wujudiyah Hamzah ini kemudian

dikembangkan oleh muridnya Syamsuddin

Sumatrani. Kebanyakan peneliti

berpendapat, hubungan mereka adalah

guru-murid. Pengaruhnya tidak kalah

penting dengan Hamzah Fansuri.

Dua karya Syamsuddin yang merupakan ulasan atau
syarah terhadap pengajaran Hamzah yaitu: Syarah
Ruba’i Hamzah Fansuri dan Syarah Syair Ikan
Tongkol. Syamsuddin Sumatrani banyak melahirkan
karya bermutu seperti: Jawhar al-Haqaiq, Risalah
Tubayyin Mulahazah, Nur al-Daqaiq, Thariq al-
Sahlikin, I’raj al-Iman dan karya lainnya.

16

media

Perkembangan Islam
Masa Penjajahan di

Nusantara

17

media

PORTUGIS

Islam pada masa penjajahan Portugis

menghadapi banyak sekali tantangan. Sikap
Portugis yang sangat tidak menyukai Islam
terbukti dengan berbagai usahanya dalam
mengganggu aktivitas dakwah terutama

melalui perdagangan.

18

media

BELANDA

Pada masa penjajahan Belanda terjadi pemberontakan
pejuang-pejuang Islam yang berkobar untuk membela

tanah air. Untuk menghadapi umat Islam, Belanda

menggunakan cara depolitisasi, yaitu menjadikan para

ulama tuna politik. Selain itu, banyak taktik Belanda yang

lainnya seperti adu domba antara Islam-Priyayi, tanam
paksa dan lainlain. Namun tentu saja umat Islam tidak
selamanya berdiam diri dalam urusan politik, sehingga
mulailah bermunculan organisasi-organisasi bernuansa
Islam di sekitar awal abad ke dua puluh. Inilah permulaan

kembalinya Islam di kancah politik secara nasional.

19

media

JEPANG

Perkembangan Islam pada masa Jepang ini sangat

berarti, karena kebijaksanaan yang diberlakukan bangsa
Jepang sedikit berbeda dengan Belanda, walau intinya
tetap sama yaitu dalam mengeruk kekayaan Indonesia
alias imperialisme. Dengan demikian Islam dapat lebih
berperan dalam kehidupan kenegaraan walaupun tak
sedikit pula tekanan dari pihak Jepang. Perkembangan

Islam ini dapat dilihat dari keterlibatan umat Islam di dalam

organisasi politik dan militer baik bentukan anak negeri

maupun bentukan Jepang.

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 19

SLIDE