Search Header Logo
DISEMINASI BUDAYA POSITIF

DISEMINASI BUDAYA POSITIF

Assessment

Presentation

Other

Professional Development

Practice Problem

Hard

Created by

Kelas Empat

FREE Resource

46 Slides • 0 Questions

1

media
media
media
media

DISEMINASI

Nailul Hakimah, S.Pd

UPT SD Negeri 37 Gresik

MODUL 1.4

BUDAYA POSITIF

CGP - 9

2

media
media
media

merupakan kebiasaan-kebiasaan di sekolah
yang berpihak pada murid agar mereka
dapat berkembang menjadi pribadi yang
kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab

Budaya Positif Di Sekolah

3

media
media
media

Untuk membangun budaya yang positif, sekolah
perlu menyediakan lingkungan yang positif,
aman dan nyaman agar murid-murid mampu
berpikir, bertindak dan mencipta dengan
merdeka, mandiri, dan bertanggung jawab.
Lazimnya disiplin dikaitkan dengan kontrol.
Dalam hal ini kontrol guru dalam menghadapi
murid.

Perubahan Paradigma

4

media
media
media

Anda dan teman anda akan melakukan kegiatan cobalah
buka. Anda adalah A, tugas Anda adalah mengepalkan
salah satu tangan Anda. Coba Anda bayangkan bahwa
Anda menyimpan sesuatu yang sangat berharga di dalam
kepalan tangan Anda. Anda perlu menjaga benda tersebut
sekuat tenaga Anda. Tugas rekan Anda “B” adalah
mencoba dengan segala cara untuk membuka kepalan
tangan Anda. Teman Anda B boleh membujuk, menghardik,
mengintimidasi, memarahi, menggoda, mengelitik bahkan
menawari Anda uang agar Anda bersedia membuka
kepalan tangan Anda. Lakukan kegiatan ini secara
bergantian.

Kegiatan Pemantik

5

media
media
media

Kegiatan Pemantik

Apakah Anda atau B membuka kepalan
tangan Anda? Mengapa, apa alasan Anda
atau B membuka kepalan tangan Anda?
Apakah Anda atau B menutup kepalan
tangan Anda? Mengapa, apa alasan Anda
atau B tetap menutup kepalan tangan
Anda?
Dalam kegiatan ini, sesungguhnya siapa
yang memegang kendali atau kontrol
untuk membuka atau menutup kepalan
tangan?

6

media
media
media

Kita sendiri yang memegang

kontrol atas kepalan tangan kita,
apakah kita akan membuka atau
menutup kepalan tangan kita, itu
bergantung dari diri kita masing-
masing, sesuai dengan kebutuhan

dasar kita saat itu

7

media
media
media

Perubahan Paradigma

Teori Kontrol

Ilusi guru mengontrol murid
Ilusi bahwa kritik dan membuat orang merasa
bersalah dapat menguatkan karakter
Ilusi bahwa semua penguatan positif efektif dan
bermanfaat
Ilusi bahwa orang dewasa memiliki hak untuk
memaksa

8

media
media
media

Pada dasarnya kita tidak dapat memaksa murid
untuk berbuat sesuatu jikalau murid tersebut
memilih untuk tidak melakukannya. Walaupun
tampaknya guru sedang mengontrol perilaku
murid, hal demikian terjadi karena murid sedang
mengizinkan dirinya dikontrol. Saat itu bentuk
kontrol guru menjadi kebutuhan dasar yang
dipilih murid tersebut. Teori Kontrol
menyatakan bahwa semua perilaku memiliki
tujuan, bahkan terhadap perilaku yang tidak
disukai

Ilusi Guru Mengontrol Murid

9

media
media
media

Penguatan positif atau bujukan adalah bentuk-
bentuk kontrol. Segala usaha untuk
mempengaruhi murid agar mengulangi suatu
perilaku tertentu, adalah suatu usaha untuk
mengontrol murid tersebut. Dalam jangka waktu
tertentu, kemungkinan murid tersebut akan
menyadarinya dan mencoba untuk menolak
bujukan kita, atau bisa jadi murid tersebut
menjadi tergantung pada pendapat sang guru
untuk berusaha

Ilusi bahwa penguatan positif

efektif dan bermanfaat

10

media
media
media

Menggunakan kritik dan rasa bersalah untuk
mengontrol murid menuju pada identitas gagal.
Mereka belajar untuk merasa buruk tentang diri
mereka. Mereka mengembangkan dialog diri yang
negatif. Kadang kala sulit bagi guru untuk
mengidentifikasi bahwa mereka melakukan
perilaku ini, karena seringkali guru cukup
menggunakan suara halus untuk menyampaikan
pesan negatif

Ilusi bahwa kritik dan membuat

orang merasa bersalah dapat

menguatkan karakter

11

media
media
media

Banyak orang dewasa yang percaya bahwa
mereka memiliki tanggung jawab untuk membuat
murid-murid berbuat hal-hal tertentu. Apapun
yang dilakukan dapat diterima, selama ada
sebuah kemajuan berdasarkan sebuah
pengukuran kinerja. Pada saat itu pula, orang
dewasa akan menyadari bahwa perilaku memaksa
tidak akan efektif untuk jangka waktu panjang,
dan sebuah hubungan permusuhan akan
terbentuk

Ilusi bahwa orang dewasa memiliki

hak untuk memaksa.

12

media
media
media
media

Stimulus-Respon lawan Teori

Kontrol: Pandangan tentang Dunia

13

media
media
media
media
media

Stimulus-Respon lawan Teori

Kontrol: Pandangan tentang Dunia

14

media
media
media
media
media

Apa makna

disiplin?

15

media
media
media
media

Ketika mendengar kata “disiplin”, apa yang terbayang

di benak anda? Apa yang terlintas di pikiran Anda?

Kebanyakan orang akan menghubungkan kata disiplin

dengan tata tertib, teratur dan kepatuhan pada peraturan.

Kata “disiplin” juga sering dihubungkan dengan hukuman,

padahal itu sungguh berbeda, karena belajar tentang disiplin

positif tidak harus dengan memberi hukuman .

Dalam budaya kita, makna kata disiplin dimaknai menjadi
sesuatu yang dilakukan seseorang pada orang lain untuk

mendapatkan kepatuhan. Kita cenderung menghubungkan

kata “disiplin” dengan ketidaknyamanan.

16

media
media
media

3 Motivasi Perilaku Manusia

Untuk menghindari
ketidaknyamanan atau hukuman

Untuk mendapatkan imbalan atau
penghargaan dari orang lain

Untuk menjadi orang yang mereka
inginkan dan menghargai diri sendiri
dengan nilai-nilai yang mereka percaya

17

media
media
media

Untuk menghindari
ketidaknyamanan atau hukuman

Ini adalah tingkat terendah dari motivasi perilaku
manusia. Biasanya orang yang motivasi perilakunya
untuk menghindari hukuman dan ketidaknyamanan,
akan bertanya, apa yang akan terjadi apabila saya tidak
melakukannya?

Sebenarnya

mereka

sedang

menghindari permasalahan yang mungkin muncul dan
berpengaruh pada mereka secara fisik, psikologis,
maupun tidak terpenuhinya kebutuhan mereka, bila
mereka tidak melakukan tindakan tersebut

18

media
media
media

Untuk mendapatkan imbalan atau
penghargaan dari orang lain

Satu tingkat di atas motivasi yang pertama, disini orang
yang berperilaku untuk mendapatkan imbalan atau
penghargaan dari orang lain. Orang dengan motivasi ini
akan bertany, apa yang akan saya dapatkan apabila saya
melakukannya? Mereka melakukan sebuah tindakan
untuk mendapatkan pujian dari orang lain yang menurut
mereka penting dan mereka letakkan dalam dunia
berkualitas mereka. Mereka juga melakukan sesuatu
untuk mendapatkan hadiah, pengakuan atau imbalan

19

media
media
media

Untuk menjadi orang yang mereka
inginkan dan menghargai diri sendiri
dengan nilai-nilai yang mereka percaya

Mereka melakukan sesuatu karena nilai-nilai yang
mereka

yakini

dan

hargai,

mereka

juga

melakukannya karena mereka ingin menjadi orang
yang melakukan nilai-nilai yang mereka yakini
tersebut. Ini adalah motivasi yang akan membuat
seseorang memiliki disiplin positif karena motivasi
berperilakunya bersifat internal bukan eksternal

20

media
media
media
media

Tujuan dari

disiplin positif

menanamkan motivasi yang ketiga pada murid-murid
kita yaitu untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri
sendiri dengan
nilai-nilai yang mereka percaya. Ketika murid-murid kita memiliki motivasi
tersebut, mereka
telah memiliki motivasi intrinsik yang berdampak jangka panjang, motivasi
yang tidak akan
terpengaruh pada adanya hukuman atau hadiah. Mereka akan tetap
berperilaku baik dan
berlandaskan nilai-nilai kebajikan karena mereka ingin menjadi orang yang
menjunjung tinggi
nilai-nilai yang mereka hargai.

21

media
media
media

Menanamkan motivasi yang ketiga pada murid-murid

kita yaitu untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan

menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya.

Ketika murid-murid kita memiliki motivasi tersebut, mereka

telah memiliki motivasi intrinsik yang berdampak jangka

panjang, motivasi yang tidak akan terpengaruh pada adanya

hukuman atau hadiah. Mereka akan tetap berperilaku baik dan

berlandaskan nilai-nilai kebajikan karena mereka ingin

menjadi orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai yang mereka

hargai.

22

media
media
media
media

Keyakinan Kelas,

Hukuman, dan
Penghargaan

23

media
media
media

Keyakinan Kelas

Untuk terbentuknya budaya positiff, pertama-tama perlu

diciptakan dan disepakati keyakinan-keyakinan atau prinsip-
prinsip dasar bersama di antara para warga kelas. Keyakinan
yaitu nilai-nilai kebajikan atau prinsip - prinsip universal yang

disepakati bersama secara universal.

Menurut Gossen (1998). suatu keyakinan akan lebih
memotivasi seseorang dari dalam, atau memotivasi

secara intrinstik

24

media
media
media

Mengapa keyakinan kelas?

Mengapa tidak peraturan kelas?

25

media
media
media

Suatu keyakinan akan lebih

memotivasi seseorang dari dalam, atau
memotivasi secara intrinsik. Seseorang
akan lebih tergerak dan bersemangat
untuk menjalankan keyakinannya, dari

pada hanya sekedar mengikuti

serangkaian peraturan

26

media
media
media

Hukuman bersifat satu arah, dari pihak guru yang
memberikan, dan murid hanya menerima. Suatu

hukuman tanpa suatu diskusi atau pengarahan dari

pihak guru, baik sebelum atau sesudahnya.

Hukuman bersifat tidak
terencana atau tiba-tiba

Hukuman yang diberikan bisa berupa fisik maupun
verbal dan murid disakiti oleh suatu perbuatan atau

kata-kata

Disiplin dengan bentuk sanksi atau konsekuensi,

sudah terencana atau disepakati.

27

media
media
media

Mengemukakan baik penghargaan maupun

hukuman, adalah cara-cara mengontrol perilaku
seseorang yang menghancurkan potensi untuk

pembelajaran yang sesungguhnya.

Alfie Kohn (Punished by Rewards, 1993,

wawancara ASCD Annual Conference, Maret 1995)

Kohn juga mengemukakan beberapa alasan
mengapa penghargaan justru sama seperti

menghukum seseorang.

28

media
media
media

Penghargaan berlaku agar seseorang melakukan

sesuatu dalam jangka waktu pendek.

Pengaruh Jangka Pendek dan

Jangka Panjang

Jika kita menggunakan penghargaan lagi, dan lagi

maka orang tersebut akan bergantung pada

penghargaan yang diberikan , serta kehilangan

motivasi dari dalam dirinya.

Jika kita mendapatkan penghargaan untuk melakukan

sesuatu yang baik, maka selain kita senantiasa berharap

mendapatkan penghargaan tersebut lagi, kita pun

menjadi tidak menyadari tindakan baik yang kita lakukan

29

media
media
media

Suatu penghargaan adalah suatu benda atau peristiwa

yang diinginkan, yang dibuat dengan persyaratan. Hanya

jika Anda melakukan hal ini , Anda akan mendapatkan
penghargaan yang diinginkan. Jika saya mengharapkan
suatu penghargaan dan tidak mendapatkannya maka

saya akan kecewa dan berkecil hati, serta kemungkinan
lain saya tidak berusaha sekeras sebelumnya. Jika kita

memberikan seseorang suatu penghargaan untuk

melakukan sesuatu, maka kita harus terus menerus
memberikan penghargaan itu, jika kita ingin orang
tersebut meneruskan perilaku yang kita inginkan.

Penghargaan Tidak Efektif

30

media
media
media

Ketika seseorang diberi penghargaan atau dipuji di depan

orang banyak, maka yang lain akan merasa iri, dan sebagian

dari mereka akan tidak menyukai orang yang diberikan

penghargaan tersebut.

Jika seorang guru sering memberikan penghargaan kepada

murid - muridnya besar kemungkinan murid-muridnya

termotivasi hanya untuk menyenangkan gurunya.

Penghargaan menciptakan persaingan di dalam kelas, dan
persaingan menciptakan kecemasan. Mereka yang percaya

bahwa mereka tidak memiliki kesempatan untuk

mendapatkan penghargaan akan berhenti mencoba.

Penghargaan Merusak

Hubungan

31

media
media
media

Penghargaan Mengurangi

Ketepatan

Riset I: Dalam sebuah percobaan, sekelompok anak laki-
laki berusia sekitar 9 tahun diminta untuk melihat gambar-
gambar wajah yang ditampilkan di layar, dan
mereka harus memberitahukan jika wajah-wajah tersebut
sama atau berbeda. Gambar-gambar tersebut hampir
sama. Beberapa dari mereka diberi penghargaan (dalam
bentuk uang) pada saat mereka memberikan jawaban
benar, sementara sebagian yang lain tidak.

Hasil: Anak laki-laki yang dibayar membuat lebih banyak
kesalahan

32

media
media
media

Penghargaan Mengurangi

Ketepatan

Riset II: Anak-anak diminta mengingat kata-kata tertentu,
kemudian mereka diminta mengambil kartu yang berisi kata -
kata yang diingat tersebut setiap kali muncul. Beberapa anak
diberikan permen setiap mereka memberikan jawaban yang
benar, dan sebagian yang lain hanya diberitahu saja bila jawaban
mereka benar.

Hasil: Anak-anak yang mendapatkan permen jawabannya
banyak yang tidak tepat dibandingkan anak-anak yang hanya
diberitahu jawabannya benar

33

media
media
media

Penghargaan Menurunkan

Kualitas

Pengamatan dilakukan pada sekelompok mahasiswa/i yang sedang
kerja praktik di sebuah surat kabar universitas; saat itu mereka
sedang belajar menuliskan sebuah artikel tentang sebuah judul
berita utama. Seiring waktu mahasiswa/i tersebut semakin mampu
bekerja dengan cepat. Kemudian, ada beberapa mahasiswa/i yang
dibayar untuk setiap judul berita utama yang mereka mampu
hasilkan, dan setelah beberapa lama mahasiswa/i yang dibayar ini
hasil

kinerjanya

berhenti

berkembang.

Mereka

yang

tidak

menerima bayaran terus berupaya mengasah diri menjadi lebih
baik

34

media
media
media

Penghargaan Mematikan

Kreativitas

Murid-murid diminta berpikir mengenai hadiah atau
penghargaan yang bisa mereka dapatkan bila berhasil
menulis sebuah puisi. Kreatifitas kelompok murid-murid ini
menjadi berkurang, dibandingkan dengan yang tidak
diberitahukan tentang hadiah yang bisa mereka terima.
Penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan seni atau
sebuah penulisan cerita menjadi kurang kreatif bila
dijanjikan sebuah hadiah/penghargaan.
Dalam tugas-tugas memecahkan masalah, para murid
memakan waktu lebih lama dan memberikan jalan keluar
kurang kreatif, saat mereka dijanjikan suatu penghargaan.

35

media
media
media

Penghargaan Menghukum

Penghargaan ‘menghukum’ mereka yang tidak mendapatkan
penghargaan. Misalnya dalam sistem ‘ranking’. Mereka yang
mendapatkan ranking kedua akan merasa paling ‘dihukum’.
Memberikan penghargaan dan hukuman adalah hal yang sama,
karena keduanya mencoba mengendalikan perilaku seseorang.
Karena orang pada dasarnya tidak suka dikendalikan, dalam
jangka waktu lama, penghargaan akan terlihat sebagai
hukuman.
Jika suatu penghargaan diharapkan, namun Anda tidak
mendapatkannya, Anda akan merasa dihukum

36

media
media
media

Motivasi dari Dalam Diri

(Intrinsik)

Saat seorang anak belajar untuk pertama kali, menggabungkan
huruf-huruf dan kata-kata, serta menyadari bahwa ia dapat
membaca, timbul pijar di matanya dan sebuah senyuman di
wajahnya. Anak tersebut begitu gembira bahwa ia telah
mempelajari dan menguasai suatu keterampilan baru. Kesadaran
akan kemampuannya bahwa ‘dia’ sudah dapat membaca,
sesungguhnya sudah merupakan sebuah penghargaan.
Jika kita memberikan penghargaan kepada seorang anak pada
saat dia sedang merasa bangga dengan pencapaiannya sendiri,
maka kita akan mengambil kegembiraan yang saat itu sedang
dirasakan secara alamiah.

37

media
media
media

Pembentukan Keyakinan

Sekolah/Kelas:

Keyakinan kelas bersifat lebih ‘abstrak’ daripada peraturan, yang
lebih rinci dan konkrit.
Keyakinan kelas berupa pernyataan-pernyataan universal.
Pernyataan keyakinan kelas senantiasa dibuat dalam bentuk
positif.
Keyakinan kelas hendaknya tidak terlalu banyak, sehingga mudah
diingat dan dipahami oleh semua warga kelas.
Keyakinan kelas sebaiknya sesuatu yang dapat diterapkan di
lingkungan tersebut.
Semua

warga

kelas

hendaknya

ikut

berkontribusi

dalam

pembuatan keyakinan kelas lewat kegiatan curah pendapat.
Bersedia meninjau kembali keyakinan kelas dari waktu ke waktu

38

media
media
media

5 Kebutuhan Dasar

Manusia

Kebutuhan bertahan hidup

1.

Cinta dan Kasih Sayang

2.

Penguasaan (Kebutuhan pengakuan
atas kemampuan)

3.

Kebebasan (Kebutuhan akan pilihan)

4.

Kesenangan (Kebutuhan untuk merasa
senang)

5.

39

media
media
media

5 Kebutuhan Dasar

Manusia

Kebutuhan bertahan hidup

1.

Cinta dan Kasih Sayang

2.

Penguasaan (Kebutuhan pengakuan
atas kemampuan)

3.

Kebebasan (Kebutuhan akan pilihan)

4.

Kesenangan (Kebutuhan untuk merasa
senang)

5.

40

media
media
media

5 Posisi Kontrol

Penghukum

1.

Pembuat orang merasa bersalah

2.

Teman

3.

Monitor/Pemantau

4.

Manajer

5.

41

media
media
media

Segitiga Restitusi

Restitusi adalah proses menciptakan
kondisi bagi murid untuk memperbaiki
kesalahan mereka, Sehingga mereka
bisa kembali kepada kelompok mereka
dengan

karakter

yang

lebih

kuat

(Gossen;2004)

42

media
media
media

Segitiga Restitusi

Restitusi adalah proses menciptakan
kondisi bagi murid untuk memperbaiki
kesalahan mereka, Sehingga mereka
bisa kembali kepada kelompok mereka
dengan

karakter

yang

lebih

kuat

(Gossen;2004)

43

media
media
media

Segitiga Restitusi

Restitusi membantu murid menjadi lebih memiliki,
tujuan, disiplin positif, dan memulihkan dirinya
setelah berbuat salah.
Penekanannya

bukanlah

bagaimana

pada

bagaimana berprilaku untuk menyenangkan orang
lain atau menghindari ketidaknyamanan, namun
tujuannya

adalah

menjadi

orang-orang

yang

mempercayai nilai-nilai kebijakan yang mereka
percayai

44

media
media
media
media

45

media
media
media

Langkah-Langkah Segitiga

Restitusi

Adapun strategi untuk melakukan restitusi
meliputi:

Menstabilkan identitas/stabilize the identity

1.

Validasi tindakan yang salah/validate the
Misbeh

2.

Menanyakan keyakinan /Seek the Belief

3.

46

media
media
media

Langkah-Langkah Segitiga

Restitusi

Adapun strategi untuk melakukan restitusi
meliputi:

Menstabilkan identitas/stabilize the identity

1.

Validasi tindakan yang salah/validate the
Misbeh

2.

Menanyakan keyakinan /Seek the Belief

3.

media
media
media
media

DISEMINASI

Nailul Hakimah, S.Pd

UPT SD Negeri 37 Gresik

MODUL 1.4

BUDAYA POSITIF

CGP - 9

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 46

SLIDE