Search Header Logo
PEMBAHASAN KISI-KISI UAS

PEMBAHASAN KISI-KISI UAS

Assessment

Presentation

Education

6th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

nurul fikriah

FREE Resource

16 Slides • 0 Questions

1

KATA BAKU DAN TIDAK BAKU

KATA BAKU

Kata baku adalah bahasa resmi yang sesuai dengan kaidah dan pedoman Ejaan Bahasa Indonesia (EYD) yang berlaku.

Ciri-ciri kata baku:

Sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.

  • Lafal dan ejaannya sesuai dengan EYD.

  • Umum digunakan dalam situasi formal, seperti surat menyurat resmi, laporan, pidato, karya ilmiah, dan lain-lain.

  • Tercantum di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Lawan kata dari kata baku adalah kata tidak baku yang biasanya berupa:

  • Dialek atau bahasa daerah.

  • Istilah khusus dalam bidang tertentu.

  • Singkatan atau akronim tidak baku.

  • Bentuk pengucapan atau penulisan yang tidak sesuai dengan EYD.

2

KATA BAKU DAN TIDAK BAKU

KATA TIDAK BAKU

Kata tidak baku adalah lawan dari kata baku. Artinya, kata tidak baku adalah kata yang penggunaannya tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri kata tidak baku:

  • Lafalnya tidak sesuai dengan ejaan yang benar.

    • Contoh: "mereka pergi ke kampung" (Baku: mereka pergi ke desa).

    Menggunakan singkatan yang tidak baku.

    • Contoh: "Saya lagi di kantor." (Baku: Saya sedang di kantor).

  • Menggunakan kata yang diciptakan sendiri.

    • Contoh: "Wah, bajumu keren banget!" (Baku: Wah, bajumu keren sekali!).

  • Penggunaan imbuhan yang salah.

    • Contoh: "Mereka sedang belajar kan?" (Baku: Mereka sedang belajar, bukan?).

3

KATA BAKU DAN TIDAK BAKU

Perhatikan pragram yang mengandung kata tidak baku di bawah ini!

"Kemarin, aku pergi ke pasar bareng temen-temenku. Kita beli banyak makanan buat acara piknik di taman. Di sana, kita main bola, berenang di danau, dan makan bareng-bareng. Seru banget! Pas pulangnya, kita capek banget tapi senang."

a.       Tentukan 6 kata tidak baku yang kalian temukan pada paragraf di atas!

Contoh: bareng kata bakunya bersama

b.       Tulis kembali paragraf di atas dengan kata baku yang benar dan menggunakan tanda baca yang tepat!

4

Makna Q.S. Al-Baqarah Ayat 42 dengan Benar

Q.S. Al-Baqarah ayat 42 berbunyi:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya:

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.

Ayat ini mengandung pesan penting tentang
kejujuran dan keadilan. Allah SWT melarang umat Islam untuk mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan, dan melarang menyembunyikan kebenaran saat mengetahuinya.

5

Berikut beberapa makna dan tafsir dari ayat ini:

  • Larangan mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan: Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti berbohong, menipu, memutarbalikkan fakta, dan menyebarkan berita bohong.

  • Larangan menyembunyikan kebenaran: Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti tidak menyampaikan informasi penting, tidak memberikan kesaksian yang benar, dan tidak menasihati orang lain tentang hal yang benar.

  • Kewajiban untuk menyampaikan kebenaran: Setiap Muslim wajib menyampaikan kebenaran kepada orang lain, meskipun hal itu tidak menyenangkan atau berisiko.

  • Pentingnya kejujuran dan keadilan dalam semua aspek kehidupan: Kejujuran dan keadilan harus diterapkan dalam semua aspek kehidupan, baik dalam hubungan pribadi, pekerjaan, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

6

Senyummu menandakan penuh tanya

Hilangnya bahagia dalam tawamu

Selamat bermalam minggu semuanya

Semoga rindu menuai temu

Beli salak beli kedondong
Belinya di pasar Kramat Jati
Jangan pernah menjadi pribadi sombong
Agar terhindar dari penyakit hati

CIRI-CIRI PANTUN

  • Pantun terdiri atas empat baris dalam satu bait,

  • Setiap bait memuat dua baris sampiran dan dua baris isi. Baris sampiran pada pantun terdapat pada bait pertama dan kedua, kemudian isi pantun berada pada bait ketiga dan keempat,

  • Bersajak a-b-a-b, dan;

  • Mengandung 8–12 suku kata per barisnya. 

Pantun adalah karya sastra Melayu yang terdiri dari empat baris, dengan pola persajakan a-b-a-b. Pantun biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan, nasihat, atau hiburan. Ciri khas pantun adalah penggunaan kata-kata yang indah dan penuh makna, serta majas dan rima yang teratur.

PANTUN

7

Replace Jenis-jenis pantun:

  • Pantun nasihat: Berisi pesan atau nasihat untuk pendengar.

  • Pantun jenaka: Berisi humor atau lelucon untuk menghibur pendengar.

  • Pantun teka-teki: Berisi pertanyaan yang menantang pendengar untuk menebaknya.

  • Pantun kiasan: Berisi ungkapan atau perumpamaan yang mengandung makna tersembunyi.

  • Pantun cinta: Berisi ungkapan cinta atau kasih sayang.

Fungsi pantun:

  • Menyampaikan pesan

  • Memberikan hiburan

  • Menyatakan perasaan

  • Mengeratkan hubungan

  • Melestarikan budaya

Pantun adalah karya sastra Melayu yang terdiri dari empat baris, dengan pola persajakan a-b-a-b. Pantun biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan, nasihat, atau hiburan. Ciri khas pantun adalah penggunaan kata-kata yang indah dan penuh makna, serta majas dan rima yang teratur.

8

Buah melon buah nangka
Dijual di pasar buah-buahan
Coba jawab wahai saudara
Makin diisi makin ringan?

Belanja ke pasar malam
Malam-malam malah gerah
Waktu kecil bajunya hitam
Sudah besar berbaju merah?

Tinggi duduk di atas sekali
Bukan bulan bukan matahari
Bila malam ia berseri
Bila siang ia berganti


Pergi ke kota naik angkutan
Tidak lupa berkunjung ke balai kota
Punya sisik, tapi bukan ikan
Punya mahkota, tapi bukan raja

9

Kalimat utama adalah kalimat yang mengandung ide pokok. Kalimat utama biasanya berada di awal paragraf, dan berfungsi untuk menjelaskan inti dari paragraf tersebut. Kalimat utama harus jelas, ringkas, dan mudah dipahami.

Gagasan utama adalah inti dari sebuah teks atau pembicaraan. Gagasan utama merupakan ide atau pesan yang ingin disampaikan oleh penulis atau pembicara kepada pembaca atau pendengar. Gagasan utama biasanya bersifat umum dan abstrak, dan mencakup keseluruhan isi teks atau pembicaraan.

Ide pokok adalah bagian-bagian penting dari sebuah teks atau pembicaraan yang mendukung gagasan utama. Ide pokok merupakan penjabaran lebih lanjut dari gagasan utama, dan menjelaskan aspek-aspek penting dari teks atau pembicaraan. Ide pokok biasanya lebih spesifik dan konkret dibandingkan dengan gagasan utama.

10

Ciri-Ciri Iklan

Iklan tentu berbeda dengan jenis publikasi lainnya.  Ciri iklan paling umum, yaitu bersifat informatif dan mampu menjelaskan produk atau jasa secara efektif. Selain itu, iklan juga memiliki ciri-ciri lain seperti berikut:

  1. Menggunakan bahasa yang singkat namun tetap efektif agar pesan yang disampaikan tepat sasaran.

  2. Menggunakan diksi yang bersifat sugesti dan mengajak karena tujuan dari iklan adalah untuk mempengaruhi konsumen.

  3. Memiliki target pasar yang jelas agar distribusi produk lebih efektif.

  4. Dikemas secara menarik agar mendapatkan perhatian pembaca atau konsumen.

  5. Penyampaian informasi secara padat, jelas, dan tidak menyinggung pihak lain.

Pengertian Iklan

Iklan merupakan sebuah informasi yang mendorong dan membujuk khalayak agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan. Iklan juga dapat diartikan sebagai pemberitahuan kepada khalayak mengenai suatu barang atau jasa. Biasanya, iklan disampaikan melalui media massa seperti televisi, radio, surat kabar, dan internet.

Jenis-Jenis Iklan

1. Iklan Pengumuman atau Pemberitahuan

2. Iklan Niaga atau Penawaran

3. Iklan Layanan Masyarakat

4. Iklan Permintaan

5. Iklan Media Cetak

6. Iklan Media Elektronik

 7. Iklan Komersial 

8. Iklan Non Komersial

 

11

Kaidah Kebahasaan Iklan

Terdapat 5 hal yang perlu diperhatikan dalam kaidah kebahasaan iklan, antara lain sebagai berikut:

1. Persuasif

Kata-kata yang terdapat dalam teks iklan harus persuasif (bersifat mengajak) agar konsumen yakin dan percaya terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.

2. Imperatif

Iklan biasanya menggunakan kalimat imperatif. Imperatif adalah bersifat memerintah atau memberi komando. Dalam hal ini,

3. Berima

Biasanya kata-kata yang terdapat dalam sebuah iklan memiliki rima atau pengulangan nada yang sama, agar iklan tersebut menarik dan berkesan bagi konsumen.

4. Berkesan Positif

Produk atau jasa yang ditawarkan tentunya akan memiliki pesaing. a produk atau jasa yang ditawarkan tersebut memang lebih baik daripada yang lain.

5. Ringkas

Iklan yang menarik adalah iklan yang tidak bertele-tele, tetapi langsung menyampaikan maksud dan tujuannya.

6. Fakta

Iklan harus mengandung fakta. Misalnya seperti alamat perusahaan yang benar-benar ada, atau produk yang benar-benar ada.

media

12

Ciri-Ciri Iklan

Iklan tentu berbeda dengan jenis publikasi lainnya.  Ciri iklan paling umum, yaitu bersifat informatif dan mampu menjelaskan produk atau jasa secara efektif. Selain itu, iklan juga memiliki ciri-ciri lain seperti berikut:

  1. Menggunakan bahasa yang singkat namun tetap efektif agar pesan yang disampaikan tepat sasaran.

  2. Menggunakan diksi yang bersifat sugesti dan mengajak karena tujuan dari iklan adalah untuk mempengaruhi konsumen.

  3. Memiliki target pasar yang jelas agar distribusi produk lebih efektif.

  4. Dikemas secara menarik agar mendapatkan perhatian pembaca atau konsumen.

  5. Penyampaian informasi secara padat, jelas, dan tidak menyinggung pihak lain.

Pengertian Iklan

Iklan merupakan sebuah informasi yang mendorong dan membujuk khalayak agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan. Iklan juga dapat diartikan sebagai pemberitahuan kepada khalayak mengenai suatu barang atau jasa. Biasanya, iklan disampaikan melalui media massa seperti televisi, radio, surat kabar, dan internet.

Jenis-Jenis Iklan

1. Iklan Pengumuman atau Pemberitahuan

2. Iklan Niaga atau Penawaran

3. Iklan Layanan Masyarakat

4. Iklan Permintaan

5. Iklan Media Cetak

6. Iklan Media Elektronik

 7. Iklan Komersial 

8. Iklan Non Komersial

 

13

Unsur-unsur ekstrinsik cerpen:

  • Latar belakang penulis: Riwayat hidup penulis, termasuk pengalaman, pendidikan, dan budayanya.

  • Latar belakang sosial: Kondisi sosial masyarakat pada saat cerita dibuat.

  • Nilai-nilai yang terkandung: Nilai-nilai moral, budaya, atau agama yang terkandung dalam cerita.

  • Maksud dan tujuan penulis: Apa yang ingin dicapai oleh penulis dengan menulis cerita tersebut.

Unsur intrinsik cerpen:

  • Tema: Inti dari cerita, yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca.

  • Tokoh: Para pelaku dalam cerita, yang memiliki karakter dan watak tertentu.

  • Alur: Jalinan peristiwa dalam cerita, yang menunjukkan bagaimana cerita berlangsung.

  • Latar: Tempat, waktu, dan suasana dalam cerita. Sudut pandang: Posisi pencerita dalam cerita, yang menentukan cara pandang terhadap cerita.

  • Gaya bahasa: Cara penulis menggunakan bahasa dalam cerita, untuk menciptakan efek tertentu.

  • Amanat: Pesan moral yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca.

14

media
media

15

media

16

media
media

KATA BAKU DAN TIDAK BAKU

KATA BAKU

Kata baku adalah bahasa resmi yang sesuai dengan kaidah dan pedoman Ejaan Bahasa Indonesia (EYD) yang berlaku.

Ciri-ciri kata baku:

Sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.

  • Lafal dan ejaannya sesuai dengan EYD.

  • Umum digunakan dalam situasi formal, seperti surat menyurat resmi, laporan, pidato, karya ilmiah, dan lain-lain.

  • Tercantum di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Lawan kata dari kata baku adalah kata tidak baku yang biasanya berupa:

  • Dialek atau bahasa daerah.

  • Istilah khusus dalam bidang tertentu.

  • Singkatan atau akronim tidak baku.

  • Bentuk pengucapan atau penulisan yang tidak sesuai dengan EYD.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 16

SLIDE