Search Header Logo
Presentasi Surat Pribadi dan Surat Dinas

Presentasi Surat Pribadi dan Surat Dinas

Assessment

Presentation

Other

7th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

NI ARSANI

Used 4+ times

FREE Resource

21 Slides • 0 Questions

1

media

Sampaikan

Melalui

Surat
(Surat

Pribadi

&

Surat Dinas)
oleh : Ni Putu Mega Arsani, S.Pd.

Guru Bahasa Indonesia

2

media

Surat secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu:

Surat pribadi1.

Surat resmi

2.

Surat pribadi dan surat resmi memiliki tujuan dan
struktur yang berbeda.

Mari kita belajar!

A. Mengenal Surat Pribadi dan Surat

Resmi

3

media

Surat pribadi adalah bentuk komunikasi interaktif
antara orang pertama atau pengirim dengan orang
kedua sebagai penerima. Umumnya, isi surat
berkaitan

dengan

masalah

pribadi

seperti

menanyakan kabar, pemberitahuan, permintaan,
keperluan pribadi, dan tujuan komunikasi bersifat
pribadi lainnya.

Isi surat pribadi berkaitan dengan kebutuhan atau
kepentingan pribadi. Surat ini dapat menjadi sarana
komunikasi

antar

anggota

keluarga

seperti

komunikasi anak dengan orangtua, kakak dengan
adik, atau antar kerabat, antar teman, dan lain-lain.

Definisi Surat Pribadi

4

media

Ada beberapa tujuan seseorang menulis surat
pribadi:

Mengungkapkan perasaan1.

Menyampaikan ide2.

Memohon bantuan3.

Bertukar kabar4.

Menceritakan pengalaman5.

Mengucapkan terima kasih6.

Tujuan Penulisan Surat Pribadi

5

media
media
media

Struktur Surat Pribadi

Titimangsa (tempat dan tanggal dibuatnya
surat)

1.

Alamat tujuan surat2.

Salam pembuka3.

Pendahuluan4.

Isi surat5.

Penutup surat6.

Salam akhir7.

Nama dan tanda tangan pengirim8.

6

media

Penggunaan Bahasa dalam Surat Pribadi

Bahasa surat pribadi tidak formal (baku) tapi
santun

1.

Menggunakan sapaan. Pilihan kata sapaan
bersifat pribadi.

2.

Pilihan ragam bahasa tergantung pada siapa
penerima surat

3.

Menggunakan kata ganti orang pertama untuk
pengirim dan kata ganti orang kedua untuk
penerima

4.

7

media

Surat resmi merupakan surat untuk keperluan resmi atau formal oleh pihak
tertentu baik itu perorangan, organisasi, lembaga maupun instansi tertentu guna
melakukan komunikasi satu sama lain secara resmi.

Nama lain dari surat resmi adalah surat dinasi yang umumnya berhubungan
dengan perjanjian penting, pedoman kerja, keputusan, panggilan, peringatan,
pengingat, pengantar, perintah, hingga pemberitahuan. Surat resmi adalah
golongan surat yang tidak bisa dibuat sesuka hati.

Definisi Surat Resmi

8

media

Sarana informasi atau pemberitahuan mengenai hal-hal khusus yang
disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lainnya

1.

Bukti

tertulis

dalam

bentuk

dokumen

di

mana

isinya

harus

bisa

dipertanggungjawabkan

2.

Pedoman kerja dalam melakukan suatu kegiatan di mana surat resmi
tersebut berisi tentang langkah-langkah kerja untuk keperluan tertentu

3.

Alat untuk pengingat bagi penerima surat, baik itu perorangan, organisasi,
atau lembaga.

4.

Bukti historis dan bukti kronologis jika sewaktu-waktu diperlukan.

5.

Fungsi Penulisan Surat

Resmi

9

media
media

Contoh Surat Resmi

Kepala surat (kop surat, nomor surat, tanggal
surat, lampiran, perihal)

1.

Alamat surat2.

Salam pembuka3.

Isi surat

4.

Penutup surat

5.

Nama

dan

tanda

tangan

pihak

yang

memperkuat surat

6.

Nama dan tanda tangan penulis surat7.

10

media
media

Surat Pembaca

Selain surat kepada seseorang yang dikenal,
contoh lain surat pribadi adalah surat pembaca
kepada surat kabar. Pelajari surat pembaca
pada Harian Kompas di samping.

11

media
media

Perhatikan

tabel

di

samping

untuk

memahami

perbedaan

surat pribadi dan surat
resmi!

12

media
media

Ragam Sapaan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita
berkomunikasi dengan orang lain
itu bisa saja anggota keluarga,
guru, teman, dan lain-lain.

Penting

bagi

kita

untuk

berkomunikasi dengan orang lain
dengan sopan. Salah satu norma
berkomunikasi

santun

adalah

menggunakan kata sapaan yang
tepat. Kata sapaan adalah kata
untuk menyapa seseorang.

13

media

Kata Gantian
(Pronomina)

Pronomina atau kata ganti adalah kata yang dipakai untuk mengacu kepada kata
benda (nomina) lain. Misalnya, kata Ketua OSIS dapat diacu dengan pronomina dia
atau ia. Dari segi fungsinya, dapat dikatakan bahwa pronomina menduduki posisi
yang umumnya diduduki oleh nomina, yaitu subjek, objek, dan predikat (dalam
beberapa kalimat tertentu).

Ada tiga macam pronomina dalam Bahasa Indonesia, yaitu:

Pronomina persona1.

Pronomina penunjuk2.

Pronomina penanya3.

14

media

Pronomina Persona

Pronomina persona adalah pronomina yang mengacu kepada orang. Pronomina ini
dapat mengacu kepada: diri sendiri, orang yang diajak bicara, atau orang yang
dibicarakan.

Diri sendiri: saya, aku, daku, ku-, -ku, kami, kita. Contoh: Surat itu telah kukirimkan
tadi pagi

1.

Orang yang diajak bicara: engkau, kamu, Anda, dikau, kau-, -mu, kalian, kamu
sekalian, Anda sekalian. Contoh: Pukul berapa kamu selesai les, Nak?

2.

Orang yang dibicarakan: ia, dia, beliau, -nya, mereka. Contoh: Dia setuju dengan
keputusan kami.

3.

15

media

Pronomina Penunjuk

Pronomina penunjuk terdiri atas pronominal penunjuk umum (ini, itu), penunjuk
tempat (sini, situ, sana), dan penunjuk ihwal (begini, begitu).
Contoh:
Bu Guru memberikan ini kepada saya sebagai kenang-kenangan.
Siapa yang mau pergi ke sana?
Lain kali, jangan berbuat begitu lagi!

16

media

Pronomina Penanya

Pronomina yang dipakai sebagai penanda pertanyaan. Biasanya, yang ditanyakan
adalah orang (siapa), barang (apa), atau pilihan (mana).
Contoh:
Siapa yang akan memberi kata sambutan?
Joni habis membeli apa?
Rumahmu yang mana?

17

media
media

Kata Baku dan Tidak Baku

Kata baku adalah kata yang telah ditentukan dalam suatu
kaidah tertentu dan KBBI menjadi acuannya. Bentuk baku
dalam pemakaiannya ditandai dengan penggunaan pilihan
kata yang cermat, tepat, efisien, serta sesuai dengan kaidah-
kaidah yang berlaku dalam bidang tata bahasa, peristilahan,
dan ejaan. Sebagai sarana komunikasi, bentuk baku ini
digunakan dalam komunikasi resmi, salah satunya surat-
menyurat.

Kata tidak baku adalah kata yang berasal atau dipengaruhi
oleh bahasa asing, bahasa daerah, dan tidak sesuai dengan
kaidah Bahasa Indonesia. Penggunaan kata tidak baku sering
kita temukan pada percakapan sehari-hari, terutama ketika
ketika berkomunikasi dnegan keluarga maupun teman.

18

media

Fakta dan Opini

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fakta adalah hal (keadaan,
peristiwa) yang merupakan KENYATAAN, SESUATU YANG BENAR-BENAR TERJADI ATAU
TERJADI. oPINI ADALAH PENDAPAT, PIKIRAN, DAN PENDIRIAN.

19

media

F A K T A

Fakta (serapan dari Latin: facus) adalahs egala hal yang bisa ditangkap oleh indra manusia berupa
data dari keadaan yang telah terbukti kebenarannya. Catatan pengumpulan berbagai fakta disebut
data. [1] Fakta sering diyakini oleh khalayak sebagai sebuah kebenaran, baik akrena telah mengalami
kenyataannya dari dekat maupun dianggap telah melaporkan suatu pengalaman orang lain yang
telah etrjadi. [2] Fakta yang didefinisikan harus teruji secara ketat, dapat diukur, bisa diamati, dan
paling utama dapat dibuktikan. Hal ini dapat menjadi acuan pada sesuatu pernyataan benar dan
digunakan untuk kepentingan studi dan penelitian. Fakta dapat berbentuk peristiwa atau informasi
berdasarkan kenyataan yang dapat diuji melalui verifiability serta didukung bukti, stastik, dan
dokumentasi. Oleh akrean itu, fakta bisa diverifikasi dan disepakati oleh sebuah kumpulan orang.
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Fakta

Ciri-ciri fakta:

Berdasarkan data atau kenyataan (bersifat objektif)1.

Bisa dibuktikan2.

Bisa dijawab dengan pertanyaan yang diawali dengan kata apa, siapa, kapan, di mana, dan
berapa.

3.

Memiliki data-data akurat seperti waktu atau angka yang bisa dihitung atau diukur sebagai
pembuktian

4.

Pernyataan berasal dari sumber terpercaya5.

Peristiwa yang diberitakan sudah benar terjadi6.

20

media

O P I N I

Pendapat atau opini (Bahasa Inggris: opinion) adalah sebuah gagasan atau pikiran untuk
menerangkan preferensi atau kecenderungan tertentu terhadap ideologi dan perspektif yang memiliki
sifat tidak objektif. Pendapat merupakan tanggapan terhadap rangsangan yang disusun melalui
interpretasi personal. [1] Maka dari itu, pandangan atau penilaian dalam pendapat tidak didukung oleh
fakta atau pengetahuan positif. Pendapat berbentuk pernyataan tidak meyakinkan dan sering
digunakan dalam berbagai hal subjektif yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Hal itu terjadi
akrena pendapat dipengaruhi oleh pemikiran, perspektif, perasaaan, sikap, pengalaman, keinginan,
keyakinan, nilai, dan pemahaman seseorang tanpa bukti konkret. [2]
https://id.m.wikipedia.org/wikipedia.org/wiki/Opini

Ciri-ciri opini:

Tidak berdasarkan data (bersifat subjektif), tergantung masing-masing individu.1.

Tidak bisa/sulit dibuktikan2.

Bisa dijawab dengan pertanyaan yang diawali dengan kata bagaimana, mengapa/kenapa.3.

Pernyataan yang diungkapkan berdasarkan argumen pribadi tanpa argumen yang terpercaya4.

Memiliki kata-kata yang bersifat relatif (agak, paling, biasanya, tidak mungkin).5.

Peristiwa belum tentu akan terjadi6.

Penggunaan kata-kata seperti ‘menurut saya, sebaiknya, seharusnya, mungkin, sepertinya, kalau
saja, dan lainnya.’

7.

21

media

SAMPAI JUMPA PADA PERTEMUAN
SELANJUTNYA ANAK-ANAK HEBAT

SALAM DAN BAHAGIA !

media

Sampaikan

Melalui

Surat
(Surat

Pribadi

&

Surat Dinas)
oleh : Ni Putu Mega Arsani, S.Pd.

Guru Bahasa Indonesia

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 21

SLIDE